Anda di halaman 1dari 32

Topik 12A : KEBIJAKAN TTG DESA

SIAGA

Kompetensi yang
diharapkan

tujuan
KOMPETENSI YANG
DIHARAPKAN

Setelah selesai mengikuti perkuliahan ini


diharapkan mahasiswa dapat mengetahui
KEBIJAKAN DESA SIAGA

Klik di sini untuk melanjutkan


TUJUAN

1. Mahasiswa dapat memahami


KEBIJAKAN DESA SIAGA
2. Mahasiswa dapat menguraikan dan
mampu MEMPRESENTASIKAN
KEBIJAKAN DESA SIAGA
LATAR BELAKANG.
Visi Kesehatan Indonesia 2010 :

Masyarakat yang mandiri untuk


hidup sehat.
4 STRATEGI :
1.Memberdayakan/menggerakan masyarakat
untuk hidup sehat.
2.Meningkatkan akses masyarakat pada
pelayanan kesehatan yang bermutu.
3.Meningkatkan pelaksanaan sistem
Surveillance dan informasi kesehatan.
4.Meningkatkan pembiayaan untuk kesehatan
Sasaran Strategis :
Salah satu Sasaran
Strategis Dep Kes dalam
mewujudkan Visi Kesehatan
Indonesia :
Tahun 2007 : 12.000
desa menjadi desa siaga.
Tahun 2008 : Seluruh
desa di Indonesia sudah
menjadi desa siaga.
Pengertian.
Desa Siaga memiliki sumber daya
kemampuan dan kemauan Mencegah
dan mengatasi secara mandiri Masalah
kesehatan dan bencana/ gawat darurat
(KLB)

Desa siaga adalah desa yang


penduduknya memiliki kesiapan Sumber
daya kemauan dan Kemampuan untuk
mencegah dan mengatasi masalah-
masalah kesehatan, bencana dan kegawat
daruratan kesehatan secara mandiri.
TUJUAN DESA SIAGA.
Terwujudnya masyarakat desa yang sehat serta
peduli dan tanggap terhadap masalah kesehatan
diwilayahnya.
KRITERIA.
Sebuah desa telah menjadi desa siaga apabila
desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya
sebuah Pos Kesehatan Desa (Pos Kes Des)
POS KES DES.
Adalah upaya kesehatan bersumber daya
masyarakat (UKBM) yang dibentuk oleh, dari dan
untuk menyediakan pelayanan kesehatan dasar
bagi masyarakat desa. Juga berarti : sarana
pelayanan kesehatan yang merupakan
pertemuan antara upaya upaya masyarakat
dan dukungan pemerintah.
Pelayanan Kesehatan
Dasar
Meliputi pelayanan kesehatan,
promotif, preventif dan kuratif yang
dilaksanakan oleh tenaga
kesehatan (terutama bidan) dan
dibantu oleh sekurang-kurangnya 2
orang yang terdiri dari kader
kesehatan atau tenaga sukarela
lainnya.
Tugas atau kegiatan Pos
Kes Des dalam
pengembangan Desa
Siaga.
1. Pengamatan/suveillance epidemiologi.
2. Penanggulangan kejadian penyakit.
3. Kesiapan penanggulangan bencana
dan kegawat daruratan kesehatan
(KLB)
4. Pelayanan medis/ kuratif dasar.
5. Pelayanan kesehatan lain (promosi
PHBS, Kesling, Gizi, KIA, dll)
Sumber Daya Pos Kes Des.

Tenaga : minimal 1 (satu) orang


tenaga kesehatan (terutama
Bidan) dan 2 (dua) tenaga
kader/sukarela.
Sarana Fisik
Bangunan/ruangan
Perlengkapan (meja, kursi dan perilaku)
Alat-alat kesehatan
Alat-alat administrasi
Sarana komunikasi (HP, Telepon, atau kurir)
.
Langkah Langkah
Pengembangan Desa Siaga
PERSIAPAN.
Pusat :
Penyusunan pedoman pedoman
Pembuatan modul modul pelatihan
Penyelenggaraan TOT
Propinsi : Penyelenggaraan TOT tenaga dari
Dinas Kes Kota/Kab.
Kota/Kabupaten :
Penyelenggaraan pelatihan tenaga kesehatan.
Penuyelenggaraan pelatihan kader/sukarelawan
Pelaksanaan.
Pusat : Penyediaan Dana dan Sumber
Daya lain.

Propinsi : Penyediaan Dana dan Sumber


Daya lain.

Kota/Kabupaten : Penyediaan Dana dan


Sumber Daya lain.
Penyiapan Puskesmas dan RS dalam
rangka penanggulangan bencana dan
kegawat daruratan kesehatan.
Kecamatan/Puskesmas : Pengembangan
dan pembinaan Desa Siaga.
Pemantauan dan Evaluasi.
Pemantauan dan Evaluasi.
Pusat : Memantau kemajuan dan menilai
keberhasilan pengembangan desa siaga.
Propinsi : Memantau kemajuan
pengembangan desa siaga dan
melaporkan hasil pemantauan ke pusat.
Kota/Kab : Memantau kerugian desa
siaga dan melaporkan hasil pemantauan ke
propinsi.
Kecamatan/Puskesmas :
Melakukan pemantauan wilayah setempat.
Melaporkan perkembangan desa siaga ke
kota/kabupaten.
Pendekatan (cara-cara)
pengembangan desa siaga

Membantu masyarakat
menjalani proses pembelajaran
melalui Cyklus pencegahan
masalah yang terorganisasi
(pengorganisasian
masyarakat).
Proses pembelajaran
tersebut adalah :
Mengidentifikasi : masalah, penyebab
masalah, sumber daya yang dapat
dimanfaatkan.
Mendiagnosa masalah dan merumuskan
alternatif pemecahannya.
Menetapkan alternatif pemecahan masalah
yang layak, merencanakan dan
melaksanakannya.
Memantau, menilai dan membina
kelestarian
Cara cara pengembangan desa
siaga dilapangan
Untuk membantu masyarakat dalam
melaksanakan proses pembelajaran melalui
Cyclus pemecahan masalah perlu dilaksanakan
langkah langkah pokok dilapangan adalah
sebagai berikut :
Pembentukan tim petugas kesehatan.
Mempersiapkan petugas Puskesmas (petugas
teknis dan administrasi) untuk membantu
masyarakat dalam proses pemecahan masalah.
lanjutan
Pembentukan tim di masyarakat.
Untuk mempersiapkan para petugas, tokoh masyarakat,
para penentu kebijakan di desa dan anggota masyarakat
lainnya agar bersedia bekerja sama dalam 1 (satu) tim
untuk mengembangkan desa siaga
Survey mawas diri (cummunity selft
survey)
Bantuan agar para pemuka masyarakat mampu
mengidentifikasi masalah masalah kesehatan dan
mencari, merencanakan serta melaksanakan solusinya.
Musyawarah Masarakat Desa.
Untuk mencari alternative pemecahan masalah
kesehatan dan upaya membangun PosKesDes.
Pelaksanaan Kegiatan
Secara operatif pembentukan Desa
Siaga dilaksanakan dengan kegiatan-
kegiatan sebagai berikut :
Pemilihan pengurus dan kader
desa.
Melakukan musyawarah desa dibawah
bimbingan petugas kesehatan dari
Puskesmas.
Peserta pertemuan adalah :
Para pemimpin formal/pemerintah desa.
Tokoh masyarakat seperti para kyai, alim
ulama, ketua organisasi masa dan partai politik.
Orientasi/pelatihan kader.
Sebelum melaksanakan tugasnya para pengurus
dan kader desa siaga supaya mengikuti
orientasi/pelatihan seputar kegiatan, tujuan
pembentukan desa siaga pelatih dilaksanakan oleh
Dinas Kesehatan kota/kabupaten dan Puskesmas
setempat.
Pengembangan PoskesDes dan UKBM
lainnya.
Dalam pembangunan Pos Kes Des bisa
dikembangkan dari UKBM yang sudah ada seperti
Polinder, Posyandu dll atau kalau belum ada sama
sekali UKBM ya harus membangun Poskesdes
yang baru dengan bantuan pemerintah dan para
donatur yang ada.
Pelaksanaan kegiatan
Penyelenggaraan kegiatan kes di desa
Dengan
siaga .
telah adanya Poskesdes maka desa
tersebut dapat ditetapkan sebagai Desa Siaga.
Kegiatan Poskesdes pada desa siaga adalah
melaksanakan tugas tugas Poskesdes seperti :
Melaksanakan sistem surveillance epidemiologi
berbasis masyarakat.
Melaksanakan kesiapan dan penanggulangan
bencana dan gawat darurat kesehatan.
Pencegahan dan pemberantasan penyakit
menular yang berpotensi KLB.
Penggalangan masyarakat untuk PHBS, sadar gizi
dan kesehatan lingkungan.
Penyelenggaraan pelayanan medik dasar.
Penggerakan UKBM lainya yang ada (seperti
Posyandu, dll)
lanjutan

Desa siaga tetap dibimbing dan


dipantau oleh
Puskesmas/Puskesmas
pembantu.
Pembinaan dan peningkatan
desa siaga.
Peru dilakukan dengan
melibatkan sektor-sektor lain,
terutama pemerintah daerah
dan desa/kelurahan
Peran Jajaran Kesehatan
PUSKESMAS
Pelayanan kesehatan dasar dan PONED.
Mengembangkan komitmen dan
kerjasama tim.
Fasilitas pembangunan poskesdes dan
desa siaga.
Monitoring, evaluasi dan pembinaan
desa siaga.
RUMAH SAKIT KOTA/KAB
Pelayanan kesehatan rujukan dan
PONEK
Bimbingan teknis medis
Promosi kesehatan kepada masyarakat
di rumah sakit.
DINAS KESEHATAN KOTA/KAB.
Mengembangkan komitmen dan
kerjasama tim.
Merevitalisasi Puskesmas (PONED)
Merevitalisasi RS (PONEK)
Menyediakan fasilitas pengembangan
desa siaga
Pelatihan petugas kesehatan dan kader
Advokasi keberbagai pihak
Bersama Puskesmas melakukan
pemantauan, evaluasi dan bimbingan
teknis.
Menyediakan anggaran dan sumber
daya lain
Peran Jajaran Kesehatan
DINAS KESEHATAN PROVINSI
Mengembangkan komitmen dan kerjasama tim.
Membantu Dinas Kesehatan Kota/Kab
mengembangkan kemampuan melalui
pelatihan-pelatihan (manajemen, teknis
kesehatan dll)
Membantu Dinas Kesehatan Kota/Kab dalam
rangka meningkatkan kemampuan
Puskesmas dan Rumah Sakit.
Menyelenggarakan pelatihan fasilitas.
Melakukan advokasi keberbagai pihak terkait.
Bersama Dinas Kes Kota/Kab melakukan
pemantauan dan penilaian serta bimbingan
teknis.
Menyediakan anggaran dan sumber daya lain.
Departemen Kesehatan.
Penyusunan konsep dan pedoman pedoman.
Fasilitasi revitalisasi Dinas Kesehatan,
Puskesmas dan Rumah Sakit serta UKBM.
Fasilitasi pembangunan Poskesdes.
Fasilitasi pengembangan sistem surveillance,
sistem informasi/pelaporan serta sistem
kesiapan dan penanggulangan bencana dan
KLB penyakit.
Fasilitasi tenaga kesehatan untuk tingkat desa.
Pelayanan bagi pelatih (TOT)
Menyediakan anggaran dan Sumber daya lain.
Pemantauan dan evaluasi.
Peran Sektor Lain
Pejabat pejabat Pemda.
Dukungan kebijakan/aturan hukum, sarana
dan dana.
Koordinasi pengerakan masyarakat.
Melaksanakan pembinaan.
Tim Pergerakan PKK
Pembangunan dan penyelenggaraan UKBM.
Mengerakan masyarakat untuk
memanfatkan dan mengelola UKBM yang
ada.
Menyelenggarakan penyuluhan untuk sadar
gizi, sadar kesehatan lingkungan, PHBS.
lanjutan
Tokoh Masyarakat.
Menggali sumber daya.
Menaungi dan membina desa
siaga.
Menggunakan masyarakat untuk
berperan aktif dalam kegiatan
desa siaga.
NGO/LSM/Dunia Usaha/Swasta.
Berperan aktif dalam kegiatan
desa siaga.
Memberikan dukungan sarana dan
dana (donatur) untuk
penyelenggaraan kegiatan desa
siaga.
CONTOH :KAB. LUMAJANG
jAKTIM(Gerakan Membangun Masyarakat Sehat

DESA SIAGA PARIPURNA

POSKESDES

POSYAND POLINDE POSKESTRE UKBM


U S N LAIN

Sektor Koperasi/ Industri kecil/rumah


pertanian tangga
perternakan, UKM
PEMBENTUKAN PUSAT BANTUAN
PENANGANAN KRISIS KESEHATAN AKIBAT
BENCANA SECARA REGIONAL Tahun 2006
1. Regional ISumatera Utara
2. Regional II Sumatera Selatan
3. Regional III DKI Jakarta
4. Regional IV Jawa Tengah
5. Regional V Jawa Timur
6. Regional VI Kalimantan Selatan
7. Regional VII Bali
8. Regional VIII Sulawesi Utara
9. Regional IX Sulawesi Selatam
10. Sub Regional Papua
LATIHAN ( TUGAS KELOMPOK )

Lembar tugas (kelompok ) topik 12A


Kebijakan Desa Siaga
yang terdapat di :
http://elearning/portal/univ/mahasiswa

SELAMAT BEKERJA