Anda di halaman 1dari 20

MIOPIA

SMF ILMU PENYAKIT MATA RSUD JOMBANG


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
FAKULTAS KEDOKTERAN
2018
Anatomi Mata

• Media refraksi:
Kornea
Humor aquos
Lensa
Corpus vitreus
Fisiologi Penglihatan Normal

Pembentukan
bayangan di retina:
1. Pembiasan
cahaya
2. Akomodasi lensa
3. Konstriksi Pupil
4. Pemfokusan
MIOPIA
Definisi
• Miopia atau rabun jauh atau nearsightedness
• Merupakan kelainan refraksi mata, dimana sinar
sejajar yang datang dari jarak tak terhingga di
fokuskan didepan retina oleh mata dalam keadaan
tanpa akomodasi, sehingga pada retina didapatkan
lingkaran difus dan bayangan kabur
PENYEBAB :

- AXIAL : BOLA MATA PANJANG

- REFRAKTIF: KORNEA LEBIH CEMBUNG  INDEK


BIAS BESAR

- PEMBIASAN OLEH LENSA MENINGKAT AKIBAT


ADANYA KATARAK
Epidemiologi

• Prevalensi 70-90 % di berbagai negara di Asia,


jumlah terus meningkat
• Indonesia, tahun 2012, prevalensi 26 %
Etiologi

• Tidak diketahui, faktor predisposisi  genetik


(Autosomal resesif atau dominan)
• Miopia  bayangan jatuh di depan retina, oleh
karena:
• Indeks pembiasan yang terlalu kuat
• Sumbu bola mata yang panjang
Patogenesis  elongasi
berlebihan..
1. Abnormalitas mesodermal sklera
2. Meningkatnya kekuatan tekanan intraokular
basal
3. Peningkatan tekanan sklera  gosokan pada
mata, dll.
 PEMBAGIAN
1. menurut berat ukuran
- ringan : < - 3.00 dioptri
- sedang : - 3.00 s/d – 6.00 dioptri
- berat : > - 6.00 dioptri
2. berdsr kel. jaringan mata
- m. simpleks : - kel. patologik (-)
- berat ukuran < - 6.00 dioptri
- visus dpt mencapai 6/6
- m. patologik / progresif / malignan :
- kel. fundus progresif
- berat ukuran > - 6.00 dioptri
Gejala klinis
Subjektif
• Pandangan kabur
• Penglihatan untuk jauh kabur, sedangkan untuk dekat
jelas.
• Menyipitkan mata bila melihat jauh (squinting / narrowing
lids
• Cepat lelah, pusing, dan mudah mengantuk
• Strabismus konvergen (estropia) atau divergen (eksotropia)
 merasa juling
• Ambliopia pada salah satu mata yg miopinya tinggi
Gejala objektif

• Pada miopia simpleks


• Segmen anterior ditemukan bilik mata yang dalam
dan pupil yang relatif lebar
• Kadang-kadang ditemukan bola mata yang agak
menonjol
• Segmen posterior biasanya terdapat gambaran yang
normal atau dapat disertai kresen myopia (myopic
cresent) yang ringan di sekitar papil saraf optik
Diagnosis
1. Anamnesis  sesuai keluhan subjektif
2. Pemeriksaan fisik (Refraksi Subjektif)
• Visus dasar utk melihat jauh
• Visus dengan pinhole untuk mengetahui apakah penglihatan
yang buram disebabkan kelainan refraksi atau kelainan anatomi
• Metode “trial and error”, snellen chart dan lensa sferis negatif
sampai didapatkan visus 6/6
3. Pemeriksaan penunjang
• Funduskopi (Refraksi Objektif)
• Auto refraktometer
Penatalaksanaan
• Non operatif
1. Koreksi kacamata  bantuan lensa spheris konkaf (-)
dengan lensa yang terkecil
2. Lensa kontak  sifat menghilangkan hampir semua
pembiasan yang terjadi dipermukaan anterior kornea
• Operatif  Pembedahan
Operatif
1. Radial Keratotomy  mengurangi kelengkungan kornea dgn
sayatan pada kornea, meratakan kornea bagian sentral melalui
insisi radial hampir seluruh kornea jarang dilakukan Komplikasi
: pembentukan scar, perforasi mata, dan infeksi intraokular
2. Photorefractive Keratectomy (PRK)  mengurangi kelengkungan
kornea dengan memotong permukaan depan kornea
(menghilangkan membrana bowman) dengan alat yang disebut
Excimer Laser.
3. LASIK (Laser Assistet In-situ Keratomeuleosis)  menggunakan
teknologi laser dingin (cold/non thermal laser) dengan merubah
atau mengkoreksi kelengkungan kornea
Syarat dan indikasi LASIK
• Ingin terbebas dari kacamata dan lensa kontak
• Kelainan refraksi:
• Miopia sampai -1.00 sampai dengan - 13.00 dioptri.
• Hipermetropia + 1.00 sampai dengan + 4.00 dioptri.
• Astigmatisme 1.00 sampai dengan 5.00 dioptri
• Usia minimal 18 tahun
• Tidak sedang hamil atau menyusui
• Tidak mempunyai riwayat penyakit autoimun
• Mempunyai ukuran kacamata/ lensa kontak yang stabil selama paling
tidak 6 (enam) bulan
• Tidak ada kelainan mata, yaitu infeksi, kelainan retina saraf mata,
katarak, glaukoma dan ambliopia
• Telah melepas lensa kontak (Soft contact lens) selama 14 hari atau 2 (dua)
minggu dan 30 (tiga puluh) hari untuk lensa kontak (hard contact lens).
Metode:
- Flap surgery
- Minimally invasive, flapless
surgery (SMILE)
Komplikasi
- MIOPIA RINGAN : -
- MIOPIA BERAT  BOLAMATA > PANJANG

- RETINA TEREGANG – ATROFI


- BADAN KACA > ENCER

ABLASIO RETINA
Prognosis

• Prognosis miopia tergantung dari tatalaksana


yang diberikan. Bila segera dilakukan
tatalaksana maka akan memperbaiki prognosis.