Anda di halaman 1dari 14

SCHISTOSOMIASIS YANG

DISEBABKAN OLEH PARASIT


SCHISTOSOMA
Kelompok A2
Tutor Dr. Rickie
Beng Wellem A – 102012087
Maria Yulia Herawati P – 102013130
Hengky Pranandya L – 102015020
Agatha Sally – 102015023
Christin Natalie S – 102015066
Billy Tandra J – 102015074
Darius Darmawan – 102015136
Kalista Yeni – 102016275

1
Skenario 1
seorang perempuan berusia 35 tahun datang dengan
keluhan demam sejak 1 bulan yang lalu.
■ Dari hasil anamnesis didapatkan keluhan ■ Riwayat Pribadi : pasien merupakan
berupa : seorang wisatawan dan memiliki hobby
 Diare disertai dengan tinja yang berenang.
berlendir dan berdarah ■ Pemeriksaan lab : ada eosinophilia
 BB menurun
■ Pemeriksaan tinja : ada telur berbentuk
 Malaise bulat dengan tonjolan kecil pada bagian
■ Pemeriksaan fisik : lateral kutub
 Pasien tampak pucat ■ Diagnosis : schistosomiasis
 Mata : anemis ■ Diagnosis banding : schistosomiasis oleh
 Limfadenopati menyeluruh penyebab lain
 Hepatomegali, pemeriksaan fisik
lainnya normal
2
Perbandingan Schisotoma Japonicum Schisotoma Mansoni Schisotoma Haematobium

Hospes Reservoar Anjing, kucing, rusa, babi, sapi Kera babon Kera babon dan kera jenis
lainnya.

Hospes Perantara Oncomelania Hupensis Biomphalaria sp. Bulinus sp.


Lindoenis

Telur berada di Usus, hati Paru – paru, otak, kolon, Kandung kemih, rectum, urin
rectum

Penyebaran Asia Tenggara (Indonesia, Afrika, berbagai negara Arab Afrika, Spanyol, berbagai
vietnam, malaysia, filipina), (Mesir), Amerika Selatan dan negara Arab (Timur Tengah,
RRC, taiwan Tengah Lembah Nil)

gejala Stadium I : gatal – gatal, -Splenomegali dapat menjadi Kelainan yang ditemukan
hepatomegali, eosinophil lebih berat hematuria dan disuria bila
tinggi, diare karena -- kelainan yang ditimbulkan terjadi sistitis
hipersensitif terhadap cacing, mirip dengan schisotoma
malaise japonicum
Stadium II : ada sindrom
disentri (pada infeksi berat),
diare, BB menurun, malaise,
hepatomegali
Stadium III : edema pada
tungkai bawah, splenomegali
3
Hospes Perantara & telur schisotoma

4
Siklus hidup parasit

5
Daur hidup Schistosoma Japonicum

6
Daur hidup schistosoma mansoni

7
Daur Hidup schistosoma haematobium

8
Etiologi & epidemiologi
■ Etiologi :
 Pruritus muncul 24-36 jam setelah infeksi akibat reaksi immunologi yang berlebihan
pada kulit dengan tahap antigen serkaria dapat menyebabkan dermatitis atau
swimmer itch.
 Perubahan pada paru akibat trauma oleh larva yang bermigrasi menyebabkan
pendarahan, dan menimbulkan eosinophil lokal yangdisertai dengan giant cell dan
menyebabkan batuk berdahak.
 peningkatan eosinofil dalam darah sebagai akibat dari perkembangan proses
sensistisasi toksik dan akibat absorpsi sistemik metabolit cacing.
■ epidemiologi
 Schistosomiasis akut berhubungan erat dengan kontak langsung umumnya pada
individu yang baru saja berkunjung dari daerah endemik, yang mungkin sedang
bermain air atau berada di sekitar aliran air, danau, atau sungai yang sudah terinfeksi
serkaria.
 Terjadi juga pada petani
9
Diagnosis

■ Pada orang yang terkena infeksi akan ditemukan kelainan kulit berupa terasa gatal
pada lokasi tempat serkaria menembus kulit yang disebut dengan schistosoma
dermatitis setelah 24-36 jam setelah infeksi.
■ 2 -8 minggu -> penderita mengalami keluhan demam setiap hari selama 2 – 30
hari, penurunan berat badan, urtikaria, lemas, diare.
■ Gejala hepatomegali ringan yang disebabkan hepatitis akut pada saat penetrasi.
Ditemukan eosinophil dalam darah sebagai akibat dari proses sensitasi toksik.
■ Ditemukan eosinophil hingga 50%, leukositosis, peningkatan IgM, IgG dan IgE.

10
Komplikasi

■ terbentuknya fibrosis periportal di dalam hati yang disebut fibrosis dari Symmers
dan hipertensi portal yang disebabkan oleh adanya bendungan empedu dalam
saluran hati, keadaan ini terjadi sepuluh hingga lima belas tahun setelah infeksi.
■ glomerulonephritis dan hipertensi portal yang disebabkan oleh telur yang
bersirkulasi atau karena adanya kompleks imun yang melalui hati.
■ Hipertensi pulmonal karena ada sumbatan arteriol oleh granuloma yang dibentuk
oleh telur.
■ Pada infeksi schistosoma haematobium, gejala pentingnya adalah disuria dan
hematuria yang biasanya tampak 2-3 bulan setelah infeksi.

11
pengobatan

■ Niridazol
 Efektif untuk schistosoma haematobium dan mansoni
 Dosis 25mg/kg (10 hari)
 Efek samping : mual, muntah, tidak nafsu makan, diare
■ Prazikuantel
 Efektif untuk ketiga schistosoma
 Dosis 35 mg/kg (2x1 hari)
 Cepat diserap
 Efek samping : mual, muntah, disentri, demam, pusing, sakit kepala

12
Pencegahan

■ Untuk mencegah infeksi schistosomiasis :


■ menghindari kontak dengan air yang mengandung serkaria seperti air sawah dan
sungai yang berdekatan dengan sawah, dan air rawa.
■ menghindari kontak dengan tinja manusia dan mamalia yang mengkontaminasi air
tempat keong air berkembang biak
■ memakai sepatu boots untuk menghindari serkaria masuk melalui kulit kaki
■ pemberantasan keong hospes perantara untuk memutus rantai daur hidup
Schistosoma

13
kesimpulan

■ Schistosomiasis merupakan infeksi dari cacing genus Schistosoma yang memiliki


hospes perantara keong air. Infeksi ini biasanya dialami oleh orang yang baru saja
dari daerah endemik dan berada di dalam air karena infeksinya dimulai dari
penetrasi pada kulit terutama kaki. Obat yang biasa diberikan adalah prazikuantel
secara oral dengan dosis 35 mg/kg berat badan diberikan dua kali sehari. Untuk
mencegah terkena infeksi ini, dianjurkan untuk tidak bermain di daerah air yang
ada pada daerah endemik, dan menggunakan sepatu boot saat berada di air.

14