Anda di halaman 1dari 18

Oleh :

Stevanny Keo
(1208017046)

Pembimbing :
dr. Adjunias Maifa, Sp.PD, FINASIM

Bagian Ilmu Penyakit Dalam


RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes
Kupang
2016
Batuk adalah suatu refleks
saluran nafas yang terjadi Rangsangan dapat berupa
karena adanya rangsangan mukus, pus, darah,
reseptor iritan yang peradangan mukosa, dan
terdapat di seluruh saluran bahan eksternal misalnya
nafas. debu, dan benda asing,

Bukan hanya menandakan


suatu masalah disaluran
napas, tetapi dapat juga
disebabkan oleh kausa
kardiovaskular, penyakit
telinga atau gangguan perut
yang mengiritasi diafragma
Rangsangan

Reseptor Batuk ( Serabut saraf non mielin halus di


dalam maupun luar rongga thorax)

Serabut saraf aferen (N. X, N.V, N.IX, N. Frenikus)

Pusat Batuk (Medula oblongata)

Susunan saraf eferen

Efektor (otot-otot laring, trakea, bronkus,


diafragma, otot interkostal)
Faktor
risiko AWITAN
KONSUMSI / ONSET
OBAT

Anamnesis lAMANYA

GEJALA YANG
MENYERTAI PRODUKTIVI
PAPARAN TAS DAHAK
LINGKUNGAN
Pemeriksaan
Tanda-Tanda
Telinga Pemeriksaan Dada
Vital
Benda asing Inspeksi
Radang membran Palpasi
timpani Perkusi
Auskultasi

Pemeriksaan Nasofaring Pemeriksaan


Sinus Pemeriksaan Leher
Abdomen
Edema mukosa Distensi vena
Inspeksi
Rinore jugular
Auskultasi
Peradangan / massa Neck vein
Palpasi
Post nasal drip engorgement
Perkusi
Pemeriksaan Dahak
Pemeriksaan Pencitraan
Spirometri
Terapi penyakit yang mendasari

Terapi simtomatik untuk mempercepat

hilangnya gejala dan cegah komplikasi

Pertimbangan dalam pemberian obat

penekan batuk karena dapat terjadi

kegagalan eleminasi dahak.