Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN

KOMUNITAS PADA PASIEN


DM (DIABETES MELITUS)

OLEH:
KELOMPOK III
KEPERAWATAN C 2016
DEFINISI

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang kebanyakan


herediter, dengan tanda – tanda hiperglikemia dan glukosuria, disertai
dengan atau tidak adanya gejala klinik akut ataupun kronik, sebagai
akibat dari kuranganya insulin efektif di dalam tubuh, gangguan
primer terletak pada metabolisme karbohidrat yang biasanya disertai
juga gangguan metabolisme lemak dan protein.
Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai
dengan hiperglikemi yang berhubungan dengan abnormalitas
metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh
penurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivitas insulin atau
keduanya dan menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskuler, dan
neuropati (Yuliana elin, 2009 dalam NANDA NIC-NOC, 2013)
ETIOLOGI
1. Kelainan sel beta pankreas, berkisar dari hilangnya sel beta sampai
kegagalan sel beta melepas insulin.
2. Faktor-faktor lingkungan yang mengubah fungsi sel beta, antara
lain agen yang dapat menimbulkan infeksi, diet dimana
pemasukan karbohidrat dan gula yang diproses secara berlebihan,
obesitas dan kehamilan.
3. Gangguan sistem imunitas. Sistem ini dapat dilakukan oleh
autoimunitas yang disertai pembentukan sel-sel antibodi
antipankreatik dan mengakibatkan kerusakan sel- sel penyekresi
insulin, kemudian peningkatan kepekaan sel beta oleh virus.
4. Kelainan insulin. Pada pasien obesitas, terjadi gangguan kepekaan
jaringan terhadap insulin akibat kurangnya reseptor insulin yang
terdapat pada membran sel yang responsir terhadap insulin.
Lanjutan...

Gangren Kaki Diabetik


Faktor – faktor yang berpengaruh atas terjadinya gangren kaki diabetik dibagi
menjadi endogen dan faktor eksogen.
 Faktor endogen : a. Genetik, metabolik
b. Angiopati diabetik
c. Neuropati diabetik
 Faktor eksogen : a. Trauma
b. Infeksi
c. Obat
PATOFISIOLOGI
Diabetes Melitus
1. Sebagian besar gambaran patologik dari DM dapat dihubungkan dengan
salah satu efek utama akibat kurangnya insulin berikut:
2. Berkurangnya pemakaian glukosa oleh sel – sel tubuh yang mengakibatkan
naiknya konsentrasi glukosa darah setinggi 300 – 1200 mg/dl.
3. Peningkatan mobilisasi lemak dari daerah penyimpanan lemak yang
menyebabkan terjadinya metabolisme lemak yang abnormal disertai dengan
endapan kolestrol pada dinding pembuluh darah.
4. Berkurangnya protein dalam jaringan tubuh.
Gangren Kaki Diabetik
Ada dua teori utama mengenai terjadinya komplikasi kronik DM akibat
hiperglikemia, yaitu teori sorbitol dan teori glikosilasi.
1. Teori Sorbitol
2. Teori Glikosilasi
KLASIFIKASI
Klasifikasi klinis :
1. DM
a. Tipe I : IDDM
b. Tipe II : NIDDM
Tipe II dengan obesitas
Tipe II tanpa obesitas
Klasifikasi resiko statistik :
1. Gangren kaki diabetik dibagi menjadi enam tingkatan, yaitu :
2. Derajat 0 : Tidak ada lesi terbuka, kulit masih utuh dengan
3. Kemungkinan disertai kelainan bentuk kaki seperti “claw,callus “.
4. Derajat 1 : Ulkus superfisial terbatas pada kulit.
5. Derajat 2 : Ulkus dalam menembus tendon dan tulang.
6. Derajat 3 : Abses dalam, dengan atau tanpa osteomielitis.
7. Derajat 4 : Gangren jari kaki atau bagian distal kaki dengan atau tanpa
8. selulitis.
9. Derajat 5 : Gangren seluruh kaki atau sebagian tungkai.
MANIFESTASI KLINIS
1. Poliuri (banyak kencing)
2. Polidipsi (banyak minum)
3. Polipagi (banyak makan)
4. Berat badan menurun, lemas, lekas lelah, tenaga kurang
5. Mata kabur
KOMPLIKASI
Komplikasi akut
Hipoglikemia
Hipoglikemia (kadar gula darah yang abnormal rendah) terjadi apabila kadar
glukosa darah turun dibawah 50 mg/dl. Keadaan ini dapat terjadi akibat pemberian
insulin atau preparat oral yang berlebihan, konsumsi makanan yang terlalu sedikit atau
karena aktivitas fisik yang berat.
PENGKAJIAN
1. Inti komunitas
a. Sejarah
b. Demografi
c. Ethnik
d. Nilai dan kepercayaan
e. Agama yang dianut,sarana beribadah dll
2. Sub system
a. Lingkungan fisik
b. Pendidikan
c. Ekonomi
d. System politik dan Pemerintahan
e. Keamanan dan transportasi
f. Pelayanan kesehatan dan sosial
g. Komunikasi
h. Rekreasi
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Setelah dilakukan pengkajian yang sesuai dengan data-data yang dicari,
maka kemudian dikelompokkan dan dianalisa seberapa besar stressor yang
mengancam masyarakat dan seberapa berat reaksi yang imbul pada masyarakat
tersebut. Berdasarkan hal tersebut di atas dapat disusun diagnose keperawatan
komunitas dimana terdiri dari : masalah kesehatan, karakteristik populasi, dan
karakteristik lingkungan. ( R. Fallen & R Budi Dwi K, 2010 ).

1. Ketidakpatuhan terhadap diit berhubungan dengan Pengetahuan yang


kurang
2. Ketidakpatuhan masyarakat/penderita DM melaksanakan check up kesehatan
berhubungan dengan factor penghasilan yang rendah
3. Resiko peningkatan penderita ganggren berhubungan dengan Kurangnya
pengetahuan penderita DM tentang pencegahan terjadinya luka ganggren
Perubahan positif untuk Penyelesaianuntuk
Pentingnya penyelesaian
penyelesaian di peningkatan kualitas
Diagnosa Keperawatan masalah Score
komunitas hidup

Ketidakpatuhan terhadap 3 3 3 9
diit berhubungan
dengan Pengetahuan
yang kurang

Ketidakpatuhan 3 2 1 6
masyarakat/penderita DM
melaksanakan check up
kesehatan berhubungan
dengan factor
penghasilan yang rendah

Resiko peningkatan 3 2 2 7
penderita ganggren
berhubungan
dengan Kurangnya
pengetahuan penderita
DM tentang pencegahan
terjadinya luka ganggren
INTERVENSI KEPERAWATAN
NO Diagnosa keperawatan Tujuan Intervensi Sasaran Metode

Ketidakpatuhan terhadap Tujuan jangka pendek: Bina hubungan saling 1. Kader kesehatan Ceramah, tanya jawab,
diet berhubungan 1. Setelah dilakukan percaya masyarakat dan diskusi, demonstrasi.
dengan Pengetahuan yang asuhan keperawatan dengan masyarakat masyarakat yang
kurang selama 1 minggu 1. Lakukan pendidikan menderita DM
diharapkan penderita kesehatan tentang diit 2. Semua penderita DM
DM patuh terhadap untuk penderita DM
pengobatan terhadap 2. Berikan penyuluhan
1 diit tentang pentingnya
Tujuan jangka panjang: kepatuhan pengobatan
1. Masyarakat mengetahui terhadap diit bagi
tentang diit untuk penderita DM
penderita DM
2. Masyarakat mengetahui
tentang pentingnya
kepatuahan pengobatan
Ketidakpatuhan Setelah dilakukan asuhan 1. Berikan health Seluruh penderita DM 1. Demonstrasi, dan
masyarakat/penderit keperawatan dalam waktu education pada dan keluarga demonstrasi
a DM melaksanakan 1 minggu tidak terjadi penderita DM tentang 2. Ceramah, tanya jawab,
check up peningkatan penderita DM cara pencegahan diskusi
berhubungan dengan ganggren terjadinya luka 3. Tindakan langsung
dengan faktor Tujuan jangka pendek: gangren, dan 4. Ceramah, tanya jawab,
penghasilan yang 1. Penderita DM penyebab terjadinya diskusi, Laptop, LCD,
rendah mengetahui cara luka gangrene materi, screen, dan
pencegahan 2. Ajarkan kepada leaflet
terjadinya luka penderita DM maupun
ganggren keluarganya tentang
2. Penderita DM mengerti perawatan luka
cara perawatan luka gangrene
2 ganggren 3. Berikan penyuluhan
3. Penderita DM tentang pentingnya
mengetahui penyebab check up gula darah
terjadinya luka bagi penderita DM
ganggren 4. Lakukan Check up
Tujuan jangka panjang: gula darah gratis
1. Setelah dilakukan pada penderita DM
asuhan keperawatan
Resiko 1. Masyarakat 1. Berikan Seluruh penderita Laptop, LCD,
peningkatan penderita DM penyuluhan DM materi, dan leafle
penderita mengetahui tentang faktor
ganggren tentang resiko resiko tentang
berhubungan ketidakpetuhan ketidakpatuhan
dengan Kurangny untuk penderita DM
a pengetahuan melaksanakan tentang check up
check up gula gula darah
3.
darah
TERIMA KASIH