Anda di halaman 1dari 18

CA PROSTAT

ANATOMI
60-70% dari zona perifer,
10-20% berasal dari zona transisi, dan
5-10% di zona tengah
DEFINISI

Kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di


prostat, sebuah kelenjar dalam sistem reproduksi lelaki. Hal
ini terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi dan mulai
berkembang di luar kendali. Sel ini dapat menyebar secara
metastasis dari prostat ke bagian tubuh lainnya, terutama
tulang dan lymph node.
FAKTOR RESIKO
Usia
Predisposisi genetic Kemungkinan untuk menderita
kanker prostate menjadi dua kali jika saudara laki-lakinya
menderita penyakit ini. Kemungkinannya naik menjadi lima
kali jika ayah dan saudaranya juga menderita.
Makanan terbiasa mengandung asam lemak jenuh.
Kontak dengan logam berat seperti cadmium.
Ras Afrika yang tinggal di Amerika.
Kebiasaan hidup kurang melakukan gerakan fisik atau olah
raga
Kebiasan merokok
PATOFISIOLOGIS
Penyebab Ca Prostat hingga kini belum diketahui secara pasti, tetapi
beberapa hipotesa menyatakan bahwa Ca Prostat erat hubungannya
dengan hipotesis keseimbangan antara hormon testosteron dan estrogen
pada usia lanjut, hal ini akan mengganggu proses diferensiasi dan
proliferasi sel. Diferensiasi sel yang terganggu ini menyebabkan sel kanker,
penyebab lain yaitu adanya faktor pertumbuhan yang stroma yang
berlebihan serta meningkatnya lama hidup sel-sel prostat karena
berkurangnya sel-sel yang mati sehingga menyebabkan terjadinya
perubahan materi genetik. Perubahan proliferasi sehingga menyebabkan
produksi sel stroma dan sel epitel kelenjar prostat menjadi berlebihan
sehingga terjadi Ca Prostat (Price, 1995)
symptoms
Most patients with early-stage CaP are asymptomatic.
The presence of symptoms often suggests locally
advanced or metastatic disease. Obstructive or
irritative voiding complaints can result from local
growth of the tumor into the urethra or bladder neck
or from its direct extension into the trigone of the
bladder. Metastatic disease to the bones may cause
bone pain. Metastatic disease to the vertebral
column with impingement on the spinal cord may be
associated with symptoms of cord compression,
including paresthesias and weakness of the lower
extremities and urinary or fecal incontinence.
B. SIGNS
A physical examination, including a DRE, is needed. Induration, if detected, must alert the
physician to the possibility of cancer and the need for further evaluation (ie, PSA, TRUS, and
biopsy). Locally advanced disease with bulky regional lymphadenopathy may lead to
lymphedema of the lower extremities. Specific signs of cord compression relate to the level of
the compression and may include weakness or spasticity of the lower extremities and a
hyperreflexic bulbocavernosus reflex.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Ultrasonografi transrektal (TRUS)
Pada pemeriksaan ultrasonografi transrektal dapat diketahui adanya area
hipo-ekoik (60%) yang merupakan salah satu tanda adanya kanker
prostate dan segaligus mengetahui kemungkinan adanya ekstensi tumor
ekstrakapsuler.

2. CT scan dan MRI


Scan diperiksa jika dicurigai adanya metastasis pada limfonudi (N), yaitu
pada pasien yang menunjukan skor Gleason tinggi (>3) atau kadar PSA
tinggi.

3. Bone scan
Pemeriksaan sintigrafi pada tulang dipergunakan untuk mencari metasis
hematogen pada tulang.
STADIUM
Stadium A : mencerminkan kanker yang tidak terdeteksi dengan
pemeriksaan rectum tetapi ditemukan pada specimen bedah yang
diperoleh sewaktu operasi untuk hyperplasia atau pada outopsi.
Stadium A dibagi menjadi dua kelompok :
Stadium A1, jika tumor yang berdiferensiasi akibat terdapat hanya
beberapa potongan kecil (cihp) transuretra di satu lobus.
Stadium A2, jika tumornya lebih difus.
Stadium B : dapat teraba tetapi terbatas di Prostat.
Stadium B dibagi dua kelompok :
Stadium B1 adalah nodus tunggal yang mengenai hanya satu lobus dan
dikelilingi oleh jarinngan yang normal pada perabaan.
Stadium B2, mengenai kelenjar secara lebih difus.
STADIUM
Stadium C
Tumor meluas dan teraba melebihi prostate tetapi belum terjadi
metastasis jauh.
Stadium D : terdapat metatasis.
Stadium D1, keterlibatan hanya kelenjar limfe panggul tanpa
metastasis lain.
Stadium D2, Metasisnya lebih luas.
Nilai Gleason 1 dan 2 ditandai oleh kelenjar kecil berbentuk seragam, yang dikemas dengan
sedikit stroma campur tangan.
Gleason grade 3 disebut sebagai pola cribriform. Di sini massa sel kecil berlubang oleh beberapa
kelenjar lumen tanpa stroma intervensi. Hal ini menghasilkan tampilan selendang cookie seperti
cutter. Perbatasan kelenjar cribriform ini halus.
Gleason grade 4 Terkadang kelenjar tampak menyatu, berbagi batas sel yang sama. Kelenjar
cribriform juga dapat terjadi di Gleason grade 4, namun massa selnya besar dan batasnya
cenderung tampak compang-camping, dengan proyeksi jari yang menyusup.
Gleason grade 5 biasanya memiliki sel infiltrasi tunggal, tanpa pembentukan kelenjar atau
penampilan lumen. Comedocarcinoma adalah varian yang tidak biasa dari Gleason grade 5
carcinoma yang memiliki penampilan kelenjar cribriform dengan daerah pusat nekrosis
Terapi
1. Radical prostatectomyThe first radical perineal prostatectomy was performed by Hugh
Hampton Young in 1904, and Millin first described the radical retropubic approach in 1945.
However, the procedure remained unpopular because of frequent complications of
incontinence and impotence.
2. Radiation therapy external beam therapy Traditional external beam radiotherapy (XRT)
techniques allow the safe delivery of 65007000 cGy to the prostate. Standard XRT
techniques depend upon bony landmarks to define treatment borders or a single CT slice to
define the target volume. These standard XRT techniques generally involve the use of open
square or rectangular fields with minimal to no blocking and are characterized by the use of
relatively small boost fields. Often, these XRT techniques fail to provide adequate coverage
of the target volume in as many as 2041% of patients with CaP irradiated
3. Radiation therapybrachytherapy External beam radiation can be given to those with
intermediate and high-risk cancers who receive permanent brachytherapy and is routinely given
to all those who undergo temporary or high dose rate brachytherapy.
4. Cryosurgery and high-intensity focused ultrasound (HIFU)There has been a resurgence of
interest in cryosurgery as a treatment for localized CaP in the past several years. This is due to an
increased interest in less invasive forms of therapy for localized CaP as well as several recent
technical innovations, including improved percutaneous techniques, expertise in TRUS,
improved cryotechnology, and better understanding of cryobiology. Freezing of the prostate is
carried out by using a multiprobe cryosurgical device.