Anda di halaman 1dari 11

SISTEM DIGITAL

Sejarah Sistem Digital


Digital berasal dari kata Digitus, dalam bahasa
Yunani berarti jari jemari. Apabila kita hitung jari
jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10).
Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 susunan angka,
yaitu 1 dan 0, oleh karena itu. Digital merupakan
penggambaran dari suatu keadaan bilngan yang
terdiri dari angka 0 dan 1 atau
off dan on (bilangan biner). Semua sistem komputer
menggunakan sistem digital sebagai basis datanya.
Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit)
Perkembangan teknologi dalam bidang
elektronika sangat pesat, bermula dari
menggunakan komponen tabung hampa, komponen
diskrit seperti dioda dan transistor, sekarang sudah
menggunakan sistem digital dalam peralatan
digital penyajian data atau informasi merupakan
susunan angka-angka yang dinyatakan dalam
bentuk digital (rangkaian logika).
Definisi
Sistem Digital adalah sistem elektronika yang
setiap rangkaian penyusunnya melakukan pengolahan
sinyal diskrit.

Sistem Digital terdiri dari beberapa rangkaian


digital/logika,komponen elektronika, dan elemen
gerbang logika untuk suatu tujuan pengalihan
tenaga/energi.

Rangkaian digital terdiri atas beberapa gerbang


logika. Outputnya merupakan fungsi pemrosesan sinyal
digital. Input dan Outputnya berupa sinyal digital
Analog dan Digital
Dalam ilmu pengetahuan, teknologi, bisnis dan hampir
semua bidang usaha yang lain, kita selalu berhubungan
dengan kuantitas.Secara mendasar ada cara dalam
mempresentasikan kuantitas, yaitu secara analog dan digital.
• Pada representasi analog, kuantitas diwakili oleh tegangan,
suhu, tekanan, arus atau gerakan meter yang sebanding
dengan nilai kuantitas.
• Sebagai contoh adalah speedometer kendaraan bermotor
• Pada representasi digital kuantitas diwakili secara tidak
proporsional tetapi oleh lambang yang disebut digit.
• Sebagai contoh jam digital yang menampilkan waktu dalam
format digit desimal.
Sistem analog dan digital memproses sinyal-sinyal
bervariasi dengan waktu yang memiliki nilai-nilai
kontiniu atau diskrit .

Beberapa keuntungan sistem digital dibanding


dengan sistem analog adalah :
 Kemampuan mereproduksi sinyal yang lebih baik dan
akurat.
 Mempunyai realibilitas yang lebih baik (noise yang
lebih rendah akibat imunitas yang lebih baik.
 Mudah didesain, tidak memerlukan kemampuan
matematika khusus untuk memvisualisasikan sifat-sifat
rangkaian digital yang sederhana.
 Fleksibilitas dan fungsionalitas yang lebih baik
 Kemampuan pemograman yang lebih mudah
 Lebih cepat (debug IC complete complex digital dapat
memproduksi sebuah keluaran yang lebih kecil dari 2 nano
detik).
 Ekonomis jika dilihat dari segi biaya menjadi lebih rendah
akibat pengulang dan produksi dan produksi massal dari
integrasi jutaan elemen logika digital pada sebuah chip
miniatur tunggal.
Sistem digital menggunakan kombinasi –
kombinasi biner Benar atau Salah untuk menyerupai
cara ketika menyelesaikan masalah sehingga disebut
juga logika-logika kombinasional. Dengan sistem
digital dapat digunakan langkah-langkah berfikir
logis atau keputusan-keputusan masa lalu (memori)
untuk menyelesaikan masalah sehingga bisa disebut
logika sekuensial (terurut).
Logika digital dapat direpresentasikan dengan
cara yaitu :

 Tabel kebenaran (truth table) menyediakan suatu


daftar atau kombinasi yang mungkin dari masukan-
masukan biner pada sebuah rangkaian digital dan
keluaran-keluaran yang terkait.
 Ekspresi-ekspresi Boolean mengekpresikan logika
pada sebuah format fungsional.
 Diagram gerbang logika (logic gate
diagram)
 Diagram penempatan bagian (parts
placement diagrams)
 High level description language (HDL)