Anda di halaman 1dari 20

Nama Kelompok

 M. Fatchul Fahmi (17041184009)


 Alifa Salma Safira (18041184043)
 Rismawardani W.P (18041184079)
 Veranica Dewi Y. (18041184067)
 Ichsanuddin Akmal (18041184074)
LATAR BELAKANG PENEMU
TEORI PELANGGARAN HARAPAN
• TEORI INI DIKREASIKAN OLEH JUDEE
BURGOON (1978)
• BURGOON ADALAH SEORANG TEORITIKUS
WANITA
• BURGOON ADALAH SALAH SATU
SEORANG PROFESOR KOMUNIKASI DARI
UNIVERSITY OF ARIZONA.
• SELAIN EVT, BURGOON JUGA TERLIBAT
DALAM TERCIPTANYA INTERPERSONAL
ADAPTATION THEORY DA INTERPERSONAL
DECEPTION THEORY
Teori Pelanggaran Harapan
Expectancy Violation Theory

Teori ini menyatakan bahwa orang memiliki


harapan mengenai perilaku non verbal orang
lain.

Teori Pelanggaran Harapan tertarik dengan struktur dari pesan-


pesan nonverbal. Teori ini menyatakan bahwa ketika norma-
norma komunikasi dilanggar, pelanggaran ini dapat dipandang
dengan positif atau negatif , tergantung dari persepsi penerima
terhadap si pelanggar.
Hubungan Ruang
lmu yang mempelajari penggunaan ruang
seseorang disebut sebagai proksemik
(proxemics). Proksemik membahas cara
seseorang menggunakan ruang
dalam percakapan mereka dan juga
perpepsi orang lain akan penggunaan ruang.
Burgoon (1978) mulai dari sebuah premis
bahwa manusia memiliki dua kebutuhan
yang saling bertarung afiliasi dan ruang
pribadi/ruang personal(personal space)
“manusia senantiasa memiliki keinginan untuk
dekat dengan orang lain tetapi sering kali orang-
orang membutuhkan privasi»
Zona Proksemik

Terdapat empat zona proksemik intim,


personal,social,dan public. Tiap zona digunakan untuk
alasan-alasan yang berbeda-beda. Diantaranya:
1. Jarak intim

Jarak ini mencakup prilaku yang ada


pada jarak antara 0 sampai 18 inch (
46 cm )
2. Jarak Personal

Ini mencakup prilaku yang terdapat


pada daerah yang berkisar antara 18
inci (46 CM) samapi 4 kaki (1,2 M)
3. Jarak Sosial

Memiliki jarak dengan range


proksemik yang berkisar antara 4-12
kaki ( 1,2-3,6 meter)
4. Jarak Publik

Memiliki jarak yang melampaui 12


kaki (3,7 meter) dan selebihnya
biasanya dianggap sebagai jarak
publik (public space)
Kewilayahan

Terdapat 3 jenis wilayah:

PRIMER SEKUNDER

PUBLIK
ASUMSI

Teori pelanggaran harapan memiliki tiga asumsi


dasar, yakni:
 Harapan mendorong terjadinya interaksi antar
manusia.
 Harapan terhadap perilaku manusia dipelajari.
 Orang membuat prediksi mengenai perilaku
nonverbal.
A. Harapan mendorong terjadinya interaksi
manusia.

a. Pengertian harapan
Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan
sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan
berbuah kebaikan di waktu yang akan datang.

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi harapan


faktor komunikator, faktor relasional, dan faktor konteks.
B. Harapan terhadap perilaku manusia dipelajari.

orang dapat mempelajari harapan mereka secara


luas dari budaya dan individu yang berada dalam
budaya tersebut.
C. Orang membuat prediksi mengenai perilaku
nonverbal.

orang dapat membuat prediksi terkait


dengan komunikasi nonverbal seperti kontak mata,
sentuhan, bahasa tubuh, dan lain-lain.
VALENSI PENGHARGAAN
KOMUNIKATOR
“Tidak semua pelanggaran atas perilaku yang diharapkan menimbulkan
persepsi negative”
 Rangsangan
Rangsangan adalah minat dan perhatian yang meningkat
ketika pelanggaran harapan terjadi.

1. Rangsangan Kognitif
Kesiagaan mental akan adanya penyimpangan harapan.
2. Rangsangan Fisik
Perilaku yang digunakan sebagai akibat dari
penyimpangan harapan.
 Batas Ancaman

Burgoon (1978), “jarak dimana orang yang berinteraksi


mengalami ketidaknyamanan fisik dan fisiologis dengan
kehadiran orang lain”
VALENSI PELANGGARAN

Valensi pelanggaran melibatkan


pemahaman suatu pelanggaran melalui
interpretasi dan evaluasi, singkatnya para
komunikator berusaha untuk
menginterpretasikan makna dari sebuah
pelanggaran dan memutuskan apakah
mereka menyukainya atau tidak.
Contoh
 CONTOH 1
Misalnya, si A tidak suka bila ada orang asing yang
duduk terlalu dekat dengan saya. Apa lagi sampai
memasuki jarak personal si A. Tetapi, ketika yang
memasuki jarak personal si A itu perempuan cantik,
maka si A bisa menganggap itu sebagai sesuatu yang
positif
 ANALISIS 1
Dari kasus di atas, ketika ada orang asing yang
duduk disebelah si A, dia menjadi tidak merasa
nyaman, si A menganggap itu negatif. Sementara
ketika seorang perempuan cantik duduk disebelah si A,
dia menganggap itu positif karena dia merasa nyaman