Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA KLIEN DENGAN


PENYALAHGUNAAN NAPZA

Kelompok 7
Dasrizal
Dekriani yusella
Euis romiati
Hariyati
Zenita amelia
NAPZA
pengertian NAPZA
• NAPZA adalah singkatan dari narkotika,
psikotropika, dan bahan adiktif lainnya,
meliputi zat alami atau sintetis yang bila
dikonsumsi menimbulkan perubahan fungsi
fisik dan psikis, serta menimbulkan
ketergantungan (BNN, 2004).
zat-zat alamiah maupun
sintetik dari bahan
candu/kokaina atau
turunannya dan
• Narkotika padanannya yang
• Psikotropika mempunyai efek psikoaktif
(menurunkan/mengubah
• Zat adiktif kesadaran)

zat atau obat, baik alamiah


maupun sintetis bukan
zat-zat yang narkotika, yang berkhasiat
mengakibatkan psikoaktif
ketergantungan (perubahan khas pada
• Berbahaya karena bisa aktivitas mental dan
perilaku)
mematikan sel otak.
• Mengenal Beberapa
• Jenis Napza
1. Ganja/Mariyuana
2. Heroin/Putaw
3. Kokain/Crack
4. MDMA/Ecstasy
5. Methamphetamin
/shabu-shabu
6. Amphetamin
7. LSD
8. Sedativa
• Mengenal Beberapa
• Jenis Napza
1. Ganja/Mariyuana
2. Heroin/Putaw
3. Kokain/Crack
4. MDMA/Ecstasy
5. Methamphetamin
/shabu-shabu
6. Amphetamin
7. LSD
8. Sedativa
• Mengenal Beberapa
• Jenis Napza
1. Ganja/Mariyuana
2. Heroin/Putaw
3. Kokain/Crack
4. MDMA/Ecstasy
5. Methamphetamin
/shabu-shabu
6. Amphetamin
7. LSD
8. Sedativa
• Mengenal Beberapa
• Jenis Napza
1. Ganja/Mariyuana
2. Heroin/Putaw
3. Kokain/Crack
4. MDMA/Ecstasy
5. Methamphetamin
/shabu-shabu
6. Amphetamin
7. LSD
8. Sedativa
Penyalahgunaan NAPZA

• . Penyalahgunaan NAPZA secara tetap ini


menyebabkan pengguna merasa
ketergantungan pada obat tersebut sehingga
menyebabkan kerusakan fisik ( Sumiati, 2009).
• Pengertian:
Yang….
• 1. bukan untuk pengobatan
• 2. tanpa pengawasan dokter
• Tahap pengguna: • Karena rasa ingin
tahu
• 1. Coba-coba • Supaya diakui
• 2. Sosial / rekreasi kelompok
• 3. Situasional • utk bersenangsenang
• utk santai
• 4. ketergantungan • Biasanya ketika
rekreasi
• Tidak bisa tidak • Biasanya
menggunakan berkelompok
• Rela melakukan
apa saja untuk dipakai bila:
mendapatkan • Tegang
• Sedih kecewa
DAMPAK PENYALAHGUNAAN NAPZA
Gangguan :
• Sistem saraf
1. Fisik • Jantung
2. Psikologik • Pembuluh darah
• Kulit
3. Sos-ek • Paru
• Darah
• Pencernaan
• Otot dan tulang

Lain-lain:
• Hepatitis
• kematian
DAMPAK PENYALAHGUNAAN NAPZA
1. Fisik Depresi
2. Psikologik • Paranoid
• Ingin bunuh
3. Sos-ek
diri
Gejala:
1. Aspek kesehatan 1. Intoksikasi
2. Aspek sosial
psikologis 2. Toleransi
3. Aspek keamanan 3. Putus obat
4. Aspek ekonomi 4.ketergantunga
n
VIDEO
videoplayback
DIAGNOSA
• 1. Gangguan persepsi sensori pada penggunaan halusinogen
sehubungan dengan tekanan teman sebaya, dimanifestasikan
dengan berteriak dan menutup telinga Dila ditinggal sendiri di
kamar.
• 2. Gangguan proses berpikir pada penggunaan alkohol sehubungan
dengan tekanan dari hukum dan tuntutan dari keluarga
dimanifestasikan dengan bingung dan kurang sadar.
• 3. Gangguan persepsi sensori visual pada penggunaan alkohol
sehubungan iengan hilangnya pekerjaan dan ditolak keluarga.
• 4. Gangguan hubungan sosial; manipulatif sehubungan dengan
kondisi putus zat adiktif.
• 5. Tidak efektifnya koping individu sehubungan dengan terus-
menerus menggunakan zat adiktif.
KASUSS
• Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke IPWL satu RS
ditemani keluarganya untuk melakukan konseling terkait
penyalahgunaan NAPZA. klien mengaku menggunakan
NAPZA sejak lulus SMA, sekitar 3 tahun yang lalu. klien
sampai masuk penjara 2 tahun yang lalu karena tertangkap
saat pesta NAPZA bersama teman-temannya . klien telah
dimasukkan kepusat rehabilitasi oleh keluarga sejak keluar
lagi, namun yang menjadi masalahnya sejak keluar dari
pusat rehabilitasi, godaan untuk menggunkan NAPZA
kembali lagi karena diajak oleh temanya yang lama. hasil
pemeriksaan fisik klien saat ini normal,TD 120/80 mmHg,
frekuensinya nadi 82x/m, frekuensinya napas18x/menit , S
36,5c, BB klien 56 dengan IMT 17, mata cekung
• Evaluasi
• Evaluasi kemampuan klien dalam mengatasi keinginan
menggunakan zat, misalnya dalam pikiran klien sudah
tergambar masa depan yang lebih balk (tanpa zat), hidup
yang lebih berharga dan keyakinan tidak akan lagi
menggunakan zat. Perilaku klien untuk mengatakan tidak
terhadap tawaran penggunaan zat dan menyuruh pergi.
Evaluasi apakah hubungan klien dengan keluarga sudah
terbina saling percaya dan kesempatan untuk saling
mendukung melakukan komunikasai yang lebih efektif
untuk sama-sama mengatasi keinginan menggunakan zat
lagi oleh klien, serta masalah yang timbul akibat
penggunaan zat.