Anda di halaman 1dari 29

VENTILASI MEKANIK/

VENTILATOR

TIM ICU
RSUD DR MOEWARDI SURAKARTA
VENTILATOR
Adalah suatu alat bantu napas mekanik yg
mampu membantu / mengambil alih semua
pertukaran gas paru untuk
mempertahankan hidup

Tujuan Bantuan nafas Ventilator:


Mengurangi kerja pernafasan.
Memperbaiki ventilasi alveolar.
Memberikan oksigenasi adekuat.
VENTILATOR IDEAL
• Bisa memberikan oksigen teliti konsentrasi 21 –
100 %
• Batas penggunaan luas ( mengatasi berbagai
sebab )
• Bisa memberikan volume / presure
• Punya sistem humidifikasi
• Bisa nebulisasi obat
• Mempunyai kemampuan siklus pernapasan,
sistem trigering
• Punya sistem pengaman listrik, gas
• Mudah perawatan,penggunaan, sterilisasi
Ada 3 golongan Ventilator :
1. Ventilator Tekanan Negative :
Bekerja dengan cara membuat lingkungan bertekanan
negative di sekeliling dada, sehingga udara dapat masuk
kedalam paru-paru.
2. Ventilator Tekanan Positive
Bekerja dengan cara membuat tekanan positive
kedalam jalan nafas, sehingga udara dapat masuk
kedalam paru-paru.
3. High Frequensy Ventilatory
Adalah ventilator bekerja dengan volume rendah tetapi
frekuensi dan tekanan tinggi
Indikasi Bantuan nafas dengan Ventilator:
a. Gangguan Ventilasi
• Ggg fungsi otot pernafasan (kelelahan, ggg dinding dada).
• Penyakit Neuromuskuler.
• Ventilatory drive menurun.
• Obstruksi atau airway resistence meningkat.
b. Gangguan Oksigenasi
• Hypoxemia berulang.
• Perlu pemberian PEEP.
• Kerja pernafasan berat.
c. Indikasi lain
• Mencegah atelectase.
• Menurunkan TIK ( ICP ).
• Menurunkan kebutuhan oksigen ( systemic/ myocardial ).
• Penggunaan muscle relaxant dan sedasi.
CONVENTIONAL VENTILATORY
Jenis ini paling banyak dipergunakan:
1. Volume Cycle : Aliran gas inspirasi dari
ventilator akan berhenti bila volume
yang telah ditetapkan tercapai ( tidal
volume tetap ).
2.Pressure Cycle :
Aliran gas inspirasi dari ventilator akan
berhenti bila tekanan yang ditetapkan
telah tercapai ( peak inspiratory
pressure tetap ).
Lanjutan
3. Time Cycle
Aliran gas inspirasi dari ventilator
akan berhenti bila waktu yang
ditetapkan telah tercapai ( inspiratory
time tetap ).

4. Flow Cycle :
Aliran gas inspirasi dari ventilator
akan berhenti bila flow yang
ditetapkan telah tercapai ( flow rate
tetap ).
Mode pada ventilator mekanik
Controlled Mechanical Ventilation
Pernafasan pasien diatur sepenuhnya oleh
ventilator, tergantung frekuensi yang
ditetapkan.
Digunakan pada pasien yang tidak dapat
bernafas spontan dan diberikan Trigger of
sensitivity = - 2 cmH2O, sehingga pasien
tidak dapat membuka katup inspirasi pada
ventilator.
Pada umumnya diberi muscle relaxant dan
sedasi.
Assist Controle Ventilation

– Bantuan nafas diberikan atas dasar


pacuan nafas pasien.
– Trigger of sensitivity = - 2 cmH2O.
Synchronized Intermittent Mandatory
Ventilation.
– SIMV berbeda dari IMV karena mandatory
breath was synchronized.
– Ventilator memberikan bantuan inspirasi
sesuai dengan frekuensi nafas yang
ditetapkan, tetapi bantuan inspirasi jatuh tepat
pada saat pasien memulai usaha nafas
spontan.
– SIMV frequency dimulai dari 10 breaths/min,
respiratory rate pasien sesuai kemampuan
(mis: 20 x/min). Trigger of sensitivity = - 2
cmH2O.
SIMV + Pressure Support.

Ventilator bekerja untuk SIMV dengan


volume cycle sedangkan untuk PS dengan
pressure cycle.
Di mulai dengan PS = 15 cmH2O ( pressure
limit = 15 cmH2O ).
SIMV disini sebagai back up, bila dengan
PS terjadi apnea.
Continuous Positive Airway Pressure.

Pasien bernafas spontan, tetapi


ventilator memberikan bantuan
tekanan positive yang kontinyu
sepanjang siklus respirasi. Tekanan
positive yang diberikan antara 2 – 7
cmH2O, tekanan yang terlalu tinggi
akan mengganggu venous return.
CPAP dapat meningkatkan FRC
dan memperbaiki oksigenasi.
Variasi pada Ventilator.

1. Sigh function ( nafas dalam ).


Diberikan untuk mencegah collapse alveoli.
Besarnya 1,5 – 2 kali TV normal, frekuensi diatur
berapa kali perjam.
2. Positive End Expiratory Pressure.
Ventilator memberikan tekanan positive pada akhir
ekspirasi.
PEEP fisiologis:
Pediatrik = 2 – 3 cm H2O
Dewasa = 3 – 5 cm H2O.
Pada umumnya PEEP dinaikkan antara 5 – 15
cmH2O, untuk memperbaiki oksigenasi.
Pemberian PEEP.
Pemberian PEEP awal sebesar 5 cm H2O dan
dititrasi secara bertahap 2-3 cm H2O.
Pengaruh pemberian PEEP tidak akan terlihat
dalam waktu beberapa jam.
Monitor blood pressure, heart rate dan PaO2
selama pemberian PEEP secara titrasi dan pada
interval waktu tertentu selama terapi pemberian
PEEP.
Efek samping penggunaan PEEP:
• Barotrauma.
• Hipotensi dan penurunan cardiac output
• Peningkatan PaCO2.
• Oksigenasi memburuk
3. Inspiratory Pause.

Selesai phase inspirasi, ventilator dapat


menahan aliran gas di dalam paru-paru
selama beberapa saat untuk memberi
kesempatan difusi oksigen dari alveoli
kedalam kapiler.
Inspiratory Time dan Expiratory time
I : E ratio.
Inspiratory time adalah waktu yang dibutuhkan oleh
aliran gas dari ventilator untuk masuk kedalam paru-
paru. Expiratory time adalah waktu yang diperlukan oleh
aliran gas untuk keluar dari paru-paru, yang dimulai
pada akhir inspirasi sampai inspirasi berikutnya.
– Waktu inspirasi lebih pendek dari waktu ekspirasi ( I :
E ratio = 1: 2 ), bila sebaliknya disebut I : E ratio
terbalik. Bila I : E ratio terbalik terlalu besar akan
terjadi : retensi CO2, venous return terganggu,
barotrauma.
– Inspiratory time normal = 0,3 – 1,5 detik, dengan rata-
rata = 0,75 detik.
– Siklus respirasi terdiri dari : inspiratory time +
inspiratory pause + expiratory time  I : E ratio = ( Ti
+ Tp ) : Te.
5. Peak Inspiratory Pressure.
Nilai normal:
Pediatrik = 12 – 18 cmH2O
Dewasa = 25 – 35 cmH2O.

6. Respiratory Rate.
Usia: < 2 tahun = 20 – 25 breaths/min.
2 – 10 tahun = 15 – 20 breaths/min.
> 10 tahun = 10 – 15 breaths/min.
Minute Volume and Tidal Volume.
– Minute Volume = TV x RR.
– Tidal Volume : Pediatrik = 7 – 8 ml/kg
– Dewasa = 8 –10 ml/kg.
– Dead space volume = 2 ml/kg.
– Compressible Volume adalah volume gas dari
ventilator yang berada pada pipa penyalur, yang
tidak ikut dalam pertukaran gas. Besarnya 1 – 2
ml/cm H2O pada pediatric dan 2 – 4 ml/cmH2O pada
dewasa (pertekanan tekanan gas inspirasi).
– Agar ventilasi alveolar adekuat, maka tidal volume
minimal = 15 – 20 ml/kg ( TV pasien + dead space
volume + compressible volume ).
8. Inspiratory
Fraction of Oxygen ( FiO2 ).
Awal berikan 100 %, secepatnya turunkan
jadi < 50%.

9. Flow Rate.
Batas aliran gas terendah adalah 2 kali
minute ventilation. Sebagian besar ventilator
bayi dapat bekerja dengan flow rate gasses
4 – 10 L/min. Maka pada flow cycle
diberikan flow = 2 –3 L/kg
A. Volume Cycle.
Modes :
•Controlled Mechanical Ventilation
•Assist Controle Ventilation
•Intermittent Mandatory Ventilation
•Synchronized Intermittent Mandatory
Ventilation
•Continuous Positive Airway Pressure
Setting Awal Ventilator pada Dewasa.

Tidal Volume : 9-10


Respiratory rate : 10 – 12 breath/min
Minimum Inspiratory flow rate : 30 L/min
I : E ratio :1:2
FiO2 : dari 100 dpt diturunkan smp 50%
PEEP : 5 cm H2O
Modes :
CMV  trigger of sensitivity = - 20 cm H2O
SIMV  trigger of sensitivity = - 2 cm H2O
SIMV rate = 10 breaths/min
RR pasien = 20 breaths/min
SIMV + PS  PS = 10 cm H2O
B. Pressure Cycle.

Modes : Pressure controle dan Pressure


support
Pressure limit : 15 – 30 cm H2O
Trigger of sensitivity : - 20 cm H2O or – 2
cm H2O
Respiratory rate : 10 – 15 breaths/min
Digunakan pada anak-anak.
Setting Awal Ventilator pada Anak

• Ventilatory frequency
• - infant : 20 – 25 breaths/min
– older child : 15 – 20 breaths/min
– Tidal volume : 10 – 15 ml/kg
– I : E ratio :1:2
– PEEP : 2 – 3 cmH2O
– Pressure limit : < 20 m.bar
– FiO2 : 50 %
C. Flow Cycle.

Digunakan pada bayi dengan berat badan lebih kecil atau sama
dengan 10 kg.
Ventilatory rate : 20 – 25 breaths/min
Inspiratory time : 0,6 – 0,7 sec
PEEP : 2 – 3 cmH2O
I : E ratio :1:1

Setting Awal Ventilator pada Bayi.

Inspiratory time : 0,6 – 0,8 sec


Expiratory time : 1,0 – 1,2 sec
Respiratory rate : 30 – 40 breaths/min
I : E ratio : 1 : 1 and 1 : 2
Inspiratory flow ( v ) : 5 – 10 L/min. ( 3 x MV )
Inspiratory pressure limit : < 20 m.bar
PEEP : 3 cmH2O
FiO2 : 50 %
Monitoring :

1. Analisa gas darah.


2. Elektrolit.
3. Tanda Vital : tensi, nadi, temperatur.
4. Saturasi Oksigen.
5. ECG.
6. Fungsi organ lain : urine, lactate.
Syarat Weaning dari Ventilator :

• Sadar, KU baik, tdk tampak sesek


• BGA baik
• Hemodynamic stabil.
• Penyebab respiratory failure telah teratasi.
• FiO2 < 50 %. PaO2 >80 %
• RR < 30 x/Mnt
• Gangguan lain telah teratasi : elektrolit, asam-
basa, perdarahan.
Urutan Weaning Ventilator :
Controlled/assist controle  SIMV + PS/PS  CPAP
 extubation  O2 dengan masker.
Komplikasi Penggunaan Ventilator :

• Pulmonal : barotraumas ( pneumothorax,


pneumopericardial, pneumomediastinal,
emphysema subcutis ), atelectase, nosocomial
pneumonia.
• Sirkulasi : hypotension, venous return turun,
cardiac output turun.
• Renal : diuresis kurang, gangguan
keseimbangan cairan dan elektrolit.
• Serebral : perubahan TIK, ischemic cerebri.
• Lain-lain : komplikasi intubasi.
HIGH FREQUENCY VENTILATORY.

Adalah bentuk controlled Mechanical Ventilation


dengan volume rendah (< 1 ml/kg), tekanan rendah
dan frekuensi tinggi.

Ada 3 macam :
High Frequency Positive Pressure Ventilation.
Frekuensi : 60 – 110 breaths/min.
High Frequency Jet Ventilation.
Frekuensi : 110 – 400 breaths/min.
High Frequency Oscillatory Ventilation.
Frekuensi : 400 – 2400 breaths/min.
Hal yang perlu diperhatikan
1. Pengembangan dada
2. Suara napas kanan / kiri, posisi ET
3. Periksa adanya kebocoran( dada tdk mengembang,
ada bunyi kebocoran, KU mjd jelek, Volume udara
ekspirasi pada monitor tidak sesuai besarnya
volume tidal
4. Monitoring Vital Sign
5. Atur parameter dgn teliti