Anda di halaman 1dari 8

Halaman 5-11

KEADAAN UMUM DAN CONTOH-CONTOH UMUM


Mengapa suatu pabrik membutuhkan
suatu unit kerja perawatan mesin ?
Pada dasarnya apa yang diharap dari keberadaan perawatan
mesin tidak lain adalah untuk meningkatkan efektivitas serta
porsi keuntungan bagi pemilik perusahaan.

LINGKUP

Aktivitas-aktivitas secara umum diklasifikasikan sebagai fungsi primer


dan fungsi skunder :
Fungsi-fungsi primer diantaranya menyangkut :
1. Pengawasan dan pelumasan perawatan serta eksistensinya.
2. Penyediaan onderdil dan kebutuhan bahan untuk perawatan mesin.

Fungsi-fungsi sekunder ialah :


1. Pengamanan.
2. Administrasi asuransi.
3. Pencegahan polusi udara, suara.
FUNGSI PRIMER
Check-up sesaat, khususnya untuk menghindari tidak beroperasinya mesin,
terutama pada saat sebelum start sebagai contoh check-up level (air,accu,oli
mesin), busi.

PENYEDIAAN ONDERDIL

Aktivitas ini perlu untuk memperkecil waktu yang hilang selama penggantian
spare parts yang perlu dilakukan peremajaan baik periodik ataupun
mendadak, sebab didalam suatu sistem pabrik, maka kemacetan suatu bagian
dari mesin pasti berdampak terhadap macetnya aktivitas produksi.
ini berarti nganggurnya employe, tersendatnya pelemparan produk
kepasar dan dalam arti lebih luas adalah kerugian dari perusahaan.

FUNGSI SEKUNDER

Di dalam pabrik terbedakan antara gudang mesin dan


gudang umum.
PENGAMANAN
Dalam rangka mengupayakan keamanan, maka pemindahan dan
besarnya operasi adalah sangat berpengaruh terhadap
organisasinya.

ADMINISTRASI ASURANSI
Klaim, proses-proses peralatan, dan kontrol tekanan kerja ketel bertekanan,
serta rekomendasi asuransinya sendiri.

PENCEGAHAN POLUSI UDARA, SUARA

Internal : polusi bisa berakibat merosotnya produktivitas pabrik.


External : polusi bisa merugikan kepentingan masyarakat sekeliling pabrik.
ORGANISASI
Organisasi menurut tailor adalah merupakan pengintegrasian sumber-sumber,
seperti persoalan teknik, kondisi alam, serta keterlibatan personal.
Beberapa konsep dari organisasi yang baik mesti didasari pemikiran :
1. Adanya diskripsi yang jelas hindari tumpang tindih, untuk menghindari
konflik.
2. Konsistensi kekuasaan.
3. Batasi banyaknya orang dalam kepengawasan. Yang diawasi antara tiga
hingga enam orang.
4. Kejelasan personal yang terlibat didalam organisasi.
Pada dasarnya organisasi perawatan mesin yang baik ialah bila tetap
memperhatikan problem-problem lokal setempat, lay out ruangan mesti
memperhatikan :
1. Jenis operasi
2. Kontinyuitas operasi
3. Situasi geografis
4. Ukuran pabrik
5. Lingkup perawatan mesin
6. Kondisi tenaga kerja (latihan)
KEPADA SIAPA LAPORAN PERAWATAN MESIN DISAMPAIKAN ?

Mekanik Perawatan Mesin


Kepala mekanik

Beberapa komentar untuk Organisasi Perawatan Mesin

Dua basis Keahlian Teknik dengan sekolah untuk tenaga


perawatan mesin :
1. Latihan khusus dan pengalaman
2. Pendidikan teknik mesin dan pengalaman kepemimpinan.

Tujuan pencapaian dari dua sekolah diatas :


1. Keahlian teknik yang memadai
2. Peningkatan karier
3. Hasil lebih memuaskan
4. Lebih tahu dan lebih baik menghadapi perawatan mesin.
5. Keahlian non teknik untuk jabatan lebih tinggi.
PEMAKAIAN TENAGA AHLI

1. Kelayakan dan komposisi yang diperlukan


2. Banyaknya skala prioritas
3. Kesetimbangan ekonomi
Halaman 25-35
STRATEGI OPERASI
Empat katagori umum :
Alokasi kerja
Tenaga Kerja
Hubungan didalam pabrik
Pengendalian

Seberapa Besar Efektivitas Jadwal ?


Ukuran Jadwal Pekerjaan
Seleksi dan Penerapan dari Cara Penjadwalan Aliran dari Permintaan-permintaan
Kerja.
Koordinasi dan Ketepatan Waktu.
Penetapan Pemilihan.
Pencegahan dalam Kaitannya dengan Overhoul.
Teknik Pencegahan.
STRATEGI YANG BERORIENTASI KEPADA TENAGA KERJA

Tenaga Kerja Sendiri ataukah Pemborong Luar ?


Lebih murah biaya untuk staff menurut kemampuan dari :
Jenis dari pekerjaan yang ada
Banyaknya pekerjaan
Kelayakan dari pekerjaan yang harus diselesaikan.

Pengaturan Shift Kerja


Efficiency Pekerja.

PEMAKAIAN PEMBORONG LUAR

Kualifikasi Pemborong
Kearangka Dasar Administrative.
Pemilihan Pemborong.
Sub Pemborong.
Pengawasan terhadap Pemborong.
Garansi dan Pelayanan Setelah Kerja Usai.