Anda di halaman 1dari 47

ekarudypurwana@yahoo.co.

id
 Dari segi biologis, perilaku adalah suatu
kegiatan atau aktifitas organisme (makhluk
hidup) yang bersangkutan.
 semua kegiatan atau aktifitas manusia, baik
yang dapat diamati langsung maupun yang
tidak dapat diamati oleh pihak luar.
(Notoatmodjo, 2003).
 Seorang ahli psikologis, merumuskan bahwa
perilaku merupakan respon atau reaksi
seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari
luar). (Skinner, 1938 yang dikutip dalam
Notoatmodjo,2003).
dapat dilihat dari 3 aspek yakni :
 aspek fisik
 aspek psikis
 aspek social.
Perilaku manusia merupakan refleksi dari
berbagai gejala kejiwaan seperti
pengetahuan, keinginan, kehendak, minat,
motivasi, persepsi sikap dan sebagainya
:
 factor prngalaman
 keyakinan
 sarana fisik
 sosio budaya masyarakat
 Perilaku dari pandangan biologis adalah merupakan suatu
kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan. Jadi
perilaku manusia pada hakekatnya adalah suatu aktivitas
dari manusia itu sendiri. , perilaku manusia itu
mempunyai bentangan yang sangat luas, mencakup
berjalan, berbicara, bereaksi, berpakaian, dan sebagainya.
Bahkan kegiatan internal (internal activity) seperti
berpikir, persepsi dan emosi juga merupakan perilaku
manusia.
 perilaku adalah apa yang dikerjakan oleh organisme
tersebut, baik dapat diamati secara langsung atau secara
tidak langsung.
 Perilaku dan gejala perilaku yang tampak pada kegiatan
organisme tersebut dipengaruhi baik oleh faktor genetik
(keturunan) dan lingkungan.
 Secara umum dapat dikatakan bahwa faktor genetik dan
lingkungan ini merupakan penentu dari perilaku makhluk
hidup termasuk perilaku manusia.
 Dilihat dari bentuk
a. Perilaku Tertutup (Covert behavior)
Respon seseorang terhadap stimulus dalam
bentuk terselubung atau tertutup (covert),
Misalnya: Seorang ibu hamil tahu pentingnya
periksa kehamilan, seorang pemuda tahu
bahwa HIV/AIDS dapat menular melalui
hubungan seks, dan sebagainya.
b. Perilaku Terbuka (Overt behavior)
Respon seseorang terhadap stimulus dalam
bentuk tindakan nyata atau terbuka, misalnya
seorang ibu memeriksakan kehamilannya atau
membawa anaknya ke puskesmas untuk
diimunisasi.
 Perilakukesehatan adalah suatu respon
seseorang atau organisme terhadap stimulus
atau objek yang berkaitan dengan sakit atau
penyakit, sistem pelayanan kesehatan,
makanan, dan minuman serta lingkungan.
(Dinas Kesehatan Polewali Mandar,2008)
a. Bentuk pasif
Adalah respon internal yang terjadi di
dalam diri manusia dan tidak secara
langsung bisa dilihat orang lain,misalnya
berpikir,tanggapan,sikap atau pengetahuan.
b. Bentuk aktif
Adalah apabila perilaku ini jelas bisa dilihat
1. Perilaku pemeliharaan kesehatan (health
maintenance)
2. Perilaku pencarian dan penggunaan system
atau fasilitas pelayanan kesehatan, atau sering
disebut perilaku pencarian pengobatan (health
seeking behavior).
3. Perilaku Kesehatan Lingkungan
Adalah bagaimana seseorang merespons
lingkungan, baik lingkungan fisik maupun sosial
budaya dan sebagainya, sehingga lingkungan
tersebut tidak mempengaruhi
kesehatannya.Klasifikasi lain tentang perilaku
kesehatan antara lain:
perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara
atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha
untuk penyembuhan bilamana sakit. Oleh sebab itu
perilaku pemeliharaan kesehatan ini terdiri dari 3
aspek:
a) Perilaku pencegahan penyakit, dan penyembuhan
penyakit bila sakit, serta pemulihan kesehatan
bilamana telah sembuh dari penyakit.
b) Perilaku peningkatan kesehatan, apabila seseorang
dalam keadaan sehat., bahwa kesehatan itu sangat
dinamis dan relatif, perlu diupayakan supaya
mencapai tingkat kesehatan yang seoptimal
mungkin.
c) Perilaku gizi (makanan) dan minuman. Makanan dan
minuman dapat memelihara dan meningkatkan
kesehatan seseorang, bahkan dapat mendatangkan
penyakit.
Perilaku ini adalah menyangkut upaya atau
tindakan seseorang pada saat menderita
penyakit atau kecelakaan. Tindakan atau
perilaku ini di mulai dari mengobati sendiri
(selftreatment) sampai mencari pengobatan
ke luar negeri.
 Adalah bagaimana seseorang merespons
lingkungan, baik lingkungan fisik maupun
sosial budaya dan sebagainya, sehingga
lingkungan tersebut tidak mempengaruhi
kesehatannya .
a. Perilaku hidup sehat

b. Perilaku Sakit(illness behavior)

c. Perilaku peran sakit ( the sick role behavior)


Adalah perilaku-perilaku yang berkaitan
dengan upaya atau kegiatan seseorang untuk
mempertahankan dan meningkatkan
kesehatannya. Perilaku ini mencakup antara
lain :
 Menu seimbang
 Olahraga teratur
 Tidak merokok
 Tidak minum-minuman keras dan narkoba
 Istirahat yang cukup
 Mengendalikan stress
 Perilaku atau gaya hidup lain yang positif
bagi kesehatan
Mencakup respons seseorang terhadap sakit
dan penyakit. Persepsinya terhadap sakit,
pengetahuan tentang penyebab dan gejala
penyakit, pengobatan penyakit dan
sebagainya.
 Perilaku
ini mencakup :
 Tindakan untuk memperoleh kesembuhan
 Mengenal atau mengetahui fasilitas atau
sarana pelayanan atau penyembuhan
penyakit yang layak.
 Mengetahui hak(misalnya: hak memperoleh
perawatan,pelayanan kesehatan dan
kewajiban orang sakit (memberitahukan
penyakitnya kepada orang lain terutama
kepada dokter atau petugas kesehatan,tidak
menularkan penyakitnya kepada orang lain,
dan sebagainya.
1. Teori naluri (Instinct Theory)
Dikemukakan oleh McDougall sebagai pelopor dari
psikologi sosial. Perilaku itu disebabkan karena
insting yang merupakan perilaku yang innate,
perilaku yang bawaan, dan insting akan mengalami
perubahan karena pengalaman.
2. 2. Teori Dorongan (Drive Theory)
Teori ini bertitik tolak pada pandangan bahwa
organisme itu mempunyai dorongan-dorongan atau
drive tertentu. Dorongan-dorongan ini berkaitan
dengan kebutuhan-kebutuhan organisme yang
mendorong organisme berperilaku. Teori ini disebut
juga teori reduction.
3. Teori Insentif (Incentive Theory)
Teori ini bertitik tolak pada pendapat bahwa
perilaku organisme itu disebabkan karena adanya
insentiv atau reinforcement ada yang positif dan
ada yang negative. Reinforcement positif adalah
berkaitan dengan hadiah, reinforcement
negative berkaitan dengan hukuman.
4. Teori Atribusi
Teori ini menjelaskan tentang sebab-sebab
perilaku orang. Apakah perilaku itu disebabkan
oleh disposisi internal (motif, sikap, dsb)
ataukah oleh keadaan eksternal.
 Meskipun perilaku adalah bentuk respons
atau reaksi terhadap stimulus atau
rangsangan dari luar organisme
(orang),namun sangat tergantung pada
karakteristik atau faktor-faktor lain dari
orang yang bersangkutan. Faktor-faktor yang
membedakan respons terhadap stimulus yang
berbeda disebut determinan perilaku.
a.Determinan atau faktor internal, yakni
karakteristik orang yang bersangkutan, yang
bersifat given atau bawaan, misalnya :
tingkat kecerdasan, tingkat emosional, jenis
kelamin, dan sebagainya.
b.Determinan atau faktor eksternal, yakni
lingkungan, baik lingkungan fisik, sosial,
budaya, ekonomi, politik dan sebagainya.
Faktor lingkungan ini sering merupakan
faktor yang dominan yang mewarnai perilaku
seseorang.
 kognitif(cognitive),
 afektif(affective),
 psikomotor(psychomotor).
. Penilitian Rogers (1974) mengungkapkan bahwa
sebelum orang mengadopsi perilaku baru, di
dalam diri orang tersebut terjadi proses yang
berurutan yakni
 Awareness (kesadaran) yakni orang tersebut
menyadari dalam arti mengetahui stimulus
(objek) terlebih dahulu.
 Interest, yakni orang mulai tertarik pada
stimulus.
 Evaluation (menimbang-nimbang baik dan
tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya).
 Triall, orang telah mencoba perilaku baru.
 Adoption, subjek telah berperilaku baru sesuai
dengan pengetahuan, kesadaran, dan sikapnya
tehadap stimulus.
 Pengetahuan yang tercakup dalam domain
kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu:
 Tahu (know)
 Memahami (comprehension)
 Applikasi (Aplication)
 Analisis (analysis)
 Sintesis (Synthesis)
 Evaluasi (Evaluation)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi
yang telah dipelajari sebelumnya, termasuk
mengingat kembali (recall). Tahu merupakan
tingkat yang paling rendah dan untuk
mengukur bahwa orang tahu tentang apa
yang dipelajari antara lain
menyebutkan,meguraikan,mendefinisikan,me
nyatakan dan sebagainya.
Memahami diartikan sebagai suatu
kemampuan untuk menjelaskan secara benar
tentang objek yang diketahui dan dapat
menginterpretasikan materi tersebut secara
benar
 Diartikansebagai kemampuan untuk
menggunakan materi yang telah dipelajari
pada situasi yang real atau penggunaan
hukum-hukum, rumus, metode, perinsip dan
sebagainya dalam konteks atau situasi yang
lain.
 Adalahsuatu kemampuan untuk menjabarkan
materi atau suatu objek ke dalam komponen-
komponen, tetapi masih di dalam satu
struktur organisasi, dan masih ada kaitannya
satu sama lain.
 Sintesis
adalah suatu kemampuan untuk
menyusun formulasi baru dari formulasi-
formulasi yang ada misalnya
menyusun,merencanakan, meringkas,
menyesuaikan dan sebagainya terhadap suatu
teori.
 Berkaitan dengan kemampuan untuk
melakukan justifikasi atau penilaian terhadap
suatu materi. Evaluasi ini didasarkan pada
suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau
menggunakan kriteria-kriteria yang telah
ada.
 Sikapmerupakan reaksi atau respon yang
masih tertutup dari seseorang terhadap suatu
stimulus atau objek.
Sikap mempunyai 3 komponen pokok yaitu:
 Kepercayaan (keyakinan), ide dan konsep
terhadap suatu objek
 Kehidupan emosional atau evaluasi
terhadap suatu objek
 Kecenderungan untuk bertindak (tend to
behave)
(Alport,1954 yang dikutip dalam Notoatmodjo)
terdiri dari :
 menerima (receiving),
 merespon (responding)
 menghargai (valuing),
 bertanggung jawab (responsible)
terdiri dari :
 persepsi (perception),
 respon terpimpin (guided response)
 mekanisme (mechanism),
 adopsi (adoption).
 Kesehatan seseorang atau masyarakat
dipengaruhi oleh dua hal pokok yaitu faktor
perilaku dan diluar perilaku.
a. faktor pembawa (predisposing faktor)
didalamnya termasuk pengetahuan, sikap,
kepercayaan, keyakinan, dan nilai-nilai.
b. faktor pendukung (enabling faktor) yang
terwujud dalam lingkungan fisik, sumber
daya, tersedia atau tidak tersedianya
fasilitas dan sarana kesehatan
c. faktor pendorong (reinforcing faktor) yang
terwujud di dalam sikap dan perilaku
petugas kesehatan maupun petugas lain,
teman, tokoh yang semuanya bisa menjadi
kelompok referensi dari periaku
masyarakat.
(green 2003)
 bahwa perilaku seseorang atau masyarakat
tentang kesehatan ditentukan oleh
pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi
dari orang yang bersangkutan. Disamping itu
ketersediaan fasilitas kesehatan dan periaku
petugas kesehatan juga mendukung dan
memperkuat terbentuknya perilaku
1. Kondisioning atau kebiasaan
Dengan cara membiasakan diri untuk
berperilaku seperti yang diharapkan.
Misalnya,bangun pagi, menggosok gigi,
mengucapkan salam dan terimakasih (Suryani,
2003 yang dikutip dalam Notoatmodjo, 2003).
2. Pengertian (Insight)
Misalnya datang kuliah jangan sampai
terlambat, karena hal itu dapat mengganggu
teman-teman yang lain.
3. Menggunakan model
Misalnya kalau orang bicara bahwa orang tua
sebagai contoh anak-anaknya, pemimpin
sebagai panutan yang dipimpinnya.
1. Model Suchman
Model Suchman adalah menyangkut pola sosial dari
perilaku sakit yang tampak pada orang mencari,
menemukan dan melakukan perawatan medis. Ada
empat unsur yang merupakan faktor utama perilaku
sakit yaitu perilaku itu sendiri, sekuensinya tempat
atau ruang lingkup dan variasi perilaku selama
tahap-tahap perawatan medis.
2. Model Hochbaum, Kasl dan Cobb, Rosenstock
Hipotesis HBM adalah perilaku pada saat mengalami
gejala penyakit dipengaruhi secara langsung oleh
persepsi individu mengenai ancaman penyakit dan
keyakinannya terhadap nilai manfaat dari suatu
tindakan kesehatan.
 Perubahan atau adopsi perilaku baru adalah
suatu proses yang kompleks dan memerlukan
waktu yang relatif lama.Secara teori
perubahan perilaku atau seseorang menerima
atau mengadopsi perilaku baru dalam
kehidupannya melalui tiga tahap yaitu;
1. Pengetahuan
2. Sikap
3. praktik
Sebelum seseorang mengadopsi perilaku (berperilaku baru), ia harus tahu
terlebih dahulu apa arti atau manfaat perilaku tersebut bagi dirinya atau
keluarganya. Indikator-indikator apa yang dapat digunakan untuk mengetahui
tingkat pengetahuan atau kesadaran terhadap kesehatan, di kelompokkan ;

a. Pengetahuan tentang sakit dan penyakit meliputi:


 Penyebab penyakit
 Gejala atau tanda-tanda penyakit
 Bagaimana cara pengobatan, atau kemana mencari pengobatan
 Bagaimana cara penularannya
 Bagaimana cara pencegahannya termasuk imunisasi, dan sebagainya

b.Pengetahuan cara pemeliharaan kesehatan dan cara hidup sehat, mell:


 Jenis-jenis makanan yang bergizi
 Manfaat makan yang bergizi bagi kesehatannya
 Penting olahraga bagi kesehatan
 Penyakit-penyakit atau bahaya-bahaya merokok, miras, narkoba dll.

c.Pengetahuan tentang kesehatan lingkungan


 Manfaat air bersih
 Cara pembuangan limbah sehat, tmsk buang kotoran yg sehat, sampah
 Manfaat pencahayaan dan penerangan rumah yang sehat
 Akibat polusi (polusi air, udara, dan tanah) bagi kesehatan, dsb
 sikap adalah penilaian (bisa berupa pendapat)
seseorang terhadap stimulus atau objek (dalam hal ini
adalah masalah kesehatan, termasuk penyakit). 
indikator untuk sikap kesehatan juga sejalan dengan
pengetahuan kesehatan :
a. Sikap terhadap sakit dan penyakit
Adalah bagaimana penilaian atau pendapat
seseorang terhadap: gejala atau tanda-tanda
penyakit, penyebab penyakit, cara penularan
penyakit, cara pencegahan penyakit, dan
sebagainya.
b. Sikap cara pemeliharaan dan cara hidup sehat
Adalah penilaian atau pendapat seseorang terhadap
cara-cara memelihara dan cara-cara(berperilaku)
hidup sehat.
c. Sikap terhadap kesehatan lingkungan
Adalah pendapat atau penilaian seseorang terhadap
lingkungan dan pengaruhnya terhadap kesehatan.
Setelah seseorang mengetahui stimulus atau objek
kesehatan,mengadakan penilaian atau pendapat
terhadap apa yang diketahui, proses selanjutnya
diharapkan ia akan melaksanakan atau
mempraktekkan apa yang diketahui. Inilah yang
disebut praktek (practice) kesehatan atau dapat
juga dikatakan perilaku kesehatan (overt
behavior). Indikator praktek kesehatan ini juga
mencakup hal-hal tersebut di atas, yakni:
a. Tindakan (praktek) sehubungan dengan penyakit
b. Tindakan (praktek) pemeliharaan dan
peningkatan kesehatan
c. Tindakan (praktek) kesehatan lingkungan
a. Tindakan (praktek) sehubungan dengan penyakit:
pencegahan penyakit, mengimunisasikan
anaknya, melakukan pegurasan bak mandi
seminggu sekali, menggunakan masker pada
waktu kerja di tempat yang berdebu dan
penyembuhan penyakit.
b. Tindakan (praktek) pemeliharaan dan
peningkatan kesehatan:mengkonsumsi makanan
dengan gizi seimbang, melakukan olahraga
secara teratur, tidak merokok,tidak minum-
minuman keras dan narkoba,dan sebagainya.
c. Tindakan (praktek) kesehatan lingkungan:
membuang air besar di jamban (WC),membuang
sampah di tempat sampah, menggunakan air
bersih untuk mandi,cuci,masak dan sebagainya.
Di dalam proses pembentukan dan atau
perubahan perilaku dipengaruhi oleh beberapa
faktor yang berasal dari dalam individu itu
sendiri.
 Faktor-faktor tersebut antara lain: Susunan
saraf pusat, Persepsi, Motivasi, Emosi, dan
Belajar persepsi adalah pengalaman yang
dihasilakan melalui indera penglihatan,
pendengaran, penciuman, dan sebagainya.
Motivasi diartikan sebagai dorongan untuk
bertindak dan mencapai suatu tujuan tertentu.
Hasil dari dorongan dan gerakan ini diwujudkan
dalam bentuk perilaku.
Indikator PHBS
Indikator nasional PHBS ada 10, yaitu :
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2. Memberi bayi ASI Eksklusif
3. Menimbang balita setiap bulan
4. Menggunakan Air Bersih
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik di rumah
8. Makan sayur dan buah setiap hari
9. Melakukan aktifitas fisik setiap hari
10. Tidak merokok di dalam rumah