Anda di halaman 1dari 102

ANALISIS SITUASI MASALAH DAN

KEBIJAKAN KESEHATAN NASIONAL


PRESENTED BY: dr. YULIANTO PRABOWO, M. KES
KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI JATENG

Semarang, 7 Desember 2015 1


POKOK BAHASAN

1. ANALISIS MASALAH KESEHATAN


2. IPKM 2014
3. KEBIJAKAN KESEHATAN NASIONAL
4. MDGs TO SDGs
5. PENUTUP

2
1. ANALISIS MASALAH KESEHATAN

3
RINGKASAN PENCAPAIAN MDGs 2013

4
PENCAPAIAN MDGs KESEHATAN 2014
(Laporan MDGs 2014, Bappenas)

UNFINISHED BUSINESS
BIDANG KESEHATAN

5
PENCAPAIAN MDGs KESEHATAN 2014
(Laporan MDGs 2014, Bappenas)

Belum
tercapai,
namun
tergolong
on track
6
PENCAPAIAN MDGs KESEHATAN 2014
(Laporan MDGs 2014, Bappenas)

Indikator proses
on track
Indikator outcome
off track

Cakupan
meningkat, namun
dampak positif
belum terlihat

7
PENCAPAIAN MDGs KESEHATAN 2014
(Laporan MDGs 2014, Bappenas)

Cakupan kondom
dan akses ARV on
track
Namun prevalensi
dan pengetahuan
HIV/AIDS off track

Malaria on track

Penanganan
Tuberkulosis
achieved
8
PENCAPAIAN MDGs KESEHATAN 2014
(Laporan MDGs 2014, Bappenas)

Akses air minum


dan sanitasi layak
secara keseluruhan
on track, namun
terdapan
kesenjangan antara
perkotaan dan
pedesaan
(pedesaan off track)
9
HASIL SURVEI DIET TOTAL (SDT) 2014

10
HASIL SURVEI DIET TOTAL (SDT) 2014

11
12
13
14
15
16
17
2. IPKM 2010-2014

18
IPKM INDONESIA 2010-2014 (1)

19
IPKM INDONESIA 2010-2014 (2)

20
3. KEBIJAKAN KESEHATAN NASIONAL

21
22
23
PERPRES 2 TAHUN
2015

24
VISI – MISI

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI


PEMBANGUNAN KESEHATAN

PROGRAM INDONESIA SEHAT


KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN
25
PROGRAM INDONESIA SEHAT
1.Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dalam
lingkungan hidup yang sehat agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya
perilaku hidup sehat shg terwujud bangsa yang mandiri, maju dan sejahtera.
2.Terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat
Add di bidang
Your Title kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya.

PARADIGMA SEHAT PENGUATAN YANKES JAMINAN KES NASIONAL


Program Program
Program
• Peningkatan Akses
•Pengarusutamaan kesehatan • Benefit
• Peningkatan Mutu
dalam pembangunan
• Regionalisasi Rujukan
• Sistem pembiayaan:
•Promotif & Preventif sebagai asuransi
pilar utama upaya kesehatan Intervensi berbasis risiko – azas gotong royong
•Pemberdayaan masyarakat Kesehatan (health risk)
• Kendali Mutu dan Kendali
Penerapan pendekatan Biaya
Continuum of care • Sasaran: PBI dan Non PBI
Indikator
Indikator
•Kota Sehat • Jumlah Kecamatan yang memiliki minimal
Indikator:
•Kecamatan Sehat 1 Puskesmas yang terakreditasi
• Jumlah Kab/Kota yang memiliki minimal 1 Total coverage
RSUD yang terakreditasi
26
PETA STRATEGI KEMENKES 2015 - 2019

27
28
29
30
31
32
ARAH PEMBANGUNAN KESEHATAN
RPJMN III SEMUA ORANG KESEIMBANGAN
2015 -2019 AKSES mendapatkan hak pelayanan PATIENT SAFETY dan
kesehatan sesuai kebutuhan KESEJAHTERAAN
di tempat pelayanan NAKES
AKSES kesehatan yang terstandart,
masyarakat YANKES dilayani oleh tenaga
terhadap BERMUTU kesehatan yang kompeten, KESEIMBANGAN
YANKES YANG SUPPLY and DEMAND
menggunakan standart
BERKUALITAS pelayanan, dengan biaya
semakin yang terjangkau serta
MANTAP MANTAP informasi yang adekwat atas
kebutuhan pelayanan Pencapaian SPM
Bid Kesehatan
kesehatanya
KEWENANGAN
KAB/KOTA/PROV
KURATIF REHABILITATIF PROMOTIF - PREVENTIF
PENDEKATAN SISTEM KESEHATAN NASIONAL SEBAGAI
LANDASAN PIKIR RPJMN 2015-2019 (Perpres 72/2012 – SKN)

MANAJEMEN KESEHATAN

BAYI -
SDM K IBU HAMIL
BALITA

FARMASI, ALKES DAN


MAKANAN
UPAYA •DERAJAT KESEHATAN
KESEHATAN •PERLINDUNGAN FINANSIAL
LITBANG •YANKES YANG
PASANGAN
ANAK USIA RESPONSIVENESS
USIA
SEKOLAH
SUBUR
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

REMAJA
PEMBIAYAAN KESEHATAN
(TERMASUK JKN)

34
5 JENIS TENAGA
KEBIJAKAN PENDAYAGUNAAN TENAGA KESEHATAN KESEHATAN DIKRIMKAN
UNTUK MEMPERKUAT
FUNGSI PUSKESMAS DI
DTPK (149 Kab, +/- 450
Puskesmas
TUGAS BELAJAR DAN IJIN BELAJAR UNTUK SPESIALISASI
ATAU SARJANA/MASTER/DOKTORAL KLASIKAL – PJJ

35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
4. MDGs to SDGs (2015-2030)

66
67
TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN 2030/
SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs)
• Seluruh tujuan SDGs
adalah sebuah kesatuan
sistem pembangunan,
tidak mementingkan
satu isu tertentu.
 INTEGRASI
PEMBANGUNAN
NASIONAL

68
17 TUJUAN SDGs
AGENDA 2030/ #GlobalGoals

Mengakhiri segala bentuk kemiskinan di manapun [7 target]

Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi, serta


mendorong pertanian yang berkelanjutan [8 target]

Menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan


bagi semua orang di segala usia [13 target]
Menjamin pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta
mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang
[10 target]kesetaraan gender serta memberdayakan seluruh wanita
Menjamin
dan perempuan [9 target]
Menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang
berkelanjutan bagi semua orang [8 target] 69
17 TUJUAN SDGs
AGENDA 2030/ #GlobalGoals

Menjamin akses energi yang terjangkau, terjamin, berkelanjutan dan modern bagi semua
orang [5 target]

Mendorong pertumbuhan ekonomi yang terus-menerus, inklusif, dan


berkelanjutan, serta kesempatan kerja penuh dan produktif dan pekerjaan
yang layak bagi semua orang [11 target]
Membangun infrastruktur yang berketahanan, mendorong
industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan serta membina
inovasi [8kesenjangan
Mengurangi target] di dalam dan antar negara [10 target]

Menjadikan kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, berketahanan dan berkelanjutan
[10 target]

Menjamin pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan [11


target] 70
17 TUJUAN SDGs
AGENDA 2030/ #GlobalGoals

Mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim dan


dampaknya [5 target]

Melestarikan dan menggunakan samudera, lautan serta sumber


daya laut secara berkelanjutan untuk pembangunan berkelanjutan
[10 target]memperbarui, serta mendorong penggunaan ekosistem daratan yang
Melindungi,
berkelanjutan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi penggurunan,
menghentikan dan memulihkan degradasi tanah, serta menghentikan kerugian
keanekaragaman hayati [12 target]
Mendorong masyarakat yang damai dan inklusif untuk
pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses keadilan bagi
semua orang, serta membangun institusi yang efektif, akuntabel,
dan inklusifperangkat-perangkat
Memperkuat di seluruh tingkatan [12 target](means of implementation)
implementasi
dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan [19
target]
71
DAMPAK YANG DIHARAPKAN SDGs
PENGURANGAN KEMISKINAN,
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
1 YANG MERATA, MATA PENCAHARIAN
DAN PEKERJAAN LAYAK

AKSES MERATA KEPADA PELAYANAN


2 DAN JAMINAN SOSIAL

KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN DAN


3 MEMPERTINGGI KETAHANAN
TERHADAP BENCANA

PEMERINTAHAN YANG DITINGKATKAN


4 KUALITASNYA DAN AKSES MERATA
KEPADA KEADILAN BAGI SEMUA
Kategori area cross-cutting:
ORANG
(United Nations Partnership for Development 2016-2020)
HAM, Kepemudaan, Kesetaraan Jender, HIV/AIDS,
Manajemen Data dan Statistik 72
PRINSIP PELAKSANAAN SDGs
Pembangunan terintegrasi di
Fokus pada capaian 3 dimensi Kerjasama Multisektoral,
seluruh aspek kehidupan
pembangunan: sosial, ekonomi, melibatkan seluruh aktor
manusia (people centered
lingkungan pembangunan
development)

Tanggung jawab yang sama bagi Penguatan fungsi perangkat


Memperhatikan kondisi, kapasitas implementasi
setiap negara, melalui kegiatan yang
dan prioritas nasional
terdiferensiasi (means of implementation)

Tidak boleh ada yang tertinggal Menghindari kesenjangan antar Mempertajam akuntabilitas pelaporan
melalui kelembagaan yang kuat,
dalam mencapai seluruh tujuan kelompok masyarakat dan antar pengelolaan data berkualitas, diikuti
SDGs wilayah inovasi strategi berbasis bukti

(Dimodifikasi dari Paparan BPS pada Workshop SDGs Bappenas, 2015 dan dokumen Transforming Our73World, UN
KESEHATAN SEBAGAI INPUT
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Contoh:

OUTCOME
OUTPUT 10.1 Pada tahun 2030, secara
INPUT PROSES 1.1. Pada 2030, mengentaskan
progresif mencapai dan
mempertahankan pertumbuhan
8.5 Pada tahun 2030 , mencapai kemiskinan pada semua orang, di
3.8. Mencapai UNIVERSAL HEALTH mana pun, saat ini ukurannya adalah
pendapatan dari 40 persen populasi
COVERAGE, termasuk perlindungan kondisi pekerja tetap dan produktif terbawah pada tingkatan yang lebih
orang-orang yang penguhidupannya
risiko keuangan, akses kepada dan pekerjaan yang layak untuk tinggi dari rata-rata nasional
kurang dari USD 1,25/ hari
pelayanan kesehatan dasar semua wanita dan laki-laki , 10.2 Pada tahun 2030,
berkualitas dan akses kepada obat- termasuk untuk orang-orang muda 1.2. Pada 2030, mengurangi
memberdayakan dan
obatan dan vaksin dasar yang dan penyandang cacat, dan upah setidaknya setengah jumlah laki-laki,
mempromosikan inklusi sosial,
yang sama untuk pekerjaan yang perempuan, dan anak-anak di segala
aman, efektif, dan berkualitas bagi ekonomi dan politik dari semua,
sama nilainya. usia yang hidup dalam kemiskinan di
semua orang. tanpa memandang usia, jenis
segala dimensi menurut definisi
kelamin, disabilitas, ras, etnis, asal,
nasional
agama atau status ekonomi atau
lainnya

74
KESEHATAN SEBAGAI OUTCOME
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Contoh:

INPUT PROSES OUTCOME


6.1. Mencapai akses air minum
OUTPUT
9.1 Mengembangkan kualitas, 3.1. Pada 2030, mengurangi angka
infrastruktur yang handal, aman yang universal dan 2.2. Pada tahun 2030, mengakhiri kematian ibu hingga di bawah 70 per
berkelanjutan dan tangguh, merata segala bentuk malnutrisi, 100.000 kelahiran hidup
termasuk daerah dan 6.2 Mencapai akses sanitasi dan termasuk mencapai target 3.2. Pada 2030, mengakhiri
infrastruktur lintas batas, untuk higiene yang cukup dan merata internasional 2025 untuk kematian bayi dan balita yang
mendukung pembangunan penurunan stunting dan wasting dapat dicegah, dengan seluruh
bagi semua orang serta
ekonomi dan kesejahteraan pada balita dan mengatasi negara berusaha menurunkan
mengakhiri defekasi terbuka, Angka Kematian Neonatal
manusia, dengan fokus pada memberi perhatian khusus pada kebutuhan gizi remaja
perempuan, wanita hamil dan setidaknya hingga 12 per 1.000 KH
akses yang dapat diterima kebutuhan perempuan dan dan Angka Kematian Balita 25 per
semua orang dan merata untuk wanita serta orang-orang yang menyusui, serta lansia. 1.000 KH
semua berada pada situasi rentan

75
PERHATIAN KHUSUS SEKTOR KESEHATAN
Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan
gizi, serta mendorong pertanian yang berkelanjutan [8 target]
GIZI MASYARAKAT
Menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong
kesejahteraan bagi semua orang
SISTEMdi segala usia [13NASIONAL
KESEHATAN
target]
Menjamin kesetaraan gender serta memberdayakan
seluruh wanita dan perempuan AKSES KESPRO, KB
[9 target]
Menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta
sanitasi yang berkelanjutan bagiSANITASI
semua orang
DAN[8AIR
target]
BERSIH

76
PERSIAPAN PELAKSANAAN SDGs

PERLU MENGIDENTIFIKASI
KETERSEDIAAN DATA INDIKATOR
SEJAK AWAL
(BPS, 2015) 77
17 SASARAN SDGs
AGENDA 2030/ #GlobalGoals
Mengakhiri segala bentuk kemiskinan di manapun [7 target]

Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi,


serta mendorong pertanian yang berkelanjutan [8 target]
Menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua
orang di segala usia [13 target]
Menjamin pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta mendorong
kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang [10 target]
Menjamin kesetaraan gender serta memberdayakan seluruh wanita dan
perempuan [9 target]
Menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan
bagi semua orang [8 target]
78
17 SASARAN SDGs
AGENDA 2030/ #GlobalGoals
Menjamin akses energi yang terjangkau, terjamin, berkelanjutan dan modern
bagi semua orang [5 target]
Mendorong pertumbuhan ekonomi yang terus-menerus, inklusif, dan berkelanjutan,
serta kesempatan kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua orang
[11 target]
Membangun infrastruktur yang berketahanan, mendorong industrialisasi yang
inklusif dan berkelanjutan serta membina inovasi [8 target]
Mengurangi kesenjangan di dalam dan antar negara [10 target]

Menjadikan kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, berketahanan dan


berkelanjutan [10 target]
Menjamin pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan [11 target]
79
17 SASARAN SDGs
AGENDA 2030/ #GlobalGoals
Mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim dan
dampaknya [5 target]

Melestarikan dan menggunakan samudera, lautan serta sumber daya laut


secara berkelanjutan untuk pembangunan berkelanjutan [10 target]
Melindungi, memperbarui, serta mendorong penggunaan ekosistem daratan yang berkelanjutan,
mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi penggurunan, menghentikan dan memulihkan
degradasi tanah, serta menghentikan kerugian keanekaragaman hayati [12 target]

Mendorong masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan,


menyediakan akses keadilan bagi semua orang, serta membangun institusi yang efektif,
akuntabel, dan inklusif di seluruh tingkatan [12 target]
Memperkuat perangkat-perangkat implementasi (means of implementation) dan
merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan [19 target]
80
PERHATIAN KHUSUS SEKTOR KESEHATAN
Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi, serta
mendorong pertanian yang berkelanjutan [8 target]
GIZI MASYARAKAT
Menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang
di segala usia [13 target]
SISTEM KESEHATAN NASIONAL
Menjamin kesetaraan gender serta memberdayakan seluruh wanita dan perempuan
[9 target]
AKSES KESPRO, KB
Menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan bagi
semua orang [8 target]
SANITASI DAN AIR BERSIH

81
GIZI DALAM KERANGKA SDGs
Tujuan #2: “Mengakhiri kelaparan,
mencapai ketahanan pangan dan
meningkatkan gizi, serta mendorong
pertanian yang berkelanjutan”
Tujuan #1: “Menanggulangi
Kelaparan dan Kemiskinan” 2.1. Pada tahun 2030, mengakhiri kelaparan dan menjamin akses pangan yang aman, bergizi, dan
• Unfinished business, mencukupi bagi semua orang, khususnya masyarakat miskin dan rentan termasuk bayi, di sepanjang
tahun.
melanjutkan pembangunan
gizi . 2.2. Pada tahun 2030, mengakhiri segala bentuk malnutrisi, termasuk mencapai target internasional
• Diposisikan pada tujuan #2 2025 untuk penurunan stunting dan wasting pada balita dan mengatasi kebutuhan gizi remaja
agar mengarah pada solusi perempuan, wanita hamil dan menyusui, serta lansia.
berkelanjutan, yaitu 2.3. Pada tahun 2030, menduakalilipatkan produktivitas dan pendapatan pertanian pada produsen berskala kecil, terutama wanita, bangsa pribumi, petani keluarga,
peningkatan akses pangan peternak dan nelayan, termasuk melalui akses yang aman dan merata kepada tanah, input dan sumber daya produktif lainnya, pengetahuan, layanan keuangan,
pasar dan peluang untuk pekerjaan pertambahan nilai maupun non-pertanian
dan produksi pertanian.
2.4. Pada tahun 2030, memastikan sistem produksi pangan yang berkelanjutan dan mengimplementasikan praktik pertanian yang berketahanan yang meningkatkan
• Melalui inovasi strategi, produktivitas dan produksi, yang membantu mempertahankan ekosistem, yang memperkuat kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim, cuaca ekstrem,
kekeringan, banjir dan bencana lainnya serta yang secara progresif meningkatkan kualitas daratan dan tanah
termasuk implementasi
Perpres 42 Tahun 2013 dan 2.5. Pada tahun 2020, mempertahankan keanekaragaman genetik pada bibit, tanaman budidaya serta hewan ternak dan jinak beserta spesies liar terkaitnya,
termasuk secara bijaksana mengelola dan melakukan diversifikasi bank bibit dan tanamandi tingkat nasional, regional, dan internasional, serta memastikan akses
kesepakatan ICN2 menuju kepada bagi hasil, dan bagi hasil yang adil dan merata melalui penggunaan sumber daya genetik dan asosiasi pengetahuan tradisional, sebagaimana disetujui
secara internasional
target WHA 2025. 82
KESEHATAN DALAM KERANGKA SDGs
Menjamin kehidupan yang
sehat dan mendorong
kesejahteraan bagi semua
orang di segala usia
Unfinished business:
1. Penurunan AKI, AKBa, AKN
2. HIV/AIDS, TB, Malaria
3. Akses Kesehatan Reproduksi (termasuk KB, ASFR)
13 Target
Perhatian baru:
1. Kematian akibat PTM
2. Penyalahgunaan narkotika dan alkohol
Seluruh isu kesehatan diintegrasikan 3. Kecelakaan lalu lintas
dalam satu tujuan (nomor 3). 4. Universal Health Coverage
Upaya pencapaian harus terintegrasi. 5. Kontaminasi dan polusi air, udara, tanah
6. Penanganan krisis dan kegawatdaruratan 83
KESEHATAN DALAM KERANGKA SDGs
(CROSS-CUTTING ISSUES)
Menjamin kesetaraan gender serta
memberdayakan seluruh wanita
dan perempuan
1. Sunat Perempuan (Female Genital Mutilation)
2. Akses kepada pelayanan kesehatan reproduksi, termasuk KB
3. Pendidikan dan informasi kesehatan seksual dan reproduksi pada
remaja

Menjamin ketersediaan dan


pengelolaan air serta sanitasi yang
berkelanjutan bagi semua orang
Perilaku hidup bersih dan sehat terkait:
1. Akses kepada air bersih
2. Akses sanitasi dasar layak
84
IDENTIFIKASI SEMENTARA
CALON INDIKATOR SDGs untuk bidang
KESEHATAN DAN GIZI

Dokumen Acuan:
Hasil Diskusi pada Pertemuan Inter-agency and Expert Group
on Sustainable Development Goal Indicators (IAEG-SDGs),
Bangkok, 26-28 Oktober 2015
per 2 November 2015
http://unstats.un.org/sdgs/files/meetings/iaeg-sdgs-meeting-
02/Outcomes/Agenda%20Item%204%20-
%20Review%20of%20proposed%20indicators%20-%202%20Nov%202015.pdf
85
No. Goal/ Target Calon Indikator SDGs RPJMN Renstra Data Sumber
2 Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi, serta
mendorong pertanian yang berkelanjutan
2.2 Pada tahun 2030, 2.2.1. Prevalence of Ada* Tidak Ada Kemkes RI,
mengakhiri segala bentuk stunting (height for age <-2 (pada Ada Riskesdas
baduta)
malnutrisi, termasuk SD from the median of the
mencapai target WHO Child Growth
internasional 2025 untuk Standards) among children
penurunan stunting dan under five years of age
wasting pada balita dan Ada
Tidak
mengatasi kebutuhan gizi 2.2.2. Prevalence of wasting Tidak Kemkes RI,
Ada
remaja perempuan, wanita Ada Riskesdas
hamil dan menyusui, serta
lansia.
*Indikator sejenis tersedia, namun terdapat perbedaan narasi nama indikator, perbedaan jenis data (insiden/prevalensi/jumlah), perbedaan populasi yang diukur, dsb.
**Data pernah dikumpulkan, namun definisi operasional perlu dikaji ulang

86
No Goal/ Target Calon Indikator SDGs RPJMN Renstra Data Sumber
.
3 Menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di
segala usia
3.1 Pada 2030, mengurangi angka 3.1.1. Maternal deaths per Ada Tidak Ada BPS, SDKI/
kematian ibu hingga di bawah 100,000 live births Ada Sensus
70 per 100.000 kelahiran Penduduk
hidup 3.1.2. Proportion of births Tidak Tidak Ada BPS,
attended by skilled health Ada Ada Susenas
personnel
3.2 Pada 2030, mengakhiri 3.2.1. Under-five mortality Tidak Tidak Ada BPS, SDKI
kematian bayi dan balita yang rate (deaths per 1,000 live Ada Ada
dapat dicegah, dengan births) Ada BPS, SDKI
seluruh negara berusaha 3.2.2. Neonatal mortality Tidak Tidak
menurunkan Angka Kematian rate (deaths per 1,000 live Ada Ada
Neonatal setidaknya hingga births)
12 per 1.000 KH dan Angka
Kematian Balita 25 per 1.000
*IndikatorKH
sejenis tersedia, namun terdapat perbedaan narasi nama indikator, perbedaan jenis data (insiden/prevalensi/jumlah), perbedaan populasi yang diukur,87dsb.
**Data pernah dikumpulkan, namun definisi operasional perlu dikaji ulang
No Goal/ Target Calon Indikator SDGs RPJMN Renstra Data Sumber
.
3 Menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia
3.3 Pada 2030, mengakhiri 3.3.1. Number of new HIV Ada* Tidak Ada Ada*
epidemi AIDS, infections per 1,000 (Prevalensi) (Laporan Direktorat
Triwulan)
tuberkulosis, malaria dan susceptible population (by Penyakit
penyakit tropis yang age, sex, and key Menular,
terabaikan, serta populations) Ditjen P2PL
memerangi hepatitis, Ada* Tidak Ada Ada
(Prevalensi)
penyakit bersumber air 3.3.2. TB incidence per 1,000
dan penyakit menular persons per year
Tidak Ada Tidak Ada Ada* Direktorat
lainnya.
3.3.3. Malaria incident cases P2B2, Ditjen
per 1,000 person per year P2PL
Tidak Ada Tidak Ada Ada* Direktorat
3.3.4. Estimated number of Penyakit
new hepatitis B infections Menular,
per 100,000 population in a Ditjen P2PL
given year
Tidak Ada Tidak Ada Tidak -
3.3.5. Number of people
requiring interventions Ada
*Indikator sejenis tersedia, namun terdapat perbedaan narasi nama indikator, perbedaan jenis data (insiden/prevalensi/jumlah), perbedaan populasi yang diukur,88dsb.
against
**Data pernah dikumpulkan, namun definisi operasional perlu neglected
dikaji ulang tropical
No Goal/ Target Calon Indikator SDGs RPJMN Renstra Data Sumber
.
3 Menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di
segala usia
3.4 Pada 2030, mengurangi sepertiga 3.4.1. Probability of dying of Tidak Tidak Tidak
kematian prematur akibat penyakit cardiovascular disease, cancer, Ada Ada Ada
tidak menular melalui pencegahan diabetes, or chronic respiratory disease
dan perawatan, serta mendorong between ages 30 and 70
kesehatan dan kesejahteraan 3.4.2. Suicide mortality rate Tidak Tidak Tidak
mental. Ada Ada Ada
3.5 Memperkuat pencegahan dan 3.5.1. Coverage of treatment Tidak Tidak Ada* Kemkes RI,
perawatan penyalahgunaan zat, interventions (pharmacological, Ada Ada Direktorat
termasuk penyalahgunaan narkotika psychosocial and rehabilitation and Kesehatan
dan alkohol yang membahayakan aftercare services) for substance use Jiwa
disorders
3.5.2. Harmful use of alcohol defined Tidak Tidak Tidak
according to the national context as Ada Ada Ada
alcohol per capita (15+ years old)
consumption within a calendar year in
litres of pure alcohol
3.6. Pada 2020, mengurangi setengah 3.6.1. Number of road traffic fatal Tidak Tidak Tidak
jumlah global kematian dan cedera injury deaths per 100 000 population Ada Ada Ada 89
No Goal/ Target Calon Indikator SDGs RPJMN Renstra Data Sumber
.
3 Menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di
segala usia
3.7. Pada 2030, menjamin akses semesta 3.7.1. Percentage of women of Tidak Tidak Ada BPS, Susenas
kepada pelayanan kesehatan seksual reproductive age (15-49 years) who have Ada Ada
dan reproduksi , termasuk keluarga their need for family planning satisfied
berencana (KB), informasi dan edukasi, with modern methods. BPS, SDKI
serta integrasi kesehatan reproduksi ke 3.7.2. Adolescent birth rate (10-14; 15-19) Tidak Tidak Ada
dalam strategi dan program nasional. per 1,000 women in that age group Ada Ada

3.8. Mencapai universal health coverage, 3.8.1. Coverage of tracer interventions Tidak Ada Ada Kemkes RI,
termasuk perlindungan risiko (e.g. child full immunization, ARV therapy, Ada Riskesdas
keuangan, akses kepada pelayanan TB treatment, hypertension treatment, dan Laporan
kesehatan dasar berkualitas dan akses skilled attendant at birth, etc.) Program
kepada obat-obatan dan vaksin dasar
yang aman, efektif, dan berkualitas bagi 3.8.2. Fraction of the population Tidak Tidak Ada* BPJS
semua orang. protected against Ada Ada (perlu
konfirmasi
catastrophic/impoverishing out-of-
BPJS)
pocket health expenditure
3.9. Pada 2030, mengurangi secara 3.9.1. Population in urban areas exposed Tidak Tidak Tidak
substansial kematian dan kesakitan to outdoor air pollution levels above Ada Ada Ada
akibat senyawa berbahaya serta WHO guideline values 90
kontaminasi dan polusi udara, air, dan
No. Goal/ Target Calon Indikator SDGs RPJMN Renstra Data Sumber

3 Menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di
segala usia
3.a. Memperkuat implementasi FCTC WHO di 3.a.1. Tobacco use among Ada* Ada* Ada* Direktorat
seluruh negara, sesuai keperluan. persons 18 years and older/ Age- (range (range (range PTM, Ditjen
standardized prevalence of usia usia usia <18) P2PL
current tobacco use among <18) <18)
persons aged 18 years and older.

3.b. Mendukung penelitian dan pengembangan 3.b.1. Proportion of population Tidak Tidak Tidak Kemkes RI,
vaksin dan obat penyakit menular maupun with access to affordable Ada Ada Ada Ditjen Binfar
tidak menular yang mempengaruhi terutama essential medicines on a dan Alkes
negara-negara berkembang, menyediakan sustainable basis
akses kepada obat dan vaksin dasar yang
terjangkau, sesuai Doha Declaration tentang Indikator tambahan: Tidak Tidak Tidak Kemkes RI,
TRIPS Agreement and Public Health, yang
3.b.2. Total net official Ada Ada Ada Balitbangkes
menegaskan hak negara berkembang untuk
development assistance to the
menggunakan secara penuh ketentuan-
medical research and basic
ketentuan dalam Kesepakatan atas Aspek-
Aspek terkait Perdagangan pada Hak Properti health sectors
Intelektual terkait keleluasaan untuk
melindungi kesehatan masyarakat, dan, pada
khususnya, menyediakan akses obat bagi
semua orang. 91
No. Goal/ Target Calon Indikator SDGs RPJMN Renstra Data Sumber
3 Menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di
segala usia
3.c Secara substansial meningkatkan 3.c.1. Health worker Ada Ada Ada Kemkes
. pembiayaan kesehatan serta density and distribution RI,
rekrutmen, pengembangan, BPPSDMK
pelatihan, dan retensi tenaga
kesehatan di negara-negara
berkembang, terutama negara-
negara tertinggal dan negara
bagian pulau kecil yang sedang
berkembang.
3.d Memperkuat kapasitas seluruh 3.d.1. Percentage of Tidak Ada* Ada* Kemkes
. negara, khususnya negara-negara attributes of 13 core Ada RI,
berkembang dalam hal peringatan capacities that have been Simkar-
dini, penurunan risiko serta attained at a specific point kesma,
pengelolaan risiko kesehatan in time Pusat
nasional dan global. Krisis
*Indikator sejenis tersedia, namun terdapat perbedaan narasi nama indikator, perbedaan jenis data (insiden/prevalensi/jumlah), perbedaan populasi yang diukur, dsb.
92
**Data pernah dikumpulkan, namun definisi operasional perlu dikaji ulang
No. Goal/ Target Calon Indikator SDGs RPJMN Renstra Data Sumber
5 Menjamin kesetaraan gender serta memberdayakan seluruh wanita dan perempuan
5.3 Menghilangkan segala bentuk praktik 5.3.1. Percentage of women Tidak Tidak Ada BPS
. berbahaya, seperti pernikahan anak- aged 20-24 who were married Ada Ada
anak, usia dini dan terpaksa, serta or in a union before age (i.e.
sunat perempuan. child marriage)
5.3.2. Percentage of girls and Tidak Tidak
women aged 15-49 years who Tidak Ada Ada**
have undergone FGM/C, by age Ada
group (for relevant countries
only)
5.6 Menjamin akses semesta kepada 5.6.2. Proportion of countries Tidak Tidak Tidak Dit. Kes.
. kesehatan seksual dan reproduksi with laws and regulations that Ada Ada Ada Anak,
Kemkes
serta hak-hak reproduksi guarantee all women and
sebagaimana yang disetujui, sesuai adolescents access to sexual
Programme of Action of the and reproductive health
International Conference on services, information and
Population and Development serta education (official records)
Beijing Platform for Action berikut
dokumen hasil konferensi kajiannya
*Indikator sejenis tersedia, namun terdapat perbedaan narasi nama indikator, perbedaan jenis data (insiden/prevalensi/jumlah), perbedaan populasi yang diukur,93dsb.
**Data pernah dikumpulkan, namun definisi operasional perlu dikaji ulang
No. Goal/ Target Calon Indikator SDGs RPJMN Renstra Data Sumber
6 Menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan bagi semua
orang
6.1 Mencapai akses air minum aman 6.1.1. Percentage of Ada Ada* Ada BPS,
yang universal dan merata population using safely Susenas
managed drinking
water services
6.2 Mencapai akses sanitasi dan 6.2.1. Percentage of Ada Ada* Ada BPS,
higiene yang cukup dan merata population using safely Susenas
bagi semua orang serta managed sanitation
mengakhiri defekasi terbuka, services
memberi perhatian khusus pada
kebutuhan perempuan dan
wanita serta orang-orang yang
berada pada situasi rentan
*Indikator sejenis tersedia, namun terdapat perbedaan narasi nama indikator, perbedaan jenis data (insiden/prevalensi/jumlah), perbedaan populasi yang diukur, dsb.
**Data pernah dikumpulkan, namun definisi operasional perlu dikaji ulang

94
CATATAN KETERSEDIAAN DATA INDIKATOR
BIDANG KETERANGAN
1 Gizi Indikator stunting SDGs menggunakan kelompok balita sementara RPJMN 2015-2019 kelompok baduta

2 Angka Kematian Ibu Perlu ditetapkan apakah menggunakan data SDKI atau Sensus Penduduk. Agar pelaporan SDGs sejalan dengan RPJMN 2015-2019.

3 Penyakit Menular dan Pelaporan SDGs untuk HIV/AIDS menggunakan ‘kasus baru,’ dan Hepatitis B menggunakan estimasi infeksi baru. Ketersediaan data perlu
NTD dikonfirmasi dan untuk NTD perlu penetapan secara spesifik jenis penyakitnya.

4 PTM dan Kesehatan Pelaporan diarahkan pada outcome, yaitu probabilitas kematian, serta kejadian bunuh diri. Untuk PTM data terkini adalah Riskesdas 2007
Jiwa dan untuk angka bunuh diri berada di Kepolisian

5 Narkoba, Alkohol, dan Indikator narkoba dan kecelakaan berada pada Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri, sementara alkohol, perlu dikaji keberadaannya.
Kecelakaan Lalu Lintas

6 Universal Health Indikator masih berstatus abu-abu, yaitu belum disepakati pada forum IAEG-SDG. Indikator yang diajukan belum ada pada RPJMN maupun
Coverage Renstra, namun untuk poin 3.8.1 data tersedia, untuk poin 3.8.2 (pembiayaan untuk pasien penyakit katastropik) berada di BPJS.

7 Ketenagaan Perlu ditentukan data apa yang akan digunakan untuk pengukuran indikator health worker density and distribution

8 Kontaminasi dan Polusi Data indikator tidak terdapat di Kemkes RI dan berdasarkan konfirmasi Dit. Bina Kesjor, belum ada institusi yang memiliki data tersebut.
Selama ini menggunakan acuan data penelitian. Indikator masih berstatus abu-abu.

9 Tembakau: Terdapat perbedaan target kelompok usia antara SDGs dan RPJMN-Renstra. SDGs menggunakan usia di atas 18 tahun sementara di
Indonesia di bawah 18 tahun.

10 Penelitian biomedis: Perlu dibahas dengan Balitbangkes

11 IHR Berada di P2PL dan sudah mulai diterapkan, termasuk pada saat wabah Ebola beberapa waktu lalu. Untuk uraiannya perlu pembahasan
95
lebih lanjut
5. PENUTUP

96
TINDAK LANJUT PEMERINTAH DAERAH
UNTUK PENCAPAIAN SDGs PADA SEKTOR KESEHATAN
LESSON LEARNT PROSES INTERNALISASI MDGs DALAM AGENDA PEMBANGUNAN DAERAH

RAN RAD
SDGs SDGs

(Integrasi MDGs dalam Dokumen Rencana Pembangunan - Bappenas, 2013)


97
TINDAK LANJUT PEMERINTAH DAERAH
UNTUK PENCAPAIAN SDGs PADA SEKTOR KESEHATAN
1. MENGIDENTIFIKASI INDIKATOR GOALS MDGS YANG BELUM TERCAPAI untuk ukuran
nasional ataupun daerah sesuai RPJMD dan memastikannya agar menjadi bagian dari
pencapaian target SDGs pada tahun yang akan datang,

2. MEMASUKKAN DALAM DOKUMEN PERENCANAAN DI DAERAH sesuai dengan periodisasi


kepala daerah dan khusus untuk 269 daerah yang melaksanakan Pilkada serentak,

3. MEMASTIKAN AGENDA TELAH MASUK DALAM RPJMD yang sedang disusun,

4. MENGIDENTIFIKASI PRAKTEK CERDAS PELAKSANAAN MDGS DAN ATAU KESALAHAN


PRAKTEK MDGS UNTUK MENYUSUN STRATEGI SDGS selagi menunggu kejelasan indikator
nasional yang sedang dalam proses pembahasan, dan

5. MENETAPKAN KOORDINATOR SDGS di institusi masing-masing untuk memudahkan


koordinasi pada tahun 2016 – ke depan.
98
TANTANGAN PELAKSANAAN SDGs
1. KONSEP PIKIR dan POLA TINDAK yang harus KOMPREHENSIF dan
INTEGRATIF serta KEPEMIMPINAN yang KUAT di semua strata.
2. PENDEKATAN memadukan TARGET INTERNASIONAL dengan INDIKATOR
LOKAL.
3. PELIBATAN semua AKTOR dan PELAKU PEMBANGUNAN dan bukan
bersifat TOP DOWN namun juga BOTTOM UP

UU NOMER 20 TAHUN 2013


UU NOMER 20 TAHUN 2003
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL TENAGA PENDIDIKAN KEDOKTERAN
UU NOMER 36 TAHUN 2014
UU NOMER 12 TAHUN 2012 TENAGA KESEHATAN
PENDIDIKAN TINGGI KESEHATAN UU NOMER 38 TAHUN 2014
KEPERAWATAN 99
TENAGA KESEHATAN MASA DEPAN
KEPENTINGAN
BANGSA – NEGARA

KEHORMATAN KEKUASAAN
MORAL
ETIKA
INTEGRITAS
PARTNERSHIP NETWORKING

KNOWLEDGE
CLINICAL SKILL MENDIDIK
JUDGMENT KOMPETENSI KARAKTER MELAYANI
ANALISA
HUMANISTIC PEDULI
METODOLOGI
COMMUNICATION
100
PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDIKAN
1. GIZI MASYARAKAT
2. KESEHATAN REPRODUKSI
3. PENYAKIT MENULAR – TIDAK MENULAR
4. PEMBIAYAAN KESEHATAN
CROSS CUTTING CROSS CUTTING
ISSUES KULIA ISSUES
KULIAH INTEGRASI
DETERMINANT DETERMINANT
SOCIO CULTURAL SOCIO CULTURAL
1. ANALISIS KEBIJAKAN KESEHATAN
2. PROMOSI KESEHATAN
3. SURVEILANS DAN EPIDEMIOLOGI
4. KESEHATAN LINGKUNGAN DAN KESEHATAN KERJA
5. MANAJEMEN KESEHATAN
101
TERIMA KASIH
Email: yuli_prabowo_62@yahoo.com
Website: www.dinkesjatengprov.go.id
Twitter: @dinkesjateng
Telp.: 024-3511351; Fax: 024-3517463
102