Anda di halaman 1dari 6

Fungsi keluarga

Secara umum fungsi keluarga (Friedman. 1998) adalah sebagai berikut.


• Fungsi afektif (the afective function) adalah fungsi keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesuatu
untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan dengan orang lain. Fungsi ini dibutuhkan untuk
perkembangan individu dan psikososial anggota keluarga. '
• Fungsi sosialisasi dan tempat bersosialisasi (socialization and social placement function) adalah Fungsi
mengembangkan dan tempat melatih anak untuk berkehidupan sosial sebelum meninggalkan rumah untuk
berhubungan dengan orang lain di luar rumah.
• Fungsi reproduksi (the reproductive function) adalah fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga
kelangsungan keluarga.
• Fungsi ekonomi (the economy function). yaitu keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara
ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan individu meningkatkan penghasilan untuk
memenuhi kebutuhan keluarga.
• Fungsi perawatan/pemeliharaan kesehatan (the health care function), yaitu fungsi untuk mempertahankan
keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki produktivitas tinggi. Fungsi ini dikembangkan
menjadi tugas keluarga di bidang kesehatan.
Namun, dengan berubahnya pola hidup agraris menjadi industrialisasi, fungsi keluarga dikembangkan menjadi:
• Fungsi ekonomi. yaitu keluarga diharapkan menjadi keluarga yang produktif yang mampu menghasilkan nilai
tambah ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya keluarga.
• Fungsi mendapatkan status sosial, yaitu keluarga yang dapat dilihat dan dikategorikan strata sosialnya oleh keluarga
lain yang berada di sekitarnya.
• Fungsi pendidikan, yaitu keluarga yang mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar terhadap pendidikan anak
anaknya untuk menghadapi kehidupan dewasanya.
• Fungsi sosialisasi bagi anaknya, yaitu orang tua atau keluarga diharapkan mampu menciptakan kehidupan sosial
yang mirip dengan luar rumah.
• Fungsi pemenuhan kesehatan, yaitu keluarga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kesehatan yang primer dalam
rangka melindungi dan pencegahan terhadap penyakit yang mungkin dialami keluarga.
• Fungsi religius, yaitu keluarga merupakan tempat belajar tentang agama dan mengamalkan ajaran keagamaan.
• Fungsi rekreasi. yaitu keluarga merupakan tempat untuk melakukan kegiatan yang dapat mengurangi ketegangan
akibat berada di luar rumah.
• Fungsi reproduksi, bukan hanya mengembangkan keturunan, tetapi juga merupakan tempat mengembangkan fungsi
reproduksi secara universal (menyeluruh), diantaranya seks yang sehat dan berkualitas, pendidikan seks bagi anak,
dan yang lain.
• Fungsi afeksi, yaitu keluarga merupakan tempat yang utama untuk pemenuhan kebutuhan psikososial sebelum
anggota keluarga berada di luar rumah
Pengaruh kepercayaan
terhadap kesehatan
Kepercayaan adalah kemauan seseorang untuk bertumpu pada orang lain dimana kita memiliki keyakinan
padanya. Kepercayaan merupakan kondisi mental yang didasarkan oleh situasi seseorang dan konteks sosialnya.
Ketika seseorang mengambil suatu keputusan ia akan lebih memilih keputusan berdasarkan piliha dari orang-
orang yang lebih dapat ia percaya dari pada yang kurang dipercayai.
Hubungan antara kesehatan dengan kepercayaan yang berlaku di masyarakat beehubungan dengan kepercayaan
yang mengandung unsur-unsur kekuatan supranatural dan supernatural atau penyihir yang sulit untuk di
rasionalkan. Jadi di masyarakat berlaku sebuah alasan mengapa orang tersebut sakit yang dikait-kaitkan dengan
kekuatan supranatural maupun supernatural atau penyihir.
Banyak kepercayaan yang masih saat ini digunakan oleh masyarakat mengapa hal itu terjadi. Salah satu faktor
utamanya adalah masih mempercayai kata-kata sesepuh atau orang terdahulu.
Ada 3 faktor yang mempengaruhi masyarakat memilih pengobatan alternatif atau tradisional menurut foster dan
anderson (dalam Agusmarni, 2012)
• Faktor sosial
Salah satu faktor yang mendasar terjadinya interaksi sosial adalah sugesti yaitu pemberian suatu pandangan atau
pengaruh oleh seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu sehingga orang tersebut mengikuti
pandangan/pengaruh tersebut tanpa berpikir panjang.
• Faktor ekonomi
Faktor ekonomi mempunyai peranan besar dalam penerimaan atau penolakan suatu pengobatan. Faktor ini
diperkuat dengan persepsi masyarakat bahwa pengobatan alternatif membutuhkan sedikit tenaga, biaya, dan
waktu
• Faktor budaya
Budaya merupakan suatu pikiran, adat istiadat, kepercayaan, yang menjadi kebiasaan masyarakat. Nillai-nilai
budaya yang dominan pada individu sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian individu. Dalam hal ini
budaya dipengaruhi oleh suku bangsa yang dianut oleh pasien, jika aspek suku bangsa sangat mendominasi
maka pertimbangan untuk menerima atau menolak didasari pada kecocokan suku bangsa yang dianut. Semua
kebudayaan mempunyai cara-cara pengobatan, beberapa melibatkan metode ilmiah atau melibatkan kekuatan
supranatural dan supernatural