Anda di halaman 1dari 19

2.

ILMU BAHAN LISTRIK

1.Bahan Penyekat (Bahan Isolasi)

2.Bahan Penghantar (Konduktor)

3.Bahan Semikonduktor dan


Superkonduktor
BAHAN PENYEKAT (BAHAN ISOLASI):

Selain harus memenuhi tujuan pokok


sebagai penyekat listrik, diperlukan juga
syarat lainya yaitu :

- Sifat listrik

- Sifat mekanis

- Sifat kimia

Berbagi dan menyebarkan ilmu Pengetahuan serta Nilai-Nilai Perusahaan Anton Suranto
Jenis / Bentuk Penyekat
1. Penyekat bentuk padat

2. Penyekat bentuk cair

3. Penyekat bentuk Gas

Berbagi dan menyebarkan ilmu Pengetahuan serta Nilai-Nilai Perusahaan Anton Suranto
PEMBAGIAN KELAS
BAHAN PENYEKAT :
1.Kelas Y , Maksimum temperature 90°C
2. Kelas A , Maksimum temperature 105°C
3.Kelas E , Maksimum temperature 120°C
4.Kelas B , Maksimum temperature 130°C
5.Kelas F , Maksimum temperature 155°C
6.Kelas H , Maksimum temperature 180°C
7.Kelas C , Maksimum temperature 180°C
keatas

Berbagi dan menyebarkan ilmu Pengetahuan serta Nilai-Nilai Perusahaan Anton Suranto
• Kelas Y
Bahan berserat organis (kertas,karton,katun,sutera
dan sebaginya yang tidak dicelup dalam bahan
pernis atau bahan celup lainnya,termasuk bahan
termoplastik yang dapat menjadi lunak pada suhu
rendah.

• Kelas A
Bahan berserat klas Y yang telah dicelup dalam
pernis atau kompon yang terendam dalam cairan
dielektrikum. Bahan-bahan ini ialah: Katun sutera
dan kertas yang telah dicelup Termasuk kawat email
(enamel) yang terlapis damar polyamide.

Berbagi dan menyebarkan ilmu Pengetahuan serta Nilai-Nilai Perusahaan Anton Suranto
Kelas E
Penyekat kawat enamel yang memakai bahan
pengikat polyvinilformal polyurethane dan
damar epoxy dan bahan penyikat lain dengan
bahan pengisi selulose, pertinax, dan tekstolit,
film triacetatae,filem dan serat polyethylene
terephthalate .

Kelas B
Bahan bukan organik (mika,gelas,fiber ,asbes)
dicelup atau direkat menjadi satu dengan
pernis atau kompon,biasanya tahan panas
(dengan dasar minyak pengering ,bitumen,
sirlak, bakelit dan sebagainya).
Berbagi dan menyebarkan ilmu Pengetahuan serta Nilai-Nilai Perusahaan Anton Suranto
Kelas F
Bahan bukan organik dicelup atau direkat
menjadi satu dengan episode polyurethane
atau pernis yang tahan panas tinggi.
• Kelas H
Semua bahan dengan komposisi dengan
bahan dasar mika asbes dan gelas fiber
dicelup dalam silikon dan tidak mengandung
bahan organis (kertas,kartun ) Dalam kelas
ini juga termasuk karet silikon.
Kelas C
• Bahan bukan –organik yang tidak
dicelup dan tidak terikat dengan zat-zat
organik misalnya : mika mikanit yang
tahan panas ,mikalek ,gelas,dan bahan
keramikhanya satu bahan organis yang
termasuk kelas C yaitu
polytetrafluoroethylene (teflon).

Jenis Bahan Penyekat.
• Bahan tambang.
• Batu pualam Gelas dan keramik
• Asbes Steatit Steatit
• Mikanit Porselin
• Mikafolium Plastik
• Mikalek
• Batu tulis.
• Bahan berserat
• Benang
• Tekstil
• Kertas
• Prespan
• Kayu
Referensi :

• Direktori Kompetensi PT PLN ( Persero )


• Direktori Pelatihan PT PLN ( Persero )
Pusdiklat.
• SOP Gardu Induk (Buku Merah,Buku
Biru,Buku Kuning,Buku Hijau)
• Instruction Manual Peralatan Gardu Induk
• Literatur lainnya yang relevan
Thermovisi / Thermal image

• Suhu yang tidak normal pada trafo dapat


diartikan sebagai adanya ketidaknormalan pada
bagian atau lokasi tersebut. Metoda
pemantauan suhu trafo secara menyeluruh
untuk melihat ada tidaknya ketidaknormalan
pada trafo dilakukan dengan menggunakan
thermovisi / thermal image camera.

Lokasi-lokasi pada trafo yang dipantau dengan
thermovisi / thermal image camera adalah sebagai
berikut :

• Maintank
• Tangki OLTC
• Radiator
• Bushing
• Klem-klem pada setiap bagian yang ada
• Tangki konservator
• NGR
Thermovisi / Thermal image
• Metoda pemantauan suhu trafo secara menyeluruh
untuk melihat ada tidaknya ketidaknormalan pada
trafo dilakukan dengan menggunakan thermovisi /
thermal image camera
• Lokasi-lokasi pada trafo yang dipantau dengan
thermovisi / thermal image camera adalah sebagai
berikut :
1. Maintank
2. Tangki OLTC
3. Radiator
4. Bushing
5. Klem-klem pada setiap bagian yang ada
6. Tangki konservator
7. NGR
Dissolved Gas Analysis (DGA)

• Trafo sebagai peralatan tegangan tinggi tidak lepas


dari kemungkinan mengalami kondisi abnormal,
dimana pemicunya dapat berasal dari internal
maupun external trafo. Ketidaknormalan ini akan
menimbulkan dampak terhadap kinerja trafo. Secara
umum, dampak/akibat ini dapat berupa overheat,
corona dan arcing.

• Salah satu metoda untuk mengetahui ada tidaknya


ketidaknormalan pada trafo adalah dengan
mengetahui dampak dari ketidaknormalan trafo itu
sendiri. Untuk mengetahui dampak ketidaknormalan
pada trafo digunakan metoda DGA (Dissolved gas
analysis).
Dissolved Gas Analysis (DGA)
Pengujian kualitas minyak isolasi
(Karakteristik)

• Pada saat minyak isolasi mengalami


oksidasi, maka minyak akan menghasilkan
asam. Asam ini apabila bercampur
dengan air dan suhu yang tinggi akan
mengakibatkan proses hydrolisis pada
isolasi kertas. Proses hydrolisis ini akan
menurunkan kualitas kertas isolasi.
• Untuk mengetahui ada tidaknya
kontaminan atau terjadi tidaknya oksidasi
didalam minyak dilakukanlah pengujian oil
quality test (karakteristik).