Anda di halaman 1dari 7

4.

2 PELURUHAN BETA ()


Peluruhan beta dapat didefinisikan Sebagai proses peluruhan radioaktif, dimana
muatan inti berubah tanpa terjadi perubahan cacah nukleon.
Contoh

a. 5
12
B
6 12C

p n p n

b. 7
12
N
6 12C

p n p n
Ketiga inti tersebut memiliki cacah nukleon yang sama, tetapi cacah proton dan
neutron-nya berbeda.
12
6 C adalah inti stabil yang memiliki cacah p dan n yang sama yaitu masing-
masing 6.
- Boron (B ) terlalu banyak n dibanding p
- Inti Boron yang tidak stabil meluruh : mengubah satu n-nya menjadi p untuk
menjadi inti C. Agar muatan listrik kekal maka 1 muatan listrik negatif
dibentuk (elektron). Jika inti harus berada dalam inti dengan ukuran diameter
10-14 m, maka menurut azas ketidakpastian heisenberg, e harus memiliki
momentum dengan lebar jangkauan
h
p   20 Mev / c
x
- Berdasarkan eksperimen bahwa energi partikel  dalam peluruhan biasanya
kurang dari 1 Mev sehingga e dengan E = 20 Mev tidak dapat berada di
dalm inti, dan diemisikan sebagai radiasi yang disebut sinar . Karena e
tidak dalam inti maka harus dikeluarkan sebagai radiasi yang disebut sinar .
5
12
6 12C     v
B
v. Disebut anti neutrino yaitu partikel netral yang tidak bermassa seperti
foton dan energinya bersifat kinetik.

Analog dengan Boron, Nitrogen cacah p-nya lebih banyak dibanding cacah n
sehingga meluruh :dengan mengubah sebuah p menjadi n serta melepaskan
muatan positif yang disebut dengan positron (+)

7
12
6 12C     v
N
 = neutrino partikel sejenis anti neutrino dengan spin berlawanan terhadap sin
antineutrino.
Selain peluruhan - dan + ada satu peluruhan lagi yang termasuk peluruhan 
yaitu tangkapan elektron ( eleketron capture).
Daam proses ini sebuah elektron dalam orbit ditangkap oleh proton dalam inti
dan berubah menjadi neutron ditambah dengan 1 neutrino. Dalam proses
ini cacah nukleonnya tetap. Elektron pada kulit K memiliki kebolehjadian
terbesar untuk ditangkap oleh p
-
7
12
N  1 e 
0
6 C  v 12

Proses tangkapan ini tidak di amati langsung tapi dapat dilihat dari radiasi
sinar-x karakteristik yang dipancarkan karena di kulit K yang telah
ditangkap meninggalkan tempat yang kosong.

Kesimpulan pada 3 peluruhan  :


1. Peluruhan -
Peluruhan inti induk (I) menjadi inti turunan dapat ditulis

Z
A
I
Z 1 AT  10e  v
kekekalan energi menghasilkan
Q  (mI  mT )C 2
2. Peluruhan +
Peluruhan inti induk (I) menjadi inti turunan dapat ditulis

Z
A
I
Z 1 AT  10e  v
kekekalan energi menghasilkan

Q  (mI  (mT  2me )C 2


3. Tangkapan elektron (e-)
peluruhan inti induk (I) menjadi inti turunan dapat ditulis

Z
A
I  10e 
Z 1 AT  v
kekekalan energi menghasilkan

Q  (mI  mT )C 2
Soal :
12 12
Hitunglah energi peluruhan (Q) pada peluruhan 5 B menjadi 6 C ?
4.3 Peluruhan Gamma ()
suatu inti dapat berada pada tingkat tereksitasinya. Misalnya akibat
peluruhan ,  atau tumbukan dengan neutron.
dalam proses menuju tingkat dasarnya (ground state) inti tersebut
melepaskan energi dalam bentuk radiasi sinar gamma yaitu :
E  E
gambar ini menunjukkan beberapa sinar gamma yang dipancarkan
menyusul peluruhan beta
198Au

-
1,088 Mev
-
2 3
0,412 Mev
1
0 Mev
198Hg