Anda di halaman 1dari 22

PEMULIAAN DAN PERBENIHAN

TANAMAN
(Modul 3)

Tim Penyusun:
Prof. Dr. Patang, S.Pi., M.Si
Andi Alamsyah Rivai, S.Pi., M.Si
2. Pemuliaan Tanaman Pangan dan
Hortikultura
a. Tanaman Biji-bijian
1) Tanaman Jagung
a) Konstitusi Genetik Tanaman Menyerbuk Silang
Konstitusi genetik tanaman menyerbuk silang berada dalam keadaan
heterosigot dan heterogenus, sebab terjadi persilangan antara
anggota populasi, sehingga populasi merupakan pool hibrida

Metode penyerbukan silang tanaman jagung


b) Sumber Genetik

Plasma nutfah merupakan sumber gen yang dapat dimanfaatkan untuk


meningkatkan keragaman tanaman

Plasma nutfah jagung


Sebagai bahan untuk pembentukan varietas sintetik diperlukan galur-
galur inbrida yang memiliki daya gabung baik sedangkan untuk varietas
komposit diperlukan galur yang berdaya gabung umum yang baik dan
atau varietas yang memiliki variabilitas genetik yang luas
c) Pembentukan dan Perbaikan Populasi Dasar
Pembentukan populasi dasar didahului dengan pemilihan plasma nutfah
untuk menentukan potensi perbaikan genetik secara maksimum sesuai
dengan yang diharapkan dari program pemuliaan

Untuk mendapatkan populasi


superior, perbaikan populasi
dilakukan secara kontinyu
melalui perbaikan dalam
populasi (Intra population
improvement) dan perbaikan
antar poopulasi
(interpopulation improvement).

Skema perbaikan populasi melalui perbaikan dalam populasi


d) Pembentukan Inbrida
Inbrida calon hibrida memiliki tingkat homozigositas tinggi. Inbrida
jagung biasanya diperoleh melalui penyerbukan sendiri (selfing) tetapi
bisa juga diperoleh melalui persilangan antar saudara
Inbrida dapat dibentuk melalui varietas bersari bebas atau hibrida dan
inbrida lain. Pembentukan inbrida dari inbrida lain dibuat dengan jalan
menyilangkan dua inbrida dan disebut seleksi kumulatif

e) Pembentukan Varietas Unggul Jagung Bersari Bebas


Varietas komposit pada dasarnya merupakan campuran berbagai
macam bahan pemuliaan yang telah diketahui potensi produksinya,
umurnya, ketahanannya terhadap cekaman biotic dan abiotik serta
sifat-sifat lainnya
f. Metode Seleksi Dalam Pemuliaan Tanaman Jagung
 Seleksi Massa (Mass Selection)
Seleksi massa adalah pemilihan individu secara visual yang mempunyai
karakter-karakter yang diinginkan dan hasil biji tanaman terpilih dicampur
untuk generasi berikutnya

Seleksi massa
merupakan prosedur
yang sederhana dan
mudah, sudah
dipraktekkan petani
sejak dimulainya
pembudidayaan
tanaman.

Skema pelaksanna seleksi massa


 Seleksi Satu Tongkol Satu Baris (Ear-to-Row)
Seleksi satu tongkol satu baris pada jagung, sedang pada
tanaman lain disebut head-to-row, yakni satu malai satu baris
Langkah-langkah pelaksanaan seleksi ear-to-row:

Musim I Musim II Musim III

 Seleksi Pedigri (Pedigree Selection)

Musim I

Musim II

Musim III

Musim IV
Seleksi Pedigree
 Seleksi Curah (Bulk Selection)
Seleksi metode curah adalah prosedur dengan mencampur biji dengan
jumlah yang sama dari tongkol hasil silangdiri. Apabila dilakukan silang
diri 300 tanaman ambil 4 biji dari tiap tongkol untuk ditanam lagi

Modifikasi dapat dilakukan


dengan mengevaluasi daya
gabung pada S1 dan galur
terpilih dilanjutkan silangdiri
tetapi biji dari 1-3 tongkol dari
hasil silangdiri masing-masing
galur terpilih dicampur dan
silangdiri dilanjutkan sampai
mencapai homozigot. Seleksi
curah dapat menghemat biaya
dan dapat dilakukan dengan
banyak populasi sekaligus.
Seleksi bulk
 Seleksi Fenotip Berulang (Phenotypic Recurrent Selection)
Seleksi fenotip berulang adalah seleksi dari generasi ke generasi dengan
diselingi oleh persilangan antara tanaman-tanaman terseleksi agar terjadi
rekombinasi

Langkah-langkah pelaksanaan seleksi fenotip berulang adalah

Musim I Musim II

 Seleksi Berulang untuk Daya Gabung Umum


Seleksi ini awalnya disarankan oleh Jenkins dengan anggapan bahwa
daya gabung dapat ditentukan sejak dini. Prosedur seleksi:

Musim I Musim II Musim III Musim IV


 Seleksi Silang Balik (Backcross)
Prosedur seleksi ini digunakan untuk memperbaiki galur yang sudah ada
tetapi perlu ditambah karakter yang lain seperti ketahanan terhadap hama
penyakit
Galur yang hendak diperbaiki yaitu tetua pengulang (recurrent parent)
karakter-karakternya tetap dipertahankan kecuali karakter yang hendak
diintrogressikan dari tetua donor

Galur A (tetua
pengulang) disilangkan
dengan galur donor X,
selanjutnya F1 atau F2
disilangkan kembali
dengan galur A

Seleksi silang balik


2) Tanaman Kedelei
Seperti tanaman pada umumnya kedelai akan berbunga ketika memasuki
masa generatifnya (kira-kira 40 HST). Bunga akan muncul pada ketiak
daun secara bergerombol hingga 3-5 bunga. Dalam satu gerombol ini
bunga mekar tidak serempak.

Tanaman kedelai ini merupakan tanaman menyerbuk sendiri (autogami)


yang memiliki bunga sempurna (hermaprhodit/banci) karena putik dan
benangsari terletak dalam satu bunga

Penyerbukan alami akan


terjadi pada saat serbuk
sari matang yaitu pada
saat bunga mekar
sempurna (06.00-10.00)
a) Persilangan
Secara umum proses
persilangan bunga kedelai sama
dengan teknik persilangan
biasa.

Persilangan kacang kedelai


b) Pemilihan Bunga Sebagai Induk Betina

Satu hal yang harus diketahui bersama adalah tanaman kedelai


merupakan tanaman menyerbuk sendiri sehigga tanpa
penyerbukan bantuan, secara alami bunga akan terserbuki.
Bunga yang dipilih pada adalah bunga yag masih kuncup
sehingga dapat diyakini putik bunga belum terserbuki.
c) Kastrasi
Kastrasi dilakukan untuk menghindari penyerbukan sendiri (selfing).
Kastrasi dilakukan dengan mengambil seluruh perhiasan bunga dan tentu
saja alat kelamin jantan (benangsari)
Untuk membuka seludang benangsari gunakanlah pinset dan goyangkan
perlahan-lahan hingga seludang terbuka, kemudian cabutlah seludang
tersebut maka benagsari akan tercabut

d) Penyerbukan

Untuk mempermudah penyerbukan maka ambillah sekuntum bunga dari


varietas lain, periksa benangsarinya apakah masih dalam keadaan segar.
kemudian oleskan pada bunga yang sudah dikastrasi
e) Pembuangan bunga
Dalam satu dompol terdapat cukup
banyak bunga. untuk mempermudah
pengamatan maka bunga dalam dompol
yang sama segera dibuang dengan cara
menggunting bunga tersebut. hal ini
dilakukan untuk menghindari kesalahan
dalam pengamatan polong Pembuangan bunga

f) Pelabelan

Jangan lupa melakukan pelabelan agar persilangan mudah


diamati. Jika persilangan berhasil maka setelah tiga hari putik
akan membentuk polong
b. Tanaman Serealia
1) Padi
Persilangan padi secara buatan dilakukan dengan campur tangan
manusia. Varietas padi unggul hasil persilangan dikelompokkan
berdasarkan tipologi lahan budi dayanya, yaitu padi sawah, padi gogo,
dan padi rawa
Persilangan padi secara buatan pada
umumnya menghasilkan tanaman yang relatif
pendek, berumur genjah, anakan produktif
banyak, dan hasil tinggi. Sementara itu
persilangan secara alami menghasilkan
tanaman yang relative tinggi, berumur
panjang, anakan produktif sedikit, dan
produktivitas rendah. Untuk menghasilkan
varietas padi baru melalui persilangan
diperlukan waktu 5-10 tahun
Terdapat beberapa metode persilangan buatan yang dapat dilakukan
untuk mendapatkan varietas unggul padi, yaitu silang tunggal atau
single cross(SC), silang puncak atau top cross(TC), silang ganda atau
double cross(DC), silang balik atau back cross(BC), dan akhir-akhir ini
dikembangkan pula metode persilangan multi cross(MC).

Bunga jantan diambil dari lapangan sekitar pukul 09.00 pagi kemudian
disimpan dalam bak plastic yang disiapkan di ruang persilangan
(Soedyanto et al. 1978).

Tanaman hasil penyerbukan dipelihara di


rumah kaca sampai biji hasil persilangan
masak. Setelah 3-4 minggu, malai dipanen
kemudian dikeringkan dengan cara dijemur
atau dioven. Biji yang sudah kering dirontok
kemudian dimasukkan ke dalam kantong
kertas dan dicatat dalam buku persilangan
(Sadjad 1993) Persilangan padi
c. Tanaman Sayuran
1) Cabe
a) Persiapan

Persiapan di sini ialah persiapan


untuk melakukan kastrasi dan
penyerbukan silang
Persilangan buatan cabai
b) Kastrasi
Kastrasi adalah kegiatan membersihkan bagian tanaman yang ada di
sekitar bunga yang akan di emaskulasi dari kotoran, serangga, kuncup-
kuncup bunga yang tidak di pakai serta organ tanaman lain yang
menganggu kegiatan persilangan. Membuang mahkota dan kelopak juga
termasuk kegiatan kastrasi . secara umum alat yang di gunakan adalah
gunting, pisau, dan pinset
c) Emaskulasi
Emaskulasi adalah kegiatan membuang alat kelamin jantan (
stamen ) pada tetua betina, sebelum bunga mekar atau sebelum
terjadi penyerbukan sendiri.

d) Isolasi
Isolasi dilakukan agar bunga yang di emaskulasi tidak terserbuki
oleh serbuk sari asing . sehingga baik bunga jantan maupun
bunga etina harus di kerudungi dengan kantung
e) Pengumpulan serbuk sari

Pengumpulan serbuk sari dari pohon tetua jantan dapat di mulai


beberapa jam sebelum kuncup-kuncup bunga itu mekar . bila
letak pohon tetua betina jauh dari pohon jantan, maka
pengangkutan kuncup-kuncup bunga dari tetua jantan ke
tetua betina akan memakan waktu yang lama
f) Penyerbukan
Penyerbukan buatan di lakukan
antara tanaman yang berbeda genetic
nya. Pelaksanaanya terdiri dari
pengumpulan pollen (serbuk sari) yang
viable atau anter dari tanaman tetua
jantan yang sehat, kemudian
menyerbukan nya ke stigma tetua betina
yang telah di lakukan emaskulasi
g) Pelabelan
Secara umum pada label tertulis
informasi tentang nomor yang
membedakan tanaman satu dengan
tanaman lainya, waktu emaskulasi, waktu
penyerbukan, nama tetua jantan dan
tetua betina, dan kode pemulia atau yang
menyilangkannya
Pelabelan persilangan cabai
2) Tomat
Usaha memperoleh varietas baru melalui persilangan antar individu
merupakan salah satu metode untuk dapat memperbesar variabilitas
genetik. Dari persilangan tersebut akan memperbanyak pilihan dalam
kombinasi baru dari gen-gen yang diturunkan dari kedua tetuanya
(Jaya, 2011)

Kastrasi adalah suatu kegiatan


membersihkan bagian tanaman yang
ada di sekitar bunga yang akan
diemaskulasi dari kotoran, serangga,
kuncup-kuncup bunga yang tidak
dipakai serta organ tanaman lain yang
akan mengganggu selama kegiatan
persilangan
3. Pemuliaan Tanaman Perkebunan
a. Kelapa
Hasil pemuliaan tanaman berupa varitas baru mempunyai keunggulan
yang harus dipertahankan pada generasi berikutnya melalui
perbanyakan yang sekaligus mempertahankan kebenaran genetik dan
mutu benihnya.

Mutu genetik mencakup


keunggulan varitas tersebut dan
kemurniannya tinggi. Mutu fisik
dicerminkan dengan bentuk,
ukuran, kebersihan, keseragaman,
warna dan kecerahan. Mutu
fisiologis mencakup kadar air
benih, viabilitas dan vigor benih.