Anda di halaman 1dari 16

OLEH

ZURNI
PENGAWAS KEMENAG JEMBER
1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4301);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan sebagaimana telah beberapa kali diubah
terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015
tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670);
3. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi
Kementerian Lembaga Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 8);
4. Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 15);
5. Keputusan Presiden Nomor 121/P Tahun 2014
mengenai Pembentukan Kementerian dan
Pengangkatan Menteri Kabinet Kerja Periode 2014
2019 sebagaimana telah diubah 79/P tentang
Pengggantian Beberapa Menteri Kabinet Kerja Periode
2014 2019;
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan
Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum Tahun 2013;
7 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
8. Pemendikbud no 53 tahun 2016
1. Penilaian sinonim dengan Assessment , pengukuran,
pengujian, atau evaluasi.
2. Autentik sinonim dengan asli, nyata, valid, atau reliabel.
3. Penilaian autentik (Authentic Assessment) adalah pengukuran
yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta
didik untuk ranah sikap, pengetahuan, Dan keterampilan
4. Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakna secara
signifikan dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar
sekali pun.
5. Ketika menerapkan penilaian autentik untuk mengetahui hasil
dan prestasi belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria
yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas
mengamati dan mencoba, dan nilai prestasi luar sekolah.

4
penilaian didasarkan pada data yang
1. Sahih
mencerminkan kemampuan yang diukur

penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria


2. Objektif yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai
penilaian tidak mengmerugikan peserta didik
karena berkebutuhan khusus serta perbedaan
3. Adil latar belakang agama, suku, budaya, adat
istiadat, status sosial untungkan atau
ekonomi, dan gender.
penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen
4. Terpadu yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran..

prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan


5. Terbuka dasar pengam-bilan keputusan dapat
diketahui oleh pihak yang berkepentingan.

6. Menyeluruh penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan


menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau
&Berkesinambungan perkembangan kemampuan peserta didik..
penilaian dilakukan secara berencana
7. Sistematis dan bertahap dengan mengikuti
langkah-langkah baku

8. Beracuan penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian


kompetensi yang ditetapkan
Kriteria

penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik


9. Akuntabel dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.

penilaian dilakukan untuk kepentingan dan


10. Edukatif kemajuan pendidikan peserta didik
Untuk kompetensi pd kategori
pengetahuan dan keterampilan (KI-3 dan
KI-4), peserta didik tidak diperkenankan
a. Belajar Tuntas mengerjakan pekerjaan berikut-nya,
sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan
dengan prosedur yang benar dan hasil
yang baik.
Penilaian otentik harus mencerminkan
masalah dunia nyata, bukan dunia
sekolah. Menggunakan berbagai cara
b. Otentik
dan kriteria holistik (kompetensi utuh
mereflek-sikan pengetahuan,
keterampilan, dan sikap).
untuk mendapatkan gambar-an yang
utuh mengenai perkembangan hasil
belajar peserta didik, memantau proses,
c.
kemaju-an, dan perbaikan hasil terus
Berkesinambungan menerus dalam bentuk penilaian proses,
d. Kemampuan peserta didik tidak
Berdasarkan dibandingkan terhadap kelompoknya,
tetapi dibandingkan terhadap kriteria
acuan kriteria yang ditetapkan

e. Teknik penilaian yang dipilih dapat


berupa tertulis, lisan, produk,
Menggunakan portofolio, unjuk kerja, projek,
teknik penilaian pengamatan, dan penilaian diri.

yang bervariasi
9. Peserta didik diminta untuk merefleksikan dan
mengevaluasi kinerja mereka sendiri dalam rangka
meningkatkan pemahaman yang lebih dalam tentang
tujuan pembelajaran serta mendorong kemampuan
belajar yang lebih tinggi.
10. Pada penilaian autentik guru menerapkan kriteria yang
berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, kajian
keilmuan, dan pengalaman yang diperoleh dari luar
sekolah.
11. Penilaian autentik mencoba menggabungkan kegiatan
guru mengajar, kegiatan siswa belajar, motivasi dan
keterlibatan peserta didik, serta keterampilan belajar.
12. Karena penilaian itu merupakan bagian dari proses
pembelajaran, guru dan peserta didik berbagi
pemahaman tentang kriteria kinerja.

9
13. Dalam beberapa kasus, peserta didik bahkan
berkontribusi untuk mendefinisikan harapan atas
tugas-tugas yang harus mereka lakukan.
14. Penilaian autentik sering digambarkan sebagai
penilaian atas perkembangan peserta didik, karena
berfokus pada kemampuan mereka berkembang
untuk belajar bagaimana belajar tentang subjek.
15. Penilaian autentik harus mampu menggambarkan
sikap, keterampilan, dan pengetahuan apa yang sudah
atau belum dimiliki oleh peserta didik, bagaimana
mereka menerapkan pengetahuannya, dalam hal apa
mereka sudah atau belum mampu menerapkan
perolehan belajar, dan sebagainya.
16. Atas dasar itu, guru dapat mengidentifikasi materi apa
yang sudah layak dilanjutkan dan untuk materi apa
pula kegiatan remedial harus dilakukan.
10
1. Penilaian autentik mengharuskan pembelajaran yang
autentik pula.
2. Menurut Ormiston, belajar autentik mencerminkan tugas
dan pemecahan masalah yang diperlukan dalam
kenyataannya di luar sekolah.
3. Penilaian autentik terdiri dari berbagai teknik penilaian.
Pertama, pengukuran langsung keterampilan peserta
didik yang berhubungan dengan hasil jangka panjang
pendidikan seperti kesuksesan di tempat kerja. Kedua,
penilaian atas tugas-tugas yang memerlukan keterlibatan
yang luas dan kinerja yang kompleks. Ketiga, analisis
proses yang digunakan untuk menghasilkan respon
peserta didik atas perolehan sikap, keterampilan, dan
pengetahuan yang ada.

11
4. Penilaian autentik akan bermakna bagi guru untuk
menentukan cara-cara terbaik agar semua siswa
dapat mencapai hasil akhir, meski dengan satuan
waktu yang berbeda.
5. Konstruksi sikap, keterampilan, dan pengetahuan
dicapai melalui penyelesaian tugas di mana peserta
didik telah memainkan peran aktif dan kreatif.
6. Keterlibatan peserta didik dalam melaksanakan
tugas sangat bermakna bagi perkembangan
pribadi mereka.

12
7. Dalam pembelajaran autentik, peserta didik diminta
mengumpulkan informasi dengan pendekatan scientific,
memahami aneka fenomena atau gejala dan hubungannya
satu sama lain secara mendalam, serta mengaitkan apa
yang dipelajari dengan dunia nyata yang ada di luar
sekolah.
8. Guru dan peserta didik memiliki tanggung jawab atas apa
yang terjadi. Peserta didik pun tahu apa yang mereka
ingin pelajari, memiliki parameter waktu yang fleksibel,
dan bertanggungjawab untuk tetap pada tugas.
9. Penilaian autentik pun mendorong peserta didik
mengkonstruksi, mengorganisasikan, menganalisis,
mensintesis, menafsirkan, menjelaskan, dan mengevaluasi
informasi untuk kemudian mengubahnya menjadi
pengetahuan baru.

13
Pada pembelajaran autentik, guru harus menjadi guru autentik. Peran
guru bukan hanya pada proses pembelajaran, melainkan juga pada
penilaian. Untuk bisa melaksanakan pembelajaran autentik, guru harus
memenuhi kriteria tertentu:
1. Mengetahui bagaimana menilai kekuatan dan kelemahan
peserta didik serta desain pembelajaran.
2. Mengetahui bagaimana cara membimbing peserta didik
untuk mengembangkan pengetahuan mereka
sebelumnya dengan cara mengajukan pertanyaan dan
menyediakan sumber daya memadai bagi peserta didik
untuk melakukan akuisisi pengetahuan.
3. Menjadi pengasuh proses pembelajaran, melihat
informasi baru, dan mengasimilasikan pemahaman
peserta didik.
4. Menjadi kreatif tentang bagaimana proses belajar
peserta didik dapat diperluas dengan menimba
pengalaman dari dunia di luar tembok sekolah. 14
Membantu pendidik dan satuan pendidikan untuk:
1. meningkatkan pemahaman mengenai prinsip-prinsip
penilaian dan penilaian autentik;
2. merencanakan dan melaksanakan penilaian hasil
belajar peserta didik yang berkualitas sesuai dengan
kompetensi yang akan dicapai meliputi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan;
3. mengolah hasil penilaian dan menindak lanjutinya;
4. menyusun laporan capaian kompetensi peserta didik
secara objektif, akuntabel, dan informatif.
MATOR
SAKALANGKONG