Anda di halaman 1dari 37

Laporan Kasus

“Tinea Korporis”

Sherly Nurwiyanti Anwar


201610401011041

Pembimbing:
Dr. Diana Kartika Sari, Sp. KK
BAB 1
TINJAUAN PUSTAKA
DERMATOFITOSIS
Definisi
• Dermatifitosis  penyakit yang disebabkan oleh kolonisasi jamur
dermatofit yang menyerang jaringan yang mengandung keratin.

• Tinea korporis  semua infeksi dermatofita superfisial pada kulit


selain kepala, jenggot, wajah, dorsum dari tangan dan kulit, dan
pangkal paha
Epidemiologi
• Dermatofita  Trichophyton rubrum adalah agen infeksi tersering di
dunia dengan prevalensi 47% menyebabkan terjadinya tinea corporis.
Etiologi
• Dermatofita:
• Trichophyton sp.
• Epidermophyton sp.
• Microsporum sp.

• Pembagian berdasarkan habitat dan penularan:


• Anthropophilic
• Zoophilic
• geophilic
Etiologi
• Penyebab terserint tinea korporis:
• Trichiphyton rubrum
• Epidermophyton floccosum
• T. interdigitale (antropophylic dan zoophilic)
• M. canis (dari kucing dan anjing)
• T. tonsurans.
Patofisiologi

Adherence
penetrasi
Reaksi host
Gejala klinis
• lesi annular (ringworm)
• Central healing
• lesi bulat atau lonjong, batas tegas, eritema, skuama, kadang –
kadang dengan vesikel dan papul ditepi
• erosi dan krusta  garukan
• Tepi polisiklik
Lesi annular Central healing

Gambaran polisiklik
Pemeriksaan penunjang
• Pemeriksaan KOH 10-20%
• Lampu wood
• Kultur

Hifa bersepta dikotomi & spora


Penatalaksanaan
• Lesi basah atau infeksi sekunder
• Kompres sol sodium khlorida 0,9% 3-5 hari
• Antibiotika oral 5-7 hari
Penatalaksanaan

• Obat Topikal
• Indikasi: Lesi tidak luas, Tinea korporis, Tinea kruris, Tinea
manuum dan Tinea pedis ringan
• Obat
• Salep Whitfield 2x/hari
• Salep 2-4 atau 3-10 2x/hari
(Asidum salisilikum 2-3% + sulfur presipitatum 4-10%)
• Krim Mikonazol 2x/hari
Obat Oral

• Indikasi
• T. kapitis, T. imbrikata, T. inguinum, T. barbae
• Tinea korporis, cruris, pedis atau manum yang berat, luas, sering kambuh,
tidak sembuh dengan obat topikal, mengenai daerah berambut
• Cara
• Obat fungistatik : 3-4 minggu
• Obat fungsisidal : 2 minggu
Obat oral
• Griseofulvin
• Anak : 10 mg/kgBB/hari (microsize)
5,5 mg/kgBB/hari (ultramicrosize)
• Dewasa : 500-1000 mg/hari
• Ketokonazol
• Anak : 3-6 mg/kgBB/hari
• Dewasa : 200mg/hari (1 tablet)
• Itrakonazol
• Anak : 3-5 mg/kgBB/hari
• Dewasa : 100 mg/hari (1 kapsul)
• Terbinafin
• Anak : 3-6 mg/kgBB/hari
• Dewasa : 250 mg/hari (1 tablet)
Diagnosis banding
• Dermatitis seboroik
• Psoriasis
• Pitiriasis rosea
• Dermatitis Numular
Komplikasi
• Infeksi sekunder
• Kekambuhan
• Hiperpigmentasi
Prognosis
Dengan pengobatan yang benar:
• Quo ad vitam: bonam
• Quo ad functionam: bonam
• Quo ad senactionam: bonam.
BAB 2
LAPORAN KASUS
Identitas
• Nama : Nn. A • Suku : Jawa
• No. RM : 379016 • Bangsa :
• Umur : 18 Indonesia
tahun • BB : 50kg
• Jenis kelamin : • TB : 159 cm
Perempuan • Tanggal pemeriksaan :
• Alamat : Bekasi 11 Januari 2018
• Pekerjaan :-
• Pendidikan : SMP
• Agama : Islam
Anamnesis
Keluhan utama:
Gatal dibagian punggung

RPS:
• Pasien mengeluh gatal dibagian punggung kurang lebih 2
bulan ini. Gatal yang dirasakan hilang timbul, ada seperti
kemerahan awalnya sebesar koin kemudian sekarang
melebar hampir menutupi punggung. Keluhan gatal
terasa terus menerus dan memberat saat berkeringat.
Rasa gatal seperti clekit – clekit dan terasa panas. Sudah
diberi obat salep dari dokter tapi tidak sembuh.
Anamnesis
RPD:
Sebelumnya tidak perah
sakit seperti ini
Alergi makanan  RPK:
disangkal Tidak ada anggota keluarga
DM (-) HT(-) Asma (-) yang menderita penyakit
seperti ini.
Riwayat alergi disangkal
Asma (-)
RPSos:
Sering mandi 2-3x dalam sehari
Ganti baju 1x/hari
Kos pengap dan lembab
Status generalis
• Keadaan umum : Baik • Leher : Dalam
• Kesadaraan : batas Normal
Compos Mentis • Thorax :
• TTV: Dalam batas Normal
• TD : tidak dilakukan • Abdomen : Dalam
Batas Normal
• Suhu o
: 36,5 C
• Ekstermitas :
• Nadi : 74 Dalam Batas Normal
kali/menit
• Genitalia eksterna :
• RR : 20 kali/menit Dalam Batas Normal
• Kepala : Dalam batas
normal
Status dermatologi
• Lokasi : Et region thorakalis posterior
• Efloresensi : makula eritematosa batas tegas central healing dengan
skuama
Resume:
Nn. A, 18 tahun. Pasien mengeluh gatal dibagian punggung kurang
lebih 2 bulan ini. Gatal yang dirasakan hilang timbul, ada seperti
kemerahan awalnya sebesar koin kemudian sekarang melebar hampir
menutupi punggung. Keluhan gatal terasa terus menerus dan
memberat saat berkeringat. Rasa gatal seperti clekit-clekit dan terasa
panas. Sudah diberi obat salep dari dokter tapi tidak sembuh. Tidak
pernah sakit seperti ini sebelumnya, dikeluarga tidak ada yang sakit
seperti ini. Riwayat alergi disangkal, pasien mandi sehari 2-3x ganti
baju sehari sekali.
Diagnosis

• Diagnosis Kerja : Tinea corporis


• Diagnosis Banding :
• Dermatitis seboroik
• Psoriasis
• Pitiriasis rosea
• Dermatitis Numularis
Penatalaksanaan
• Sistemik :
• Griseofulvin tab 500mg 1x1
• Topikal:
• Myconazole cream 2% 2x1 oleskan seluruh lesi
Edukasi
Menjelaskan kepada pasien mengenai:
• Tentang penyakit dan rencana terapi
• Pemakaian obat
• Mematuhi pemberian obat agar tidak terjadi resistensi
• Menjaga kebersihan diri
• Pakaian yang tidak ketat dan menyerap keringat
• Pastikan kulit kering sebelum menutup Menghindari
pemakaian handuk atau baju secara bergantian dengan,
cuci handuk dan baju yang mungkin terkontaminasi
Prognosis
• Quo ad vitam : Ad bonam
• Quo ad fungtionam : Ad bonam
• Quo ad sanationam : Ad bonam
• Quo ad cosmeticum : Ad bonam
BAB 3
PEMBAHASAN
ANAMNESIS: TEORI:

• Wanita, 18 th Predisposisi dermatofitosis:


• Tinggal di Indonesia • Wanita subur > Laki-laki
• Mandi 2-3x/hari • Area dengan kelembaban yang tinggi
• Ganti baju 1x/ hari • padat huni
• Kamar kos pengap • higienitas yang buruk.
dan lembab
ANAMNESIS:
TEORI:
• awalnya gatal hanya di satu
• Gatal terus menerus,
tempat dan kecil meluas,
memberat saat berkeringat
awalnya gatal hilang timbul
• lesi annular dengan skuama
kemudian gatal terasa terus
seluruhnya sampai tepi batas
menerus, memberat saat
eritematus
berkeringat
• Tepinya papul
• Rasa gatal seperti clekit-
• menyebar secara sentrifugal
clekit dan terasa panas.
• central healing
• klinis adalah lesi bulat atau
PMX FISIK:
lonjong, berbatas tegas
lesi makula eritematosa batas
terdiri dari eritema, skuama,
tegas central healing dengan
kadang – kadang dengan
skuama pada regio thorakalis
vesikel dan papul ditepi.
posterior.

TINEA KORPORIS
Penatalaksanaan
TEORI:

KASUS: • Lini pertama topikal tinea


• Myconazole cream 2% korporis : Myconazole cream
2x1 2%
• griseofulvin tab 500mg • Lini pertama oral: griseofulvin
1x1 tab 500mg 1x1
• Indikasi pemberian sistemik:
tinea korporis, cruris, pedis
atau manuum yang berat, luas,
sering kambuh, atau tidak
sembuh dengan obat topikal,
atau mengenai daerah
berambut.
BAB 4
KESIMPULAN
• Tinea korporis  Tinea corporis merupakan infeksi yang
sering terjadi pada daerah dengan cuaca panas dan
lingkungan yang lembab. Trichophyton rubrum adalah
agen infeksi tersering di dunia dengan prevalensi 47%
menyebabkan terjadinya tinea corporis.
• Dermatofita  Trichophyton sp., Epidermophyton sp.,
dan Microsporum sp
• Gambaran klasik  lesi berbentuk makula/plak yang
merah/hiperpigmentasi dengan tepi aktif dan
penyembuhan sentral. Pada tepi lesi dijumpai papula-
papula eritematosa atau vesikel. Pada perjalanan
penyakit yang kronik dapat dijumpai likenifikasi.
Gambaran lesi dapat polisiklis, annular atau geografis.
• Penatalaksanaan pada tinea corporis terbagi menjadi
dua yaitu non-medikamentosa dan medikamentosa.
Terima Kasih 