Anda di halaman 1dari 15

PENILAIAN STATUS GIZI

Titus Priyo Harjatmo, M.Kes


DEFINISI
• ZAT GIZI: Nutrient
zat-zat makanan yang diperlukan oleh tubuh untuk
berbagai proses pertumbuhan, aktivitas, pemeliharaan
proses biologis, proses penyembuhan penyakit dan daya
tahan
• Gizi:nutriture/Nutrition
keseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam
tubuh (intake) dan yang digunakan untuk keperluan
proses pertumbuhan, aktivitas dan lainnya.
• Status Gizi:Nutritional Status
Keadaan yang ditunjukkan sebagai konsekuensi dari
keseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam
tubuh dan yang diperlukan.
Penilaian Status Gizi

Malnutrition merupakan salah satu masalah


kesehatan masyarakat.

Data dasar sangat penting dalam rangka membuat


perencanaan yang akurat dan logis.

Dalam program intervensi gizi diperlukan


identifikasi dan deteminan, besarnya masalah gizi
pada masyarakat.
Penilaian status gizi ditujukan untuk individu
maupun kelompok/masyarakat.
Tujuan umum:
Mengumpulkan data dasar tentang status gizi yang
digunakan sebagai dasar pembuatan perencanaan,
rumusan dan modifikasi kegiatan untuk
meningkatkan gizi dan kesehatan pada populasi.

Khusus:
•mengidentifikasi jenis masalah gizi,
•menentukan faktor determinan dan distribusi
masalah gizi
•Menentukan faktor ekologi secara langsung dan
tidak langsung yang mempengaruhi masalah gizi

•Membuat pemerintah setempat, penyumbang


dan, ‘politik’ menyadari luasnya masalah gizi.

Metode Penilaian Statu Gizi


Metode langsung didasarkan terhadap perubahan
atau tanda fisik yang dipercaya berkaitan dengan
gizi yang tidak memadai:
•Antropometri
•Klinik
•Biokimia
Metode tidak langsung

Berkaitan dengan pengumpulan data konsumsi,


faktor ekologi, statistik vital.

Metode langsung:

Antropometri
pengukuran variasi demensi fisik dan komposisi
tubuh pada usia dan tingkat gizi yang berbeda.
Keuntungan:
•Objektif
•Dapat digunakan dalam pemantauan pertumbuhan,
skrining dan survailance.
•Dapat dilaksanakn dengan sumberdaya minimum sebagai
dasar intervensi dan rehabilitasi

Kekurangan:
•Kesalahan pengukuran
•masalah presentasi data dan pemilihan reference
(standart).
Ukuran yang digunakan: BB, TB/PB, LLA, TLBK, RLPP
Klinik
Pemeriksaan fisik individu untuk tanda (sign) dan patologi
klinik. Sig biasanya datangnya terlambat pada patogenesa
penyakit. Sign menandakan defisiensi gizi yang berat.

Keuntungan:

•Dapat diterapkan pada populasi yang besar dan waktu


terbatas.
•Tidak memerlukan alat yang canggih
•Dengan training, supervisi dan pedoman praktis, yang
kurang pengalaman dapat menentukan tanda=tanda klinis.
Kekurangan:

•Tanda klinik tidak spesifik


•Overlapping---> tanda klinik tidak hanya gizi tetapi banyak
faktor.
•Bias of the observer ---> kaitannya dengan training bukan
medis.
•Bias of the obverser ----> kaitannya dengan cara pelaporan
yang belum distandardisasi.

Biokimia
Mengukur kadar zat gizi dan metabolismenya melalui cairan
tubuh misalnya: urine, darah.
Keuntungan:

•Dapat mendeteksi awal defisiensi gizi


•Menedeteksi defisiensi zat gizi spesifik
•objektif

Kekurangan:

•Lebih mahal
•perlu waktu
•masalah interpretasi hasil
Metode Tidak Langsung
Survei Konsumsi
menilai kuantitas dan kualitas diet individu dan populasi

•Family food account


•foof record Household food consumption
•food list method

•food recall
•food weighing Individual food consumption
•diet history
Vital Health Statistics

Berbagai statistik yang berkaitan dengan dengan lahir, mati


dan sakit.

Misal: age spesific mortality rate


Infant Mortality Rate
Maternal Mortality Rate
Morbidity Rate
Incidence
Prevalence
Faktor Dalam Pemilihan Metode PSG:

1. Tujuan
Misal: melihat perubahan fisik ---> antropometri
Status vitamin dan mineral ---> biokimia
2. Unit sampel yang diukur
Community ----> antropometri
3. Jenis informasi yang dibutuhkan
Informasi asupan ---> survei konsumsi
HB ---> biokimia
BB/TB ----> antropomteri
Situasi sosek ----> faktor ekologi
4. Tingkat reliabilitas dan akurasi yang dibutuhkan

5. Tersedianya fasilitas, peralatan dan tenaga.


6. Waktu
Terbatas ----> antropometri
7. Dana
Terbatas ---> cari metode yang murah tetapi
akurasinya bagus.
Tugas Kelompok:

Kelompok 1. KEP
2. KVA
3. GAKI
4. Anemia
Tugas:
Buat model timbulnya masalah gizi tersebut di atas
(segitiga epid, jaring-jaring sebab akibat, roda)!

Tentukan bagaimana menilai masalah di atas?