0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
590 tayangan24 halaman

Array Dimensi 1 Dan 2

Teks tersebut membahas tentang array (larik) sebagai tipe data terstruktur yang terdiri dari elemen-elemen yang sama tipe datanya. Terdapat penjelasan mengenai array satu dimensi, dua dimensi, dan cara pemetaannya ke memori komputer. Karakteristik array meliputi batasan alokasi memori, tipe data yang sama, dapat diakses secara acak, dan berurutan.

Diunggah oleh

silvia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
590 tayangan24 halaman

Array Dimensi 1 Dan 2

Teks tersebut membahas tentang array (larik) sebagai tipe data terstruktur yang terdiri dari elemen-elemen yang sama tipe datanya. Terdapat penjelasan mengenai array satu dimensi, dua dimensi, dan cara pemetaannya ke memori komputer. Karakteristik array meliputi batasan alokasi memori, tipe data yang sama, dapat diakses secara acak, dan berurutan.

Diunggah oleh

silvia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERTEMUAN 2

ARRAY
DIMENSI 1 & 2
PENGERTIAN ARRAY
ARRAY (LARIK) adalah tipe data terstruktur dimana
di dalamnya terdiri dari elemen- elemen yang
mempunyai tipe data yang sama. Letak urutan dari
elemen-elemen array di tunjukkan oleh suatu
subscript atau indeks.
Elemen-elemen array bertipe data sama tapi bisa
bernilai sama atau berbeda-beda. Array digunakan
untuk menyimpan data-data yang diinputkan
masing-masing ke dalam memory komputer, jadi
jumlah datanya banyak
namun sejenis
Logika sederhananya array itu bisa
disamakan dengan dua orang dengan
nama yang sama didalam suatu
komunitas, untuk membedakan antara
nama yang satu atau dengan nama yang
lain maka diberikan inisial tambahan
untuk setiap nama.

Karakteristik ARRAY :
1. Mempunyai batasan dari pemesanan
alokasi memory (bersifat statis).
2. Mempunyai type data sama (homogen).
3. Dapat di akses secara acak.
4. Berurutan (terstruktur)
3 Hal yang harus diketahui dalam mendeklarasikan array :

a. Type data array


dapat berupa : integer, character atau string.
b. Nama variabel array
ketentuan nama variabel array sama dengan

nama variabel biasa.


c. Subskrip / indeks array
Indeks array menunjukkan banyaknya
elemen dari variabel array. indeks array
dimulai dari nol (0).
Jenis Array (yang akan dipelajari)
adalah :
a. Array Dimensi Satu (One
Dimensional Array)
b. Array Dimensi Dua (Two
Dimensional Array)
c. Array Dimensi Tiga (Three
Dimensional Array)
1.
Array Dimensi Satu (vektor)
Array dimensi satu adalah kumpulan elemen yang
tersusun dalam suatu baris. atau biasa juga disebut
Vektor karena hanya memiliki satu arah, array
berdimensi satu dideklarasikan dalam bentuk umum
berupa:

Dimana :
Tipe_data : untuk menyatakan tipe dari elemen
array misalnya int, char, float.
Nama_array : nama variabel array.
[jumlah elemen] : untuk menyatakan jumlah
maksimal elemen array
Contoh Pendeklarasian Array :

int nilai[5];

Array nilai mengandung 5 elemen bertipe


int. Pada bahasa C, data array akan
disimpan dalam memori yang berurutan.
Elemen pertama mempunyai indeks bernilai
0. Jika variabel nilai dideklarasikan sebagai
array dengan 5 elemen, maka elemen
pertama memiliki indeks sama dengan 0,
dan elemen terakhir memiliki indeks 4.
Rumus untuk menentukkan jumlah
elemen dalam Array :

Contoh :
Suatu Array A dideklarasikan sbb :
int A[10]; maka jumlah elemen Array
dimensi satutersebut adalah = 10
void main()
{ int bil [5];
clrscr;
cout<<"Masukkan 5 bilangan genap : "<<endl;
for (int i = 0; i < 5; i++)
{ cout<<"Bilangan ";
cout<< i + 1 <<" : ";
cin>> bil[i];
cout<<endl;
}
cout<<endl;
cout<<"5 bilangan genap yang dimasukkan <<endl;
for (int i = 0; i < 5; i++)
cout<<" "<<bil[i];
getch();
}
PEMETAAN (MAPPING)
ARRAY DIMENSI SATU KE STORAGE
Rumus :

Dimana :
@A[i] : Posisi Array yg dicari
B : Posisi awal index di memory komputer
i : Subkrip atau indeks array yg dicari
L : Ukuran / Besar memory suatu type data
P
Contoh :
Suatu Array A dideklarasikan sebagai berikut :
nt A[5]; dengan alamat awal index berada di 0011
(H) dan ukuran memory type data integer = 2
Tentukan berapa alamat array A[3] ?
Rumus : @A[i] = B + (i - 1) * L
Diket : Penyelesaian :
@A[i] = A[3]; A[3] =
0011(H)+ (3-1) * 2
B = 0011(H) =
0011(H)+ 4(D)
I = 3 =
0011(H)+ 4 (H)
L = 2 = 0015 (H)
KONVERSI BILANGAN
1. Bilangan desimal adalah bilangan yang
menggunakan 10 angka mulai 0 sampai 9
berturut2. Setelah angka 9, maka angka
berikutnya adalah 10, 11, 12 dan seterusnya.
Bilangan desimal disebut juga bilangan berbasis
10. Contoh penulisan bilangan desimal : 17 10.
Ingat, desimal berbasis 10, maka angka 10-lah
yang menjadi subscript pada penulisan bilangan
desimal.
2. Bilangan heksadesimal, atau bilangan heksa,
atau bilangan basis 16, menggunakan 16 buah
simbol, mulai dari 0 sampai 9, kemudian dilanjut
dari A sampai F. Jadi, angka A sampai F merupakan
simbol untuk 10 sampai 15. Contoh penulisan : C5 16.
3. Bilangan biner adalah bilangan yang
hanya menggunakan 2 angka, yaitu 0 dan 1.
Bilangan biner juga disebut bilangan
berbasis 2. Setiap bilangan pada bilangan
biner disebut bit, dimana 1 byte = 8 bit.
Contoh penulisan : 1101112.
4. Bilangan oktal adalah bilangan berbasis
8, yang menggunakan angka 0 sampai 7.
Contoh penulisan : 178.
KONVERSI BILANGAN DECIMAL KE
HEXADECIMAL
penjumlahan pada bilangan hexa, ibarat 2 kali
kerja karena selain menjumlahkan harus
dikonversi juga
Misalnya:
516 + 216 = 716
ini adalah salah satu contoh dari penjumlahan
hexa, karena tidak diperlukan konversi
contoh lain:
816 + 216 = A16 (10 desimal)
A16 + B16 = 2110 = 1516
KONVERSI BILANGAN HEXADECIMAL KE
DECIMAL
bilangan heksadesimal 3116
Untuk mengkonversi 31 menjadi bilangan
desimal maka dapat digunakan perhitungan
berikut :
3 x 161= 3 x 16 = 48
1 x 160= 1 x 1 = 1
total 48 + 1 = 49

.:: Dengan demikian, bilangan


3116heksadesimal sama dengan bilangan
desimal 4910
2. ARRAY DIMENSI DUA (Two
Dimensional Array)
Array dua dimensi sering kali digambarkan/
dianalogikan sebagai sebuah matriks atau
bentuk grid. Jika array berdimensi satu hanya
terdiri dari 1 baris dan banyak kolom, array
berdimensi dua terdiri dari banyak baris dan
banyak kolom yang bertipe sama. Array dua
dimensi merupakan array yang terdiri dari M
buah baris dan N buah kolom. Bentuknya dapat
berupa matriks atau tabel.
Bentuk Umum :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
int a[3][5];
for (int i=0;i<3;i++)
{
for (int j=0;j<5;j++)
{
printf("%x ",&a[j][i]);
}
printf("\n");
}
getch();
}
Menentukan jumlah elemen dalam
Array dimensi dua :
Rumus :

Contoh : Suatu Array X dideklarasikan sbb :


int X [4][3];
maka jumlah elemen Array dimensi 2 tsbt adl :
4 * 3 = 12
PEMETAAN (MAPPING)
ARRAY DIMENSI DUA KE STORAGE

Terbagi Dua cara pandang (representasi) yg


berbeda :
1. Secara Kolom Per Kolom (Column Major
Order/CMO)
2. Secara Baris Per Baris (Row Major
Order/RMO)
Contoh menggunakan pemetaan / mapping :
Suatu array X dideklarasikan sbb berikut :
Float X[4][3], dengan alamat index X[0][0] berada di 0011(H)
dan ukuran type data float = 4. Tentukan berapa alamat array
X[3][2] berdasarkan cara pandang baris dan kolom ?
Penyelesaian :
Secara baris per baris ( Row Major Order /RMO )
@M[i][j] = @M[0][0] + {( i-1 ) * N + ( j-1 )} * L
X[3][2] = 0011(H)+ {( 3-1 ) + 3 + ( 2-1 )} * 4
= 0011(H)+ 28(D)
= 0011(H)+ 1C(H)
= 002D(H)

Secara kolom per kolom ( Coloumn Major Oder / CMO )


@M[i][j]= @M[0][0] + {( j-1 ) * K + ( i-1 )} * L
X[3][2] = 0011(H)+ {(2-1) * 4 + ( 3-1 )} * 4
= 0011(H)+ 24(D)
= 0011(H)+ 18(H)
Keunggulan array adalah sebagai berikut :
1. Array sangat cocok untuk pengaksesan acak.
Sembarang elemen di array dapat diacu
secara langsung tanpa melalui elemen-elemen
lain.
2. Jika berada di suatu lokasi elemen, maka
sangat mudah menelusuri ke elemen-elemen
tetangga, baik elemen pendahulu atau elemen
penerus.

.Kelemahan array adalah sebagai berikut :


1. Array mempunyai fleksibilitas rendah, sehingga
tidak cocok untuk berbagai aplikasi.
2. Array harus bertipe homogen. Kita tidak dapat
mempunyai array dimana satu elemen adalah
karakter, elemen lain bilangan, dan elemen lain
adalah tipe-tipe lain.
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai