Anda di halaman 1dari 18

Asuhan Keperawatan

Komunitas Dengan
Masalah Kesehatan
Populasi Penyakit
Infeksi S1
“CAMPAK (MORBILI)” KEPERAWATAN
3a
Kelompok 2 :

1. Aslichah
2. Cantika Putri Dewanti
3. Diah Yunita Lestari
4. Dina Fitrotul Muawwidah
5. Dwi Andriyani
6. Dyahayu Shinta Kemala M
7. Efi Khori’ah
1. pengertian
Penyakit Campak adalah suatu infeksi virus
yang sangat menular, yang ditandai dengan
gejala demam, batuk, pilek, radang mata
disertai dengan timbulnya bercak merah
makulopapurer yang menyebar keseluruh
tubuh yang kemudian menghitam dan
mengelupasPenyakit ini disebabkan karena
infeksi virus campak golongan Paramyxovirus.
Masa inkubasi pada penyakit campak berkisar
8-13 hari tetapi rata-rata selama 10 hari
2. Etiologi
Penyebab penyakit campak merupakan sejenis virus
yang tergolong dalam family paramyxorius yaitu
genus virus morbili. Cara penularan penyakit campak
dapat melalui droplet dan kontak, yakni karena
menghirup percikan ludah (droplet) dari hidung,
mulut maupun tenggorokan penderita morbili atau
campak.
3. Manifestasi klinis
Morbili atau campak dapat dibedakan menjadi 3
stadium yaitu:
1. Stadium prodomal
Stadium ini berlangsung selama 4-5 hari disertai
dengan tanda gejala seperti panas, malaise (lemas),
batuk, konjungtiva anemis
2. Stadium erupsi
Batuk-batuk mulai bertambah. Timbul
mantema atau titik merah, terkadang terlihat
pua bercak koplik (putih) dan terjadinya
meningkatnya suhu tubuh .
3. Stadium konvalensi
Erupsi berkurang namun meninggalkan bekas
yang berwarna lebih tua (hiperpigmentasi)
yang lama kelamaan akan hilang sendiri. Selain
itu pada anak-anak juga sering menimbulkan
kulit yang bersisik.
4. Pathway
5. Penatalaksanaan
a. Medik
Dengan pemberian suplemsi vitamin A, tirah baring
selama periode demam, pengobatan
simtomatikdengan anti piretika bila suhu badan tinggi,
sedativum obat batuk dan memperbaiki keadaan
umum.
b. Keperawatan
Isolasi sampai ruam hari ke-5, bila hospitalisasi
(keadaan kritis pada anak), lakukan kewaspadaan
pernafasan, perhatikan tirah baring selama prodormal
(muncul tanda gejala), berikan aktivitas tenang
Bila terjadi demam :
• Anjurkan orangtua memberikan antipiretik
• Hindari anak menggigil
• Lakukan kewaspadaan anak terjadi kejang
Perawatan kulit:
• Jaga agar kulit tetap bersih
• Gunakan air hangat untuk mandi bila perlu
Perawatan mata :
• Beri cahaya redup
• Bersihkan kelopak mata dengan larutan salin
hangat untuk menghilangkan sekret
• Jaga anak agar tidak menggosok mata
6. Diagnosa kaeperawatan
• Kerusakan integrasi kulit berhubungan dengan
ruam pasca balik telinga, leher, pipi, muka dan
seluruh tubuh
• Hipertermi berhubungan dengan reaksi
inflamasi, kenaikan suhu tubuh
• Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan reaksi inflamasi pada
saluran cerna, anoreksia, intake nutrisi tidak
adekuat
7. intervensi
Dx Diagnosa Tujuan Intervensi
Kep
1. Kerusakan Setelah dilakukan tindakan 1. Pertahankan kuku agar tetap
integrasi kulit keperawatan selama ...x 24 pendek, dan jelaskan pada anak agar
berhubungan jam bintik-bintik merah pada tidak menggaruk rush
dengan ruam kulit akan hilang. 2. Kolaborasi dengan dokter dalam
pasca balik Dengan kriteria hasil: pemberian obat anti pruritus topical
telinga, leher, dan nastesi topical
1. Pasien tidak merasakan
pipi, muka dan
gatal dan keadaannya nyaman 3. Anjurkan orang tua untuk
seluruh tubuh
2. Rush pada kulit berkurang memandika anak dengan sabun yang
tidak perih

4. Kolaborasi dengan dokter dalam


pemberian antihistamin
2. Hipertermi Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji tanda-tanda vital
berhubungan keperawatan selama ...x 24 2. Anjurkan untuk banyak
dengan reaksi jam suhu dalam batas minum dan istirahat
inflamasi, normal.
3. Anjurkan pada keluarga
kenaikan suhu Dengan kriteria hasil: untuk memberikan selimut
tubuh
1. Suhu dalam batas yang tipis untuk mencegah
normal 36,5-37,5 ºc terjadinya kejang

2. Anak tidak rewel dan 4. Kolaborasi dengan


badan tidak teraba panas dokter dalam pemberian
obat antipiretik
3. Nutrisi kurang Setelah dilakukan tindakan 1. Berikan banyak
dari kebutuhan keperawatan selama ... X minum (sari buah dll)
tubuh 24 jam pasien menunjukkan 2. Berikan susu atau
berhubungan peningkatan nafsu makan. makanan porsi sedikit tapi
dengan reaksi Dengan kriteria hasil: sering
inflamasi pada
1. BB meningkat 3. Berikan makanan
saluran cerna,
2. Nafsu makan meingkat yang lunak, misalnya
anoreksia,
(dapat menghabiskan 1 bubur yang memakai
intake nutrisi
porsi) kuah.
tidak adekuat