Anda di halaman 1dari 12

ALAT PELINDUNG DIRI

(APD)
DEFINISI .......
• Alat Pelindung Diri (APD) merupakan kelengkapan yang
wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan resiko
kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan
orang di sekelilingnya. Kewajiban itu sudah disepakati
Oleh pemerintah melalui Departement Tenaga Kerja
Republik Indonesia
• (http://id.wikipedia.org/wiki/alat_pelindung_diri)
Beberapa alat pelindung diri yang dapat dipilih sesuai jenis dan
tempat kerja antara lain

• Kaca Mata Pengaman (Safety Glasses). Berfungsi


sebagai pelindung mata ketika bekerja (misalnya
mengelas).
• Penutup Telinga (Ear Plug / Ear Muff). Berfungsi sebagai
pelindung telinga pada saat bekerja di tempat yang
bising.
• Safety Helmet. Berfungsi sebagai pelindung
kepala dari benda yang bisa mengenai kepala
secara langsung.
• Tali Keselamatan (safety belt). Berfungsi sebagai
alat pengaman ketika menggunakan alat
transportasi ataupun peralatan lain yang serupa
(mobil, pesawat, dan alat berat)
• Sepatu Karet (sepatu boot). Berfungsi sebagai alat
pengaman saat bekerja di tempat yang becek ataupun
berlumpur. Kebanyakan di lapisi dengan metal untuk
melindungi kaki dari benda tajam atau berat, benda
panas, cairan kimia.
• Sepatu pelindung (safety shoes). Seperti sepatu biasa,
tapi dari bahan kulit dilapisi metal dengan sol dari karet
tebal dan kuat. Berfungsi untuk mencegah kecelakaan
fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam
atau berat, benda panas, cairan kimia.
• Sarung Tangan. Berfungsi sebagai alat pelindung tangan
pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat
mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung
tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing
pekerjaan.
• Tali Pengaman (Safety Harness). Berfungsi sebagai
pengaman saat bekerja di ketinggian. Diwajibkan
menggunakan alat ini di ketinggian lebih dari 1,8 m.
• Masker (Respirator). Berfungsi sebagai penyaring udara
yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udara
buruk (misal berdebu, beracun).
• Pelindung wajah (Face Shield). Berfungsi sebagai
pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja
(misal pekerjaan menggerinda)
• Jas Hujan (Rain Coat). Berfungsi melindungi dari percikan
air saat bekerja (misal bekerja pada waktu hujan atau
sedang mencuci alat).
Tujua Alat Pelindung Diri

• Melindungi tubuh dari bahaya pekerjaan


yang dapat mengakibatkan penyakit atau
kecelakaan kerja, sehingga penggunaan
alat pelindung diri memegang peranan
penting
Manfaat APD bagi tenaga kerja/ pratikan
Tenaga kerja/ praktikan dapat bekerja dengan perasaan
lebih aman untuk terhindar dari bahaya-bahaya kerja
Dapat mencegah kecelakan akibat kerja
Tenaga kerja/ praktikan dapat memperoleh derajat
kesehatan yang sesuai hak dan martabatnya sehingga
tenaga kerja/ praktikan akan mampu bekerja secara aktif
dan produktif.
Tenaga kerja/ praktikan bekerja dengan produktif
sehingga meningkatkan hasil produksi/prakteknya.
Khusus bagi tenaga kerja, hal ini akan menambah
keuntungan bagi tenaga kerja yaitu berupa kenaikan gaji
atau jaminan sosial sehingga kesejahteraan akan terjamin
Penatalaksaan APD
• Menyusun kebijaksanaan penggunaan dan
pemakaian APD secara tertulis, serta
mengkomunikasikannya kepada semua tenaga
kerja/praktikan dan tamu yang mengunjungi
perusahaan/ laboratorium tersebut.
• Memilih dan menempatkan jenis APD yang
sesuai dengan potensi bahaya yang terdapat di
tempat kerja/ laboratorium.
• Melaksanakan program pelatihan penggunaan
APD untuk meyakinkan tenaga kerja/
laboratorium agar mereka mengerti dan tahu cara
menggunakannya. Untuk kegiatan praktikum di
laboratorium dapat berupa penjelasan pentingnya
dan cara penggunaan APD.
• Menerapkan penggunaan dan pemakaian APD
serta pemeliharaannya secara berkala.
Dasar Hukum APD
• Pasal 1 ayat (2) tentang Tujuan Pelayanan Kesehatan
Kerja:
“Melindungi tenaga kerja terhadap setiap gangguan
kesehatan yang timbul dari pekerjaan atau lingkungan
kerja”

• Pasal 2 ayat (1) tentang Tugas Pokok Pelayanan


Kesehatan Kerja:
“Memberikan nasehat mengenai perencanaan dan
pembuatan tempat kerja” Pemilihan alat pelindung diri yang
diperlukan dan zat gizi serta penyelenggaraan makanan
ditempat kerja”.