Anda di halaman 1dari 17

PENILAIAN

(EVALUASI)

Ns. WIDYAWATI, S.Kep, M.Kes


DEFENISI
Carpenito dan Moyet (2007)
Evaluasi merupakan keputusan atau
pendapat tentang data

Rubenfeld dan Scheffer (1999)


Evaluasi adalah tindakan memeriksa
setiap aktivitas yang kemudian
memberikan umpan balik mengenai
seberapa baik keberhasilan aktivitas
dan apakah hasil yang diharapkan
telah tercapai
Pengetahuan dan keterampilan
yang harus dimiliki perawat

• Respon terhadap intervensi


keperawatan
• Gambaran tentang kesimpulan dari
tujuan yang ingin dicapai
• Menghubungkan tindakan
keperawatan pada kriteria hasil

3
JENIS-JENIS EVALUASI

1. Evaluasi proses
 evaluasi yang dilakukan pada saat
memberikan intervensi keperawatan
dengan respon segera
Contoh ;
Mengukur tanda vital klien, TD 120/80
mmHg, Nadi 92 x/m, RR 24 x/m dan
Temp 39 O C
4
2. Evaluasi hasil
 rekapitulasi dari hasil observasi dan
analisis status klien pada waktu tertentu
 Sebagai alat ukur suatu tujuan yang
mempunyai kriteria tertentu yang
membuktikan apakah tujuan tercapai,
tidak tercapai atau sebagian tercapai

5
Tujuan tercapai :
 Bila klien telah menunjukkan perubahan
dan kemanjuan yang sesuai dengan
criteria yang telah ditetapkan

Contoh :
Diagnosa keperawatan :
Bersihan jalan nafas tidak efektif
Tujuan :
Klien mampu mengeluarkan secret
paru tanpa bantuan pada tanggal 3
Nopember 2014
6
Evaluasi 3 Nopember 2014
S : sekarang saya dapat bernafas
dengan baik
O : paru-paru bersih, pernafasan
normal RR 20x/m
A : Bersihan jalan nafas sudah efektif,
tujuan tercapai, masalah teratasi
P : Tindakan keperawatan dihentikan

7
Tujuan tercapai sebagian
 Bila tujuan tidak tercapai secara
keseluruhan sehingga masih perlu
dicari berbagai masalah atau
penyebabnya
Contoh :
Diagnosa keperawatan :
Bersihan jalan nafas tidak efektif
Tujuan :
Klien mampu mengeluarkan secret
paru tampa bantuan pada tanggal 3
Nopember 2014
8
Evaluasi 3 Nopember 2014
S : Saya masih merasa susah
bernafas karena masih ada
sektret dijalan nafas
O : Ronchi masih ada, pernafasan
sudah teratur dan normal
A : Bershan Jalan nafas masih
belum efektif, tujuan tercapai
sebagian
P : Lanjutkan latihan batuk efektif
secara teratur
9
Tujuan tidak tercapai
 Apabila tidak menunjukkan adanya
perubahan kearah kemajuan sebagaimana
criteria yang diharapkan
Contoh
Diagnosa keperawatan :
Bersihan jalan nafas tidak efektif
Tujuan :
Klien mampu mengeluarkan secret paru
tanpa bantuan pada tanggal 3 Nopember
2014

10
Evaluasi 3 Nopember 2014
S : Saya masih batuk dan dahak yang
keluar tetap banyak
O : Masih ada bunyi tambahan, frekuensi
pernafasan abnormal dan irreguler RR
35x/m
A : Bersihan jalan nafas masih tidak efektif,
tujuan tidak tercapai
P : Lanjutkan latihan batuk efektif secara
teratur
Lanjutkan suction (jika perlu)
Konsul dalam pemberian obat
pengecer sekret
Tn A. masuk ke RS dengan keluhan
demam. Pada saat pengkajian
perawat menemukan data sebagai
berikut :
-Temp : 39 ° C, seluruh badan terasa
menggigil, muka merah, bibir kering
- Nafsu makan berkurang, BB menurun
1 kg ( BB sekarang 50 kg), mual ada
- Nyeri pada perut kanan bawah,
skala nyeri sedang (4-7), nyeri terjadi
secara tiba-tiba sejak 2 hari yang lalu,
tampak meringis kesakitan
PERENCANAAN
1. PRIORITAS
1. Hipertermia
2. Nyeri akut
3. Perubahan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh,
2. Tujuan dan kriteria hasil
1. hypertermia
Tujuan :
Klien menunjukkan suhu normal
dalam waktu 6 jam

KH :
keluhan deman (-), menggigil
hilang, temp 37 ⁰C, bibir basah,
Intervensi Rasional
Intervensi
Mandiri :
1. Kaji keluhan 1.
demam

2.Kompres 2.

3.Berikan minum 3.

4.Ukur temperatur 4.

Kolaborasi 5.
5. Berikan obat
IMPLEMENTASI

Jam Mengkaji keluhan demam, demam masih


09.00 ada menggigil ada
09.10 Mengompres dengan air hangat di ketiak,
lipatan paha, kening
09.15 Memberikan minum air hangat 1 gls (200
cc), intake : 100 cc
09.20 Memberikan selimut kepada klien , klien
masih menggigil
10.00 Memberikan obat antipiretik, paracetamol
1 tablet melalui oral, obat diminum klien
12.00 Mengukur Temp diaksila: temp 38 ⁰C
EVALUASI ( 13.00 )
Hipertermia
S : klien mengeluh masih demam,
menggigil masih ada
O : Temp 39 ⁰C, bibir masih kering
muka masih merah
A : hipertermia , tujuan sebagian
tercapai/masalah sbgn teratasi
P : intervensi dilanjutkan