Anda di halaman 1dari 15

TEKNIK ANESTESI

GA-ETT PADA LABIO


SCHIZIZ

Dokter Pembimbing :
dr. Aldreyn Asman Aboet, Sp.An

Di Presentasikan oleh :
Nurpermata Hati Pardede (102118121)
Retno Tri Haryati (102118036)
Rzke Dwi Noviyati (102118041)
Tirta Genisya Sadini (102118016)
Defenisi
Labio Schiziz

Faktor genetik
Faktor non genetik
Kelainan kongenital yang
Defisiensi nutrisi disebabkan gangguan
Zat kimia perkembangan wajah pada
masa embrio.
Virus rubella
Trauma

Etiologi
Trias Anestesi :
Defenisi Anestesi
-Hipnotik, hilang
• Anestesi (pembiusan; kesadaran
berasal dari bahasa
Yunani an- "tidak, tanpa" -Analgetik, hilang
dan aesthētos, "persepsi,
kemampuan untuk perasaan sakit
merasa")
-Relaksan, relaksasi
otot-otot
Indikasi Anestesi
Anestesi Umum Umum
-Anestesi umum intravena
Tehnik Operasi
-Anestesi umum inhalasi
- Anestesi Berimbang

1. Pre-Operasi Persiapan
Pasien

Persiapan Obat EMERGENCY

-Analgetik : Fentanyl
Premedikasi -Sedatif : Midazolam
Persiapan Alat
-Induksi :Propofol (diprivan, recofol)
-Relaxant : Non depol (Rocuronium &
2. Durate Atracurium)
Operasi

Intubasi
Induksi
Endotra
Anestesi
cheal
Obat
Anestesi
Umum

I. Gas Anestesi
: N20, Halotan,
IV. Monitoring
Isofluran,
Sevofluran

II. Relaxant :
Pelumpuh otot
III. Terapi
non-depolarisasi &
Cairan
Pelumpuh otot
depolarisasi
Bayi

Penyulit Operasi
Anatomi bibir

Ventilasi
LAPORAN KASUS
IDENTITAS
-Nama : Mhd. Barata anugra Alamat :DSN IX Jl. Suka Setia
Labuhan Deli
-Jenis Kelamin : Laki - laki Pekerjaan :
-Umur : 8 Bulan Status Perkawinan :
-Agama : Islam No RM : 325397
 ANAMNESA
Keluhan Utama : Bibir sumbing sejak lahir
Telaah :
Pasien datang ke Rumah Sakit Haji Medan dengan keluhan bibir sumbing sejak lahir.
Ibu pasien mengatakan bahwa kelainan pada bibir pasien tidak mengganggu asupan
ASI yang diberikan. Makan minum lancar. Keluhan demam (-), batuk (-), sesak napas (-
), susah makan (-), BAB (+) konsistensi kenyal, warna kekuningan, darah (-), 3-4 kali
per hari. BAK (+), konsistensi cair, berwarna kekuningan, 5-6 kali per hari.

RPT : (-) R.Alergi : (-)


RPK : (-) R.Pemakaian obat : (-)
-Pemeriksaan Fisik
Status Present
Keadaan Umum : Compos mentis -Berat Badan : 7 kg
Tinggi Badan : 73 cm
Keadaan Gizi
Bb/u diantara -2 SD sampai +2 SD : Baik
Tb/u diantara -2 SD sampai +3 SD : Normal
Bb/tb untuk status gizi <-2 SD sampai -3 SD : Gizi kurang
B1 (Breath) B2 (Blood)
Airway : Clear Akral : Hangat
RR : 21x/menit CRT : <2 detik
SP : Vesikuler ka=ki TD : 110/80 mmHg
ST : Ronchi (-), Wheezing (-/-) HR : 116x/menit
B3 (Brain) B4 (Bladder)
Sensorium : Compos Mentis, GCS= 15 Urine Output :-
Pupil : Isokor, ka=ki 3mm/3mm Kateter : Tidak Terpasang
RC : (+)/(+)
B5 (Bowel) B6 (Bone)
Abdomen : Soepel Ekstremitas atas : 5/5
Peristaltik : 7x/i Ekstremitas Bawah : 5/5
Mual/Muntah: (-)/(-)
Puasa : (+)
Darah Rutin
Hb : 11,0 g/dl (11,7 – 15,5 g/dl)
HT : 31,0 % (35 – 47 %)
Eritrosit : 4,2 x 106/µL (3,8 – 5,2 x 106/µL)
Leukosit : 9,370 / µL (4000 – 11.000 / µL)
Trombosit : 402,000 / µL (150.000 – 450.000 / µL)
Hitung Jenis Leukosit
Eosinofil : 1% (1-3 %)
Basofil : 1% (0-1 %)
N. Stab : 0% (2-6 %)
N. Seg : 26% (53-75 %)
Limfosit : 61% (20-45 %)
Monosit : 11% (4-8 %)

Fungsi ginjal
Ureum :-
kreatinin :-
Glukosa Darah
glukosa darah sewaktu : -
Fungsi Hati
SGOT :-
SGPT :-
Diagnosa : Labio schiziz
RENCANA TINDAKAN
Anesthesi : GA-ETT -Posisi : Supinasi
PS-ASA : II -Pernapasan : Ventilator
PERSIAPAN OBAT GA-ETT
Premedikasi Medikasi
-Midazolam : 0,35 mg -Propofol : 14 mg
-Fenthanyl : 14 mg -Atracurium : 0,35 mg
-Atropin : 0,07 mg
Maintenance
-Sefoflurance : 1 vol %
-RL : 500 cc
Sebelum tindakan ekstubasi
-Neostagmin + Sulfas Atropine (3:3)
Pernapasan
-O2 : 4 L/menit
-N2O :
-Sefoflurane : Pemberian awal 1% sampai akhir
Jumlah Cairan
-PO : RL 200 cc
-DO : RL 400 cc
-Produksi Urin :-
Perdarahan
-Kassa Basah :
-Kassa 1/2 basah :
-Suction : 10 cc
-Jumlah : 10 cc -10 % = 45,5 cc
EBV : 7 x 65 -20% = 91 cc
EBL : 455 cc -30 % = 136,5 cc
Durasi Operatif
-Lama Anestesi = 11.10 – 13.00 WIB
-Lama Operasi = 11.15 – selesai
Teknik Anastesi : GA - ETT
Premedikasi dengan Inj. Midazolam 0,35 mg dan Inj. Fentanyl 14 mg → Induksi: Propofol 14 mg → Sleep non apnoe
→ Inj. Atracurium 0,35 mg → Sleep apnoe → Oksigenasi dengan O2 5-10 menit sampai saturasi 99% Insersi
ETT no. 3 → cuff (+)→ SP kanan = kiri → fiksasi. Preoksigenasi → pernafasan terkontrol dengan Ventilator dan
saturasi > 95%.
POST OPERASI
Setelah operasi selesai pasien di observasi di Recovery Room. Tekanan darah, nadi dan pernapasan dipantau selama 2
jam, yaitu setiap 15 menit pada 1 jam pertama dan setiap 30 menit pada 1 jam berikutnya.
Pasien boleh pindah ke ruangan bila Alderette score > 9
 Pergerakan :2 -Pernapasan :2
 Tekanan darah :2 -Warna kulit :2
 Kesadaran :2
TERAPI POST OPERASI
Istirahat sampai pengaruh obat anestesi hilang
IVFD RL 32gtt/menit
Minum sedikit-sedikit bila sadar penuh dan peristaltic (+) Normal
Inj. Paracetamol
TERIMA
KASIH