Anda di halaman 1dari 8

Penatalaksanaan Gagal

Nafas Akut ec Asidosis


Respiratorik
GCS/
TTV PF (IPPA)
Kesadaran Skenario 12
Pasien laki-laki usia 70 tahun datang ke IGD
dengan sesak nafas dan penurunan kesadaran.terlihat retraksi
Dari alloanamnesis didapatkan pasien suprasternal
TD; 90/50
mempunyai kebiasaan merokok satu bungkuspada saat
mmHg,
perhari selama kurang lebih dua puluh tahun.
E3M5V4 inspirasi dan
FN 115x/menit, ekspirasi yang
12 memanjang
RR 30x/menit,
disertai
suhu 37,6C wheezing pada
saat auskultasi
Pemeriksaan Penunjang
Pada keadaan tertentu:
Yang sering digunakan • Analisa Gas Darah
• Foto toraks • Tes fungsi paru
• EKG • Computed tomography (CT)
• Scan ventilasi/ perfusi (V/Q)
• Spirometri sederhana
• Ultrasonografi jantung
• Hemoglobin • EKG olahraga
• Kateterisasi jantung
Komponen Nilai Normal Satuan
pH 7,35-7,45
PaCO2 35-45 mmHg
PaO2 80-100 mmHg
HCO3 20-26 mEq/L
Total CO2 21-27 mEq/L
Base ekses (-)2,5-(+)2,5 mEq/L
Saturasi O2 95-98 %
Asidosis Respiratorik
a) PaCO2
• Peningkatan atau penurunan ventilasi alveolar tidak
sebanding dengan produksi karbondioksida
𝑘𝑎𝑟𝑏𝑜𝑛𝑎𝑡𝑎𝑛ℎ𝑖𝑑𝑟𝑎𝑠𝑒
• 𝐶𝑂2 + 𝐻2 𝑂 𝐻2 𝐶𝑂3 ↔ 𝐻 + + 𝐻𝐶𝑂3−

b) Ion bikarbonat (HCO3- )

• pH = pK x log [HCO3
Hasil-AGD pHx 7,234,
/(0,03 PaCO2)]PO2 67 mmHg, PCO2 57 mmHg,
• Dipakai untuk memperkirakan
BE -5 mEq/L, HCO 3 17,4 mEq/L,
besarnya SaO2 94%
kompensasi
tubuh

c) Standardized Base Excess (SBE)


• cara praktis untuk mengetahui berapa besar
kelainan asam-basa metabolik
Gagal Nafas Akut/Acute
Respiratory Failure
Etiologi
• otak, susunan neuro muscular,
dinding thoraks dan diafragma, paru
dan kardiovaskular • Stadium kompensasi
Epidemiologi • Stadium
• Di Amerika, insiden 360.000 per tahun. dekompensasi
• 36% meninggal selama di Rumah Sakit.
• Morbiditas dan mortalitas meningkat
seiring bertambahnya usia dan adanya
komorbiditas.
Klasifikasi gagal nafas Gambaran Klinis

Hiperkapnia Hipoksemia
Gagal Nafas Tipe 1 Somnolen Ansietas
(hipoksemia)
Letargi Takikardia
 PaO2 < 60 mmHg
 Nilai PO2 arterial rendah
Koma Takipnea
tetapi PaCO2 normal atau Asteriks Diaforeses
rendah. Tidak dapat tenang Aritmia
Gagal Nafas Tipe 2 Tremor Perubahan status
(hiperkapnea): Bicara Kacau Bingung
mental
 PaCO2 > 45 mmHg (abnormal tinggi) Sakit kepala Sianosis
Edema papil Hipertensi
CO2
O2 tersisih
Hipotensi
meningkat PaO2 arterial
dalam Kejang
dalam ruang menurun
alveolus
alveolus
Asidosis laktat
Hipoventilasi Alveolar

𝑽𝑪𝑶𝟐 𝑳Τ𝒎𝒆𝒏
𝟏
= 𝑷𝒂𝑪𝒐𝟐 𝒎𝒎𝑯𝒈 𝒙 𝑽𝑨 𝑳Τ𝒎𝒆𝒏 𝒙
𝟖𝟔𝟑

Ventilasi Semenit
𝑽𝑬 = 𝑽𝑨 + 𝑽𝑫 → 𝑽𝑨 = 𝑽𝑬 − 𝑽𝑫
𝑽𝑪𝑶𝟐 (𝑳Τ𝒎𝒆𝒏)
𝑽𝑷 Τ 𝑽𝑻 )
= 𝑷𝒂𝑪𝑶𝟐 𝒎𝒎𝑯𝒈 𝒙 𝑽𝑬 (𝑳Τ𝒎𝒆𝒏) 𝒙 (𝟏− 𝟖𝟔𝟑

 nilai VE dibawah normal.


 nilai VE normal atau tinggi, tetapi rasio VD/VT meningkat.
 nilai VE di bawah normal, dan rasio VD/VT meningkat.
Pencegahan Prognosis
Stop merokok untuk • Tingkat kematian yang
membatasi perkembangan terkait dengan kegagalan
disfungsi paru pernafasan tergantung
Pemantauan dan pada penyebab yang
pengelolaan medis lanjutan mendasari serta kecepatan
pasien dengan penyakit diagnosis dan kemanjuran
paru kronis yang relevan manajemen.
(mis : Asma) membantu • Pasien yang lebih muda
membatasi eksaserbasi (<60 tahun) memiliki
akut dan mengurangi risiko tingkat ketahanan hidup
kegagalan saluran yang lebih baik daripada
pernafasan. pasien yang lebih tua.