Anda di halaman 1dari 9

DASAR PEMBORAN

Mekanika Batuan
A. Mekanika Batuan
Merupakan sifat atau perilaku batuan bila
dikenakan gaya atau tekanan.
Kecenderungan batuan dalam menerima
gaya berbeda-beda.
Mekanika batuan terdiri dari compressive
strength (CS), rock drill ability (d),
hardness, abrassiveness, elasticity, Bailing
Tendency.
1. Compressive Strength
Merupakan pencerminan kekuatan atau
kemampuan batuan untuk menerima
beban kompresif maksimum sebelum dia
pecah.
Compressive strength (CS) batuan besar =
Rate of Penetration (ROP) kecil.
Pada Soft Formation = RPM tinggi & WOB
rendah.
Pada Hard Formation = RPM rendah & WOB
tinggi.
2. Rock Drill Ability (d)
Merupakan tingkat kemudahan batuan
untuk dibor.
ROP
Rumus SI: Log10
d RPM
12 WOB
Log10 6
10 dbit

Rumus Lawas: (r 2 ) ROP


d
WOB 2r RPM
Dc-exponent : Ekstrapolasi untuk mengestimasi gradien
pressure.
Dc-exponent : Normal Gradien Pressure x d
ECD
ECD (Equivalent Circulating Density) : penambahan
pressure di bottom hole yang terjadi ketika mud
disirkulasikan. Hal ini terjadi karena adanya friksi di
annulus ketika mud dipompakan, pressure di bottom hole
meningkat, namun secara signifikan, lebih tinggi
dibandingkan ketika mud tidak disirkulasikan.
ECD = MW + Annular pressure loss
0,052 x TVD
Annular Pressure Loss: Hilangnya pressure dari annulus
akibat adanya friksi antara fluid & solid.
3. Hardness
Merupakan ketahanan batuan terhadap
gaya gores. Menggunakan Skala Mohs.
Soft formation: Hardness < 4. Contoh:
Shale, clay, salt, unconsolidated limestone.
Medium formation: Hardness 4-7. Contoh:
Medium limestone, unconsolidated
sandstone, shally sand, salt anhydrite (salt
yang kompak).
Hard formation: Hardness > 7. Contoh:
Dolomite, consolidate limestone, chert
(batu rijang).
4. Abrassiveness
Merupakan sifat mengikis pada batuan.
Hal ini diperhitungkan karna berpengaruh pada umur
bit. Limestone > Sandstone
Tingkat abrasif: > Shale.
Rumus:
B CR ( I T )
CT
Dimana:
F
CT : Cost/ft
B : Harga bit ($)
CR : Cost Rig
I : Rotating Time
T : Tripping Time (Seluruh waktu tripping)
F : Foot age bit (Umur bit)
5. Elasticity
Merupakan tingkat keelastisan batuan.
Hal ini sangat diperhitungkan pada lapisan
shale.
Elasticity terdiri dari:
6. Bailing Tendency
Merupakan kecenderungan cutting
menempel pada bit.
Jika terlalu besar bailing tendency-nya,
maka akan mengurangi ROP & RPM pada
saat pemboran.
Mengantisipasinya dengan cara pemilihan
bit.
Jenis Bit:
Drag Bit
Tricone Bit
Diamond Bit
PDC (Poly Crystaline Diamond Core) Bit