Anda di halaman 1dari 19

 BAB 4

 Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian


Laporan Keuangan Syariah (KDPPLKS).

 Kerangka dasar merupakan rumusan konsep


yang mendasari penyusunan dan penyajian
laporan keuangan bagi pemakai eksternal.
Adanya perbedaan karakteristik antara
bisnis yang berlandaskan pada syariah
dengan bisnis konvensional,
menyebabkan Ikatan Akuntan Indonesia
(IAI) mengeluarkan Kerangka Dasar
Penyusunan dan Penyajian Laporan
Keuangan Bank Syariah (KDPPLKBS)
pada tahun 2002.
KDPPLKBS selanjutnya disempurnakan
pada tahun 2007 menjadi Kerangka Dasar
Penyusunan dan Penyajian Laporan
Keuangan Syariah (KDPPLKS).
Tujuan Kerangka Dasar Penyusunan Dan Penyajian
Laporan Keuangan Syariah

Berdasarkan KDPPLKS paragraf 1, disebutkan bahwa


KDPPLKS bertujuan untuk dijadikan sebagai acuan bagi
berbagai pihak antara lain :
1. Penyusun standar akuntansi keuangan syariah dalam
pelaksanaan tugasnya membuat standar.
2. Penyusun laporan keuangan, untuk menanggulangi
masalah akuntansi syariah yang belum diatur dalam standar.
3. Auditor, dalam memberikan pendapat mengenai apakah
laporan keuangan disusun sesuai prinsip akuntansi syariah.
4. Para pemakai laporan keuangan dalam menafsirkan
informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang
disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan syariah.
Pemakai dan Kebutuhan Informasi
1.Investor sekarang dan potensial
2. Pemilik dana qardh
3.Pemilik dana syirkah temporer
4.Pemilik dana titipan
5.Pembayar dan penerima ZIS
6.Pengawas syariah
7. Karyawan
8.Pemasok dan mitra usaha lainnya
9.Pelanggan
10.Pemerintah
11.Masyarakat
PARADIGMA TRANSAKSI SYARIAH

ALAM SEMESTA DICIPTAKAN OLEH TUHAN


SEBAGAI AMANAH (KEPERCAYAAN ILAHI)
DAN SARANA KEBAHAGIAAN HIDUP BAGI
SELURUH UMAT MANUSIA UNTUK MENCAPAI
KESEJAHTERAAN HAKIKI SECARA MATERIAL
DAN SPRITUAL (FALAH).

 SYARIAH DAN AKHLAK SEBAGAI


PARAMETER BAIK DAN BURUK / BENAR DAN
SALAHNYA AKTIVITAS
Asas Transaksi Syariah
1. Persaudaraan : menjunjung tinggi nilai
kebersamaan dalam memperoleh manfaat,
tidak boleh mendapatkan keuntungan di atas
kerugian orang lain
2.Keadilan: selalu menempatkan sesuatu
hanya pada yang berhak dan sesuai dengan
posisinya. Melarang adanya : (a) Riba/bunga,
(b) kezaliman, (c) judi/spekulatif/maisir, (d)
ketidakjelasan, manipulasi, eksploitasi
informasi (gharar), (e) haram/segala unsur
yang dilarang tegas dalam Al-Qur’an dan As-
Sunah
3.Kemaslahatan: segala bentuk kebaikan dan
manfaat yang berdimensi dunia dan ukhrawi,
material dan spiritual serta individu dan
kolektif.Mengandung unsur halal dan thayib.
4.Keseimbangan; keseimbangan antara aspek
material dan spiritual, aspek privat dan publik,
sektor keuangan dan riil antara bisnis dan
sosial serta pemanfaatan dan pelestarian
5. Universalisme: dapat dilakukan oleh dengan
dan untuk semua pihak yang berkepentingan
tanpa membedakan suku, agama, ras dan
golongan sesuai semangat rahmatan lil
alamin
Karaketeristik Transaksi Syariah:
1. Transaksi hanya dilakukan berdasarkan prinsip saling paham
dan saling ridha
2. Prinsip kebebasan bertransaksi diakui sepanjang objeknya halal
dan baik
3. Uang hanya berfungsi sebagai alat tukar dan satuan pengukur
nilai bukan sebagai komoditas
4. Tidak mengandung unsur riba
5. Tidak mengandung unsur kezaliman
6. Tidak mengandung unsur maysir
7. Tidak mengandung unsur gharar
8. Tidak mengandung unsur haram
9. Tidak menganut prinsip nilai waktu dari uang
10.Transaksi dilakukan berdasarkan sesuatu perjanjian yang jelas
dan benar
11.Tidak ada distorsi harga melalui rekayasa permintaan dan
penawaran
12. Tidak mengandung unsur kolusi dengan suap menyuap
TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Tujuan utama laporan keuangan adalah untuk
menyediakan informasi yang menyangkut posisi
keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan
suatu entitas syariah yang bermanfaat bagi sejumlah
besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Beberapa tujuan lainnya:
1. meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip syariah
dalam semua transaksi dan kegiatan usaha
2. informasi kepatuhan entitas syariah terhadap prinsip
syariah serta informasi aset, kewajiban, pendapatan
dan beban yang tidak sesuai dengan prinsip syariah
bila ada dan bagaimana perolehan dan penggunaannya
3. Informasi untuk membantu mengevaluasi
pemenuhan tanggungjawab entitas syariah
terhadap amanah dalam mengamankan
dana, mengivestasikannya pada tingkat
keuntungan yang layak
4. Informasi mengenai tingkat keuntungan
investasi yang diperoleh penanam modal
dan pemilik dana syirkah temporer dan
informasi mengenai pemenuhan kewajiban
fungsi sosial entitas syariah termasuk
pengelolaan dan penyaluran ZISWA
ASUMSI DASAR
1. Dasar Akrual : pengaruh transaksi dan peristiwa
lain diakui pada saat kejadian dan bukan pada
saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.
Namun dalam penghitungan pendapatan untuk
tujuan pembagian hasil usaha menggunakan
dasar kas
2. Kelangsungan Usaha: entitas syariah
diasumsikan tidak bermaksud atau berkeinginan
melikuidasi atau mengurangi secara material skala
usaha
KARAKTERISTIK KUALITATIF
1. Dapat dipahami: kemudahannya untuk
segera dapat dipahami oleh pemakai
2.Relevan: relevan dalam memenuhi
kebutuhan pemakai dalam proses
pengambilan keputusan
3.Keandalan; bebas dari pengertian
menyesatkan , kesalahan material dan
dapat diandalkan pemakainya sebagai
penyajian yang tulus/jujur atau secara wajar
4. Dapat Dibandingkan: membandingkan
laporan keuangan entitas syariah
antarperiode untuk mengidentifikasi
kecenderungan posisi dan kinerja keuangan
KENDALA INFORMASI YANG RELEVAN DAN ANDAL
1. Tepat Waktu : jika terdapat penundaan
yang tidak semestinya dalam pelaporan
maka informasi yang dihasilkan akan
kehilangan relevansinya. Perlu
mempertimbangan antara pelaporan tepat
waktu dan ketentuan informasi andal.
2. Keseimbangan Antara Biaya dan
Manfaat: manfaat yang dihasilkan informasi
seharusnya melebihi biaya penyusunannya.
JENIS TRANSAKSI

Transaksi syariah komersial dapat berupa investasi


untuk mendapatkan bagi hasil, jual beli barang, untuk
mendapatkan laba atau pemberian jasa dengan
imbalan.

Transaksi syariah non komersial dapat berupa


pemberian pinjaman atau talangan (qardh),
penghimpunan dan penyaluran dana sosial, seperti
zakat, infaq, sedekah, wakaf dan hibah.
LAPORAN KEUANGAN BANK SYARIAH
1. neraca
2.laporan laba rugi
3.laporan arus kas
4.laporan perubahan ekuitas
5.laporan perubahan dana investasi terikat
6.laporan rekonsiliasi pendapatan dan bagi hasil
7.laporan sumber dan penggunaan dana zakat
8. laporan sumber dan penggunaan dana
kebajikan
9.catatan atas laporan keuangan
UNSUR LAPORAN KEUANGAN UTAMA
A.Laporan Posisi Keuangan
1.Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh entitas syariah
sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan memiliki anfaat
ekonomi di masa depan bagi entitas syariah.
2.Kewajiban adalah hutang entitas syariah masa kini yang timbul
akibat dari peristiwa masa lalu, yang penyelesaiannya diharapkan
mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas syariah yang
mengandung manfaat ekonomi.
3.Dana syirkah temporer adalah dana yang diterima sebagai
investasi dengan jangka waktu tertentu dari individu dan pihak
lainnya yang mana entitas syariah mempunyai hak untuk
mengelola dan menginvestasikan dana tersebut dengan
pembagian hasil investasi berdasarkan kesepakatan.
4.Ekuitas adalah hak residual atas aset entitas syariah setelah
dikurangi semua kewajiban dan dana stirkah temporer
Format neraca bank syariah
B. Laporan Laba Rugi
1.Penghasilan adalah kenaikan manfaat ekonomi selama satu
periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau
penambahan aset atau penurunan kewajiban yang
mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari
dari kontribusi penanam modal
2.Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu
periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya
aset atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan
ekuitas yang tidak menyangkut
pembagian pada penanam modal
3.Hak pihak ketiga atas bagi hasil, bagi hasil adalah bagian
bagi hasil antara hasil pemilikan dana atas keuntungan
dan kerugian investasi bersama entitas syariah dalam suatu
periode laporan keuangan.
4.Zakat adalah besarnya zakat yang harus dikeluarkan oleh
perusahaan untuk periode akuntansi perhitungan zakat.
Format laporan laba rugi bank syariah