Anda di halaman 1dari 30

PARASITOLOGI

KHOIRUL ANAM, S.Si


Parasit dalam yunani kuno adalah
mereka yang dengan merayu ikut
makan gratis di meja orang lain.
Dalam biologi parasit adalah hewan
atau tumbuhan yang hidup di dalam
atau pada mahluk lain (tuan rumah)
dan menyerap makanan dari padanya,
devinisi ini dapat belaku pada virus,
bakteri dan jamur seperti halnya pada
protozoa dan dan cacing tetapi secara
historis kelompok pertama yang
dipelajari adalah mikrobiologi dan
kedua parasitologi (Jeffrey, 1993).
Hospes yaitu spesies yang
dihinggapi parasit. Menurut
macamnya hospes dibagi menjadi:
Hospes definitif, yaitu hospes
tempat parasit hidup, tumbuh
menjadi dewasa dan berkembang
biak secara seksual
Hospes perantara, yaitu hospes
tempat parasit tumbuh menjadi
bentuk infektif yang siap ditularkan
kepada manusia
Hospes reservoir, yaitu hewan
yang mengandung parasit dan
merupakan sumber infeksi bagi
manusia
Hospes paratenik, yaitu hewan
yang mengandung stadium infektif
parasit tanpa menjadi dewasa, dan
stadium infektif ini dapat
ditularkan dan menjadi dewasa
pada hospes definitif
Siklus hidup Parasit

Siklus hidup parasit adalah : serangkaian


fase-fase fenomena sejarah hidup suatu
jenis parasit. Selama waktu
manyelesaikan siklus hidup itu tiap
individu parsit mengalami fase seksual
dan fase aseksual, tetapi adakalanya dua
fase itu tidak dapat dibedakan.
Fase muda suatu jenis parasit
tumbuh dan berkembang
seperlunya, sedang fase dewasa
dan fase aseksual mengalami
reproduksi atau perlipatgandaan.
Tumbuh dan berkenbang merupakan suatu
agregat perubahan yang disebut
pertumbuhan.
Tumbuh diartika sebagai bertambah besar
sehingga bertambah ukuranya. Berkembang
diartikan sebagai adanya perubahan struktur
dan bentuk yang disebabkan karena tidak
adanya keseimbangan perubahan bagian-
bagian tubuhnya sehingga terjadilah
perubahan komposisi alat-alat tubuhnya.

Kelangsungan urutan hidup diperlukan


persyaratan kondisi fisik dan biologi
(Brotowidjoyo, 1987).
Siklus hidup parasit pada umumnya dapat
dibedakan menjadi dua tipe yaitu: tipe
langsung dan tipe tidak langsung. Dalam
siklus hidup tipe langsung parasit hanya
menbutuhkan satu inang, yaitu inang
definitife, dengan kata lain tidak diperlukan
inang perantara.
Sedangkan dalam siklus hidup tipe
tidak langsung parasit
membutuhkan satu inang definitif
sebagai inang akhir, di samping itu
diperlukan pula satu atau lebih
inang peranatara
Ketika nyamuk anoples betina (yang
mengandung parasit malaria) menggigit
manusia, akan keluar sporozoit dari kelenjar
ludah nyamuk masuk ke dalam darah dan
jaringan hati. Dalam siklus hidupnya parasit
malaria membentuk stadium sizon jaringan
dalam sel hati (stadium ekso-eritrositer).
Setelah sel hati pecah, akan keluar
merozoit/kriptozoit yang masuk ke eritrosit
membentuk stadium sizon dalam eritrosit
(stadium eritrositer). Disitu mulai bentuk
troposit muda sampai sizon tua/matang
sehingga eritrosit pecah dan keluar
merozoit.
Sebagian besar Merozoit masuk kemabli ke
eritrosit dan sebagian kecil membentuk
gametosit jantan dan betina yang siap untuk
diisap oleh nyamuk malaria betina dan
melanjutkan siklus hidupnya di tubuh
nyamuk (stadium sporogoni).
Didalam lambung nyamuk, terjadi
perkawinan antara sel gamet jantan (mikro
gamet) dan sel gamet betina (makro gamet)
yang disebut zigot. Zigot berubah menjadi
ookinet, kemudian masuk ke dinding
lambung nyamuk berubah menjadi ookista.
Setelah ookista matang kemudian pecah,
keluar sporozoit yang berpindah ke kelenjar
liur nyamuk dan siap untuk ditularkan ke
manusia
Siklus Hidup Taenia saginata
Siklus Hidup Fasciola hepatica
Modus Penularan Parasit

Didalam dunia hewan dikenal 3


(tiga) parasit yaitu parasit bersel
satu (protozoa), cacing parasit
(helminth) dan parasit ektoparasit
(parasit yang hidup diluar hospes)
(Santosa, 1999).
Dari ketiga golongan organisme parasit tersebut
diatas, dapat masuk kedalam hospes (induk
semang) melalui beberapa cara yaitu :
Melalui mulut :
Parasit yang masuk hospes melalui cairan
terjadi bersama makanan, minuman, terjilat,
tercium dan lain-lain.
Melalui kulit :
Parasit dapat menembus kulit, baik secara aktif
oleh parasit itu sendiri atau melalui gigitan vektor.
.
Melalui placenta :
Parasit melalui peredaran darah dari induk ke
anak via placenta.
Melalui kelenjar susu :
Parasit dapat menular melalui air susu.
Kontak kelamin / melalui alat kelamin :
Parasit dapat berpindah ke hospes melalui
perkawinan.
Kontak langsung :
Parasit dapat berpindah melalui kontak langsung
Dalam siklus hidupnya parasit dapat
merugikan hospes dengan beberapa cara,
diantaranya adalah :
Menghisap makanan
Memakan jaringan tubuh
Merusak jaringan
Gangguan berupa mekanik
Gangguan terhadap ketahanan tubuh
Menghisap darah
Menurut Jeffrey (1993), penularan parasit
membutuhkan:
Sumber penularan (reservoir), manusia atau
hewan
Cara penularan, misalnya melalui
pencernaan, penembusan, serangga
sebagai vektor.
Parasit menimbulkan penyakit pada
manusia dengan jalan:
Efek mekanik, misalnya kista hidatid
Invasi dan destruksi sel hospes, seperti
pada malaria
Reaksi alergi atau radang imun oleh hospes
terhadap parasit
Kompetisi nutrient spesifik
Sedangkan pencegahan dan pengendalian
penyakit parasit tergantung pada:
Mengurangi manusia sebagai sumber infeksi
dengan pengobatan (misanya, malaria).
Pencegahan pribadi untuk menghindari penularan.
Pengendalian komunitas terhadap air, makanan,
dan sanitasi.
Pemberantasan atau pengendalian hospes-
hospes hewan dan vektor-vektor serangga.
Meningkatkan hambatan-hambatan biologik
terhadap penularan, (misalnya, ikan yang
memusnahkan larva nyamuk).