Anda di halaman 1dari 37

Konsep Dasar dan Sistematika

Penelitian Kebidanan

Roslina Yulianty, SST, M.Kes


Pengertian penelitian
Penelitian atau research merupakan kegiatan
yang menghasilkan suatu karya tulis
berdasarkan kenyataan ilmiah.
Karya tulis diperoleh sbg hasil kajian
kepustakaan maupun penelitian lapangan,
dilakukan dgn penemuan masalah untuk
dianalisis atau diolah agar menghasilkan suatu
kesimpulan.
Cara yg sistematis utk menjawab masalah yg
sedang diteliti, dengan menggunakan metode
ilmiah yg teratur dan tuntas.
Karakteristik metode ilmiah
Menurut Davis ( 1985) Sbb:
Bersifat kritis dan analitis: suatu metode yg
menunjukkan adanya proses yang tepat untuk
mengidentifikasi masalah.
Bersifat logika : suatu metode yg digunakan
dpt memberikan argumentasi ilmiah.
Kesimpulan yg dibuat secara rasional
didasarkan pd bukti-bukti yg tersedia.
Bersifat objektif: metode dpt menghasilkan
penyelidikan yg dpt dicontoh oleh ilmuan lain
dalam studi dan kondisi yg sama
Bersifat konseptual dan teoritis:
metode yg mengarahkan bahwa
proses penelitian yg dijalankan
harus memiliki pengembangan
konsep dan struktur teori yg jelas,
agar hasilnya dapat dipertanggung
jawabkan secara ilmiah.
Bersifat empiris: metode yang
dipakai berdasarkan pd kenyataan/
fakta di lapangan.
Tujuan penelitian
Untuk mengembangkan ilmu dari
berbagai pengetahuan yg telah ada,
serta adanya fakta dan temuan-
temuan baru sehingga dpt disusun
teori, konsep, hukum, kaidah atau
metodologi baru yg dapat digunakan
untuk memecahkan masalah yang
ada.
Tujuan khusus
Ingin membuktikan teori-teori
yg sudah ada
Menemukan adanya teori-teori
baru atau produk yang baru.
Mengembangan hasil
penelitian yg sudah ada.
Implikasi penelitian dan
perkembangan iptek
Pd dasarnya perkembangan ilmu
pengetahuan tidak dapat
dipisahkan dgn penelitian demikian
juga sebaliknya.
Perkembangan ilmu pengetahuan
akan selalu mengikuti hasil dari
penelitian terbaru.
Ruang lingkup Penelitian
kebidanan
Kehamilan
Persalinan
Nifas ( pasca persalinan)
Patologi Kebidanan
Kebidanan Komunitas
Neonatus, bayi dan balita
Keluarga Berencana
Kesehatan Reproduksi
Klimakterium/ Menopause
Sistematika penelitian
langkah I S/d LANGKAH 15

1. Menentukan atau memilih masalah.


2. Merumuskan masalah
3. Menentukan tujuan
4. Mencari aspek manfaat
5. Menentukan landasan teori/pustaka
6. Menyusun kerangka konseptual
7. Menyusun hipotesa
8. Menentukan desain penelitian
9. Menentukan populasi, sampel dan
tekhnik sampling
10.Menentukan variabel dan
defenisis operasional
11.Menyusun dan menentukan
instrumen penelitian
12.Mengumpulkan data
13.Menganalisisi data
14.Menarik kesimpulan
15.Menyusun laporan.
Judul penelitian

Judul merupakan cermin dari seluruh isi


karya ilmiah.

Judul penelitian harus jelas, menarik, harus


dpt memberikan gambaran global tentang
arah, maksud dan tujuan serta ruang lingkup
penelitian.
Syarat judul yang
baik
Menarik minat peneliti.
Mampu dilaksanakan oleh peneliti
Judul dapat dimanfaatkan untuk
pengembangan ilmu dan hasilnya dapat
memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tersedia cukup data
Hindari duplikasi dengan judul lain
Berisi variabel yang akan diteliti
Berupa kalimat pernyataan
Jelas, singkat dan tepat terhadap masalah
yang akan diteliti.
Latar belakang
Merupakan pengantar informasi tentang
materi keseluruhan dari penelitian yg ditulis
secara sistematis dan terarah.
Latar belakang harus dapat mengemukakan
dengan jelas argumentasi tentang
pentingnya masalah, bagaimana keadaan
permasalahan hingga saat ini ( sudah diteliti
atau belum), dan apakah masalah tersebut
sudah ada terpecahkan atau belum serta
bagaimana solusinya.
Rumusan masalah
Rumusan masalah hendaknya ada
konsekuensi terhadap relevansi maksud dan
tujuan dari penelitian,, kegunaan penelitian,
kerangka konsep dan metode penelitian.

Penulisan rumusan masalah dapat berupa


pernyataan atau juga berupa pertanyaan
masalah
Contoh: bagaimanakah faktor-faktor yang
berperan dalam tingginya angka kematian
ibu dan anak di daerah A?
Tujuan penelitian

Merupakan tindak lanjut dari masalah yg


telah dirumuskan
Dapat dilakukan dalam 2 jenis penulisan,
yaitu tujuan umum dan khusus.
Tujuan umum: untuk mempelajari,
menjelaskan tujuan yang hendak di capai
secara umum
Tujuan khusus: dilakukan sebagai langkah-
langkah untuk mencapai tujuan umum.
Manfaat penelitian

Uraikan manfaat hasil penelitian secara


singkat dan jelas untuk pengembangan ilmu
pengetahuan, tekhnologi kebidanan, seni
pemecahan masalah, pengembangan
institusi, profesi kebidanan dan kesehatan
pasien.
KONSEP DASAR SAMPLING
PENGERTIAN POPULASI DAN SAMPEL
Populasi adalah subjek penelitian atau totalitas semua nilai
yang mungkin karakteristik tertentu dari semua anggota
kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-
sifatnya.

Sangat sering kita mengalami kesulitan untuk mengamati


populasi, karena dari segi jumlah subjek, dana, tenaga, dan alat
yang dibutuhkan sangat besar, maka dengan teori sampling
dapat dilakukan dengan mengamati sebagian dari jumlah
populasinya saja.
Populasi penelitian
Populasi adalah wilayah generalisasi yg terdiri atas
objek/subjek yg mempunyai kuantitas dan karakteristik ttt yg
ditetapkan oleh peneliti utk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya ( sugiyono, 2004).
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto,
2002)

Sampling
1.Sampel merupakan bagian populasi
yang ciri cirinya diselidiki atau diukur.
Unit sampel dapat sama dengan
populasi, tetapi dapat juga berbeda.
2.Sampel merupakan bagian populasi
yang akan diteliti atau sebagian jumlah
dari karakteristik yang dimiliki oleh
populasi
3.Sampel adalah sebahagian dari
populasi
Kriteria Sampel
1.Kriteria Inklusi
Kriteria inklusi adalah karakteristik umum
subjek penelitian dari suatu populasi target
yang terjangkau yang akan diteliti

Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah :


1.Bersedia berpartisipasi sebagai responden
dalam penelitian
2.Tidak buta huruf.
Kriteria Sampel
2. Kriteria Eksklusi
Adalah menghilangkan atau mengeluarkan
subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari
studi karena berbagai sebab

Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah :


Ibu pasca nifas yang berhalangan (sakit
atau bepergian saat dilakukan penelitian)
Ibu pasca nifas yang mengalami gangguan
jiwa
Cara menghitung jumlah sample
Contoh Sampling
Unit analisis atau populasi suatu
penelitian adalah bayi berumur di bawah
tiga tahun, hal yang akan diteliti adalah
kebiasaan makanannya, unit sampelnya
adalah ibu yang mempunyai anak
berumur dibawah tiga tahun karena
tidak mungkin pertanyaan tentang
makanan bayi dapat ditanyakan
langsung kepada bayi tersebut.
Alasan Penarikkan Sampling
1. Adanya populasi yang sangat besar , di dalam
pupulasi yang sangat besar dan tidak terbatas
tidak mungkin seluruh populasi diperiksa atau
diukur karena akan memerlukan waktu yang lama.
2. Homogenitas, tidak perlu semua unit populasi
yang homogen diperiksa karena akan membuang
waktu serta tidak akan ada gunanya karena
variabel yang akan diteliti telah terwakili oleh
sebagian populasi tersebut.
3. Penarikkan sampel menghemat biaya dan waktu
4. Ketelitian/ ketepatan pengukuran,
meneliti
yang sedikitb(sampel) tentu kan lebih
teliti jika dibandingkan dengan meneliti
jumlah yang banyak (populasi)
5. Adanya penelitian yang untuk
melakukannya objek penelitiannya
tersebut harus dihancurkan (destruktif),
misalnya darah yang sudah diambil dari
orang yang menjadi objek penelitian tidak
mungkin akan dipakai lagi
Sampling adalah cara pengumpulan data penelitian
yang hanya mengamati sebagian (elemen sampel) dari
keseluruhan subjek penelitian yang diteliti.
Keuntungan-keuntungan dari penarikan sampel yaitu :
1. Dana, waktu, alat dan tenaga ahli yang diperlukan lebih sedikit
dibandingkan jika penelitian dilakukan langsung pada
populasi.
2. Mudah dan lebih cepat dikerjakan serta hasilnya dapat segera
dievaluasi dan dianalisa.
3. Data yang dikumpulkan lebih komprehensif dan representatif,
serta merupakan refleksi dari karakteristik populasi yang
diteliti.
4. Tingkat ketelitian lebih besar, artinya pemeriksaan pada
sampel akan lebih teliti dan sangat objektif daripada pemeriksaan
lengkap pada seluruh elemen populasi.
Tekhnik sampling dalam penelitian
kebidanan
Tekhnik sampling merupakan suatu proses
seleksi sampel yg digunakan dalam
penelitian dari populasi yang ada, sehingga
jumlah sampel akan mewakili keseluruhan
populasi yang ada
TEHNIK PENGAMBILAN SAMPEL

Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan dua


cara yaitu :
1.sampling random (probability sampling)
2.sampling nonrandom (nonprobability sampling).
Sampling random yaitu pengambilan sampel secara
acak yang dilakukan dengan cara undian, atau
tabel bilangan acak/random atau dengan
menggunakan kalkulator/komputer. Sedangkan
sampling nonrandom atau disebut juga sebagai
incidental sampling, yaitu pengambilan sampel
tidak secara acak.
A. Probability Random Sampling
Hal prinsip pada probability sampling adalah bahwa setiap unit
(elemen) dalam populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk
terpilih (terambil) sebagai sampel.
1. Penarikan Sampel Acak Sederhana (Simple Random
Sampling)
Pada setiap unit (elemen) populasi diberi nomor,
kemudian sampel yang diinginkan ditarik secara acak
dengan melakukan pengundian.
2. Penarikan Sampel Acak Sistematik (Systematic
Random Sampling)
Pada setiap unit (elemen) populasi diberi nomor dan
diurut, kemudian ditentukan satu nomor sebagai titik
tolak penarikan sampel sampel secara acak. Nomor
berikut dapat ditarik dengan kelipatan (K = N/n) yang
dilakukan secara sistematis.
3. Penarikan Sampel Acak Berlapis (Stratified Random
Sampling)
Populasi dibagi dalam kelompok yang homogen
lebih dahulu, atau dalam strata. Elemen sampel dapat
ditarik dari setiap strata.misalnya pendidikan (tinggi,
sedang kurang). Ekonomi (kaya, sedang, miskin)
4. Penarikan Sampel Acak Bergerombol (Cluster Random
Sampling)
Populasi dibagi dulu atas kelompok berdasarkan
area atau cluster. Elemen sub populasi tiap cluster
tidak harus homogen. Lakukan sampling acak pada
cluster lebih dulu, kemudian pada cluster yang terpilih
dapat dilakukan sampling dengan cara simple random
sampling atau systematic random sampling ataupun
juga dapat langsung mengamati seluruh elemen dalam
cluster.
5. Penarikan Sampel Acak Bertahap Ganda (Multistage
Random Sampling)
Populasi dibagi dalam beberapa tahap (stage). Tahap
pertama menentukan subpopulasi dimana sampel akan
ditarik. Biasanya dilakukan apabila populasi sangat luas
atau besar (heterogen)

Caranya adalah berdasarkan daerah dari populasi yang


telah ditetapkan, dengan melakukan randomisasi,
kemudian dilakukan stratifikasi(homogen) atas cluster
terpilih dan terkhir dilakukan randomisasi dari masing
masing strata
B. Non Probability Random Sampling.
Tekhnik pengambilan sampel dengan tidak memberikan peluang yang
sama dari setiap anggota populasi atau pada prinsipnya non
probability sampling adalah bahwa setiap unit (elemen) dalam
populasi tidak mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih
(terambil) sebagai sampel.
1. Purposive Sampling
Pengambilan sampel ditentukan berdasarkan
pertimbangan yang dibuat oleh peneliti sendiri,
berdasarkan karakteristik atau sifat populasi yang
sudah dikatahui sebelumnya.
2. Quota Sampling
Penarikan sampel dilakukan dengan cara
menetapkan sejumlah eleman sampel secara
kuota (jatah) sesuai dengan keiinginan peneliti.
3. Aksidental Sampling
Cara pengambilan sampel yang dilakukan dengan
kebetulan bertemu.
4. Sampling jenuh: cara pengambilan
sampel ini adalah dengan mengambil
semua anggota populasi menjadi
sampel
5. Snowball sampling: cara pengambilan
sampel ini dilakukan dengan
menentukan sampel dalam jumlah kecil
awalnya , kemudian sampel tersebut
diminta mengajak temannya untuk
mengikutsertakansebagai sampel
dalam penelitian tersebut
6.Consecutive sampling: cara
pengambilan sampel ini
dilakukan dengan memilih
sampel yang memenuhi
kriteria penelitian sampai
kurun waktu tertentu
sehingga jumlah sampel
terpenuhi. ( sugiyono, 2001)
Besar Sampel
Hal ini sangat tergantung pada hal hal berikut :
1. Biaya yang tersedia, waktu,serta tenaga yang akan
melaksanakan
2. Variasi yang ada di dalam variabel yang akan diteliti
serta banyaknya variabel yang akan diamati
3. Presisi , ketepatan yang dikehendaki, semakin
besarsampel kemungkinan akan lebih tepat
menggambarkan populasinya
4. Rencana analisis, kalau analisi hanya manual tidak
mungkin menganalisi data yang banyak sekali,
berbeda dengan analisi memakai perangkat lunak
komputer.
SEKIAN