Anda di halaman 1dari 29

KELOMPOK 6

1. NENJEL PUTRI ZUANZAH


( 2016.01.00.02.005)
2. INTANIA PERTIWI
(2016.01.00.02.011)
3. SUCI MARDILA
(2016.01.00.02.015)

DOSEN PEMBIMBING :
YULIUS M.Ag

UNIVERSITAS MUHAMMAD NATSIR


BUKITTINGGI
TAHUN AJARAN 2016-2017
• Al-qur’an
• Hadits
• Ijtihad
AL-QUR’AN
etimologi Alquran berasal dari kata qara’a, yaqra’u,
qiraa’atan, atau qur’anan yang berarti
mengumpulkan (al-jam’u) dan menghimpun (al-
dlammu).
terminologi (syariat), Alquran adalah Kalam Allah
ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup
para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi
wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan
diakhiri dengan surat an-Naas
1. Tauhid

2. Ibadah,

3. Janji dan ancaman

4. Kisah umat terdahulu


1. Al-Kitab,
2. Al-Kalam,
3. Az-Zikra
4. Al-Qasas
5. Al-Huda,
6. Al-Furqan
7. Al-Mau’izah
8. As-Syifa
9. An-Nur
10. Ar-Rahman
11. Al Muthahharah
 a. Keimanan;
 b. Akhlak dan budi pekerti; dan
 c. Aturan tentang pergaulan hidup sehari-hari
antar sesama manusia.
1. la diturunkan dalam bahasa Arab
2. Al-Quraan turun sebagai Wahyu
3. Al-Quraan menjadi mukjizat bagi Rasulullah
s.a.w.
4. Al-Quraan disampaikan kepada kita melalui
riwayat yang mutawatir
5. Membaca Al-Quraan di dalam sembahyang
dan di luar sembahyang adalah dikira ibadah
dan diberikan pahala.
 1. Hukum I’tiqadiah, yakni hukum yang mengatur hubungan
rohaniah manusia dengan Allah SWT dan hal-hal yang berkaitan
dengan akidah/keimanan. Hukum ini tercermin dalam Rukun
Iman. Ilmu yang mempelajarinya disebut Ilmu Tauhid, Ilmu
Ushuluddin, atau Ilmu Kalam.
 2. Hukum Amaliah, yakni hukum yang mengatur secara lahiriah
hubungan manusia dengan Allah SWT, antara manusia dengan
sesama manusia, serta manusia dengan lingkungan sekitar.
Hukum amaliah ini tercermin dalam Rukun Islam dan disebut
hokum syara/syariat. Adapun ilmu yang mempelajarinya disebut
Ilmu Fikih.
 3. Hukum Khuluqiah, yakni hukum yang berkaitan dengan perilaku
normal manusia dalam kehidupan, baik sebagai makhluk
individual atau makhluk sosial. Hukum ini tercermin dalam konsep
Ihsan. Adapun ilmu yang mempelajarinya disebut Ilmu Akhlaq
atau Tasawuf.
 Al- Huda (petunjuk), bahwa al-qur’an adalah
petunjuk bagi kehidupan manusia
 Al-Furqan (pembeda). pembeda (antara yang
hak dan yan batil)
 Al-Syifa (obat). penyembuh bagi penyakit-
penyakit (yang berada) dalam dada
 Al-Mau’izhah (nasihat). petunjuk serta
pelajaran bagi yang bertaqwa
 Al-Qur'an terdiri dari 114 surat; 91 surat turun di Makkah dan 23
surat turun di Madinah. Ada pula yang berpendapat, 86 surat turun
di Makkah dan 28 surat di Madinah. Ayat yang turun sebelum
Rasul Hijrah dinamakan Makkiyah, pada umumnya suratnya
pendek-pendek, menyangkut prinsip-prinsip keimanan dan
akhlaq, panggilannya ditujukan kepada manusia. Sedangkan ayat
yang turun setelah Rasul Hijrah disebut Madaniyyah, pada
umumnya suratnya panjang-panjang menyangkut peraturan-
peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan Tuhan
atau seseorang dengan lainnya (syari'ah). Diperkirakan 19/30 turun
di Madinah. Atas inisiatif para ulama maka kemudian al-Qur'an
dibagi-bagi menjadi 30 juz. Dalam 30 juz dibagi kepada setengah
juz, seperempat juz, maqra, dan lain-lain.
 Al-Qur'an terdiri dari 114 surat; 91 surat turun di Makkah dan 23
surat turun di Madinah. Ada pula yang berpendapat, 86 surat turun
di Makkah dan 28 surat di Madinah. Ayat yang turun sebelum
Rasul Hijrah dinamakan Makkiyah, pada umumnya suratnya
pendek-pendek, menyangkut prinsip-prinsip keimanan dan
akhlaq, panggilannya ditujukan kepada manusia. Sedangkan ayat
yang turun setelah Rasul Hijrah disebut Madaniyyah, pada
umumnya suratnya panjang-panjang menyangkut peraturan-
peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan Tuhan
atau seseorang dengan lainnya (syari'ah). Diperkirakan 19/30 turun
di Madinah. Atas inisiatif para ulama maka kemudian al-Qur'an
dibagi-bagi menjadi 30 juz. Dalam 30 juz dibagi kepada setengah
juz, seperempat juz, maqra, dan lain-lain.
 Tentang Aqidah Tauhid : Tauhid sebagai satu hak Allah SWT. Dari
sejumlah hak-Nya telah diajarkan kepada manusia sejak Nabi
Adam as hingga Nabi-nabi sesudahnya.
 Tentang Wa’du dan Wa’id (janji dan ancaman).
 Tentang ibadat; ibadah bagi manusia disamping menjadi tujuan
hidupnya, juga berfungsi sebagai bukti nyata syukurnya kepada
Allah SWT. Atas segala nikmat dan karunia-Nya yang telah
diberikan.
 Tentang cara dan jalan mencapai kebahagiaan; Al-Quran
mengandung hukum-hukum yang mengatur tata cara pergaulan
hidup bermasyarakat untuk mencapai kebahagiaan dunia dan
akhirat.
 Tentang sejara umat masa lalu; dalam Al-Quran terdapat kisah-
kisah para Nabi dan Rasul dan orang-orang shalih lainnya agar kita
dapat mengambil hikmah dan pelajaran.
HADITS
 Kata hadis secara etimologi (bahasa) berarti
al-jadid (baru, antonim kata qadim), al-
khabar yang berarti berita dan al-Qarib
(dekat).
 Sedangkan secara terminologi hadis adalah
segala ucapan, perbuatan, ketetapan dan
karakter Muhammad Saw setelah beliau
diangkat menjadi Nabi.
 Sementara itu Jumhurul Ulama atau kebanyakan
para ulama ahli hadis mengartikan Al-Hadis, Al-
Sunnah, Al-Khabar dan Al-Atsar sama saja, yaitu
segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi
Muhammad Saw, baik dalam bentuk ucapan,
perbuatan maupun ketetapan. Sementara itu
ulama Ushul mengartikan bahwa Al-Sunnah
adalah sesuatu yang berasal dari Nabi
Muhammad dalam bentuk ucapan, perbuatan
dan persetujuan beliau yang berkaitan dengan
hukum.
1. Sebagai Bayanul Taqrir
2. Sebagai Bayanul Tafsir
3. Sebagai Tafshilul Mujmal
4. Sebagai Takhshishul 'Amm
5. Sebagai Bayanul Muthlaq
6. Sebagai Bayanul Naskhi
7. Sebagai Bayanul Tasyri'
Sanad

Rawi

Matan
Menurut bahasa sanad adalah sandaran atau sesuatu yang
dijadikan sandaran. Dikatakan demikian karena Hadits
bersandar kepadanya.

Menurut istilah al-Badr bin Jamaah dan At-Tibby,


menyatakan bahwa sanad adalah pemberitaan tentang
munculnya suatu matan Hadits .

Dengan perkataan lain, sanad adalah jalan yang dapat


menghubungkan matan Hadits kepada Nabi Muhammad.
 Rawi menurut istilah adalah seorang yang
menyampaikan atau menuliskan dalam
sebuah kitab apa yang diterimanya dari
seorang guru. Atau lebih singkatnya adalah
orang yang meriwayatkan atau
memberitakan Hadits.
 Menurut bahasa matan berarti punggung jalan
atau tanah yang kerasdan tinggi. Matn kitab yang
tidak bersifat komentar dan bukan tambahan-
tambahan penjelasan.
Jamak matn adalah mutun.yang dimaksud matn
dalam ilmu hadits ialah: ma yantahiy ilayhi as-sanad
min al-kalam.yakni: sabda nabi yang disebut setelah
sanad, atau penghubung sanad, atau materi hadits[
 Hadis qauli
 Hadis fi'li
 Hadis Ahwali
 Hadis Hammi
 Hadis taqriri
IJTIHAD
 Dari segi bahasa, ijtihad berarti;
mengerjakan sesuatu dengan segala
kesungguhan.
 Pengertian Ijtihad secara termologis adalah
mencurahkan seluruh kemampuan dalam
mencari syariat dengan cara-cara tertentu.
Ijtihad termasuk sumber-sumber hukum
islam yang ketiga setelah Al-Qu'an, Hadist,
yang memiliki fungsi dalam menetapkan
suatu hukum dalam islam
 Ijma' (kesepakatan)
 Qiyas
 Maslahah Mursalah
 Sududz Dzariah
 Istishab
 Urf
 Istihsan
 Penentuan I Syawal, Para ulama berkumpul
untuk berdiskusi mengeluarkan argumennya
untuk menentukan 1 Syawal
 penentuan awal Ramadhan. Setiap ulama
memiliki dasar hukum dan cara dalam
penghitungannya, jika telah ketemu maka
muncullah kesepakatan dalam penentuan 1
Syawal.
 Setiap permasalahan baru yang dihadapi setiap
umat dapat diketahui hukumnya sehingga
hukum islam selalu berkembang serta sanggup
menjawab tantangan.
 Dapat menyesuaikan hukum dengan
berdasarkan perubahan zaman, waktu dan
keadaan.
 Menetapkan fatwa terhadap masalah-masalah
yang tidak terkait dengan halal atau haram.
 Dapat membantu umat islam dalam menghapi
setiap masalah yang belum ada hukumnya
secara islam.