Anda di halaman 1dari 36

PERSIAPAN

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN


SUB BIDANG PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN
BERDASARKAN UU NO. 23 TAHUN 2014
TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

DIRETORAT SINKRONISASI URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH IV


DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH
KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Jakarta, 21 Desember 2015


I. PERKEMBANGAN KEBIJAKAN DESENTRALISASI

UU 32 /’04
mencari keseimbangan

UU 22 / 1999 Dominan Destr

UU 5 / 1974 Dominan Sentrl

UU 18 / 1965 Dominan Desentr

Penetapan Presiden 6 / 1959 Dominan sentrl

UU 1 / 1957 Dominan Desentralisasi

UU 22 / 1948 Dominan Desentralisasi

UU 1 / 1945 Dominan Sentralisasi

DESENTRALISATIE WET 1903 Dominan Sentralisasi


URUSAN PEMERINTAHAN
(UU 23/2014)

ABSOLUT KONKUREN UMUM

WAJIB PILIHAN

PELAYANAN NON PELAYANAN


DASAR DASAR

3
URUSAN PEMERINTAHAN
(Pasal 9 s.d Pasal 26)

ABSOLUT KONKUREN PEMERINTAHAN UMUM

kewenangan Presiden sebagai kepala


dibagi antara Pemerintah
sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintahan yang di daerah
Pusat & Daerah Provinsi &
Pemerintah Pusat dilaksanakan oleh gub, bup/walko
Daerah Kab/Kota.
diwilayah kerja masing-masing

6 Urusan: 24
1. politik luar negeri Urusan Meliputi:
2. pertahanan Pemerintahan Wajib 1. pembinaan wawasan kebangsaan
3. keamanan & ketahanan nasional
4. yustisi 2. pembinaan persatuan dan
5. moneter dan fiskal kesatuan bangsa
nasional 3. pembinaan kerukunan antarsuku
6 18
6. agama & intrasuku, umat beragama, ras,
Urusan Urusan dan golongan lainnya guna
Wajib Wajib Non mewujudkan stabilitas kemanan
lokal, regional, dan nasional
Pelayanan Pelayanan 4. Konflik sosial
Pemerintah Pusat:
Dasar Dasar 5. koordinasi pelaksanaan tugas
1. melaksanakan sendiri
2. melimpahkan kpd 6. pengembangan kehidupan
Instansi Vertikal di demokrasi
Daerah atau gubernur
8 7. pelaksanaan semua Urusan
pemerintahan yg bukan
sebagai wakil Urusan merupakan kewenangan Daerah
Pemerintah Pemerintahan
Pilihan
URUSAN KONKUREN

WAJIB PILIHAN

BERKAITAN DENGAN TIDAK BERKAITAN


PELAYANAN DASAR DENGAN PELAYANAN
DASAR
1.Tenaga Kerja;
1. Pendidikan; 2. Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak;
2. Kesehatan; 3. Pangan;
1.Kelautan dan
3. Pekerjaan Umum 4. Pertanahan; Perikanan;
5. Lingkungan Hidup; 2.Pariwisata;
dan Penataan 6. Administrasi Kependudukan
3.Pertanian;
dan Pencatatan Sipil;
Ruang; 7. Pemberdayaan Masyarakat 4.Kehutanan;
4.Perumahan Rakyat dan Desa;
8. Pengendalian Penduduk dan
5.Energi dan
dan Kawasan Keluarga Berencana; Sumber Daya
9. Perhubungan; Mineral;
Permukiman 10.Komunikasi dan Informatika;
5. Ketenteraman, 11.Koperasi, Usaha Kecil, dan 6.Perdagangan;
Ketertiban Umum,
Menengah; 7.Perindustrian;
12.Penanaman Modal;
13.Kepemudaan dan Olah Raga;
dan
dan Perlindungan 14.Statistik; 8.Transmigrasi.
Masyarakat. 15.Persandian;
16.Kebudayaan;
6.Sosial. 17.Kerpustakaan; dan
18.kearsipan 5
PEMBAGIAN URUSAN KONKUREN
ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH PROVINSI DAN DAERAH
KABUPATEN/KOTA SUB BIDANG URUSAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN
(LAMPIRAN UU 23/2014)

SUB BIDANG DAERAH


PEMERINTAH PUSAT DAERAH PROVINSI
URUSAN KABUPATEN/KOTA

Pengawasan a. Penetapan Sistem Penga- a. Penyelenggaraan Pengawasan


Ketenagakerjaan wasan ketenagakerjaan. Ketenagakerjaan

b. Pengelolaan Tenaga Penga-


was Ketenagakerjaan

6
PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN KONKUREN
(Pasal 19 s.d Pasal 23)
URUSAN KONKUREN

PEMERINTAH DAERAH
DAERAH PROVINSI
PUSAT KAB/KOTA
SENDIRI
SENDIRI SENDIRI oleh Daerah Kab/Kota
oleh Daerah Provinsi
oleh PEMPUS

Menugasi DESA
Menugasi ditetapkan dengan
DAERAH KAB/KOTA peraturan bupati/wali kota
Melimpahkan kpd asas tugas pembantuan sesuai dengan ketentuan
GUBERNUR/INSTANSI ditetapkan ditetapkan peraturan perundang-
VERTIKAL dengan peraturan undangan
asas dekonsentrasi gubernur sesuai dengan
ketentuan peraturan
perundang-undangan.

Menugasi DAERAH
asas tugas Menugasi DESA
pembantuan ditetapkan dengan
ditetapkan dengan peraturan gubernur
peraturan Menteri/Kepala sesuai denganketentuan
Lembaga berkoordinasi peraturan perundang-
dgn MDN undangan.
WEWENANG PEMERINTAH PUSAT
DALAM PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN
KONKUREN
(Pasal 16-17)

1. MENETAPKAN NSPK DALAM RANGKA PENYELENGGARAAN URUSAN


PEMERINTAHAN.

MELAKSANAKAN PEMBINAAN DAN PENGAWASAN TERHADAP PENYELENGGARAAN


2. URUSAN PEMERINTAHAN YANG MENJADI KEWENANGAN DAERAH.

1. NSPK BERUPA KENTENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG DITETAPKAN OLEH PEMERINTAH PUSAT SEBAGAI
PEDOMAN DALAM PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN KONKUREN YANG MENJADI KEWENANGAN PEMERINTAH PUSAT
DAN YANG MENJADI KEWENANGAN DAERAH.

2. KEWENANGAN PEMERINTAH PUSAT DILAKSANAKAN OLEH KEMENTERIAN DAN LPNK.

3. PENETAPAN NSPK DILAKUKAN PALING LAMA 2 (DUA) TAHUN TERHITUNG SEJAK PP PELAKSANAAN URUSAN PEMERINTAHAN
KONKUREN DIUNDANGKAN.

4. DAERAH BERHAK MENETAPKAN KEBIJAKAN DAERAH UNTUK MELAKSANAKAN URUSAN PEMERINTAHAN YANG MENJADI
KEWENANGANANNYA

5. DAERAH MENETAPKAN KABIJAKAN DAERAH WAJIB BERPEDOMAN PADA NSPK YANG TELAH DITETAPKAN OLEH PUSAT.

6. APABILA KEBIJAKAN DAERAH DIBUAT TIDAK BERPEDOMAN PADA NSPK, PEMERINTAH PUSAT MEMBATALKAN KEBIJAKAN DAERAH.

7. APABILA DALAM JANGKA 2 TAHUN PEMERINTAH PUSAT BELUM MENETAPKAN NSPK, PENYELENGARA PEMERINTAHAN DAERAH
8
MELAKSANAKAN URUSAN PEMERINTAHAN YANG MENJADI KEWENANGAN DAERAH.
PENETAPAN NSPK
SUB BIDANG URUSAN PENGAWASAN
KETENAGAKERJAAN

INVENTARISASI SELURUH NSPK SUB BIDANG URUSAN PENGAWASAN


1. KETENAGAKERJAAN YANG TELAH DITETAPKAN. APAKAH TELAH SESUAI
ATAU BELUM SESUAI DENGAN PEMBAGIAN URUSAN YANG ADA DALAM
LAMPIRAN UU 23/2024, KALAU BELUM SESUAI SEGERA DISEMPURNAKAN.

PENGELOLAAN TENAGA PENGAWAS KETENAGAKERJAAN DAN


2. PENYELENGGARAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN PERLU
DIDEFINISIKAN SECARA JELAS DALAM NSPK.

NSPK HARUS MENGATUR SECARA JELAS TATA CARA/MEKANISME


3. PELAKSANAAN URUSAN, KELEMBAGAAN, STATUS TENAGA PENGAWAS
KETENAGAKERJAAN, SUMBER PEMBIAYAN, BINWAS, DAN MONEV

9
PEMETAAN URUSAN PEMERINTAHAN

KEMENTERIAN/LPNK BERSAMA PEMDA


MELAKUKAN PEMETAAN URUSAN PEMERINTAHAN WAJIB YG
TIDAK TERKAIT PELAYANAN DASAR DAN
URUSAN PEMERINTAHAN PILIHAN
HASIL PEMETAAN
DITETAPKAN DENGAN PERMEN SETELAH
MENDAPAT REKOMENDASI
DARI MENDAGRI

PEMETAAN URUSAN WAJIB


YANG TIDAK TERKAIT DENGAN PEMETAAN URUSAN PILIHAN
PELAYANAN DASAR

1. LAKUKAN UNTUK MENENTUKAN INTESITAS URUSAN 1. LAKUKAN UNTUK MENENTUKAN DAERAH YANG
WAJIB YANG TIDAK TERKAIT PELAYANAN DASAR. MEMPUNYAI URUSAN PILIHAN.

2. BERDASARKAN JUMLAH PENDUDUK, BESARNYA 2. BERDASARKAN POTENSI, PROYEKSI PENYERAPAN


APBD DAN LUAS WILAYAH. TENAGA KEJA, DAN PEMANFAATAN LAHAN

HASIL PEMETAAN :

1. DIGUNAKAN OLEH DAERAH DALAM PENATAAN


KELEMBAGAAN, PERENCANAAN DAN PENGANG-
GARAN DALAM PENYELENGGARAAN URUSAN YANG
MENJADI KEWENANGAN DAERAH.

2. DIGUNAKAN OLEH K/L SEBAGAI DASAR UNTUK


PEMBINAAN KEPADA DAERAH .
DASAR PENYUSUNAN
ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

URUSAN
PEMERINTAHAN
DAERAH

URUSAN PENUNJANG
WAJIB& URUSAN
PILIHAN PEMERINTAHAN

PADA PRINSIPNYA
SETIAP URUSAN
DIBENTUK DALAM
ORGANISASI
TERSENDIRI
DIWADAHI DIWADAHI
DLM DINAS DLM BADAN
PERANGKAT DAERAH
DALAM UNDANG-UNDANG PEMERINTAHAN DAERAH
UU 32/2004 UU 23/2014
Ps. 120 s/d Ps.128 Ps. 209
Perangkat Daerah Prov Perangkat Daerah Prov
a. Setda a. Setda
b. Set DPRD b. Set DPRD
c. Dinas Daerah c. Inspektorat
d. Lembaga Teknis Daerah d. Dinas
e. Badan
Perangkat Daerah Kab./Kota Perangkat Daerah Kab./Kota
a. Setda a. Setda
b. Set DPRD b. Set DPRD
c. Dinas Daerah c. Inspektorat
d. Lembaga Teknis Daerah d. Dinas
e. Kecamatan e. Badan
f. Kelurahan f. Kecamatan

PP.41/2007 PP ?
DRAF RPP ORGANISASI PERANGKAT DAERAH
KLASIFIKASI DINAS)

VARIABEL

VARIABEL FAKTOR UMUM VARIABEL FAKTOR TEKNIS

1. Provinsi:
1. Jumlah Penduduk a. Jumlah Angkatan Kerja Dalam Daerah Provinsi 16
Tahun Keatas
b. Jumlah Perusahaan Besar
2. Luas Wilayah
c. Jumlah Perusahaan Mengah
d. Jumlah Perusahaan Kecil
3. Jumlah APBD
2. Kabupaten/K ota:
a. Jumlah Angkatan Kerja Dalam Daerah
Kabupaten/Kota 16 Tahun Keatas
b. Jumlah Perusahaan Kecil

KLASIFIKASI DINAS:

1. Dinas Tipe A beban kerja yang besar dengan skor 800 keatas.

2. Dinas Tipe B beban kerja yang sedang dengan skor 601-800.

3. Dinas Tipe C beban kerja yang kecil dengan skor 400-600. 13


KONSEP PENGELOMPOKAN URUSAN
PEMERINTAHAN YANG TIDAK MEMENUHI KRIERIA
DINAS TIPE C

1. Bidang pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga;


2. Bidang sosial, pemberdayaan masyarakat dan desa, pemberdayaan
perempuan dan perlindungan anak, dan pengendalian penduduk dan
keluarga berencana;
3. Bidang penanaman modal, koperasi, usaha kecil dan menengah, industri,
perdagangan dan tenaga kerja
4. Bidang komunikasi dan informatika, statistik dan persandian;
5. Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, energi dan sumber daya
mineral dan pertanahan;
6. Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, dan Transmigrasi
7. Bidang pertanian, pangan, kelautan dan perikanan,
8. Bidang lingkungan hidup dan kehutanan;
9. bidang perpustakaan dan arsip;
10. bidang perhubungan, dan pariwisata.
KONSEP PENGATURAN
UPT DINAS DALAM

1. Pada dinas daerah dapat dibentuk unit pelaksana teknis dinas untuk
melaksanakan kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang
tertentu.

2. UPT ditetapkan berdasarkan kriteria :

• Adanya fungsi pelayanan tertentu yang membutuhkan satu kesatuan


manajemen dalam penyelenggaraannya;

• Tindak lanjut peratuaran perundang-undangan yang memerintahkan


pembentukan satuan/unit organisasi pelaksana; dan

• Kemampuan keuangan daerah.


KEMENTERIAN DALAM NEGERI

PEMBINAAN, PENGAWASAN DAN EVALUASI

PEMERINTAH

Pembinaan Pengawasan Evaluasi

Mendagri K/L Penghargaan &


Sanksi
Laporan
Binwas Umum Binwas Teknis Penyelenggaraan
Pemerintahan
Daerah
Secara Nas.
koordinasi
Mendagri Provinsi Pemda

Gubernur sbg wakil Pem. Binwas


umum & teknis (dibantu Perangkat Kab/Kota
16
Gubernur)
PERCEPATAN
PELAKSANAAN DAN PENGALIHAN
URUSAN PEMERINTAHAN KONKUREN
DALAM RANGKA
PERCEPATAN PELAKSANAAN URUSAN PEMERINTAHAN
DAN PENGALIHAN P3D KEMDAGARI TELAH
MENERBITKAN 2 (DUA) SE :

1. SE MENDAGERI NOMOR 120/253/SJ TAHUN 2015


tentang PENYELENG-GARAAN URUSAN PEMERINTAHAN
SETELAH DITETAPKAN UU.23/THN 2014 ttg
Pemerintahan Daerah (Tanggal 16 Januari 2015)

2. SE MENDAGERI NOMOR 120/5935/SJ TAHUN 2015


tentang PERCEPATAN PELAKSANAAN PENGALIHAN
URUSAN PEMERINTAHAN BERDASARKAN UU 23 /
THN2014 ttg Pemerintahan Daerah (Tanggal 16
Oktober 2015).
SURAT EDARAN MENDAGRI
NO. 120/253/SJ TANGGAL 16 JANUARI 2015

TENTANG PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN


SETELAH DITETAPKAN UU NO. 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

1. Pasal 404 Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 menyatakan bahwa serah terima personel,
pendanaan, sarana dan prasarana, serta dokumen (P3D) sebagai akibat pembagian urusan
pemerintahan antara Pemerintah Pusat, Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang diatur
berdasarkan Undang-Undang ini dilakukan paling lama 2 (dua) tahun terhitung sejak
Undang-Undang ini diundangkan.

Dengan memperhatikan ketentuan pasal 404 diatas, siklus anggaran dalam APBN dan
APBD, serta untuk menghindari stagnasi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang
berakibat terhentinya pelayanan kepada masyarakat, maka penyelenggaraan urusan
pemerintahan konkuren yang bersifat pelayanan kepada masyarakat luas dan masif, yang
pelaksanaannya tidak dapat ditunda dan tidak dapat dilaksanakan tanpa dukungan P3D,
tetap dilaksanakan oleh tingkatan/susunan pemerintahan yang saat ini
menyelenggarakan urusan pemerintahan konkuren tersebut samapai dengan
diserahkannya P3D
Lanjutan

Adapun urusan konkoren tesebut meliputi:


a. Pengelolaan Pendidikan Menengah;
b. Pengelolaan terminal penumpang tipe A dan tipe B;
c. Pelaksanaan rehabilitasi di Luar Kawasan hutan negara;
d. Pelaksanaan perlindungan hutan lindung dan hutan produksi;
e. Pemberdayaan masyarakat di bidang kehutanan;
f. Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan Provinsi;
g. Pelaksanaan Metrologi legal berupa tera, tera ulang dan
pengawasan;
h. Pengelolaan tenaga pengawas ketenagakerjaan dan
penyelenggaraan pengawasan ketenagakerjaan;
i. Penyelenggaraan penyuluhan perikanan nasional; dan
j. Penyediaan dana untuk kelompok masyarakat tidak mampu,
pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik belum
berkembang, daerah terpencil dan perdesaan
Lanjutan

2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan konkuren di luar urusan pemerintahan sebagaimana


dimaksud pada angka 1 dilaksanakan oleh susunan/tingkatan pemerintahan sesuai dengan
pembagian urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 23 Tahun
2014.

3. Khusus penyelenggaraan perizinan dalam bentuk pemberian atau pencabutan izin dilaksanakan
oleh susunan/tingkatan pemerintahan sesuai dengan pembagian urusan pemerintahan konkuren
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 dengan mengutamakan
kecepatan dan kemudahan proses pelayanan perizinan serta mempertimbangkan proses dan
tahapan yang sudah dilalui

4. Penataan/Perubahan perangkat daerah untuk melaksanakan urusan pemerintahan konkuren


hanya dapat dilakukan setelah ditetapkannya hasil pemetaan urusan pemerintahan sebagaimana
dimaksud dalam UU NO. 23 Tahun 2014

5. Urusan Pemerintahan Umum sebagaimana dimaksud Pasal 25 UnU No. 23 Tahun 2014
dilaksanakan oleh Badan/Kantor Kesbangpol dan/atau Biro/Bagian pada sekretariat daerah yang
membidangi pemerintahan sebelum terbentuknya instansi vertikal yang membantu Gubernur dan
Bupati/Walikota untuk melaksanakan urusan pemerintahan umum tersebut.

6. Pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah pusat sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 91 UU 23 Tahun 2014 dibantu oleh SKPD provinsi sampai deangan
dibentuknya perangkat Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat.
TUGAS GUBERNUR, BUPATI DAN WALIKOTA
DLM PENGALIHAN URUSAN PEMERINTAHAN
1. Menyelesaikan inventarisasi P3D
5. Melakukan koordinasi
antar tingkatan/susunan
dengan pimpinan DPRD
pemerintahan paling lambat 31
masing-masing.
Maret 2016 dan serah terima
personel, sarana dan prasarana serta
dokumen (P2D) paling lambat
tanggal 2 Oktober 2016.
4. Melakukan koordinasi
dengan GUBERNUR
Kementerian/Lembaga BUPATI 2. Hasil inventarisasi P3D
terkait yang membidangi WALIKOTA tersebut menjadi dokumen
masing-masing urusan dan dasar penyusunan
pemerintahan dan dapat RKPD, KUA/PPAS dan
difasilitasi oleh Rancangan Peraturan
Kementerian Dalam Daerah tentang APBD
Negeri. Provinsi/Kkabupaten/
Kota TA 2017.

3. Gubernur, Bupati dan Walikota


segera berkoordinasi terkait
dengan pengalihan urusan
pemerintahan konkuren.
SE MENDAGERI 120/5935/SJ THN 2015
PERCEPATAN PELAKSANAAN PENGALIHAN URUSAN PEMERINTAHAN
BERDASARKAN UU 23 THN 2014 ttg PEMERINTAHAN DAERAH
16 Oktober 2015

1. Saudara Gubernur danBupati/Walikota segera berkoordinasi


untuk menyelesaikan secara seksama inventarisasi personel,
sarana dan prasarana, pendanaan, dan dokumen sebagai akibat
pengalihan urusan pemerintahan konkuren paling lambat
tanggal 31 Maret 2016. Untuk serah terima berita acara P2D
paling lambat tanggal 2 Oktober 2016 sedangkan terkait serah
terima berita acara pendanaan paling lambat tanggal 31
Desember 2016
2. Untuk menjamin terjaganya kualitas layanan urusan
pemerintahan yang terjadi peralihan urusan sebagai akibat
perubahan pembagian urusan berdasarkan Undang-undang
Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah tidak
diperkenankan untuk melakukan mutasi/perpidahan personel
yang beralih urusannya di internal provinsi dan
kabupaten/kota, dan pengalihan barang milik daerah antar
pengguna barang dan/atau kuasa pengguna barang sebelum
adanya penyerahan barang milik daerah.
3. Terkait pendanaan, antara lain: gaji dan
tunjangan, biaya opersional kantor dan
biaya perawatan, agar disiapkan alokasi
anggaran untuk urusan pemerintahan yang
terjadi peralihan urusan sebagai akibat
perubahan pembagian urusan berdasarkan
Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah paling lambat
tanggal 31 Desember 2016.

4. Terkait dokumen, guna menjamin terjaganya


kualitas layanan urusan pemerintahan yang
terjadi peralihan urusan sebagai akibat
perubahan pembagian urusan berdasarkan
Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah segera
dilakukan imventarisasi dan dicatat dalam
lampiran BA serah terima.
5. Khusus terkait dengan pengalihan urusan dari provinsi dan
Kabupaten/Kota ke pemerintah pusat sebagaimana
dimaksud dalam SE Mendageri Nomor 120/253/Sj tanggal 16
Januari 2015 tentang Penyelenggaraan urusan Pemerintahan
setelah ditetapkannya UU 23 thn 2014 ttg Pemerintahan
Daerah, agar saudara segera melakukan koordinasi dengan
Menteri/Kepala LPNK terkait.

6. Untuk mempermudah dalam proses pengalihan urusan, telah


disiapkan format berita acara serah terima P3D beserta
daftar personel yang diserahkan, daftar sarana dan
prasarana yang diserahkan, dan daftar dokumen yang
diserahkan sebagaimana terlampir, sebagai bagian yang
tidak terpisahkan dari surat edaran ini. Untuk pengaturan
administrasi dan proses serah terima P2D mengikuti
peraturan perundang-undangan.
7. Bagi urusan pemerintahan yang terjadi peralihan
urusan sebagai akibat perubahan pembagian urusan
berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah namun belum diatur dalam SE Mendagri
Nomor 120/253/Sj Tanggal 16 Januari 2015 tentang
Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan setelah Ditetapkan
Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah agar segera melakukan serah terima P3D.

8.` Berdasarkan angka 1 sampai 7 di atas, Pemda segera


berkoor4dinasi dg K/L terkait, dan melaporkan hasil
pelaksanaan SE ini kepada MDN melalui Ditjen Bina Bangda
pada kesempatan pertama.

9. Menteri Dalam Negeri bersama Kementerian/Lembaga Non


Kementerian akan segera melakukan monitoring terhadap
pelaksanaanPengalihan urusan dimaksud, baik secara sendiri-
sendiri maupun bersama-sama.
Format Berita Acara Penyerahan P2D
BERITA ACARA SERAH TERIMA

PERSONEL, SARANA DAN PRASARANA DAN DOKUMEN


PROVINSI /KAB/KOTA ………….
DARI PEMERINTAH PROVINSI /KAB/ KOTA ……………….
KEPADA KEMENTERIAN / LPNK / PROVINSI................

NOMOR : ..........................................
NOMOR : ............................................

Pada hari ini ............ Tanggal ...................... Bulan ................ Tahun


.........................................., bertempat di Kantor Gubernur/Bupati/Walikota ........... kami
yang bertanda tangan di bawah ini :
1. Nama : ......................................................
Jabatan : GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA
Bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Provinsi/Kab/Kota ........... selaku yang
menyerahkan, selanjutnya disebut PIHAK KESATU.
2. Nama : ......................................................
Jabatan : MENTERI/KEPALA LPNK/GUBERNUR
Bertindak untuk dan atas nama Pemerintah dan Pemerintah daerah
Provinsi..................selaku yang menerima, selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Lanjutan...

PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA telah sepakat mengadakan serah terima
Personel, Sarana dan Prasarana dan Dokumen ...... Provinsi/Kabupaten/Kota
.........., dengan ketentuan sebagai berikut :
Pasal 1
(1) PIHAK KESATU menyerahkan Personel, Sarana dan Prasarana dan Dokumen
...... Provinsi/Kabupaten/Kota ..........., sebagaimana tercantum dalam Lampiran
Berita Acara Serah Terima ini kepada PIHAK KEDUA sesuai peruntukannya
menjadi perangkat Pemerintah, berdasarkan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

(2) Personel, Sarana dan Prasarana dan Dokumen yang diserahkan sebagaimana
tercantum dalam Lampiran I, Lampiran II, dan Lampiran III merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Berita Acara ini.
Pasal 2
PIHAK KEDUA menerima penyerahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1
untuk didayagunakan seoptimal mungkin bagi kepentingan pelaksanaan
tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan serta pelayanan kepada
masyarakat dalam rangka pembangunan nasional.
Lanjutan...

Pasal 3

(1) Dalam hal penyerahan personel sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 khusus penetapan Keputusan
Pemindahan Pegawai Negeri Sipil pada Provinsi ....... diberlakukan terhitung mulai tanggal
……………….. bulan ………………….. tahun ……………………….
(2) Berkenaan dengan hal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tentang belanja pegawai yang terdiri dari
Gaji Pokok, Tunjangan Keluarga, Tunjangan Jabatan dan Tunjangan lainnya serta pembiayaan
operasional Provinsi .......... masih menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi ……. sampai tanggal
….. bulan ……… tahun ………...
(3) Seluruh pembiayaan personel, pendanaan, sarana dan prasarana serta dokumen Provinsi …. mulai
tanggal …. bulan ….. tahun …… dan seterusnya, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah

Pasal 4
Bilamana terdapat daftar inventaris atau materi yang tercantum dalam Lampiran I, Lampiran II, dan
Lampiran III dari Berita Acara ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2), yang belum/tidak
lengkap dan/atau terdapat kekeliruan, PIHAK KEDUA dapat mengajukan kepada PIHAK KESATU,
untuk dilakukan klarifikasi dan perbaikan.
Lanjutan....
Pasal 5
Klarifikasi dan perbaikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, dapat
dilakukan perubahan setelah dikoordinasikan dan dikonsultasikan dengan
instansi terkait, yang hasilnya dituangkan dalam Berita Acara Khusus
Perubahan Lampiran yang tidak terpisahkan dari Berita Acara ini.
Pasal 6
PIHAK KEDUA selanjutnya atas nama Pemerintah menyerahkan personel,
sarana dan prasarana dan dokumen Provinsi ........ kepada Menteri …….. untuk
menjadi Perangkat Kementerian …….. yang dilaksanakan secara resmi dan
dituangkan dalam Berita Acara serah terima berdasarkan Peraturan
Perundang-undangan.
Pasal 7
Dalam hal ketentuan Pasal 6 telah dilaksanakan, namun serah terima PIHAK
KEDUA kepada Kementerian ……… belum terlaksana sebagian atau seluruhnya,
maka PIHAK KEDUA bertanggungjawab terhadap hal-hal yang sudah
diserahkan sebagaimana tersebut dalam Pasal 1.
Pasal 8
Berita Acara Serah Terima ini dibuat dalam rangkap 8 (Delapan) masing-
masing disampaikan kepada PIHAK KESATU, PIHAK KEDUA, Menteri ……..,
Menteri Keuangan, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi, Kepala Badan Kepegawaian Negara, Kepala Badan
Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan Kepala Arsip Nasional Republik
Indonesia.
Lanjutan...

PIHAK KEDUA, PIHAK KESATU,


MENTERI/KEPALA LPNK / GUBERNUR/ BUPATI /WALIKOTA
GUBERNUR , ...........................................,

.................................... .......................................

Saksi saksi

KETUA DPRD KEPALA KEJAKSAAN TINGGI


PROVINSI /KETUA DPRD PROVINSI / KEPALA KEJAKSAAN NEGERI
KABUPATEN/KOTA..........................................,
KABUPATEN/KOTA
.........................................,

........................................ ...........................................
LAMPIRAN BERITA ACARA SERAH TERIMA PERSONEL
NOMOR :
TANGGAL :

DAFTAR PERSONEL YANG DISERAHKAN

TEMPAT/TG PENDIDIKAN/ GOL/R GAJI


NO. NAMA NIP KARPEG L/P AGAMA TMT JABATAN SERTIFIKASI KET
L LAHIR THN LULUS UANG POKOK
(10) (11) (12) (13) (14)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1
2
3

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

........................ ..........................
LAMPIRAN BERITA ACARA SERAH TERIMA SARANA
DAN PRASARANA
NOMOR :
TANGGAL :
DAFTAR SARANA DAN PRASARANA YANG
DISERAHKAN
1. PERALATAN DAN MESIN
THN NILAI
KODE MEREK/TY NILAI
NO JENIS BARANG NUP PEROLEHA PEROLEHA KET
BARANG PE BUKU
N N
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1
2
3
PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

........................ ..........................
2. TANAH
KODE BUKTI NILAI
THN LUA
NO. STATUS TANAH BARAN NUP/KIB KEPEMILIK PEROLEH LOKASI
PEROLEHAN S
G AN AN
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1
2
3
PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

........................ ..........................
LAMPIRAN BERITA ACARA SERAH TERIMA
SARANA DAN PRASARANA
NOMOR :
3. KENDARAAN
TANGGAL :

IDENTITAS
NO KODE MEREK/
JENIS BARANG NUP/KIB NO NO KONDISI
. BARANG TYPE NOPOL BPKB
MESIN RANGKA
(9)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (10)
1
2
3
PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

........................ ..........................
4. GEDUNG/BANGUNAN

KODE THN LUAS JUMLAH


NO. JENIS BARANG NUP IMB KET
BARANG PEROLEHAN BANGUNAN LANTAI

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1
2
3

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

........................ ..........................
PENUTUP
1. DALAM RANGKA OPTIMALISASI PENYELENGGARAAN URUSAN
PEMERINTAHAN SESUAI UU 23/2014 PERLU SEGERA DILAKUKAN
INVENTARISASI DAN SERAH TERIMA P3D DARI KABUPATEN/KOTA
KEPADA PROVINSI

2. PEMERINTAH PUSAT SEGERA MENERBITKAN NSPK YANG DIJADIKAN


PEDOMAN DALAM PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN
KONKUREN DI DAERAH.

3. PEMERINTAH PUSAT BERSAMA-SAMA DENGAN PEMERINTAHAN


DAERAH MELAKUKAN PEMETAAN URUSAN YANG DIGUNAKAN OLEH
DAERAH DALAM PENATAAN KELEMBAGAAN, PERENCANAAN DAN
PENGANGGARAN .

4. PEMERINTAHAN PROVINSI
BERDASARKAN HASIL INVENTARISASI
P3D MENYUSUN RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN
PENYELENGARAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN UNTUK TA
2017.

5. PEMERINTAH PUSAT MELAKUKAN FASILITASI, PEMBINAAN DAN


PENGAWASAN PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN SUB
BIDANG PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN. 35
36