Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEPERAWATAN PADA

PASIEN DENGAN SKA

BY
F. M. HARRY DWIYANTI
PENGERTIAN
Sindrom Koroner Akut (SKA) yang
biasa dikenal dengan penyakit
jantung koroner adalah suatu
kegawatdaruratan pembuluh darah
koroner yang terdiri dari infark miokard
akut dengan gambaran elektrokardiografi
(EKG) elevasi segmen ST (ST Elevation
Myocard Infark/STEMI), infark miokard
akut tanpa elevasi segmen ST (Non
STEMI) dan angina pektoris tidak stabil
(APTS).
FAKTOR FAKTOR RESIKO
Faktor Resiko terjadinya SKA:
1. Risiko mayor :
- hiperkolesterolemia,
- hipertensi,
- merokok,
- diabetes mellitus
- dan genetic.
2. Risiko minor:
- obesitas,
- stress,
- kurang olah raga,
- laki-laki,
- perempuan menopause.
MANIFESTASI KLINIS
asimtomatis tanpa gejala,
nyeri pada dada (angina pectoris),
Infark Miokard Akut,
dekompensasi kordis,
Aritmia jantung,
sinkop atau mati mendadak.
Nyeri dada (angina pectoris) biasanya
timbul saat beraktivitas dan bersifat
kronis.
CONT;S
Nyeri prekordial dirasakan terutama di
daerah retrosternal terasa seperti ditekan,
diremas, panas atau tercekik.
Rasa nyeri sering menjalar ke lengan kiri
atas/bawah bagian media leher, daerah
maksila hingga dagu atau ke punggung
tetapi jarang ke lengan kanan.
Nyeri yang dirasakan berlangsung singkat.
Pada Infark miokard akut, nyeri dirasakan
lebih sakit dan lama.
PENATALAKSANAAN
Pathogenesis SKA,
Cara mendiagnosa SKA yang terdiri dari
anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang seperti elektrokardiografi dan
petanda biokimia jantung,
Stratifikasi risiko terjadinya SKA seperti nyeri
dada, riwayat SKA sebelumnya, usia, jenis
kelamin, diabetes dan lain-lain,
Terapi SKA beserta faktor risiko SKA.
ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN:
B1. Sesak nafas, menggunakan otot
bantu nafas, RR me
B2. Tekanan darah , Nadi meningkat
B3. Nyeri dada menusuk ke punggung
B4. normal, kadang produksi menurun
B5. mual, muntah
B6. normal
ANALISA MASALAH
MASALAH YANG MUNGKIN MUNCUL:
1. Gangguan rasa nyaman: nyeri
2. Gangguan rasa nyaman: sesak nafas
3. Kecemasan
4. Gangguan aktifitas fisik
5. Potensial kurangnya pengetahuan
RENCANA TINDAKAN

1. Lakukan head tilt, chin lift


2. Gunakan alat bantu pernapasan jika
diperlukan
3. Pertimbangkan untuk merujuk ke
bagian anestesi untuk dilakukan intubasi jika
tidak dapat mempertahankan jalan napas
dengan baik.
4. Berikan oksigen dengan aliran yang
tinggi melalui bag-valve-mask ventilation.
Conts
5. Observasi tanda-tanda vital
6. Observasi keluhan pasien
7. Lakukan pemerikasaan ECG
8. Lakukan pemeriksaan darah, enzim
jantung , troponin
9. Kolaborasi dalam pemberian terapy:
ingat MONA ( morphin, oksigen, nitrat,
dan aspirin )