Anda di halaman 1dari 50

Analisis Kasus Pada Penyakit

Kanker Naso faring


PENDAHULUAN
• Nasofaring adalah suatu rongga dalam tengkorak
diatas langit-langit mulut dan dibelakang hidung,
tersembunyi dan sering disebut rongga buntu. Bagian
depan berhubungan dengan udara luar melalui
cuping hidung, bagian belakang melalui rongga
mulut dan tenggorokan (orofaring).

• Karsinoma nasofaring (knf) adalah tumor ganas yang


tumbuh di daerah nasofaring dengan predileksi di
fosa rossenmuller dan atap nasofaring (Arima, 2006
dan Nasional Cancer Institute, 2009) .
EPIDEMIOLOGI
• Kanker nasofaring merupakan salah satu dari kanker
terbanyak di Indonesia, dan dari distribusi usia sering
mengenai penduduk usia produktif
• Di Amerika Serikat angka insiden kurang dari 1 kasus
per 100.000 penduduk setiap tahunnya. Namun, di
beberapa Negara di Asia (terutama di Cina bagian
selatan) dan Afrika bagian utara kasus kanker
nasofaring banyak ditemukan.
• Prevalensi kanker nasofaring di Indonesia adalah
6.2/100.000, dengan hampir sekitar 13.000 kasus
baru, namun itu merupakan bagian kecil yang
terdokumentasikan
ETIOLOGI

1. Faktor lingkungan
– Konsumsi ikan asin dan makanan yg diasinkan lainnya (n-
nitrosodimethylamin)
– Pemejanan formaldehid, debu, asap,, hidrokarbon
2. Faktor genetik
– Cina selatan  haplotypes  human luekocyte antigen/HLA 
HLA-A2, HLA-B46, HLA-B58
3. Epstein-Barr-Virus
– Virus herrpes yg bertanggung jawab atas terjadinya glandula fever
– Antibodi tinggi (anti –EBV)
Usia > resiko >, pria > wanita
FAKTOR RESIKO
• Jenis Kelamin Wanita
• Ras Asia dan Afrika Utara
• Umur 30 – 50 tahun
• Makanan yang diawetkan
• Infeksi Virus Epstein-Barr
• Riwayat keluarga.
• Faktor Gen HLA (Human Leokcyte Antigen)
• Merokok
• Minum Alkohol
PATOFISIOLOGI
• Virus Ebsteib Barr masuk kedalam tubuh manusia
bereplikasi dalam sel sel epitel menjadi laten dalam
limfosit B
• Infeksi virus ini terjadi pada 2 tempat: sel epitel kelenjar
saliva dan sel limfosit.
• EBV memulai menginfeksi dengan cara berikat dengan
complement C3d (CD21/ CR2)
• EBV akan masuk kedalam nukleus, yang merupakan
bentuk EBV infeksi laten, yang ditandai dengan proses
aktivasi dan proliferasi sel yang disebut sebagai
pengabadian EBV pada sel limfosit B. Proses ini melibatkan
interaksi beberapa kompleks glikoprotein virus termasuk gh
dan gl yang merupakan homolog dari molekul gp42 dengan
MHC kelas 2 pada limfosit B
TANDA DAN GEJALA
• Sakit kepala
• Masalah menelan
• Penglihatan ganda
• Perdarahan hidung (mimisan)
• Pasien-pasien ras Cina biasanya terserang
pada usia 30th, sementara ras Kaukasian
pada usia 50th. Laki-laki mempunyai
kemungkinan dua kali terkena KNF
dibanding perempuan
KLASIFIKASI
TUJUAN DAN SASARAN
Tujuan Terapi :
• Menghilangkan rasa nyeri  obat
• Mengontrol gejala
• Menurunkan mortalitas dan morbiditas pasien
• Memperpanjang hidup pasien

Sasaran Terapi :
• Menghilangkan atau menghambat kanker
• Meningkatkan kualitas dan kuantital hidup pasien
SKENARIO
Bapak KG (54 tahun, 49 kg) masuk rumah sakit untuk
kesekian kalinya dengan diagnosa utama KNF Undifferentiated T4
N2 M0 (stadium IV). Bapak KG sudah menjalani kemoterapi
sebanyak 6 kali. Saat masuk RS pertama kali (setengah tahun yang
lalu), Bapak KG mengalami mimisan, gangguan pendengaran, dan
gangguan penglihatan.
Pemeriksaan satu bulan yang lalu :
 Biopsi nasofaring: massa tumor rapuh mudah berdarah
 Petanda Tumor: Anti EBV EA IgA 20.6, Anti EBV VCA IgA 50.1,
Anti EBV NUCL AG (EBNA) total 15.2
 USG Abdomen : Hepatomegali struktur kesan normal, kandung
empedu dan sistem biliaris normal, sistem porta dan limfa
normal, pankreas kesan normal struktur fatty, ginjal kanan dan
ginjal kiri normal.
•SOAP
SUBJEKTIF
Nama : Bapak KG
Umur : 54 tahun
BB : 49 kg
Keluhan : mimisan, gangguan pendengaran dan
pengelihatan
Diagnosis : KNF undiff T4 N2 M0 post cisplatin

• Riwayat penyakit terdahulu (terlampir)


OBJEKTIF
• Periksa lab 1 bulan lalu :
1. Biopsi nasofaring : massa tumor rapuh mudah berdarah
2. Petanda tumor : Anti EBV EA IgA 20.6, Anti EBV VCA IgA 50.1, Anti
EBV
NUCL AG (EBNA) total 15.2
3. USG Abdomen : Hepatomegali struktur kesan normal, kandung
empedu dan
sistem biliaris normal, sistem porta dan limfa normal,
pankreas
kesan normal struktur fatty, ginjal kanan dan kiri
normal
RIWAYAT PENGOBATAN

Post Medication History :


 Amoxicillin
 Asam Traneksamat
 Neumycin
 Laktulosa Sirup
 Bisolvon Sirup
 Amphoterisin Sirup
Present Medication History :
Kemoterapi : Cisplatin dengan premedikasi
Dexamethason, Ondansetron, Furosemid.
OBAT YANG DIBERIKAN
Nama obat 9/ 26 5/ 14 26/ 3/4
2 /2 3 /3 3
Ondansetron 2x 8 mg IV V V V V V V
Cisplatin 56 mg V V V V V V
Dexametason 5 mg IV V V V V V V
Furosemide 20 mg/2ml IV V V V V V V
Nacl 0,9 % V V V V V V
KCL V V V V V V
MgSo4 V
PROGRES NOTE :
PROTOKOL KEMOTERAPI
Lama
Jam Obat dan Dosis
pemberian
13.20 NaCl 0.9% 3 jam/kolf
16.00 NaCl 0.9% 3 jam/kolf
19.40 NaCl 0.9% 3 jam/kolf
22.30 NaCl 0.9% 100cc + Ondansetron 8 mg 30 menit
22.55 Inj. Dexamethason 5 mg 2 ampul Bolus
23.00 NaCl 0.9% 200cc + Cisplatin 56 mg 60 menit
24.00 NaCl 0.9% 500cc + KCL 12.5 mg 3 jam/kolf
03.00 NaCl 0.9% 500cc + KCL 12.5 mg 3 jam/kolf
06.00 NaCl 0.9% 500cc 3 jam/kolf
Inj. Ondansetron 8 mg,
08.30
Inj. Furosemid 1 amp ( 20 mg/ 2 ml)
PARAMETER PEMERIKSAAN LABORATORIUM :
Tanggal, Bulan
Paramete Nilai Ap
Feb Mar
r rujukan r
14 23 2 9 16 20 26 29 6
HEMATO
LOGI
Hb 13-18g/dl 12. 12. 11. 12. 12 11 12. 11.6
7 7 8 5 2
Leokosit 5000- 7.3 10. 7.1 4.5 4.1 2.8 4.6 4.4
3
10000
Trombosit 150rb- 240 27 33 31 22 19 22 257
1 9 7 5 8 4
440rb /ul
Eritrosit 4.2-6.2 4.3 4.3 4.0 4.3 4.0 3.7 4.1 3.93
4 1 8 0 8 8 3
Tanggal, Bulan
PARAMETER PEMERIKSAAN LABORATORIUM :
Parameter Nilai rujukan Feb Mar Apr
14 23 2 9 16 20 26 29 6
KIMIA
KLINIS
LDH 240-480 u/l 314
SGOT 0-38 15
u/L(37˚C)
SGPT 0-41 u/L 17
(37˚C)
Fosfatase < 240 u/L 289
alkali
Ureum darah 10-40 mg/L 26

Kreatinin < 1.4 mg/dL 0.7


darah
As. urat darah 3-7 mg/dL 4.6
PARAMETER PEMERIKSAAN LABORATORIUM :
Tanggal, Bulan
Nilai Ap
Paramet Feb Mar
rujuka r
er 1 2 1 2 2 2
n 2 9 6
4 3 6 0 6 9
Clerens Creatinine
(ClCt.)
Ct. < 1.4 0. 0. 0.6 0.6 0. 0. 1. 1.1
7 8 8 7 8
Darah mg/dL
Ct. Urin 9/24 54 25 24.3 40. 23 14 15 11.
.4 .6 9 .6 .5 .8 5
jam
Cl. Ct ml/mnt 14 84 107. 102 49 97 89 48.
PARAMETER PEMERIKSAAN LABORATORIUM :
Tanggal, Bulan
Paramete Feb Mar Apr
Nilai rujukan
r 2 1 2 2
14 3
2 9
6
20
6 9
6

PETANDA TUMOR
Petanda Neg : < 8 u/mL 20.
tumor : boderline : 8-12 6
Anti EBV u/mL Pos : > 12
EA IgA u/mL
Anti EBV Neg : < 8 u/mL 50.
VCA IgA boderline : 8-12 1
u/mL Pos : > 12
u/mL
Anti EBV Neg : < 8 u/mL 15.
• Harga normal CCT yang digunakan RSKD
Darmais (ml/menit/1.73m2)
• Dikutip dari Tietz N. W. : Textbook of Clinical
Chemistry,
UMUR hal 1281
PRIA WANITA
(tahun)
20-30 88-146 81-134
30-40 82-140 75-128
40-50 75-133 69-122
50-60 68-126 64-116
60-70 61-120 58-110
70-80 55-113 52-105
ANALISIS OBAT

1000 mmol

20 mmol

10 mmol
PM S/O Terapi Analisa DRP Rekomen
dasi
KNF Cisplatin 56 mg antikanker - 56 mg

Mual Ondansetron 2 x mencegah emesis yang - 2x8mg iv


muntah 8 mg iv diinduksi cisplatin

Dexamethason Mencegah mual muntah underdose 8 mg 1x1


5mg iv yang terjadi lebih dari 24
jam setelah kemoterapi

KNF NaCl 0,9% Untuk mengeluarkan - 1000 mmol


ciplastin dari ginjal
Atau sebagai hidrasi
cisplatin

KCl Mengatur keseimbangan - 20 mmol


asam basa serta isotonis sel
MgSO4 Meningkatkan masa dalam - 10 mmol
usus dengan menahan air
melalui efek osmotik
PLAN
1. Ondansetron 2x8mg iv  8 mg 1-2 jam sebelum kemo,
dilanjutkan 8mg 3x1
2. Cisplatin 56 mg
3. Dexametason 5mg iv  8-12 mg iv kombinasi dengan antiemetik
sebelum kemoterapi, dan 8mg PO setelah kemo
4. Furosemid 20mg/2ml iv diberikan jika perlu
5. Nacl 0,9% sebagai hidarasi ciplastin
6. KCL diberikan untuk mengatasi efek samping dari cisplatin yang
bisa menyebabkan gangguan elektrolit
7. MgSo4 digunakan untuk hidrasi ciplastin
8. tambahkan anti emesis ketiga jika masih mual muntah yaitu
metoklopramid 10-40 mg po/iv selama 4-6 jam (breakthough
treatment)
Terapi Non Farmakologi
• Hindari makanan carcinogenik (ex :
makanan yang diawetkan)
• Asupan makanan bergizi, vitamin, dan
mineral yang cukup
• Istirahat yang cukup
KIE
• Rutin kontrol ke dokter
• Hindari makan makanan yang di awetkan
• Gaya hidup sehat
• Hindari asap rokok
• Beri motivasi terhadap kejadian efek samping obat
kemoterapi = allopesia (rontok), gangguan pendengaran
dan penglihatan  jika sudah sangat mengganggu lapor
ke dokter
MONITORING
• Cek Tekanan darah
• Monitoring fungsi Ginjal dan Hepar
• Monitoring Hematologi
• Monitoring fungsi pendengaran, penglihatan,
& gejala lain
GUIDELINE
CISPLATIN
DOSIS CISPLATIN
DOSIS CISPLATIN
• BSA = √ TB x
bb
• 3600
Dosis = 1,438 m2 x 40 mg/m2
• = √152 cm x = 57,52 mg
49 kg
• 3600
• = √7448 :
3600

• = 1,438 m2
cisplatin hidrasi
ANTI EMETIK Antiemetic
Anti emetik
PENCEGAHAN MUAL MUNTAH
PENCEGAHANMUAL MUNTAH
JURNAL