Anda di halaman 1dari 93

10 KEDINASAN

TERFAVORIT
XII MIPA 1

OLEH : Devi Rahma Yuniastuti


Fachry Ichwanul Mahendra
Fazar Noor Alam
Krisniyani
Mauliddien Nur Fattah
Mohammad Rizki Pratama
Nur Indah Purnama
Siti Fatimah Azzahra
Wati Atika
IPDN
Institut Pemerintahan
Dalam Negeri
Sejarah
Berawal dari didirikannya Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) di Malang Jawa Timur pada tanggal 1 Maret
1956 berdasarkan SK Mendagri No.Pend. 1/20/565 tanggal 24 September 1956 dengan Direktur Pertama dr. Raspio
Woerjadiningrat. Untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kader aparatur pemerintah di tiap daerah, maka sejak
tahun 1965 satu demi satu didirikan APDN di berbagai provinsi dan pada tahun 1970 telah berdiri 20 APDN di seluruh
Nusantara, lokasi-lokasi APDN tersebut adalah di Banda Aceh, Medan, Bukittinggi, Pekanbaru, Jambi, Palembang,
Tanjung Karang, Bandung, Semarang, Malang, Mataram, Kupang, Ujung Pandang, Manado, Pontianak, Banjarmasin,
Palangkaraya, Samarinda, Ambon, dan Jayapura.
Sampai dengan tahun pendidikan 1991 yaitu tahun alumnus berakhimya operasi APDN di daerah-daerah telah
menghasilkan 27.910 orang, yang penempatannya tersebar di 27 Propinsi. Kini para alumninya sudah
mengembangkan diri untuk pendidikan selanjutnya dan pada umumnya sudah menduduki jabatan teratas di
lingkungan Departemen Dalam Negeri. Untuk menyamakan pola pendidikan APDN dikeluarkan Keputusan Menteri
Dalam Negeri No. 38 Tahun 1988 tentang Pembentukan APDN yang bersifat Nasional yang dipusatkan di Jatinangor,
Sumedang Jawa Barat. Dalam proses perkembangan selanjutnya dikeluarkan Keputusan Presiden No.42 Tahun 1992,
yang mengubah APDN menjadi Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri disingkat menjadi STPDN. Bagi lulusan
Program D-IV STPDN berhak menyandang gelar "SSTP" (“Sarjana Sains Terapan Pemerintahan”).
Lulusan atau alumni STPDN diharapkan memiliki tiga kompetensi dasar yaitu:
• Kepemimpinan (Leadership),
• Kepelayanan (Stewardship),
• Kenegarawanan (Statemanship).
Setelah terjadi kasus kekerasan pada praja Wahyu Hidayat yang menyebabkannya meninggal dunia, pemerintah
melalui Departemen Dalam Negeri akhirnya memutuskan melebur Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri
(STPDN) dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) dalam wadah baru bernama Institut Pemerintahan Dalam Negeri
(IPDN) pada tahun 2005. Perubahan yang diatur Keppres Nomor 87/2004 tentang Penggabungan STPDN dan IIP
dan Permen Dalam Negeri No. 29 tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja IPDN, sebenarnya sudah
dirancang sejak 1998 karena ada aturan yang membatasi setiap departemen hanya memiliki satu pendidikan
kedinasan.
Pada 10 Oktober 2007, IPDN kembali diubah menjadi Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), namun IIP yang baru ini
tidak akan hanya mempunyai kampus di Jatinangor, melainkan juga di beberapa daerah lain seperti Bukittinggi
(Sumatera Barat), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Makassar (Sulawesi Selatan), dan Mataram (Nusa Tenggara
Barat). IIP juga akan berbeda dari IPDN dari segi sistem pendidikannya, meskipun pada saat keputusan perubahan
ini diambil sistem pendidikan yang baru tersebut belum diatur secara dirinci.
Alamat

Kampus IPDN ada di seluruh provinsi di Indonesia , sebagai


contoh IPDN yang berada di Jawa Barat alamatnya di Jalan
Ir.Soekarno KM 20, Desa Cibeusi, Jati Nangor, Sumedang.
Persyaratan Pendaftaran
Persyaratan Umum:
a. Warga Negara Indonesia;
b. Usia peserta seleksi minimal 16 (enam belas) tahun dan maksimal 21 (dua puluh
satu) tahun pada saat pembukaan pendidikan IPDN tanggal 1 September 2018.
c. Tinggi badan pendaftar bagi pria minimal 160 cm dan pelamar wanita minimal 155
cm.
Persyaratan Umum:
a. Warga Negara Indonesia;
b. Usia peserta seleksi minimal 16 (enam belas) tahun dan maksimal 21 (dua puluh satu) tahun pada saat
pembukaan pendidikan IPDN tanggal 1 September 2018.
c. Tinggi badan pendaftar bagi pria minimal 160 cm dan pelamar wanita minimal 155 cm.
Persyaratan Administrasi
a. Berijazah serendah-rendahnya Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) termasuk lulusan
paket C dengan ketentuan:
1) Nilai rata-rata Ijazah minimal 70,00 (tujuh puluh koma nol-nol) dari masing-masing Nilai Rata-Rata Rapor dan
Nilai Ujian Sekolah bagi pendaftar lulusan tahun 2015 s.d 2018;
2) Khusus bagi Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat Nilai rata-rata Ijazah minimal 65,00 (enam puluh lima
koma nol-nol) dari masing-masing Nilai Rata-Rata Rapor dan Nilai Ujian Sekolah bagi pendaftar lulusan tahun 2015
s.d 2018;
b. KTP-el bagi peserta yang berusia diatas 17 Tahun atau Kartu Keluarga (KK) bagi yang belum memiliki KTP-el.
Bagi yang belum memiliki KTP-el atau KK menggunakan Surat Keterangan Kependudukan atau resi permintaan
pembuatan KTP-el dengan NIK yang sama pada saat mendaftar pada website https://sscndikdin.bkn.go.id;
c. Surat keterangan dari Kepala Sekolah atau pejabat berwenang sebagai peserta Ujian Nasional bagi siswa
SMA/MA kelas 3 Tahun Ajaran 2017/2018;
d. Surat elektronik/e-mail yang masih aktif;
e. Pas photo.
Program Studi dan
Program
Akreditasinya
Program Studi Akreditasi
D – IV Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil B
D – IV Keuangan Daerah B
D – IV Manajemen Sumber Daya Aparatur B
D – IV Pembangunan dan Pemberdayaan B
D – IV Politik Pemerintahan B
S1 Kebijakan Pemerintahan B
S1 Manajemen Keuangan C
S1 Manajemen Pembangunan B
S1 Manajemen Pemerintahan C
S1 Manajemen Sumber Daya Manusia B
S1 Administrasi Pemerintahan Daerah -
UKM

ada ruangan untuk kegiatan mahasiswa (720 m2). Untuk memberikan latihan praktik mengembangkan
kemampuan kepemimpinan Praja disusun Organisasi Korps Praja, disebut Wahana Wyata Praja merupakan
senat mahasiswa IPDN, Wahana Wyata Praja mempunyai Struktur Organisasi dan Tata Kerja-nya disesuaikan
dengan Organisasi Pemerintahan Wilayah/Daerah. Pelabat-pejabat Korps disebut Gubernur Praja,
Bupati/Walikota Praja, Camat Praja dan Kepala Desa/Lurah Praja dilengkapi dengan sekretariat masing-masing.
Juga terdapat berbagai Unit Kegiatan Praja (UKP), yaitu: Drum band Gita Abdi Praja, Gerakan Pramuka, Wapa
Manggala, Majalah Abdi Praja, Teater Persada, SAR, Sanggar Seni Praja, Informatika dan Komputer, Klub-klub
Olahraga, dan lain-lain
PKN STAN
Politeknik Keuangan Negara
Sekolah Tinggi Akutansi Negara
Sejarah
Tanggal Berdiri: 1964
Pendiri: Departemen Keuangan RI.
Sebelumnya, 1952, Departemen Keuangan mendirikan pendidikan Ajun Akuntan Negara dan Ajun
Akuntan Pajak. Lalu mendirikan Akademi Pajak dan Pabean (1956), Sekolah Tinggi Ilmu Keuangan
Negara (1959), Akademi Treasuri Negara (1960). Pada 1965, Akademi Perbendaharaan Negara,
lalu Ajun Akuntan Pajak diubah menjadi Akademi Ajun Akuntan Pajak. Pada 1967, didirikan
Institut Ilmu Keuangan (IIK) yang mengintegrasikan program-program pendidikan tinggi di
lingkungan Dep-Keu dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), adalah lembaga pendidikan tinggi negeri Indonesia di
di bawah Departemen Keuangan. Lulusan STAN dipersiapkan untuk dapat mengelola keuangan
Negara di berbagai instansi, antara lain Badan Pemeriksa Keuangan, Direktorat Jenderal Pajak,
Direktorat Jenderal Bea Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara, Direktorat Jenderal
Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, serta Direktorat PBB.
Program Studi
• Program Studi Diploma I Kebendaharaan Negara;
• Program Studi Diploma I Kepabeanan dan Cukai;
• Program Studi Diploma I Pajak;
• Program Studi Diploma III Akuntansi;
• Program Studi Diploma III Kebendaharaan Negara;
• Program Studi Diploma III Kepabeanan dan Cukai;
• Program Studi Diploma III Manajemen Aset;
• Program Studi Diploma III Pajak;
• Program Studi Diploma III Pajak Bumi dan Bangunan/Penilai.
Persyaratan Masuk
1)Persyaratan nilai (bukan hasil pembulatan) bagi pendaftar:
Untuk lulusan tahun 2017 dan sebelumnya, memiliki rata-rata nilai
ujian yang tertulis pada ijazah tidak kurang dari 70,00 dengan skala
100,00 atau untuk calon lulusan tahun 2018, memiliki nilai rata-rata
rapor untuk komponen pengetahuan pada 5 semester (semester gasal
dan genap untuk kelas X dan XI serta semester gasal kelas Xli) tidak
kurang dari 70,00 dengan skala 100,00 atau 2,80 dengan skala 4,00,
dengan ketentuan pada saat pendaftaran ulang yang bersangkutan
telah dinyatakan lulus dan memiliki rata-rata nilai ujian yang tertulis
pada ijazah tidak kurang dari 70,00 dengan skala 100,00
2) Usia maksimal pada tanggal 1 September 2018 adalah 20 tahun,
dalam pengertian calon peserta yang lahir sebelum tanggal 1
September 1998 tidak diperkenankan untuk mendaftar. Usia minimal
pada tanggal 1 September 2018 adalah 17 tahun bagi peserta yang
memilih Spesialisasi Diploma I dan 15 tahun bagi peserta yang
3) Berbadan sehat dan bebas dari napza (narkoba, psikotropika. dan zat adiktif lainnya). Kriteria
berbadan sehat adalah:
Mampu melihat, mendengar, dan berbicara dengan baik
Mampu melakukan tugas seperti menganalisa, mengetik, menyampaikan buah pikiran, dan
berdiskusi
Mampu bergerak tanpa menggunakan alat bantu berjalan atau dengan menggunakan alat bantu
berjalan seiain kursi roda
4) Calon siswa-siswi/taruna-taruni belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama
mengikuti pendidikan dan khusus untuk Spesialisasi Kepabeanan dan Cukal ditambahkan syarat
sebagai berikut:
Jenis kelamin dan tinggi badan (Spesialisasi Diploma 1: Laki-laki tinggi badan minimal 165 cm dan
Perempuan tinggi badan minimal 155 cm serta Spesialisasi Diploma 111: Berjenis kelamin laki-laki
dengan tinggi badan minimal 165 cm)
Tidak cacat badan
Tidak buta warna
Untuk pengguna kacamata/lensa kontak minus (rabun jauh) dan/atau plus (rabun dekat) dan/atau
silindris dapat diberikan toleransi maksimal sampai ukuran 2 dioptri
5) Khusus Program Afirmasi ditambahkan syarat sebagai berikut:
•Dicalonkan oleh SMA/SLTA atau yang sederajat dari wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku
Utara, dan Nusa Tenggara Timur dengan ketentuan setiap 1 (satu) SMA/SLTA mencalonkan hanya 1
(satu) siswa terbaiknya
•Telah menyelesaikan SD atau yang sederajat, SMP/SLTP atau yang sederajat di wilayah Papua, Papua
Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara TImur atau memiliki garis keturunan orang tua (ayah
atau ibu kandung) asli wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur
6) Menyetor biaya pendaftaran sebesar Rp 300.000 yang sudah termasuk biaya pelaksanaan Seleksi
Kemampuan Dasar berdasarkan PP Nomor 63 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis
Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan Kepegawaian Negara
7) Pendaftar tidak pernah terdaftar sebagai mahasiswa di PKN STAN atau Sekolah Tinggi Akuntansi
Negara
Badan Otonom dan Unit Kegiatan
Mahasiswa yang ada di Kampus STAN
• Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
• Badan Legislatif Mahasiswa (BLM)
• Badan Audit Kemahasiswaan (BAK)
• Koperasi Mahasiswa (Kopma) STAN
• Olahraga
• Seni
STIS
Sekolah Tinggi Ilmu
Statistika
Sejarah
Awal bedirinya berstatus sebagai Akademi Ilmu Statistik
(AIS) pada tanggal 11 Agustus 1958. Kemudian
mengalami peningkatan status menjadi Sekolah Tinggi
Ilmu Statistik (STIS) berdasarkan Keppres No.163 Tahun
1998 tentang STIS di bawah naungan BPS. Kemudian
pada tahun 2017 STIS berubah nama menjadi Politeknik
Statistik STIS.
Alamat

Jl. Otto Iskandardinata No. 64C , Jakarta


13330
Program Studi
•Program Studi Diploma III Statistika
•Program Studi Diploma IV Statistika
•Program Studi Diploma IV Kompu Statistik
•Lulusan Program Diploma III akan mendapat gelar Ahli
Madya Statistik (A.Md.Stat.)
•Lulusan Program Diploma IV akan mendapat gelar
Sarjana Terapan Statistika (S.Tr.Stat.)
Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru
Politeknik Statistik STIS
• 1. Jalur Ikatan Dinas
Jalur Ikatan Dinas merupakan jalur seleksi untuk lulusan SMA / MA jurusan IPA/IPS. Mahasiswa yang
diseleksi melalui jalur ini, setelah lulus pendidikan di STIS, akan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri
Sipil (CPNS) golongan III/A (sesuai dengan peraturan yang berlaku), untuk selanjutnya ditempatkan di
unit kerja BPS di seluruh Indonesia sampai dengan tingkat kabupaten / kota.
Selama masa menempuh pendidikan, mahasiswa tidak dikenakan biaya pendidikan dan mahasiswa
mendapat tunjangan ikatan dinas (uang saku) sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mahasiswa memiliki
ikatan dinas selama mengikuti pendidikan di STIS, dan setelah lulus, wajib bekerja di BPS selama dua kali
masa pendidikan secara berturut-turut.
2. Jalur Tugas Belajar
Jalur Tugas Belajar merupakan jalur seleksi untuk mereka yang memiliki status sebagai Pegawai Negeri
Sipil (PNS), pegawai tetap pada BUMN / BUMD, atau anggota TNI / POLRI, dan telah menyelesaikan
pendidikan SMA/MA jurusan IPA, yang ditugaskan oleh instansi yang bersangkutan untuk mengikuti
pendidikan di STIS. Biaya pendidikan ditanggung oleh instansi yang memberi tugas.
Persyaratan dan Ketentuan Jalur

Ikatan Dinas
1. Sehat jasmani dan rohani (dapat dan layak bekerja dan beraktivitas, baik di dalam ruangan maupun di
lapangan), tidak buta warna, dan bebas narkoba.
2. Program Diploma IV :
Lulusan SMA / MA Jurusan IPA; atau
Siswa SMA / MA Jurusan IPA Tahun Ajaran ini kelas XII;
Nilai Matematika dan Bahasa Inggris masing-masing minimal 7,00 pada rapor kelas XII semester I;
3. Program Diploma III : (Khusus Pendaftar yang berdomisili pada wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku
Utara, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung) : IPS; atau IPS
Tahun Ajaran ini kelas XII; Inggris masing-masing minimal 7,00 pada rapor kelas XII semester I;
4. Umur tidak lebih dari 22 tahun
5. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan di STIS sampai dengan
pengangkatan PNS;
6. Tidak sedang menjalankan ikatan dinas dengan instansi lain;
7. Bersedia mematuhi peraturan STIS.
8. Bersedia menandatangani Surat Perjanjian Ikatan Dinas (SPID) bagi yang dinyatakan lulus seleksi dan akan
mengikuti pendidikan di STIS;
9. Setelah lulus pendidikan di STIS, bersedia ditempatkan di unit kerja Badan Pusat Statistik (BPS) sesuai
penempatannya di seluruh wilayah Indonesia sampai ke tingkat kabupaten/kota.
Tahapan Seleksi dan Lokasi Tes
STIS
Peserta yang ingin menjadi mahasiswa STIS harus melalui
semua tahapan seleksi berikut : Matematika dan Bahasa
Inggris (TKD)
Ujian tahap III: Tes Psikotes
Ujian tahap IV: Tes kesehatan
Setiap tahapan seleksi berlaku sistem gugur. Pelaksanaan
dilakukan di ibu kota provinsi dan beberapa ibu kota kabupaten
secara serentak.
Unit-unit Kegiatan Mahasiswa
(UKM).
1. ROHIS
2. ROHKRIS
3. KOPMA
4. KOPMA STIS
5. UKES
6. GPA CHEBY
7. UKM BIMBEL
STSN
Sekolah Tinggi Sandi
Negara
Sejarah
• Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) adalah Perguruan Tinggi Kedinasan dibawah koordinasi Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi yang didirikan berdasarkan surat Mendiknas Nomor 19/MPN/2002 tanggal 17 Januari 2002 dan
diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun
2003 tanggal 17 April 2003 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara.
STSN merupakan peningkatan status dari Akademi Sandi Negara (AKSARA) yang menjalankan program Diploma III
selanjutnya menjadi STSN yang menjalankan program Diploma IV. Lulusan STSN memiliki kemampuan untuk
menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi dan ancaman terhadap pengamanan informasi rahasia serta
tuntutan pengguna persandian di lingkungan instansi pemerintah. Sebagai institusi pendidikan di bidang sandi dan
aplikasinya, STSN mendidik Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dalam hal pengetahuan dan aplikasi
teknis persandian.

STSN merupakan salah satu lembaga atau institusi pendidikan yang mendukung terselenggaranya pertahanan
negara melalui penyediaan sumber daya manusia terdidik yang memiliki kompetensi khusus dibidang pengamanan
informasi, khususnya persandian. Melalui kompetensi tersebut, lulusan STSN mampu mengamankan informasi yang
sifatnya strategis dan rahasia yang menjadi aset negara. Informasi rahasia yang dimiliki oleh suatu negara menjadi
sasaran utama bagi pihak-pihak lawan atau yang tidak berkepentingan untuk dapat mengambil keuntungan baik dari
aspek politis, sosial, ekonomis maupun yang terkait pertahanan dan keamanan negara.
Dalam Undang-undang ini dinyatakan bahwa dalam hal bela negara atau pertahanan negara, setiap
warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Mahasiswa dan/atau lulusan STSN
merupakan SDM potensial dalam mendukung pertahanan negara karena memiliki kesiapan fisik,
pengetahuan, dan kemampuan di bidang keamanan informasi. Dengan bermodalkan kesadaran akan
pengamanan, mahasiswa dan/atau lulusan STSN memiliki dedikasi, loyalitas dan integritas tinggi
yang dilengkapi dengan kemampuan dibidang keamanan informasi dan sandi.

Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) ialah perguruan tinggi kedinasan yang diselenggarakan oleh
Lembaga Sandi Negara berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2003 Tentang Pendirian
Sekolah Tinggi Sandi Negara. Pada Tahun Akademik 2010/2011 STSN membuka kesempatan
kepada putra dan putri Warga Negara Indonesia untuk menjadi mahasiswa ikatan dinas, dimana
setelah lulus akan diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

STSN menerapkan pendidikan dengan sistem paket yang dinyatakan dalam satuan kredit semester
(SKS). Beban studi yang harus diselesaikan adalah 146 SKS dan ditempuh selama 4 tahun. STSN
mempunyai 2 (dua) program studi yaitu program studi teknik persandian dan program studi
manajemen persandian. Program Studi teknik persandian memiliki 2 (dua) bidang minat yaitu teknik
kripto dan teknik rancang bangun peralatan sandi.
FASILITAS
1.RuangKuliah
2. Ruang Rekreasi
3. Asrama
4. Laboratorium Komputer
5. Laboratorium Bahasa
6. Laboratorium Elektronika
7. Laboratorium Sandi
8. Perpustakaan
Sistem Pendidikan
• Beban studi yang harus diselesaikan adalah 146
• Lama pendidikan 4 tahun (8 semester) dengan sistem Drop Out (DO) per semester
     Sekolah Tinggi Sandi Negara mempunyai 2 (dua) program studi yaitu :
• Program Studi Teknik Persandian, yang dibagi menjadi Bidang Minat Teknik
Kripto dan Teknik Rancang Bangun Peralatan Sandi;
• Program Studi Manajemen Persandian.
• Calon Mahasiswa dari umum yang dinyatakan Lulus Ujian Saringan Masuk dan
diterima sebagai Mahasiswa STSN, diwajibkan menandatangani Perjanjian Ikatan
Dinas dan mendapatkan Tunjangan Ikatan Dinas (TID), Sesuai dengan Peraturan
yang berlaku. 
PENDAFTARAN
A. PERSYARATAN UMUM
• Warga Negara Indonesia (WNI);
• Pria/Wanita;
• Siswa kelas XII atau lulusan:
a. SMA jurusan IPA;
b. Madrasah Aliyah jurusan IPA;
c. SMK TI Bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi;

• Program Keahlian Teknik Komputer dan Informatika, Kompetensi Keahlian:

• Rekayasa Perangkat Lunak;


• Teknik Komputer dan Jaringan;
• Sistem Informatika, Jaringan dan Aplikasi.
• Program Keahlian Telekomunikasi, Kompetensi Keahlian Teknik Jaringan Akses Telekomunikasi.
• Nilai Matematika dan Bahasa Inggris (teori/pengetahuan/wajib) masing-masing minimal 80, pada semester IV dan V;
• Usia minimal 17 tahun dan tidak melebihi dari 21 tahun pada tanggal 31 Desember 2018;
• Sehat jasmani dan rohani tidak buta warna serta tidak cacat fisik dan mental;
• Bagi pria tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota
badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat;
• Bagi wanita tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik anggota badan
lainnya selain telinga;
• Belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan di
STSN;
• Tidak pernah putus studi/drop out (DO) dari Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) dan
atau Sekolah Kedinasan Pemerintah lainnya;
• Tidak sedang menjalani Ikatan Dinas dengan instansi lain;
• Bersedia mematuhi peraturan STSN dan menandatangani Surat Perjanjian Ikatan Dinas
(SPID).
B. PERSYARATAN ADMINISTRASI
1.Asli surat lamaran kepada Ketua STSN ditulis tangan dengan tinta hitam, bermaterai Rp.
6.000,-;
2.Fotokopi rapor semester IV dan V dan lembar identitas diri pada rapor yang telah
dilegalisir dan ditandatangani oleh Kepala Sekolah bersangkutan;
3.Asli surat keterangan konversi nilai rapor skala 0-100 yang telah dilegalisir dan
ditandatangani oleh Kepala Sekolah bersangkutan (bila nilai rapor menggunakan skala
huruf);
4.Fotokopi Ijazah/Transkrip Nilai Ujian Nasional (NUN) yang telah dilegalisir dan
ditandatangani oleh Kepala Sekolah bersangkutan (bila lulus tahun sebelumnya);
5.Asli Surat Keterangan Mengikuti Ujian Nasional yang ditandatangani oleh Kepala
Sekolah/pejabat yang berwenang bagi Pelamar Kelas XII SMA/sederajat;
6.Asli SKCK dari Kepolisian Sektor (Polsek) setempat;
7.Asli Surat Pernyataan yang ditandatangani oleh pelamar dan diketahui oleh orang
tua/wali yang menyatakan sanggup tidak menikah selama mengikuti pendidikan dan
sanggup mengganti biaya pendidikan apabila melanggar, bermaterai Rp. 6.000,- (contoh
format disediakan panitia);
8. Asli Surat Keterangan Berbadan Sehat dari Puskesmas/rumah sakit;
9. Asli Surat Keterangan Belum Pernah Menikah dari Kepala
Desa/Kelurahan setempat;
10. Fotokopi identitas diri berfoto seperti KTP atau SIM atau Kartu Pelajar;
11. Fotokopi KK (Kartu Keluarga);
12. Pas foto berwarna terbaru (3 bulan terakhir) ukuran 4x6 cm sebanyak 2
lembar, berlatar belakang merah;
13. Membayar biaya pelaksanaan seleksi SKD BKNsesuai PP no 63 tahun
2016 sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) per peserta bagi yang
akan mengikuti SKD
TAHAPAN SELEKSI
•Pendaftaran Online di situs https://sscndikdin.bkn.go.id dan https://stsn-nci.ac.id/spmb
•Daftar Ulang SPMB
•Seleksi Tahap I : SKD BKN
Seleksi Kemampuan Dasar (SKD), meliputi:
a. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK);
b. Tes Intelektual Umum (TIU);
c. Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
•Seleksi Tahap II : Tes Akademik
•Seleksi Tahap III – A : Tes Psikologi
•Seleksi Tahap III – B : Tes Tertulis CT dan MI
•Seleksi Tahap IV : Wawancara
•Seleksi Tahap V-A : Tes Kebugaran (samapta)
•Seleksi Tahap V-B : Tes Kesehatan dan MMPI
•Seleksi Tahap VI : Pantukhir
•Daftar Ulang Calon Mahasiswa
Biaya Menempuh Pendidikan di
STSN
Mungkin banyak diantara kamu yang penasaran sebenarnya,
berapa sih biaya untuk menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Sandi
Negara ini? Faktanya STSN menggratiskan biaya untuk siswa yang lulus
seleksi dan test untuk masuk sekolah tinggi ini. Bahkan taruna dan taruni
yang menjadi siswa STSN ini, mendapat sejumlah uang saku sesuai dengan
perarturan yang berlaku.
Selain itu, kamu tak perlu memikirkan kost atau tempat tinggal sebab STSN
adalah sekolah kedinasan yang mewajibkan siswanya untuk tinggal di
asrama. Meski begitu saat tinggal di asrama, taruna dan taruni STSN wajib
untuk hidup berdisiplin tinggi dan mematuhi semua peraturan yang berlaku.
Prospek Karier Lulusan STSN
Saat memilih kampus atau jurusan, pasti kamu akan memikirkan prospek
karier jika lulus nanti. Karena itulah mungkin kamu bertanya-tanya mengenai
prospek lulusan Sekolah Tinggi Sandi Negara atau STSN ini. Secara umum
kita bisa mengatakan bahwa lulusan STSN akan memiliki peluang besar
untuk  menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Lulusan STSN nantinya akan dipekerjakan untuk mengisi jabatan-jabatan
pegawai negeri dalam bidang persandian. Selain itu lulusan STSN juga
berpeluang untuk bekerja di Lembaga Sandi negara RI atau Unit Teknis
Persandian di lembaga pemerintah seperti TNI dan POLRI. Selain itu
kecakapan mereka dibidang komputerisasai membuat lulusan STSN memiliki
prospek karier yang cukup cerah dimana saja mereka berada.
STTD
Sekolah Tinggi Transportasi
Darat
Sejarah
Sekolah Tinggi Transportasi Darat adalah perguruan tinggi kedinasan yang bernaung dibawah
Kementerian Perhubungan. Cikal bakal Sekolah Tinggi Transportasi Darat bermula dari
didirikannya Akademi Lalu Lintas (ALL) pada tanggal 8 September 1951 oleh Presiden Ir. H.
Soekarno. Dengan alasan tertentu pada tahun 1964, ALL tidak dioperasikan atau tidak
melakukan kegiatan. Dengan mempertimbangkan pertumbuhan lalu lintas, perkembangan
teknologi transportasi jalan dan kompleksitas permasalahan lalu lintas jalan lahirlah gagasan
untuk mengaktifkan kembali Akademi Lalu Lintas. Pada tanggal 5 Desember 1980, Akademi
Lalu Lintas diaktifkan kembali dengan nama Balai Pendidikan dan Latihan Ahli Lalu Lintas
Angkutan Jalan Raya (BPL-ALLAJR), namun masih disebut - sebut dengan nama Akademi Lalu
Lintas. BPL-ALLAJR hanya menyelenggarakan program Diploma III Ahli LLAJR. Sebagai upaya
untuk memenuhi kebutuhan kualifikasi tenaga ahli yang lebih tinggi serta perkembangan
sistem pendidikan yang ada maka pada tanggal 10 Maret 2000, dengan Kepres No.41 Tahun
2000 status BPL-ALLAJR ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).
Alamat

Jl. Raya Setu No. 89 Cibuntu, Cibitung, Bekasi,


Jawa Barat, Jawa Barat, Indonesia
Persyaratan Pendaftaran
1.Usia maksimum 23 tahun pada bulan September 2017;
Khusus untuk Jurusan D.IV PLLU usia minimum 17 tahun dan D.III LLU usia minimum 18 tahun pada bulan September
2017
2. Jenis Kelamin: Pria atau Wanita;
3. Belum menikah dan sanggup tidak menikah selama masa pendidikan dibuktikan dengan Surat Pernyataan;
4. Tinggi badan minimal Pria 160 cm dan Wanita 155 cm;
5. Melampirkan Pas Photo terbaru ukuran 4 x 6 berwarna dengan latar belakang merah, Ijazah/STTB, nilai UN, Akte
Kelahiran/Surat Keterangan Lahir dan Surat Keterangan Belum Menikah dari Kelurahan/Desa;
6. Bagi yang masih duduk di Kelas XII SLTA, dibuktikan dengan melampirkan Surat Keterangan dari Kepala Sekolah
sebagai Peserta UN;
7. Sehat Jasmani dan Rohani, tidak buta warna dan tidak menggunakan kacamata (lensa kontak);
8. Membayar biaya pendaftaran sesuai dengan ketentuan;
Tahapan Seleksi
1. Tahap I
– Administrasi secara online (pendaftaran)
– Tes Potensi Akademik (TPA)
– Pengumuman Hasil TPA
2. Tahap II
– Psikotes
– Pengumuman Hasil Psikotes
3. Tahap III
– Tes Kesehatan
– Pengumuman Hasil Tes Kesehatan
4. Tahap IV
– Tes Kesamaptaan dan Wawancara 1
– Pengumuman Hasil Pantukhir
Program Studi
• Program Diploma IV Transportasi Darat
• Program Diploma III Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
• Program Diploma III Perkeretaapian
• Program Diploma III LLASDP (Lalu Lintas Angkutan
Sungai, Danau dan Penyeberangan)
• Program Diploma II PKB (Penguji Kendaraan Bermotor)
UKM
1. UKM FORVOL (forum relawan)
STPI
Sekolah Tinggi Penerbangan
Indonesia
SEJARAH
• Didirikan di Jakarta, tepatnya di daerah Gempol-Kemayoran pada tahun 1952, institusi pendidikan ini semula diberi nama
Akademi Penerbangan Indonesia (API). Pada tahun 1954 API dipindahkan dari Jakarta ke kampusnya yang baru, di wilayah
kecamatan Legok, Tangerang (lebih dikenal oleh masyarakat penerbangan dengan kampus Curug).
• Pada tahun 1969, Akademi Penerbangan Indonesia (API) berubah nama menjadi Lembaga Perhubungan Udara (LPPU). Pada
tahun 1978, lembaga pendidikan ini berubah nama menjadi Pendidikan dan Latihan Penerbangan (PLP) yang merupakan Unit
Pelaksana Teknis dari Badan Diklat Perhubungan.
• Pada tahun 2000 PLP berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), hingga saat ini. Keberadaan STPI
didasari oleh Keputusan Presiden RI dan Menteri Perhubungan sebagai berikut :
• Keputusan Presiden RI nomor 43 tahun 2000 tanggal 10 Maret 2000 tentang Sekolah TInggi Penerbangan Indonesia.
• Keputusan Menteri Perhubungan nomor 64 tahun 2000 tanggal 21 Agustus 2000 tentang Organisaisi dan tata kerja Sekolah
Tinggi Penerbangan Indonesia.
• Keputusan Menteri Perhubungan nomor SK. 29/DL.003/Diklat-2001 tanggal 29 Januari 2001 tentang Statuta Sekolah Tinggi
Penerbangan Indonesia.
ALAMAT

Jalan Raya PLP Curug Tangerang, Banten,


Indonesia
SYARAT PENDAFTARAN
• Usia maksimal 23 tahun dan minimal 16 tahun pada 1 September 2018, khusus untuk:
D-II PKB STTD minimal 17 tahun;
D-III LLU minimal 18 tahun;
D-lV LLU minimal 17 tahun.
• Persyaratan nilai (bukan hasil pembulatan) Calon Taruna/Taruni Pola Pembibitan:
• Untuk lulusan tahun 20l7 dan sebelumnya, memiliki nilai rata-rata ujian yang tertulis pada ijazah tidak kurang dari 7,0 (skala penilaian 1-10) / 70,00 (skala penilaian 10-
100) / 2,8 (skala penilaian 1-4); atau
• Untuk Calon lulusan tahun 2018, memiliki nilai rata-rata rapor untuk komponen Pengetahuan pada 5 semester (semester gasal dan genap untuk kelas X dan XI serta
semester gasal kelas XII) tidak kurang dari 7,0 (skala penilaian 1-10) / 70,00 (skala penilaian 10-100) / 2,8 (skala penilaian l-4), dengan ketentuan pada saat pendaftaran
ulang yang bersangkutan telah dinyatakan lulus dan memiliki nilai rata-rata ujian tertulis pada ijazah tidak kurang dari 7,0 (skala penilaian 1-10) / 70,00 (skala penilaian
10-100) / 2,8 (skala penilaian 1-4).
• Tinggi badan minimal pria 160 cm dan wanita 155 cm, khusus untuk :
Program studi D-III PKP minimal 165 cm;
Program studi D-IV Penerbang pria minimal 165 cm dan wanita minimal 163 cm;
Program studi D-III OBU pria minimal 165 cm, dan wanita minimal 160 cm.
• Berbadan sehat, tidak cacat fisik dan mental, bebas HIV/AIDS serta bebas narkoba;
• Calon Taruna tidak bertato / bekas tato dan tidak ditindik / bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama ladat;
•Calon Taruni tidak bertato / bekas tato dan tidak ditindik / bekas tindik anggota badan lainnya selain telinga
dan tidak bertindik/bekas tindik di telinga lebih dari 1 pasang (telinga kiri dan kanan);
•Ketajaman penglihatan normal dan tidak ada kelainan buta warna baik parsial maupun total;
•Tidak sedang menjalani dan terancam hukuman pidana karena melakukan kejahatan;
•Belum pernah diberhentikan sebagai Taruna / Taruni di lingkungan Badan Pengembangan SDM Perhubungan
dan Perguruan Tinggi lainnya dengan tidak hormat;
•Bersedia menaati segala peraturan pada Pola Pembibitan;
•Bersedia diberhentikan dengan tidak hormat jika melakukan tindakan kriminal antara lain mengkonsumsi dan
atau menjual belikan narkoba, melakukan tindak kekerasan (perkelahian, pemukulan, pengeroyokan, perundungan
dll), melakukan tindakan asusila atau penyimpangan seksual;
•Dinyatakan gugur apabila terbukti melakukan pemalsuan identitas / dokumen;
Bersedia menandatangani Surat Pernyataan Calon Taruna / Taruni (bermaterai 6000 Rupiah);
•Khusus Program Studi D-III PKP, berjenis kelamin pria;
•Khusus Calon Taruna/Taruni program studi di STTD, bersedia mengikuti pendidikan di kampus yang
ditentukan oleh STTD sesuai dengan program studi yang dipilih;
•Memiliki Surat Elektronik e-mail yang masih aktif
JENIS DAN TAHAPAN SELEKSI
• Seleksi Tahap I : Pendaftaran
• Seleksi Tahap II : Seleksi Administrasi
• Seleksi Tahap III : Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes
Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP);
• Seleksi Tahap IV : Tes Akademik;
• Seleksi Tahap V : Psikotes;
• Seleksi Tahap VI : Tes Kesehatan
• Seleksi Tahap VII : Kesamaptaan dan wawancara
• Seleksi Tahap VIII (khusus untuk Program Studi D-lV Penerbang) : Tes Kesehatan II, dan Tes Bakat
Terbang
JURUSAN PENDIDIKAN
•Jurusan Penerbang
•Jurusan Teknik Penerbangan
•Jurusan Keselamatan Penerbangan
•Jurusan Manajemen Penerbangan.
Setiap jurusan pendidikan terbagi dalam beberapa
program studi sesuai dengan minat dan bakat peserta
pendidikan dan pelatihan.
CARA BELAJAR
• Kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan
oleh STPI Curug mangacu pada standar nasional Departemen
Pendidikan Nasional RI) dan internasional (International Civil
Aviation Organization = ICAO), sehingga diharapkan setiap lulusan
STPI Curug mampu untuk bersaing baik di dalam negeri maupun di
luar negeri.
• Pola pendidikan dan pelatihan bagi setiap peserta didik, mengacu
pada pola pendidikan akademis, fisik, mental dan kedisiplinan.
Karena itu setiap peserta didik diwajibkan tinggal di asrama selama
diklat berlangsung dengan pengawasan para pembimbing.
POLA PEMBIAYAAN
• Selama mengikuti pendidikan biaya akademik (biaya SPP atau Semester, biaya Masa Dasar Pembentukan Karakter) ditanggung oleh Pemerintah;
• Biaya non akademik (biaya penunjang akademik, biaya permakanan, biaya kegiatan ketarunaan, wisuda, dll) menjadi tanggungan Calon Taruna/Taruni sesuai dengan ketentuan Perundangan yang
berlaku pada masing-masing sekolah kedinasan;
• Komponen dan perkiraan besaran biaya non akademik sesuai dengan perincian yang sebagai berikut :
• Pendidikan Transportasi Udara
• Sekolah Tinggi PenerbanganIndonesia (STPI) Curug
• D-IV Penerbang
• Biaya Penunjang Akademik 6.850.000 - 28.850.000 /taruna Biaya Permakanan 1.020.000 /taruna D.IV TNU
• Biaya Penunjang Akademik 5.650.000 - 17.650.000 /taruna Biaya Permakanan 1.020.000 /taruna D-lV TLBBiaya Penunjang Akademik 5.650.000 - 17.650.000 /taruna Biaya Permakanan
1.020.000 /taruna D-IV LLUBiaya Penunjang Akademik 5.650.000 - 17.650.000 /taruna Biaya Permakanan 1.020.000 /taruna D-III TMB
• Biaya Penunjang Akademik 5.650.000 - 17.650.000 /taruna Biaya Permakanan 1.020.000 /taruna D-III PKP
• Biaya Penunjang Akademik 5.650.000 - 17.650.000 /taruna Biaya Permakanan 1.020.000 /taruna D-III TBL
• Biaya Penunjang Akademik 5.650.000 - 17.650.000/taruna Biaya Permakanan 1.020.000 /taruna D-III OBU
• Biaya Penunjang Akademik 5.650.000 - 17.650.000/taruna Biaya Permakanan 1.020.000 /taruna
Keterangan :
• Biaya penunjang akademik dibayarkan tiap semester; Biaya penunjang akademik yang menggunakan batas bawah dan batas atas ditentukan berdasarkan kebutuhan pendidikan; Biaya permakanan
dibayarkan tiap bulan; Biaya dapat berubah sesuai dengan Peraturan Perundangan yang berlaku.
STMKG
Sekolah Tinggi Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika
Sejarah
STMKG didirikan di Bandung pada tahun 1955 dengan
nama Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG). Pada
tahun 1960, AMG dipindahkan ke Jakarta. Setelah itu AMG
mengalami berbagai perubahan, mulai dari lokasi kampus
ataupun Badan yang menaunginya. Pada tahun 2014 AMG
berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika (STMKG) yang dinaungi oleh
BMKG.
Program Studi
• Program Studi Meteorologi
• Program Studi Klimatologi
• Program Studi Geofisika
• Program Studi Instrumentasi
Persyaratan Pendaftaran
• Pria / Wanita, warga negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna, dapat berkacamata maksimal -2, spheris dan
tidak silinder.
• Umur tidak kurang dari 16 tahun dan tidak lebih dari 21 tahun
• Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan.
• Bebas narkoba.
• Lulus atau akan Lulus SMA / Madrasah Aliyah (MA) jurusan IPA atau SMK dengan kompetensi keahlian Teknik Elektronika Industri,
Teknik Mekatronika, Teknik Jaringan Akses, Teknik Transmisi Telekomunikasi, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan
Jaringan.
• Calon berasal dari SMK dengan kompetensi keahlian pada No. 5 tersebut hanya dapat mendaftar untuk Program Studi
Instrumentasi. Kompetensi keahlian selain tersebut pada no. 5 tidak dapat diterima.
• Memenuhi persyaratan akademik sebagai berikut :
• Nilai rapor untuk calon yang masih dikelas XII SMA / MA / SMK pada semester 3, 4, dan 5 pada mata pelajaran Fisika,
Matematika, dan Bahasa Inggris masing-masing minimal 70 (skala 100).
• Bagi calon yang telah lulus SMA / MA / SMK nilai rapor untuk semester 4, 5, dan 6 pada mata pelajaran Fisika, Matematika, dan
Bahasa Inggris masing-masing minimal 70 (skala 100).
• Tidak sedang menjalankan ikatan dinas dengan instansi lain.
Ketentuan Pendaftaran.
• Calon harus terlebih dahulu melakukan pendaftaran melalui Portal SSCN di alamat
sscndikdin.bkn.go.id
• Pada proses pendaftaran di laman SSCN, calon akan diminta memasukkan Nama, NIK, dan Nomor
Kartu Keluarga (KK), alamat email yang berlaku, serta password yang dipilih.
• Siapkan data tersebut terlebih dahulu, ingat baik-baik password yang digunakan. Nama, NIK, dan
password ini akan digunakan kembali untuk melakukan pengisian formulir di STMKG secara online
melalui laman Panitia PTB-STMKG di ptb.stmkg.ac.id
• Calon harus terlebih dahulu yakin dapat memenuhi seluruh syarat butir (A). Apabila ternyata tidak
memenuhi syarat tersebut, maka calon tidak dapat diterima sebagai taruna, dan biaya pendaftaran
yang telah disetorkan tidak dapat diambil kembali untuk alasan apapun.
• Sebelum melakukan pengisian formulir pendaftaran secara online di laman PTB-STMKG persiapkan
lebih dahulu data yang diperlukan sesuai persyaratan butir A, alamat email yang masih berlaku, dan
nomor telp (HP) yang masih aktif.
Tahap Seleksi
• Tahap I : Test Kemampuan Dasar (TKD)
• Tahap II : Tes Kompetensi Bidang (TKB) untuk mata
pelajaran Fisika, Matematika dan Bahasa Inggris (bagi
yang telah dinyatakan lulus TKD)
• Tahap III : Tes Kesehatan dan Wawancara (bagi yang telah
dinyatakan lulus TKB dan termasuk pada kuota
wawancara yang ditentukan)
STIN
Sekolah Tinggi Intelejen
Negara
Sejarah
Ide dari pendirian sekolah ini dimulai tahun 2002 atas
prakarsa Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal TNI
(Purn) Dr. A. M. Hendropriyono yang mengawali
pendirian Sekolah Tinggi Intelijen Negara. Selanjutnya
pada 9 Juli 2003 Presiden Republik Indonesia,
Megawati Soekarnoputri meresmikan berdirinya STIN
dan tahun 2004 dimulai kuliah perdana.
Alamat

Bogor, Jawa Barat, Indonesia


Program Studi

• Agen
• Analis
Persyaratan Pendaftaran
A. Umum
Warga Negara Indonesia (pria/ wanita).
Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI tahun 1945.
Usia pada tanggal 01 Juli 2018 serendah-rendahnya 17 tahun dan tidak lebih dari 20 tahun (dibuktikan dengan Akte Kelahiran/Surat Keterangan Lahir).
Berijazah serendah – rendahnya SMA/ MA/ SMK (bukan lulusan paket A, B dan C) dengan ketentuan:
lulusan SMA/ MA/ SMK tahun 2016 dan tahun 2017, melampirkan Fotocopy Ijazah dengan nilai rata-rata 70 (Tujuh Puluh)
lulusan SMA/ MA/ SMK tahun 2018, melampirkan fotocopy raport semester genap mulai kelas X s.d XI, untuk raport kelas XII fotocopy raport semester 1
dengan nilai rata – rata 70 (tujuh puluh) Batas usia untuk pedaftaran CATAR STIN, untuk batas usia bawah 17 Tahun adapaun batas usia atas 20 Tahun/31
Desember 2018
Belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan sampai dengan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil;
Belum pernah melahirkan (wanita) dan belum pernah punya anak biologis (pria);
Tidak bertato/ memiliki bekas tato dan bertindik pada bagian tubuh yang tidak lazim (wanita). Tidak bertato/ memiliki bekas tato dan bertindik pada bagian
tubuh manapun (pria)
• Sehat jasmani dan rohani
Tidak pernah mengalami patah tulang
Tinggi badan minimal (berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku):
Pria : 165 (seratus enam puluh lima) cm; dan
Wanita : 160 (seratus enam puluh) cm.
Tidak sedang menjalani ikatan dinas/pekerjaan dengan instansi/perusahaan lain;
• Siap ditempatkan dimana saja;
• Bersedia memberikan ganti rugi kepada negara, apabila dalam proses pendidikan di STIN
mengundurkan diri atas kemauan sendiri;
• Untuk Putra – Putri asli dari Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan NTT dalam
pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar akan diberlakukan Afirmasi dengan kuota 7 (tujuh) orang
dan apabila kouta tidak tidak terpenuhi akan diisi dari jalur non-afirmasi, dengan menunjukan bukti
fotocopy Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, dan garis keturunan orang tua (ayah dan ibu
kandung) asli dari wilayah tersebut dan dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Kelurahan/Kepala
Desa.

B. Khusus
IQ diatas 120 dengan nilai rapor rata-rata 80, atau
Juara Olimpiade mininmal tingkat provinsi dangan IQ diatas 110 dan nilai rata-rata diatas 75, atau
• Memiliki kemampuan bela diri dan bahasa dengan IQ diatas 110 dan nilai rata-rata rapor di atas 75.
Tahapan Seleksi
A. Seleksi Administrasi
Pemeriksaan kelengkapan berkas Syarat Administrasi yang berhasil di upload calon Taruna/taruni ke laman STIN oleh Panitia Pusat.

B. Seleksi Kemampuan Dasar (TKD), Meliputi :


1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK);
2. Tes Intelektual Umum (TIK);
3. Tes Karakteristik Pribadi ( TKP )
Seleksi Kompetensi Bidang, meliputi :
a. Tes Kesehatan Fisik;
b. Tes Kesehatan Jiwa;
c. Tes Psikologi;
d. Kesamaptaan Jasmani;
e. Tes Mental Ideologi dan Wawancara.
AKPOL
Akademi Kepolisian
Sejarah
•Perjalanan sejarah Akademi kepolisian telah mengalami berbagai perubahan secara organisasi maupun tempat domisilinya sampai pada
akhirnya menetap di Semarang. Tonggak berdirinya Akademi Kepolisian dimulai setelah proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945,
beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, para cendikiawan bangsa Indonesia mengambil alih kekuasaan pendidikan dari
penjajah Jepang. Ambil alih tersebut termasuk pendidikan kepolisian “ Jawea Keisatsu Gakka” selanjutnya diganti menjadi Sekolah polisi
Negara RI di Sukabumi. Sekolah inilah nantinya akan menjadi cikal bakal Akademi Kepolisian.
•Pada tanggal 10 Juli 1959, Dengan Skep Presiden No. : 253/1959, Kepolisian Negara RI berubah menjadi Angkatan Kepolisian RI, dengan
demikian Sekolah Polisi Negara di Sukabumi yang merupakan penyatuan dari Sekolah Inspektur Polisi di Bukit Tinggi dan Jogjakarta
berubah menjadi Sekolah Angkatan Kepolisian. Selanjutnya, pada tanggal 1 Oktober 1965, Sekolah Angkatan Kepolisian RI berubah
menjadi Akademi Angkatan Kepolisian (AAK), diresmikan oleh Men Pangak Irjen. Pol Soetjipto Judodiharjo, dengan Skep Menhankam
Pangab No.:468/5/B/65/M , pada tanggal 1 Oktober ini yang kemudian diperingati sebagai hari jadi Akademi Kepolisian. Pataka AAK
berfalsafah Atmaniwedana Aryawirya Kretakarma diserahterimakan. Pada tanggal 16 Desember 1966, AAK diubah menjadi AKABRI bagian
Kepolisian. Pada tanggal 29 Januari 1967, dibuka AKABRI bagian umum di Magelang dengan Taruna berasal dari pengiriman dari masing-
masing angkatan dan Polri, Setelah menyelesaikan pendidkan selama 1 tahun di Magelang, Taruna AKABRI bagian Kepolisian dikirim ke
Sukabumi untuk mengikuti pendidikan matra Kepolisian selama 3 tahun. Perjalanan sejarah selanjutnya pada tanggal 1 Juli 1980, Komplek
AKABRI bagian Kepolisian di Semarang diresmikan penggunaannya oleh Kapolri Jendral PO. Drs. Awaloeddin Djamin MPA.
Dengan Skep Kapolri No. POL Skep/36/I/1985 tanggal 24 Januari 1985 AKABRI Kepolisian berubah
menjadi Akademi Kepolisian setelah AKABRI bagian dialihkan kembali kepada angkatan masing-
masing, dan ditetapkan pula Pataka Akpol dengan tambahan pita di atas lambang bertuliskan
Akademi Kepolisian, sasanti di bawah gambar lambang menjadi bertuliskan Atmaniwedana
Kretakrama Aryawirya, gambar dibalik lambang semula lambang Akabri ” Bhineka eka Bhakti ”
menjadi lambang Polri “Tribrata”.
Memasuki periode sejarah reformasi di Indonesia, sejarah Akademi Kepolisian mengalami
perubahan dengan dikeluarkan Skep Kapolri No.Pol : Skep/389/IV/1999 tanggal 9 April 1999 tentang
Akademi Kepolisian Mandiri, maka sejak 10 April 1999 Akpol dinyatakan terpisah dari AKMIL, AAL,
AAU serta teknis administrasi juga lepas dari Mako Akademi TNI. Akhirnya, perubahan terjadi pada
logo Akademi Kepolisian pada tanggal 24 Oktober 2003, dengan diresmikannya oleh Kapolri
Jenderal Polisi Da’i Bachtiar, penggunaan Logo Akademi Kepolisian yang baru dengan mengganti
kata-kata “Atmaniwedana – Kretakarma – Aryawirya” dengan kata-kata “Dharma – Bijaksana –
Ksatria” dan pita bertuliskan “Akademi Kepolisian” yang semula terpisah di bagian atas disatukan
menjadi satu kesatuan yang utuh dalam perisai Tri-Brata.
Pendaftaran
A. Persyaratan Umum
• warga Negara Indonesia (pria atau wanita)
• beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
• setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara
Republik Indonesia tahun 1945
• sehat jasmani dan rohani (surat keterangan sehat dari institusi kesehatan)
• berumur paling rendah 18 (delapan belas) tahun pada saat diangkat menjadi anggota Polri
• tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan (Surat Keterangan Catatan
Kepolisian) dari polres setempat
• berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela
• lulus pendidikan dan pelatihan pembentukan anggota kepolisian
B. Persyaratan Khusus
•pria/wanita, bukan anggota/mantan Polri/TNI dan PNS atau pernah mengikuti pendidikan Polri/TNI;
•berijazah serendah-rendahnya SMA/sederajat jurusan IPA/IPS (bukan lulusan Paket A,B dan C) dengan ketentuan:
•nilai kelulusan rata-rata Hasil Ujian Akhir Nasional/UAN (bukan nilai gabungan):
•tahun 2013 dengan nilai rata-rata minimal 7,0;
•tahun 2014 dengan nilai rata-rata minimal 6,5;
•tahun 2015 s.d. 2017 dengan nilai rata-rata minimal 60,00;
•tahun 2018 akan ditentukan kemudian;
•bagi lulusan tahun 2018 (yang masih kelas XII) nilai rapor rata-rata kelas XII semester I minimal 70,00 dan setelah lulus menyerahkan nilai Ujian Nasional dengan nilai
rata-rata yang akan ditentukan kemudian;
•bagi yang berusia 16 sampai dengan kurang dari 17 tahun dengan ketentuan nilai rata-rata ujian Nasional minimal 75,00 dan memiliki kemampuan Bahasa Inggris dengan nilai
Ujian Nasional minimal 75,00;
•berusia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada saat pembukaan pendidikan;
•tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku):
•Pria : 165 (seratus enam puluh lima) cm;
•Wanita : 163 (seratus enam puluh tiga) cm;
•belum pernah menikah/hamil atau melahirkan bagi peserta calon Taruni dan belum pernah punya anak kandung/biologis bagi peserta calon Taruna serta sanggup tidak
menikah selama dalam pendidikan pembentukan;
•tidak bertato/memiliki bekas tato dan tidak ditindik/memiliki bekas tindik telinga atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat;
•bagi peserta calon Taruna/i yang telah gagal karena pidana/asusila atau Taruna/i yang diberhentikan dengan tidak hormat tidak dapat mendaftar kembali;
• dinyatakan bebas narkoba dengan menyerahkan surat keterangan bebas narkoba dari instansi kesehatan pemerintah
(RS Pemerintah atau Klinik BNN/BNP/BNK);
• membuat surat pernyataan bermaterai bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan ditugaskan pada semua
bidang tugas Kepolisian yang di tandatangani oleh calon peserta, orang tua dan wali;
• bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain, harus mendapat pengesahan dari Kemenbuddikdasmen;
• berdomisili minimal 1 tahun di wilayah Polda tempat mendaftar dengan melampirkan Kartu Tanda Penduduk/Kartu
Keluarga, apabila terbukti melakukan duplikasi/pemalsuan/rekayasa keterangan akan ditindak sesuai dengan hukum
yang berlaku;
• bagi peserta calon Taruna/i yang berasal dari SMA Taruna Nusantara dan SMA Krida Nusantara yang masih kelas XII
dapat mendaftar di Polda asal sesuai alamat KTP/KK atau dapat mendaftar untuk SMA Taruna Nusantara di Polda
Jateng dan DIY sedangkan untuk SMA Krida Nusantara di Polda Jabar, dengan ketentuan mengikuti kuota
kelulusan/perankingan pada Polda asal sesuai domisili KTP/KK;
• bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 (sepuluh) tahun terhitung saat diangkat menjadi Perwira
Polri;
• memperoleh persetujuan dari orang tua/wali;
• tidak terikat perjanjian Ikatan Dinas dengan suatu instansi lain;
• bagi calon Taruna/i yang dinyatakan lulus terpilih agar melampirkan kartu BPJS kesehatan;
• bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan:
• mendapat persetujuan/rekomendasi dari kepala instansi yang bersangkutan;
• bersedia diberhentikan dari status pegawai/karyawan, bila diterima dan mengikuti pendidikan pembentukan Taruna
Akpol;
Mengikuti dan lulus pemeriksaan/pengujian yang
meliputi materi dan urutan kegiatan sebagai berikut :
Tingkat Panda meliputi materi seleksi sebagai berikut:
A. Sistem gugur meliputi:
• pemeriksaan administrasi awal dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
• pemeriksaan psikologi tahap I (tertulis) dengan penilaian secara kuantitatif;
• pemeriksaan kesehatan tahap I dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
• pengujian jasmani dengan penilaian secara kuantitatif;
• antropometri dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
• pemeriksaan kesehatan tahap II dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
• pendalaman Penelusuran Mental Kepribadian dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
• pemeriksaan psikologi tahap II (wawancara) dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
• pemeriksaan administrasi akhir dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
B. Sistem rangking dalam pengujian akademik dengan penilaian secara kuantitatif yang meliputi:
• pengetahuan umum;
• bahasa Indonesia;
• matematika (IPA dan IPS);
• sidang terbuka penetapan kelulusan Panda;
2. Tingkat Panpus meliputi materi seleksi sebagai berikut:
A. Sistem gugur meliputi:
• pemeriksaan administrasi dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
• pemeriksaan kesehatan dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
• pemeriksaan psikologi wawancara dengan penilaian secara kuantitatif;
• pendalaman PMK dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
• pengujian jasmani dengan penilaian secara kuantitatif;
• antropometri dengan penilaian secara kualitatif (MS/TMS);
B. Sistem ranking.
• pengujian akademik dengan penilaian secara kuantitatif yang meliputi uji TPA dan Bahasa Inggris;
• pemeriksaan penampilan;
• sidang terbuka penetapan kelulusan tingkat pusat;
AKMIL
Akademi Militer
Sejarah
Sejarah Akademi Militer (Akmil) bermula dari didirikannya Militaire Academie (MA) Yogyakarta pada tanggal 31 Oktober
1945, atas perintah Kepala Staf Umum Tentara Keamanan Rakyat, Letnan Jenderal TNI Oerip Soemohardjo. Pada tahun
1950, MA Yogyakarta setelah meluluskan dua angkatan, karena alasan tehnis, ditutup untuk sementara dan taruna
angkatan ketiga menyelesaikan pendidikannya di KMA Breda, Nederland. Pada kurun waktu yang sama diberbagai tempat
lain (Malang, Mojoangung, Salatiga, Tangerang, Palembang, Bukit Tinggi, Brastagi, Prapat) didirikan Sekolah Perwira
Darurat untuk memenuhi kebutuhan TNI AD / ABRI pada waktu itu.
Pada tanggal 1 Januari 1951 di Bandung didirikan SPGi AD (Sekolah Perwira Genie Angkatan Darat), dan pada tanggal 23
September 1956 berubah menjadi ATEKAD (Akademi Teknik Angkatan Darat). Sementara itu pula pada tanggal 13 Januari
1951 didirikan pula P3AD (Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat) di Bandung. Mengingat pada saat itu banyak sekolah
perwira TNI AD, maka muncul gagasan dari pimpinan TNI AD untuk mendirikan suatu Akademi Militer, gagasan ini pertama
kali dimunculkan pada sidang parlemen oleh Menteri Pertahanan pada tahun 1952. Setelah melalui berbagai proses, maka
pada tanggal 11 Nopember 1957 pukul 11.00 Presiden RI Ir Soekarno selaku Panglima Tertinggi Angkatan Perang RI,
meresmikan pembukaan kembali Akademi Militer Nasional yang berkedudukan di Magelang. Akademi Militer ini merupakan
kelanjutan dari MA Yogyakarta dan taruna masukan tahun 1957 ini dinyatakan sebagai Taruna AMN angkatan ke-4.
Pada tahun 1961 Akademi Militer Nasional Magelang di integrasikan dengan ATEKAD Bandung dengan nama Akademi
Militer Nasional dan berkedudukan di Magelang.
Mengingat pada saat itu masing-masing angkatan (AD, AL, AU dan Polri) memiliki Akademi,
maka pada tanggal 16 Desember 1965 seluruh Akademi Angkatan (AMN, AAL, AAU dan
AAK) diintegrasikan menjadi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI).
Sesuai dengan tuntutan tugas, maka pada tanggal 29 Januari 1967 Akabri di Magelang
diresmikan menjadi Akabri Udarat, yang meliputi dua Akabri bagian di bawah satu
pimpinan, yaitu Akabri Bagian Umum dan Akabri bagian Darat. Akabri Bagian Umum
mendidik taruna TK-I selama satu tahun, termasuk Pendidikan Dasar Keprajuritan
Chandradimuka, sedangkan Akabri bagian Darat mendidik taruna Akabri Bagian Darat
mulai TK-II sampai dengan TK-IV. Pada tanggal 29 September 1979 Akabri Udarat berubah
namanya menjadi Akabri Bagian Darat.
Dalam rangka reorganisasi di lingkungan ABRI, maka pada tanggal 14 Juni 1984 Akabri
Bagian Darat berubah namanya menjadi Akmil (Akademi Militer).
Pada tanggal 1 April 1999 secara resmi Polri terpisah dari tiga angkatan lainnya, dan ABRI
berubah menjadi TNI. Sejak itu pula Akademi Kepolisian terpisah dari AKABRI. Kemudian
AKABRI berubah namanya menjadi Akademi TNI yang terdiri dari AKMIL, AAL, AAU.
Berdasarkan Perpang Nomor :Perpang/ 28/ V/ 2008 tanggal 12 Mei 2008 Pendidikan Dasar
Keprajuritan Chandradimuka dan Integratif Akademi TNI pola 12 bulan langsung dibawah
Mako Akademi TNI. Kemudian AKMIL menyelenggarakan pendidikan khusus Taruna
Angkatan Darat tingkat II, III dan IV.
Alamat
Akademi Militer berada di kota Magelang, propinsi Jawa
Tengah, dengan ketinggian 400 meter dari permukaan laut
dan beriklim sejuk, yang dikelilingi oleh Gunung Merapi,
Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sundoro dan
Gunung Tidar. Akmil menempati tanah seluas 654,4493 Ha.
yang terdiri dari Komplek Panca Arga, Ksatrian Akmil, Mess
Sundoro, Mess Sumbing, Mess Merapi, Mess Dieng, Mess
Kranggan, Kolam renang Pisangan, Daerah-daerah latihan
Gending, Pendem, Plempungan, kaloran, Kopeng dan
Gringsing (Kab. Batang).
Program Studi
• Teknik Sipil Pertahanan
• Teknik Mesin Pertahanan
• Teknik Elektro Pertahanan
• Management Pertahanan
• Administrasi Pertahanan
Persyaratan Pendaftaran
A. PERSYARATAN UMUM
• Warga Negara Republik Indonesia.
• Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
• Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia
tahun1945.
• Berumur sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan dan tidak lebih dari 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan tanggal 1 Agustus
2015.
• Sehat jasmani dan rohani.
B. PERSYARATAN LAIN
• Pria/Wanita, bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri dan PNS TNI.
• Berijazah SMA/MA atau yang setara, program IPA dengan ketentuan nilai UAN akan ditentukan kemudian.
• Belum pernah kawin dan sanggup tidak kawin selama dalam pendidikan.
• Memiliki tinggi badan sekurang-kurangnya 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita serta memiliki berat badan seimbang menurut
ketentuan yang berlaku.
Harus mengikuti pemeriksaan/pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan yang
meliputi :
a. Administrasi.
b. Kesehatan.
c. Jasmani.
d. Wawancara.
e. Psikologi.
f. Akademik.
C. PERSYARATAN TAMBAHAN.
Tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya,
kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/ adat.
Bersedia mentaati peraturan bebas KKN baik langsung maupun tidak langsung. Apabila terbukti
secara hukum melanggar sebagaimana yang dimaksud maka bersedia dinyatakan tidak lulus dan
atau dikeluarkan dari Dikma jika pelanggaran tersebut diketemukan dikemudian hari pada saat
mengikuti Pendidikan Pertama.
CARA PENDAFTARAN.
• Calon datang sendiri ketempat pendaftaran dengan menunjukkan dokumen asli dan menyerahkan
foto copy dilegalisir :
• Kartu kewarganegaraan (bagi keturunan WNA).
• Akte kelahiran/surat kenal lahir.
• KTP calon dan KTP orang tua/ wali.
• Kartu Keluarga (KK).
• STTB SD, SMP/Tsanawiyah, SMA/MA berikut NUAN.
• Bagi calon kelas III SMA/MA:
• Melampirkan raport kelas I s.d. III semester I.
• Melampirkan surat keterangan dari Kepala Sekolah bahwa calon tersebut terdaftar sebagai
peserta UN.
Tempat Pendaftaran
• Ajen Kodam
• Ajen Korem
• Kodim
• http://rekrutmen-tni.mil.id