Anda di halaman 1dari 13

Asuhan Keperawatan

Pada Tn. D dengan Isolasi Sosial


Di Yayasan Dhira Sumantri Wintoha Serang
Salah satu gejala negative dari Skizofrenia sendiri adalah dapat
menyebabkan klien mengalami gangguan fungsi sosial dan Isolasi Sosial

Solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan menerapkan tindakan Asuhan


Keperawatan yang sesuai dengan Standart Operasional Perawatan ditunjang
dengan keterlibatan dan peran serta aktif keluarga agar pasien dapat segara
sembuh dan dapat kembali hidup secara produktif dimasyarakat.
Pengkajian

• Identitas Diri Klien


Pada data biografi didapatkan nama adalah Tn. D berumur 36 tahun berjenis
kelamin laki-laki dan alamatnya Kp. Ciparasi Menes. Pasien belum menikah,
beragama Islam, asli orang Sunda. Pendidikan terakhir pasien adalah Madrasah
Aliyah. Yang bertanggung jawab atas pasien yaitu Tn. N alamatnya Kp.
Ciparasi Menes, beliau merupakan ayah kandung klien. Sumber informasi
didapatkan dari pasien.
• Faktor Predisposisi
Klien belum pernah mengalami gangguan jiwa, selama sakit pernah di obati oleh
dukun atau alternatif namun tidak berhasil. Pasien mengatakan baru pertama kali
masuk di Yayasan Dhira Sumantri Wintoha pada tanggal 15 mei 2017, klien anak
ketiga dari tiga bersaudara. Klien pernah melakukan percobaan bunuh diri
sebanyak 1 kali.

• Faktor presipitasi
Pasien mengatakan suka menyendiri dikamar karena takut dipukuli karena suka
mengamuk, ketika dikamar terkadang melihat bayangan-bayangan orang
Analisa Data
No Tanggal Data Masalah
1 Rabu, 6 DS : Klien mengatakan bingung dalam memulai pembicaraan karena menurut klien Isolasi Sosial :
Desember tidak ada bahan pembicaraan untuk berinteraksi Menarik Diri
2017
DO : Klien lebih banyak berdiam diri, Kontak mata kurang, Klien sering menyendiri,
Klien tidak perenah memulai pembicaraan,maupun berkenalan., Afek tumpul ( hanya
mampu tertawa saat ada stimulus perawat tertawa ).

2 Rabu, 6 DS : Klien mengatakan hidupnya tidak berguna, Klien mengatakan merasa bersalah Gangguan konsep
Desember tidak bisa melakukan apa-apa untuk ibunya, Klien mengatakan pernah melakukan diri : Harga Diri
2017 percobaan bunuh diri sebanyak 1x. Rendah

DO : Klien tampak Murung , Mengungkapkan malu atau minder untuk bergabung


dengan teman-temannya., Klien lebih suka menyendiri, Aktivitas klien hanya duduk
diatas tempat tidur dan melamun.
3 Rabu, 6 DS: Klien mengatakan mandi 2 kali sehari, tidak sikat gigi, tidak mencuci rambut Defisit Perawatan
Desember ataupun sabunan Diri
2017
DO: Gigi terlihat kotor, Kulit klien kusam, Rambut klien kusam
4 Rabu, 6 DS ; Mengatakan mendengar bisikan-bisikan mwngajak klien untuk melakukan hal yang Halusinasi
Desember tidak benar
2017
DO : Klien sering menyendiri, Klien sering bengong / melamun
• Pohon Masalah

Gangguan persepsi sensori Halusinasi

Isolasi Sosial

Harga Diri Rendah

• Intervensi Keperawatan
• Implementasi dan Evaluasi
Pengkajian

Pasien masuk tanggal 15 mei 2017 dilakukan pengkajian tanggal 05 Desember


2017. Pasien mengatakan kambuh karena putus obat, klien dirumah hanya dengan
ayahnya, dan klien lebih suka menyendiri. Faktor ini sesuai dengan pendapat Stuart
(2007, hlm. 280) bahwa faktor presipitasi atau stresor pencetus pada umumnya
mencakup peristiwa kehidupan yang menimbulkan stres. Hal ini yang menyebabkan
klien menarik diri dari lingkungan.
Lanjutan........
Berdasarkan pengkajian terhadap status mental, kelompok mendapatkan data
isolasi sosial seperti afek tumpul, pembicaraan dengan nada yang pelan dan
lambat, pasien tidak mampu memulai pembicaraan, pasien tampak lesu, malas
beraktivitas, pasien lebih sering berdiam diri dan sering menghabiskan waktunya
ditempat tidur. Hal ini sesuai dengan pengkajian teoritis menurut Keliat (2010)
bahwa pengkajian status mental pada pasien isolasi sosial akan didapatkan data
bahwa, pasien mengatakan malas bergaul dengan orang lain, pasien mengatakan
dirinya tidak ingin ditemani perawat dan meminta untuk sendirian, pasien
mengatakan tidak mau berbicara dengan orang lain.
Diagnosa Keperawatan

1. Isolasi Sosial
2. harga diri rendah
3. Resiko gangguan persepsi sensori : halusinasi

Ketiga diagnosa tersebut disusun membentuk pohon masalah yang terdiri


penyebab, core problem dan akibat, sebagaimana landasan teori menurut
(Keliat, Budiana. 2011).
Intervensi Keperawatan

Diagnosa Keperawatan : Isolasi Sosial, kelompok merencanakan untuk


dilakukan tindakan keperawatan dengan strategi pelaksanaan SP 1 – SP 4

Implementasi Keperawatan

implementasi keperawatan mulai dari tanggal 05 Desember sampai dengan


15 Desember 2017
Evaluasi

Dilakukan pada tanggal 11 Desember 2017 pada SP 1- SP 3 dapat teratasi


dibuktikan dengan penilaian penulis terhadap perkembangan pasien selama
delapan hari yaitu pasien mampu mempraktikan cara berkenalan dengan
perawat, pasien mampu berkenalan dengan 1 orang, pasien mampu berkenalan
dengan 2 orang dengan topik tertentu.
Lanjutan........

Perkembangan yang ditunjukan oleh Tn. D masih perlu dilakukan observasi


lebih lanjut, karena evaluasi yang diharapkan belum tercapai
sepenuhnya, maka diperlukan adanya modifikasi secara khusus dalam
menyusun rencana keperawatan agar tujuan dan kriteria hasil yang telah
disusun dapat tercapai
Semoga Bermanfaat