Anda di halaman 1dari 87

HIPERTENSI

BY: Winangun
PENDAHULUAN
HT ( HYPERTENSI)  MASALAH
KESEHATAN DUNIA GLOBAL.
KASUS MENINGKAT ≈  USIA 
PENYAKIT DEGENERATIF.
GEJALA RINGAN, SAMAR  BERAT
KOMPLIKASI § KEMATIAN TINGGI
PENGOBATAN LAMA  HASIL TAK
MEMUASKAN ≈ BIAYA MAHAL.
APA ITU HIPERTENSI?
penderita yang

hipertensi mempunyai tekanan


darah melebihi 140/9
adalah kondisi medis mmHg saat istirahat.
terjadi peningkatan
tekanan darah DIATAS
NORMAL secara kronis
(dalam jangka waktu
lama)
MENGUKUR TEKANAN
DARAH

Sphygmomanometer
HIPERTENSI
PENGERTIAN:
PENINGKATAN TEKANAN DARAH DIATAS NILAI NORMAL.

TEKANAN DARAH NORMAL ???


TERGANTUNG KLASIFIKASI.

KLASIFIKASI:

1.WHO DIASTOLIK SISTOLIK

NORMAL <<80 <<120


PRE HT 80-89 120-139
STD I 90-99 140-159
STD II >>100 >> 160
KLASIFIKASI

2.JNC V DIASTOLIK SISTOLIK

NORMAL <<85 mmhg <<130 mmhg

N.TINGGI 85-89 130-139


STD I (R) 90-99 140-159

STD II (S) 100-109 160-179


STD III (B) 110-119 180-209

STD IV (SB) >>120 >> 210


KLASIFIKASI JNC VI
KEADAAN SYSTOLIK DIASTOLIK
OPTIMAL <120 < 80

NORMAL < 130 <85 mm Hg

N. TINGGI 130-139 85-89

HT STD I 140-159 90-99

HT STD II 160-179 100-109

HT STD III >> 180 >>110.


Kelainan Pemeriksaan Tekanan Darah
Dikatakan Hipertensi apabila secara umum tekanan darah
melebihi 140/90 yang diukur > 2 kali dalam waktu yang
berbeda serta pengukuran dilakukan dalam posisi duduk

Saran :
• Dengan ditentukan Hipertensi maka pengobatan segera
8
dilakukan sehingga komplikasi spt Stroke & PJK bisa dihindari
JNC VII: Classification of blood pressure

Blood Systolic BP Diastolic BP


pressure (mm Hg) (mm Hg)
classification
or
Normal <120 <80

or
Prehypertensi 120-139 80-89

on or
Stage 1
140-159 90-99
hypertension or
Stage 2
>160 >100
hypertension
The JNC VII. JAMA 2003;289:2560-72
Prevalence of Hypertension
Hypertension is one of the most frequent clinical disorders.

70
prevalence of hypertension (%)

SBP > 140 mm Hg 65


60 64
DBP > 90 mm Hg
50 54
44
40

30

20 21

10 4 11

0
age (yrs) 18-29 30-39 40-49 50-59 60-69 70-79 80+

10

Franklin, S.S., J Hypertens 1999; 17 (suppl 5): S29-S36


Hypertension is the most common risk factor that caused the increasing of the
morbidity and mortality because of the cardiovascular disease

Number of global mortality Burden of global disease

16 million 128 million

7-8 million 59 million

39 million
3-4 million

All cardiovascular cases


2-3 million Hypertension
30 million
High cholesterol
Overweight & Obesity
Framingham – Study
Blood pressure and Age
160 Women
150 Men
140 Systolic BP
130
120
90

80

70 Men
Women
Diastolic BP

36 41 46 51 56 61 66 71 76 81 Years age
12
Kannel et al 1978
Update in hypertension
Global mortality 2000: impact of
hypertension
and other health risk factors
High blood pressure (BP)
Tobacco
High cholesterol
Underweight
Unsafe sex
High BMI
Physical inactivity
High-mortality, developing region
Alcohol Low-mortality, developing region
Indoor smoke from fuels Developed region
Iron deficiency
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000
Attributable mortality
(In thousands; total 55,861,000)
13
Adapted from Ezzati et al, Lancet, 2002.
INI ?

Uch… Sebel !
Irama Sirkadian
Mekanisme Patofisilogi dari
Hipertensi
Mekanisme berbagai Vascular Growth Promotors dalam menimbulkan
hipertensi
RAS ↓NaCl Delivery
Sympathoadrenal to TAL ↓Pressure in Afferent
Activation Arteriole

Macula Densa
B1-Adrenoreceptor Activation Intrarenal Baroreceptor
Activation Activation

JUXTAGLOMERULAR CELLS
Liver
(340AA glycoprotein cleaves
RENIN substrate on amino terminus between
residues 10 and 11)
Angiotensinogen (452AA
Angiotensin I Angiotensin Converting Enzyme
glycoprotein in circulation)
(decapeptide) (ACE; 1277AA glycoprotein in
vascular endothelium)
Other Peptides: Angiotensin II
• Ang (2-8) (octapeptide)
• Ang ( 1-7) AT1 Receptor AT2 Receptor
• Ang (2-10) + -
• Ang (3-8) Blood Pressure
Cell Growth
Apoptosis
REGULASI HYPERTENSI
Blood Pressure Regulation
Blood pressure = Cardiac output x Peripheral resistance

Hypertension = Increased CO and/or Increased PR

Vasoconstriction
 Preload  Contractility
 Heart rate

 Fluid volume
Renin-
Sympathetic
angiotensin-
nervous
Renal sodium aldosterone
system
retention system
Excess Genetic
sodium factors
intake
Kaplan (1994)
BP Regulation: The Two Key
Vasoconstrictor Systems

Sympathetic Nervous Renin Angiotensin


System (SNS) System (RAS)

Mutually reinforcing actions combine to regulate BP

Grassi. J Hypertens 2001;19:1713–16


Complications of Hypertension:
End-Organ Damage

Hypertension

Hemorrhage, LVH, CHD, CHF


Stroke

Peripheral
Vascular
Disease
Renal Failure,
Retinopathy Proteinuria

CHD = coronary heart disease


CHF = congestive heart failure Slide Source
Hypertension Online
LVH = left ventricular hypertrophy www.hypertensiononline.org
Chobanian AV, et al. JAMA. 2003;289:2560-2572.
PENYEBAB HT
1.PRIMER, BELUM TAHU PASTI >> 90 %
ADA HUBUNGAN DG KETURUNAN / ESENSIAL, IDEOPATIK.

2. SKUNDER, BERHUBUNGAN DG
PENYAKIT DASAR TERTENTU :

a.Gg GINJAL: gnc, pnc, batu, kiste, tumor


b. Gg renovaskuler.
c. Gg ENDOKRIN, adrenal, tyroid, dm
d. EKLAMSI/PREEKLAMSI,
e. Gg jantung, coartasio aorta
f. Gg central, tumor otak,
g. Pengaruh obat2an.
h. Polisetemia vera.
I. Gg pembuluh darah, aterosklerosis.
Faktor Penyebab
Primary Hypertension
Faktor genetik
Lingkungan dalam janin
Peningkatan aktifitas saraf simpatis
Renin-Angiotensin-Aldosteron Sistem
Retensi natrium oleh ginjal
Hipertrofi vaskuler
Berkurangnya aktifitas sistem vasodilatasi
Hiperinsulinemia
Disfungsi endotel
Faktor-faktor lain
FAKTOR RISIKO HT
1. DAPAT
DIMODIFAKSI
Increased salt
intake
Obesity
Alcohol
Stress
Lack of
exercise
2. FAKTOR RISIKOTAK
BISA DIMODIFIKASI
Heredity
Age
– Men between age 35
and 50
– Women after
menopause
Race
– 1 out of every 3
African Americans
– Higher incidence in
non-Hispanic blacks
and Mexican
Americans
LELAKI BISA HAMIL ?
Jenis lain Hipertensi
Isolated Systolic Hypertension
– tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan
tekanan darah diastolik < 90 mmHg
– sangat umum pada populasi lansia
– tekanan darah sistolik merupakan
prediktor yang lebih kuat daripada
diastolik untuk menilai resiko
‘cardiovascular events’
Atherosclerosis Timeline
Foam Fatty Intermediate Fibrous Complicated
Cells Streak Lesion Atheroma Plaque Lesion/Rupture

Endothelial Dysfunction
From first decade From third decade From fourth decade
Smooth muscle Thrombosis,
Growth mainly by lipid accumulation and collagen hematoma

Adapted from Stary HC et al. Circulation 1995;92:1355-1374.


Atherosclerosis and Thrombus
Formation
Pathology
Picture
Oblique lateral cervical angiogram
PENYEBAB SEKUNDER HT
KOMPLIKASI HT
KOMPLIKASI HT PADA MATA
GR I: TAK ADA KELAINAN ARETERI
DAN VENA.
GR II: PENYEMPITAN FOCAL ARTERI
& VENA
GR III:PERDARAHAN & EXUDAT PD
RETINA.
GR IV : PERDARAHAN, EXUDAT DAN
PAPIL OEDEM.
KOMPLIKASI:OTAK JANTUNG,GINJAL
RETINOPATHY HYPERTENSI
Tekanan darah tinggi
Komplikasi Pada Otak
Disfungsi Endotel
Daerah di otak yang tidak
mendapatkan suplai darah

Plak Aterosklerosis
Penyumbatan

Trombosis

Penyumbatan
Pembuluh darah Pembuluh darah

STROKE
Darah tidak dapat mengalir (iskemik)
39 karena adanya penyumbatan
Stroke Perdarahan / Hemoragik

Penyebab kedua terbanyak


dari stroke adalah
Perdarahan
Komplikasi pada Jantung
Sindroma
Hipertensi Aterosklerosis Koroner Gagal
Akut Jantung
Iskemia

Hipertropi
Ventrikel Kiri Disfungsi Diastolik
Disfungsi Sistolik

Disfungsi Diastolik Disfungsi Sistolik Gagal


Ventrikel Kiri Ventrikel Kiri
jantung
41
42
Complications of persistently untreated hypertension ( target organ damage )

Brain-
stroke

Heart
LVH Kidney
Heart failure End stage
renal disease
AMI

Peripheral artery
LVH>2cm

8/15/2018 43
Vascular Complications
STROKE PREVENTION
PROBLEM LISTS

• HYPERTENSION
•ATHEROSCLEROSIS
•ATRIAL FIBRILLATION
• PATENT FOR OVALE
• AORTIC STENOSIS
•CAROTID STENOSIS
Effect of Long-Term Modest
Reductions in CV Risk Factors

10% 10% 45%


Reduction
in BP + Reduction
in TC = Reduction
in CVD

Emberson et al. Eur Heart J. 2004;25:484-491.


Relative risk for cardiovascular disease of
elevated systolic and diastolic
bloodpressure

3
Systolic BP
2

1 Diastolic BP

0
<110 110-119 120-129 130-135 135-139 140-149 150-159 >160
8/15/2018 47
<70 70-75 76-80 81-85 86-90 91-95 96-100 >100
GEJALA KLINIS
1.SYMPTON, KELUHAN SUBYEKTIF OS
PUSING, LEMAH, CEPAT LELAH,MARAH
KAKU PADA LEHER, MUAL MUNTAH,
GELISAH, SUSAH TIDUR,MAKAN KURANG
KELUHAN >> BANYAK  KOMPLIKASI
GANGGUAN ORGAN YANG TERLIBAT

2. SIGN, TANDA KLINIS.


TEKANAN DIUKUR DIATAS NORMAL,
SESUAI KOMPLIKASI, CARDIOMEGALI,
EDEM, DYSLIPEDEMIA,
Gejala Tekanan darah tinggi
Sakit kepala
Sakit kuduk
Sulit Tidur
Kelelahan
Mual
Muntah
Sesak nafas
Gelisah
Pandangan kabur
STRESS DAN HT
MONITOR HT
Untuk deteksi SINDROM METABOLIK perlu dilakukan:

Pemeriksaan Fisik
– Lingkar Pinggang
– Tekanan Darah
Pemeriksaan Laboratorium :
– Glukosa Darah
– Cholesterol HDL
– Trigliserida
– ADIPONEKTIN
Diagnosa Hipertensi
Evaluasi Tekanan Darah
Evaluasi Klinis
– Anamnesa medis
– Pemeriksaan fisik
Evaluasi Laboratorium
Pemeriksaan penunjang lain
EKG, RO ,EKHO, Ct scan, MRI.
Elektrokardiografi (EKG) Rekam
Jantung

•Dugaan Penyakit Jantung


Koroner

• Gangguan Irama Jantung

• Pembesaran Jantung

53
Treadmill Test
(Uji Latih Jantung)

Menilai kerja jantung saat melakukan aktivitas

• Penyakit Jantung Koroner


• Gangguan irama jantung saat
beraktifitas
• Kemampuan tubuh / jantung saat
beraktifitas

54
Management of Hypertension

The main objective in lowering


BP is to reduce the patient’s
absolute risk of premature
death and disease, primarily
by reducing their risk of
cardiovascular diseases.

Ogden LG,et al. Hypertension. 2000


Sasaran Pengobatan Hipertensi
Menurunkan morbiditas dan mortalitas
kardiovaskuler

– Coronary Artery Disease, Myocardial


Infarction, Hipertrofi Ventrikel Kiri , CHF
– Stroke,Renal disease,Retinopati
– Kematian
PENATALAKSANAAN HT
TUJUAN TH/ HT

1.MENCEGAH KEGAWATAN,KEMATIAN.
2.MENCEGAH GAGAL GINJAL, JANTUNG, STROKE.
3.MENCEGAH MORTALITAS, MORBIDITAS PJK
4.MEMPERTAHANKAN KWALITAS HIDUP.
5.MEMPERHATIKAN BIAYA PENGOBATAN.

TH/ NON FARMAKOLOGIS,


-PEROBAHAN LIFE STYLE,
-MEMBATASI INTAKE ALKOHOL, GARAM, KOLESTEROL DAN
LEMAK JENUH, ASINAN, POLA HIDUP SEHAT.
-TURUNKAN BB, INTAKE CA, MG, K, ADEQUAT.
-BERHENTI MEROKOK, OLAHRAGA TERATUR

TH/ FARMAKOLOGIS.
* DIURETIK DAN ATAU BETA BLOKER,
* Ca ANTAGONIS
* ACE INHIBITOR, ARB ( ANTI RESEFTOR BLOKER ).
Modifikasi Gaya Hidup
Menurunkan berat badan
Membatasi konsumsi natrium

Mengurangi konsumsi alkohol


Berhenti merokok

Olahraga teratur
Mengurangi asupan lemak
Gemuk tidak lagi sebagai lambang
kemakmuran

Gemuk
dulu dipandang sebagai
tanda kemakmuran..

Jaman sudah berubah,


orang makin sadar bahwa
GEMUK
= tidak menarik
= gudangnya penyakit..
TO ACHIEVE BLOOD PRESSURE TARGET

MONOTHERAPY
COMBINATION THERAPY

60
Golongan Obat Antihipertensi
Diuretik
Inhibitor Adrenergik

Calcium Channel Blocker

ACE Inhibitor dan Angiotensin II


Receptor Blocker
Rendah garam
Olahraga
JNC 7 Algorithm BB
Stop rokok
< 140/90
Lifestyle

Not at goal BP (<140/90 mmHg)


(<130/80 mmHg for diabetes or proteinuria
Mulai th dg
Thiazide
Drugs

Without compelling indication With compelling indication

Stage 1 hypertension Stage 2 hypertension Drug(s) for the problem ie.


(SBP 140–159 or DBP 90–99) (SBP ≥160 or DBP ≥100)
Statin, Aspirin, Metformin etc.
HCTZ Start 2 drugs, HCTZ +
May consider ACEI, ARB, BBL, ACEI, or ARB, or BBL, or HCTZ, ACEI, ARB, BB, CCB
CCB, CCB as needed

Not at goal BP

Increase dose or add more drugs


until goal BP is achieved
Consult with hypertension specialist Chobanian AV et al.
2003;42:1206–52
European Society Diuretic
Of Hypertension
2003
AT1 receptor
Beta blocker blocker

CCB
Alpha blocker NORVASK

Possible combination Most rational


of different classes combination
of anti hypertension
drugs ACE inhibitor Proven bene-
ficial in trials
63
Journal Of Hypertension 2003
KRONOLOGI terjadinya OBESITAS hingga
muncul GANGGUAN KESEHATAN

Stadium 0 : Pola Hidup Sehat


Stadium 1 : Pola Hidup Tidak Sehat
Stadium 2 : Obesitas (Obesitas Abdominal)
Stadium 3 : Sindrom Metabolik (Preklinik)
Stadium 4 : Kondisi Klinis (Penyakit Jantung
Koroner, Diabetes Melitus Tipe 2, dll)
Benefits of Lowering BP
Average Percent Reduction
Stroke incidence 35–40%

Myocardial infarction 20–25%

Heart failure 50%

8/15/2018 66
12 to 13 mm Hg Drop in Systolic BP Reduces
4-Year Risk of CAD, Stroke, Mortality
All-cause
CHD Stroke CVD mortality mortality
0%
Reduction in risk (%)

-10%

-13%
-20% P=0.005
-21%
P<0.0001 -25%
-30%
P<0.001

-40% -37%
P<0.001

Meta-analysis of 10 randomized trials. He and Whelton, J Hypertens, 1999.


HT JNC 8
WINANGUN
Definisi

JNC 7 : definisi hipertensi dan pre hipertensi


JNC 8 : Definisi hipertensi dan prehipertensi
tidak difokuskan, tapi ambang batas
pengobatan farmakologis didefinisikan

Target terapi
JNC 7 : tujuan pengobatan yang ditetapkan
untuk hipertensi tanpa komplikasi dan untuk
subset dengan berbagai kondisi komorbiditas
(diabetes dan gagal ginjal kronis)
TARGET TH JNC 8

JNC 8 : Target perlakuan yang sama


ditetapkan untuk semua populasi
hipertensi kecuali bila terdapat bukti
yang mendukung target tekanan darah
yang berbeda untuk subpopulasi
tertentu
PANDUAN JNC 8.
JNC 8 telah merilis panduan baru pada
manajemen hipertensi orang dewasa
terkait dengan penyakit
kardiovaskuler

sembilan rekomendasi yang dibahas


secara rinci bersama dengan bukti
pendukung .( EMB )
JENIS REKOMENDASI
A. rekomendasi kuat, dari evidence base
terdapat banyak bukti penting yang
menguntungkan
B. rekomendasi sedang, dari evidence base
terdapat bukti yang menguntungkan
C. rekomendasi lemah, dari evidence base
terdapat sedikit bukti yang menguntungkan
D. rekomendasi berlawanan, terbukti tidak
menguntungkan dan merusak (harmful).
E. opini ahli
N. tidak direkomendasikan
rekomendasi terbaru
Beberapa antara lain :
1 . Pada pasien berusia ≥ 60 tahun ,
mulai pengobatan farmakologis pada
tekanan darah sistolik ≥ 150mmHg
atau diastolik ≥ 90mmHg dengan
target terapi untuk sistolik <
150mmHg dan diastolik < 90mmHg .
(Rekomendasi Kuat-grade A)
REKOMENDASI 2
2 . Pada pasien berusia < 60 tahun ,
mulai pengobatan farmakologis pada
tekanan darah diastolik ≥ 90mmHg
dengan target < 90mmHg .
( Untuk usia 30-59 tahun ,
Rekomendasi kuat -Grade A;
Untuk usia 18-29 tahun , Opini Ahli -
kelas E )
REKOMENDASI 3 & 4
3 . Pada pasien berusia < 60 tahun , mulai
pengobatan farmakologis pada tekanan
darah sistolik ≥ 140mmHg dengan target
terapi < 140mmHg . ( Opini Ahli - kelas E )
4 . Pada pasien berusia ≥ 18 tahun
dengan penyakit ginjal kronis , mulai
pengobatan farmakologis pada tekanan
darah sistolik ≥ 140mmHg atau diastolik ≥
90mmHg dengan target terapi sistolik <
140mmHg dan diastolik < 90mmHg .
( Opini Ahli - kelas E )
REKOMENDASI 5
5 . Pada pasien berusia ≥ 18 tahun
dengan diabetes , mulai pengobatan
farmakologis pada tekanan darah
sistolik ≥ 140mmHg atau diastolik BP ≥
90mmHg dengan target terapi untuk
sistolik gol BP < 140mmHg dan
diastolik gol BP < 90mmHg .
( Opini Ahli - kelas E )
REKOMENDASI 6
6 . Pada populasi umum bukan kulit
hitam, termasuk orang-orang dengan
diabetes , pengobatan antihipertensi
awal harus mencakup diuretik tipe
thiazide, CCB , ACE inhibitor atauARB (
Rekomendasi sedang-Grade B )
Rekomendasi ini berbeda dengan JNC 7
yang mana panel merekomendasikan
diuretik tipe thiazide sebagai terapi awal
untuk sebagian besar pasien .
REKOMENDASI 7
7 . Pada populasi umum kulit hitam ,
termasuk orang-orang dengan
diabetes , pengobatan antihipertensi
awal harus mencakup diuretic tipe
thiazide atau CCB .
( Untuk penduduk kulit hitam umum :
Rekomendasi Sedang - Grade B ,
Untuk pasien hitam dengan diabetes :
Rekomendasi lemah-Grade C)
REKOMENDASI 8
8 . Pada penduduk usia ≥ 18 tahun
dengan penyakit ginjal kronis ,
pengobatan awal atau tambahan
antihipertensi harus mencakup ACE
inhibitor atau ARB untuk
meningkatkan outcome ginjal .
(Rekomendasi sedang -Grade B )
REKOMENDASI 9
9 . Jika target tekanan darah tidak
tercapai dalam waktu satu bulan
pengobatan, tingkatkan dosis obat awal
atau menambahkan obat kedua dari
salah satu kelas dalam Rekomendasi 6 .
Jika target tekanan darah tidak dapat
dicapai dengan dua obat , tambahkan
dan titrasi obat ketiga dari daftar yang
tersedia.
Jangan gunakan ACEI dan ARB bersama-
sama pada pasien yang sama .
Jika target tekanan darah tidak dapat
dicapai hanya dengan menggunakan
obat-obatan dalam Rekomendasi 6
karena kontraindikasi atau kebutuhan
untuk menggunakan lebih dari 3 obat
untuk mencapai target tekanan darah,
maka obat antihipertensi dari kelas
lain dapat digunakan .
KRISIS HYPERTENSI
PENGERTIAN:
HYPERTENSI MENDADAK BERAT, SANGAT BERAT DG KOMPLIKASI
TARGET ORGAN, YG HARUS DITANGANI SEGERA. F.

1.HT URGENSI: KRISIS HT YANG HARUS DITURUNKAN DL 24JAM

2.HT EMERGENSI:KRISIS HT YANG HARUS DITURUNKAN DL1Jam

YANG TERMASUK KRISIS HT:

HT BERAT DG KOMPLIKASI:
* ENCEPALOPATHI, * STROKE HEMORAGIK
* GAGAL JANTUNG KIRI AKUT * GAGAL GINJAL AKUT
* PERDARAHAN AKTIF, * EKLAMSI BERAT GAWAT BAYI
* KEJANG 2.TRAUMA KEPALA * PAPIL EDEM DAN EXUDAT.
PENYEBAB KRISIS HT
HT PRIMER YG TAK DI TH/ BAIK
GLOMERULUS / PYELONEFRITIS AKUT
FEOKROMATOSITOMA, TUMOR GINJAL
TOKSEMIA GRAVIDARUM
PENYAKIT RENOVASKULER KOLAGEN
EFEK OBAT M A O, DEKONGESTAN
REBOUND FENOMENA: HENTIKAN OBAT
MENDADAK: METYLDOPA, PROPRANOLOL
STRES PASCA OPERASI
TINDAKAN IATROGENIK/ INTUBASI.
PENANGANAN KRISIS HT
UNTUK MENCEGAH KEMATIAN, PERLU PERAWATAN DI ICU.
TIRAH BARING
OKSIGEN 3-4 L / MNT
INFUS LINE DEX 5% 20TTS/MNT
DIET LUNAK RG.1500-2000 KALORI,
FUROSEMID 20 MG IV,
NA NITROPRUSID 1-3 ug / KG BB / MNT DG SERING PUMP
CLONIDIN 150 UG BOLUS IV PELAN2.
DIULANG 15-20 MNT DILANJUTKAN DRIP 150 UG MULAI 8
TTS /MNT NAIKKAN SAMPAI MAX 40 TTS/MNT.
DIAZEPAM 10MG BILA KEJANG.
PASANG DC, TH/ LAIN SESUAI KELUHAN/ SYMPTOMATIK
BILA TENSI TERKENDALI DILANJUTKAN ORAL ANTI HT.
Pathogenesis of Atherosclerosis (I)
Endothelial dysfunction:

Monocy
te

Lipid-Cluster

Endothelial
barrier

Monocy
te

Subintima
Endothelial Monocyte Endothelial Monocyte
permeability migration adhesion adhesion 0.5 µm 10.078
x
Vessel wall Monocyte transmigration

Ross R, N Engl J Med 340 (1999) & Lusis AJ, Nature 407 (2000)