Anda di halaman 1dari 65

Assalamualakum. Wr.

Wb
STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 4
“HOTEL BINTANG LIMA DAN SHOPPING MAL”
DOSEN PEMBIMBING : ALMAN FALUTHI, M.A.

KELOMPOK 3 :
ANGGUN CITRA MAQFIRA (170701023)
ANNISA RODHATUL JANNAH (170701075)
DIMAS PRANOTO (170701112)
FITRA MAULANA (170701116)
HERA NAZIA (170701003)
NURHAMDIAH (170701052)

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY
2019-2022
TEORI TERKAIT DARI
Assalamualakum. Wr.Wb
SHOPPING MALL
TEORI TERKAIT
DARI HOTEL
STANDAR OBJEK
TERKAIT
SHOPPING MALL
STANDAR OBJEK
PERATURAN-PERATURN TERKAIT HOTEL
PEMBANGUNAN
SHOPPING MALL
STUDI LITERATUR
PERATURAN-PERATURAN
FUNGSI DARI PEMBANGUNAN HOTEL
SHOPPING MALL

KRITERIA DASAR
SHOPPING MALL
FUNGSI DARI HOTEL
BINTANG LIMA
KRITERIA DASAR
HOTEL BINTANG LIMA
TEORI TERKAIT
1. Pengertian hotel menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 65 Tahun 2001 tanggal 31
DARI HOTEL September 2001 yaitu: “Hotel adalah bangunan yang khusus disediakan bagi orang untuk dapat
menginap atau istirahat, memperoleh pelayanan dan atau fasilitas lainnya dengan dipungut
bayaran, termasuk bangunan lainnya yang menyatu dikeloladan dimiliki oleh pihak yang sama
kecuali untuk pertokoan dan perkantoran.

2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Bangunan berkamar banyak yang disewakan sebagai
tempat untuk menginap dan tempat makan orang yang sedang dalam perjalanan; bentuk
akomodasi yang dikelola secara komersial, disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh
pelayanan, penginapan, makan dan minum

3. Menurut Pendapat Ahli : Menurut Fred Lawson “In most countries a “hotel” is defined as a public
establishment offering travelers, against payment, two basic services: accommodation and
catering.” (Lawson, 1976:11) Diterjemahkan bebas, “Di kebanyakan negara sebuah “hotel”
didefinisikan sebagai sebuah perusahaan publik yang memberikan jasa kepada orang yang
melakukan perjalanan, atas dasar imbalan, dua bentuk pelayanan pokok: akomodasi dan
penyediaan konsumsi.

4. Kesimpulan Ni Wayan Suwithi dan Cecil Erwin Jr. Boham dalam Akomodasi Perhotelan Jilid 1
Hotel didefinisikan dengan ciri sebagai berikut: a) Menggunakan bangunan fisik. b) Menyediakan
jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa lainnya. c) Diperuntukkan bagi umum. d)
Dikelola secara komersial.
STANDAR OBJEK
TERKAIT HOTEL

Kamar hotel, dengan satu tempat tidur


dan dua tempat tidur. Kamar dengan
ruang tamu, atau 2 kamar dengan
pintu penghubung.
• Tempat tidur ukuran biasa = 100/200
cm
• Tempat tidur ukuran queen = 165/200
cm
• Tempat tidur ukuran king = 200/200
cm
Yang terpenting bagi hotel = sedapat-
dapatnya dipisahkan jalan antara tamu
hotel, pengawai dan jalan untuk
barang.
STANDAR OBJEK
TERKAIT HOTEL
STANDAR OBJEK
TERKAIT HOTEL
Dapur: tempat makanan hangat,
tempat makanan dingin,
prasmanan (patiseri),
mempersiapkan daging,
mempersiapkan sayuran, bidang
produksi, dapur untuk perjamuan,
dapur satelit, masakan diet, panci
untuk mencuci.
Gudang: Penyegaran daging,
sayuran, hasil pengolahan susu.
produksi setengah jadi,
pembekuan, gudang harian,
gudang pengeringan, organik,
sampah kering, botol/peti,
penerimaan barang, tempat bir,
tempat anggur, gudang
minuman keras, gudang untuk
lemari barang.
pelayanan: ruang pelayan,
pelayanan hotel, kedai kopi,
meja untuk hidangan, tempat
cuci piring, tempat mencuci
barang-barang dari perak.
STANDAR
OBJEKTERKAIT HOTEL
STANDAR
OBJEKTERKAIT HOTEL
PERATURAN-PERATURAN
PEMBANGUNAN HOTEL

Pasal 2
Standar Usaha Hotel bertujuan untuk:
a. menjamin kualitas produk, pelayanan dan
Peraturan manteri pariwisata dan
pengelolaan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan
ekonomi kreatif Republik Indonesia kepuasan tamu; dan
Nomor PM.53 /HM.001 /MPEK /2013 b. memberikan perlindungan kepada tamu,
tentang standar usaha hotel. pengusaha hotel, tenaga kerja, dan masyarakat, baik
untuk keselamatan, kesehatan, kenyamanan, keamanan,
dan kemudahan dan pelestarian lingkungan hidup.

BAB II USAHA HOTEL Pasal 4


(1) Setiap Usaha Hotel wajib memiliki Sertifikat dan memenuhi persyaratan Standar Usaha Hotel.
(2) Usaha Hotel sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup:
a. Hotel Bintang; dan
b. Hotel Nonbintang.
(3) Hotel Bintang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, memiliki penggolongan kelas hotel terdiri atas:
a. hotel bintang satu;
b. hotel bintang dua;
c. hotel bintang tiga;
d. hotel bintang empat; dan
e. hotel bintang lima.
(4) Hotel Nonbintang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, tidak memiliki penggolongan kelas hotel dan dapat disebut sebagai hotel melati
.
BAB IV PENILAIAN STANDAR USAHA HOTEL : Bagian Kesatu Unsur Penilaian Standar Usaha Hotel

Pasal 6 : Penilaian Standar Usaha Hotel mencakup:

a. persyaratan dasar; Pasal 7


(1) Persyaratan Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a, terdiri atas:
a. Tanda Daftar Usaha Pariwisata bidang Usaha Penyediaan Akomodasi jenis Usaha Hotel;
b. kelaikan fungsi bangunan gedung;
c. keterangan laik sehat; dan
d. kelaikan kualitas air.
(1) Kelaikan fungsi bangunan gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, antara lain meliputi kesesuaian fungsi, persyaratan tata bangunan, keselamatan, kesehatan,
kenyamanan, dan kemudahan sesuai dengan ijin mendirikan bangunan terkait.
(2) Ketentuan Persyaratan Dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1), juga berlaku terhadap penetapan Hotel Nonbintang.
(3) Tanda daftar dan kelaikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikeluarkan oleh instansi teknis pemerintah yang berwenang.
(4) Penilaian penggolongan kelas Hotel Bintang dan penetapan Hotel Nonbintang dilakukan setelah seluruh Persyaratan Dasar dapat terpenuhi.

Bagian Kedua Penilaian Hotel Bintang dan Hotel Nonbintang : Pasal 10

(1) Penilaian Hotel Bintang menggunakan rentang nilai sebagai berikut:


a. ≥ 936 untuk kelas hotel bintang lima;
b. 728 – 916 untuk kelas hotel bintang empat;
c. 520 – 708 untuk kelas hotel bintang tiga;
d. 312 – 500 untuk kelas hotel bintang dua; dan
e. 208 – 292 untuk kelas hotel bintang satu.
(1) Hotel yang belum mencapai nilai minimal yang ditentukan untuk golongan kelas hotelnya diharuskan untuk memperbaiki dan/atau memenuhi kekurangannya paling lambat 6 (enam)
bulan.
(2) Apabila dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2), hotel tidak melaksanakan perbaikan, maka digolongkan ke dalam kelas hotel bintang yang lebih rendah.
(3) Perbaikan dan/atau pemenuhan kekurangan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dituangkan dalam surat pernyataan yang dibuat dan ditandatangani oleh pemilik/pimpinan hotel.

Peraturan daerah kota Banda aceh tahun 2011 Pajak hotel tahun 2010 Nomor 6 Seri B Nomor 1 tentang tarif pajak hotel adalah sebesar 10%.
Fungsi Hotel

• Sebagai tempat atau sarana akomodasi untuk memenuhi kebutuhan


tamu sebagai tempat istirahat atau tempat tinggal sementara dalam
perjalanan pariwisata.
• Sebagai tempat pertemuan (MICE > Meeting, Incentive, Convention, and
Exhibition)
• Sebagai tempat untuk mempromosikan berbagai produk perusahaan
atau bisnis lainnya.
• Sebagai tempat bersantai, rekreasi, atau menikmati kesenangan
lainnya.
• Sebagai tempat bertemu, bergaul atau bersahabat bagi semua bangsa
yang datang.
• Sebagai tempat menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman khusus
bagi pelajar atau mahasiswa.
• Sebagai tempat untuk mencari nafkah. Khususnya bagi karyawan
N Unsur-Unsur Uraian Persyaratan 6 Kamar tamu a. Jumlah kamar minimal 100 buah termasuk 4
KRITERIA o
Persyaratan
buah kamar suit, semua kamar dilengkapi kamar

DASAR b.
mandi dalam.
Luas minimal kamar standar : 26m²

HOTEL 1 Lokasi dan lingkungan -


- Mudah dicapai
Menghindari pencemaran suara, bau, debu asap & a.
Kamar suit : 56 m²
Tinggi kamar minimal 2,6m
BINTANG 2 Taman -
serangga
Terletak didalam/luar
b. Kamar tidur kedap suara (noise 40db)
c. Pintu dilengkapi dengan alat pengaman berupa
LIMA - Terpelihara bersih dan rapi kunci double lock, peeping tom dan safety chain
3 Tempat parkir Tersedia tempat parkir untuk tamu d. Komposisi karpet 20% vinyl 80% wool

1. Kapasistas satu tempat parkir untuk 6 kamar e. Jendela dengan tirai yang tidak tembus dari luar

hotel. f. Tersedianya pengatur udara


g. Interior kamar mencerminkan suasana Indonesia
2. Rambu lalu lintas satu arah
h. Tersedia minimal 1 stop konak
4 Olah Raga & Rekreasi a. Menyediakan sarana kolam renang dewasa &
i. Tersedia air panas & air dingin
anak-anak. Toilet umum terpisah antara
j. Tersedia tempat tidur
pria/wanita.
Uk. 1 orang = 200 x 100 cm
Luas loker & toilet minimal 0.6/kamar
Uk. 2 orang = 200 x 160 cm
a. Menyediakan dua sarana olahraga pilihan (tenis,
Lemari pakaian
bowling, golf, fitness centre, billiard)
Meja dengan lampu 30 lux
5 Bangunan a. Bersih,terdapat unsur dekorasi, terdapat lift (untuk
Sebuah kaca rias uk. 1.6
bangunan 4 lantai keatas) Lift tamu dipisahkan dengan
TV
lift pelayanan. Kapasitas lift minimal 6 orang/450kg.
Add Text Perlengkapan kamar mandi
b. Tersedianya utilitas (air, listrik, ac, ventilasi, ruang
Get a modern
mekanik dan workshop) ruang komunikasi, 7 Restoran Minimal menyediakan 3 restoran (Caffe shop,
PowerPoint
pencegahan kebakaran, pintu darurat dan untuk 4 Presentation that is Speciality, dan lainnya) 1.5m²/tempat duduk

lantai keatas pintunya harus tahan api. beautifully designed. Tinggi restoran 2.6m

c. Keamanan min. 1 buah ruang jaga Letak restoran berhubungan langsung dengan dapur

d. Pembuangan limbah (memiliki tempat penampungan dilengkapi dengan pintu masuk dan keluar yang

sampah sementara) berbeda


9 Function Room Minimal 1 buah dengan pintu masuk terpisah dari lobi
KRITERIA Function room yang terpisah dari lobi harus memiliki

DASAR oilet umum


Tersedia pre function room

HOTEL 10 Lobby Luas lobby min. 100m²


Penerangan minimal 100 lux
BINTANG 11 Lounge Menyediakan lounge dengan kursi & sofa

LIMA
12 Telepon Umum Tersedia di lobby
Untuk hubungan keluar minimal 2 pesawat
Untuk hubungan didalam hotel minimal 2 pesawat
Antara telepon dipasang penyekat
13 Toilet umum 1. Pria
Min Urinoir 4 buah
Min WC 2 buah
2. Wanita
Min WC 3 buah
14 Koridor Lebar koridor minimal 1.8m Tersedia stop kontak
setiap 12m
Tingkat kebisingan 40db
Minimal 3 buah untuk kegiatan berbeda seperti :
15 Ruang yang disewakan Drugstore Bank/Money Changer Travel agent
Add Text
Airline agent Souvenir shop Perkantoran Get a modern
Butik & salon kecantikan PowerPoint
16 Poliklinik Sesuai standar depkes RI Presentation that is
17 Dapur Luas minimal 40% dari luas restoran
beautifully designed.
KRITERIA
DASAR 19a Tata Graha Tersedia uniform rom dengan rak
Uniform Room
HOTEL
19b Ruang lena Luas minimal 50m²
BINTANG Minimal 1 buah untuk 40 kamar untuk hotel bertingkat minimal satu room boy

LIMA 19d Roomboy Station station/lantai

19e Lost found area Minimal 10m²

19f Binatu Minimal 100m²

1. Gudang bahan makanan dan minuman


20 Ruang 2. Gudang peralatan dan perlengkapan
Operasional Gudang 3. Gudang untuk engineering

4. Gudang botol kosong

5. Gudang barang bekas

20b Ruang penerimaan Mampu menampung minimal 1 truk


barang/bahan Add Text
Get a modern
Ruang loker PowerPoint
20c Ruang karyawan Presentation that is
Ruang makan Ruang beribadah
beautifully designed.
TEORI TERKAIT DARI SHOPPING MALL
a. Shopping adalah hal berbe1anja, menurut :
(1) Aktifitas, dilakukan secara rutinlinsedentil untuk memenuhi kebutuhan,
kesenangan sosial atau memanfaatkan waktu luang.
(2) Sifat, distribusi barang secara langsung oleh penjual untuk memenuhi
permintaan konsumen yang bersifat komersial meliputi penyediaan, penyimpanan
dan penjualan barang.
(3) Pewadahan, bangunan tempat serangkaian aktifitas jual beli barang
dilakukan.
b. Mall adalah tempat beIjalan atau pedestrian.
(1) Makna asal mall yaitu area yang biasanya dilingkupi oleh pepohonan,
digunakan sebagai tempat jalan-jalan/open space yang terbentuk dari ruang antar
bangunan yang digunakan sebagai tempat sirkulasi pejalan kaki di luar bangunan.
(2) Makna luas mall yaitu suatu area pergerakan linear pada suatu pusat usaha
yang lebih diorientasikan bagi pt:ialan kaki berbentuk pedestrian dengan kombinasi
plaza dan Iuang-ruang tertentu dilengkapi unsur dekoratif.

Shopping Mall adalah sebagai wadah kegiatan komersial


dengan publik space atau mall yang dirancang khusus
bagi pejalan kaki (pedestrian), dengan deretan toko
disetiap sisi jalan, tempat orang melakukan aktivitas
berbelanja, atau sekedar jalan-jalan menikmati suasana,
terpisahdari lalu lintas kendaraan, memiliki akses mudah
dari jalan umum, dilengkapi unsur dekoratif dan
kenyamanan.
STANDAR OBJEK
TERKAIT
PARKIR
Tempat untuk memarkir
kendaraan pengunjung atau
pengelola yang datang ke
lokasi pusat perbelanjaan.
Tempat parkir pada umumnya
dibatasi oleh garis berwarna
putih atau kuning yang terletak
di samping dan di depan
dengan lebar antara 12-20 cm.
Posisinya ditinggikan terhadap
dinding sampai 10 cm agar
tampak (dapat dilihat) dengan
baik. Sebagai pembatas juga
diberi bentuk gelembung
menonjol. Dengan demikian +
50-60 cm, lebar 20 cm dan
tinggi 10cm, merupakan
ketetapan penyusunan
terhadap dinding atau pada
pembatas dek tempat parkir
untuk penghalang benturan,
rak penyangga, tambang
penyekat atau birai sampai KS
ketinggian. Posisi mobil satu
sama lain dibatasi oleh palang
yang tingginya sekitar 10 cm.
Berikut adalah beberapa
bentuk tempat parker;
GLOBAL TRADE
PRESENTATION
LOREM IPSUM DOLOR SIT AMET
GLOBAL TRADE
PRESENTATION
LOREM IPSUM DOLOR SIT AMET

AREA FOODCOURT
PERATURAN-PERATURAN
Setiap penyelenggaraan kegiatan usaha perpasaran
swasta diwajibkan menyediakan ruang tempat usaha kecil
dan usaha informal/pedagang kaki lima.
i. Untuk jenis penyelenggaraaan usaha perpasaran
dengan luas efektif lantai usaha minimal 200 m2 s/d 500
m2 harus menyediakan ruang tempat usaha bagi usaha
kecil atau usaha informal sebesar 10% dari luas efektif
lantai usaha dan tidak diganti dalam bentuk lain.
GLOBAL TRADE
ii. Untuk jenis penyelenggaraan usaha perpasaran
swasta dengan luas efektif lantai usaha diatas 50 m2
PRESENTATION
harus menyediakana ruang tempat usaha bagi usaha
kecil seluas 20% dari luas efektif lantai usaha dan tidak
LOREM IPSUM DOLOR SIT AMET
dapat diganti dalam bentuk lain.
iii. Pusat perbelanjaan wajib menyediakan barang
dagangan produksi dalam negeri paling sedikit 80% dari
jumlah dan jenis barang yang didagangkan. Dalam hal
tersebut, menteri dapat memberikan izin penyediaan
barang dagang produksi dalam negri 80%.
Fungsi Shopping
mall

Sebagai fungsi
ekonomi, yaitu
sebagai pendukung
dinamisasi
perekonomian kota
dan wadah
penampungan dan
penyaluran produksi
dari produsen untuk
kebutuhan
masyarakat
(konsumen).
KRITERIA DASAR
SHOPPING MALL

Karakter dasar Shopping Mall


(1) Mall Terbuka Adalah Mall tanpa
pelingkup. Keuntungannya kesan yang
ditimbulkan luas, perencanaan teknis
mudah sehingga biaya murah.
Kerugiannya kesulitan Climatic control
(berpengaruh terhadap kenyamaan)
(2) Mall Tertutup Mall dengan
pelingkup. Keuntungannya berupa
kenyamanan climatic control, sedang
kerugiannya adalah biaya mahal dan
kesan kurang luas.
(3) Komposit Mall Merupakan
gabungan antara mall yang terbuka
dengan tertutup dimana sebagian
terbuka dan bagian lainnya tertututup.
Study Kasus

01. ALAJEREH HOTEL DAN MALL

02. Hotel dan Mall Ciputra Surabaya

03. Grand Hyatt dan Plaza Indonesia


ALAJEREH HOTEL DAN MALL
Konsep
1. SISTEM STRUKTUR
3. PENZONAAN SECARA HORIZOTAL DAN VERTIKAL
2. PENZONAAN SECARA HORIZOTAL DAN VERTIKAL
4. KONSEP SIRKULASI
4. KONSEP SIRKULASI
5. LAY OUT PLAN
6. SISTEM TATA LETAK/POLA RUANG
7. SISTEM UTILITAS
6. SISTEM TATA LETAK/POLA RUANG
Hotel dan Mall Ciputra Surabaya

Banding 2
Study
a. Konsep
perancangan

Ciputra World Surabaya berlokasi di CBD


Mayjen Sungkono Surabaya. Tema dari proyek
ini adalah mengangkat semangat Surabaya
sebagai kota Pesisir. Sehingga bentukan dasar
massanya di ilhami bentukan layar tradisional.
Ciputra World di bangun dengan konsep
superblock. Superblock yang terdiri dari Mall
Ciputra World, Hotel Ciputra World, Skyloft-
SOHO, The Voila Apartment, Ciputra World
Office dan juga VieLoft-a New SOHO
melengkapiCiputa World sebagai fungsi
entertainment, perhotelan, perkantoran dan
hunian. Superblock ini memenuhi kebutuhan
hunian, sekaligus tempat kerja, serta pusat
gaya hidup seperti tempat belanja dan
rekreasi. Gaya arsitektur yang ditampilkan
menciptakan image Ciputra World yang
modern serta artistik
b. System
Struktur

Mal Ciputra dibangun diatas tanah


seluas 3 hektar, dengan luas 90.000 m2
yang dilengkapi dengan blok
apartemen, hotel bintang 5, dan SOHO
(Small Office Home Office) untuk
ememnuhi kebutuhan konsumen. Mal
Ciputra World terdiri atas 6 lantai utama,
yaitu lower ground (LG), ground floor
(lantai dasar), serta lantai 1 hingga lantai
4. Setiap denah di tiap lantainya memiliki
karakteristik bentuk dan posisi
retail/tenant yang berbeda-beda.
Via and The Vue Apartments
The Via and
The Vue
Apartments
adalah
apartemen
phase pertama
yang dimiliki oleh
Superblock
Ciputra World
Surabaya.
Apartemen ini
sudah beroperasi
semenjak tahun
2011 dan saat ini
sudah terdapat
penghuninya.
Disamping itu, Skyloft –A lifestyle SOHO merupakan soho pertama di Surabaya, memiliki ketinggian floor
fasilitas The Via to floor 5,8 m untuk setiap unitnya dengan penggunaan double glass pada bagian
and The Vue
fasade. Dengan konsep SOHO (Small Office Home Office), bangunan ini memberikan
Apartments yang
lengkap, serta beberapa fungsi alternative yang dapat digunakan sebagai hunian dan kantor sekaligus.
letaknya yang SOHO dapat digunakan sebagai tempat usaha jasa professional seperti dokter,
berdekatan pengacara, biro jasa, dll. Selain itu dapat digunakan sebagai galeri, design grafis, rumah
mode, dan juga arsitek. Skyloft – a lifestyle SOHO, juga dihadirkan 2 lantai fasilitas umum
pada lantai 7 dan 8 dengan berbagai pilihan fasilitas, seperti swimming pool, games room,
playground, lounge, meeting room.
• Ciputra
World Hotel
Ciputra World Hotel
ini dikelola oleh
Swiss Belhotel
International.
Ciputra World Hotel
memiliki 3 tipe, yaitu
tipe Saphire 43 m2,
tipe Emerald 47 m2,
hingga 54 m2 tipe
Diamond A.
SPESIFIKASI MATERIAL DAN b.
FINISHING Superstr
ucture : Seluruh
struktur bangunan
a. Pondasi : Pondasi pada mal ini terbuat
bangunan ini berupa pondasi tiang dari beton
pancang yang terbuat dari beton bertulang.
bertulang.
c. Material
lantai : Lantai
yang terdapat
baik di luar,
maupun di dalam
mal itu sendiri
berasal dari batu
alam, lapisan
marmer dan
granit, lantai kayu
laminasi, dan
berbagai jenis
keramik.
d. Material dinding dan
f. Material pintu : Material pintu
fasade : Material dinding dan fasade
pada bangunan ini terdiri atas pintu
bangunan terbuat dari beton
kaca, pintu kayu dengan berbagai
pracetak yang sudah di cat, dinding
macam finishing, pintu baja, dan PVC.
kaca, aluminum composite panel,
dinding batu bata plester yang
sudah di cat, serta dinding gipsum
g. Material atap : Atap yang
yang sudah di cat.
digunakan pada bangunan ini
menggunakan material atap metal
dan dak beton. SISTEM
e. Material ceiling : Gypsum
board in paint finish, wood in paint STRUKTUR
finish, fiberglass in paint finish, metal PODIUM,
sheet powder coating, expose
TOWER, DAN
concrete paint finish.
BENTANG
PANJANG
PADA
BANGUNAN
A. Struktur tower dan podium
Struktur tower dimodelkan sebagai sistem kombinasi antara dinding geser
dan sistem rangka pemikul momen atau yang biasa disebut sebagai
“dual system” yang berfungsi untuk menahan beban gravitasi maupun
beban gempa, sesuai dengan kelakuan dari masing-masing sistem.
Sedangkan, struktur podium dimodelkan sebagai sistem rangka pemikul
momen (open frame structure) dengan pertimbangan bahwa bangunan
tersebut tidak terlalu tinggi (kurang dari 40 m). Masing-masing dari struktur
tower dan struktur podium disatukan oleh pelat lantai yang juga berfungsi
sebagai diafragma yang kaku, sehingga pergerakan translasi maupun
rotasi pada lantai akan seragam.
A. Struktur tower dan podium
Pada kawasan superblock Ciputra World Surabaya ini, terlihat ada dua
jenis bentuk bangunan. Bagian-bagian tersebut terdiri atas bangunan
yang berdiri sendiri dan bangunan yang menyatu (terdapat podium dan
tower). Bangunan yang berdiri sendiri pada bangunan ini hanya satu
bangunan, yaitu gedung Ciputra World Office, yang saat ini masih dalam
fase pengerjaan.

Sedangkan,
struktur yang
diterapkan
pada
bangunan
Ciputra
World Hotel
ini
merupakan
struktur
gantung
membentuk
busur yang
bergantung
pada inti
bangunan
(core).
B. Struktur bentang
panjang/bentang lebar
Bangunan bentang lebar merupakan
bangunan yang memungkinkan
penggunaan ruang bebas kolom
yang selebar dan sepanjang mungkin.
Bangunan bentang lebar secara
umum terdiri dari 2 yaitu bentang
lebar sederhana dan bentang lebar
kompleks. Bentang lebar sederhana
berarti bahwa konstruksi bentang
lebar yang ada dipergunakan
langsung pada bangunan
berdasarkan teori dasar dan tidak
dilakukan modifikasi pada bentuk
yang ada. Sedangkan bentang lebar
kompleks merupakan bentuk struktur
bentang lebar yang melakukan
modifikasi dari bentuk dasar, bahkan
kadang dilakukan penggabungan
terhadap beberapa sistem struktur
bentang lebar.
Grand Hyatt dan Plaza Indonesia

Banding 3
Study
Bangunan dwi fungsi ini terletak pada
kawasan perkantoran di jalan M.H.
Thamrin yang tersambung dengan
kawasan jalan Jend. Soedirman.
Akses untuk sampai pada bangunan
ini dapat dilakukan dari berbagai
arah, mengingat bangunan ini
memiliki lokasi yang sangat strategis,
yaitu di samping bunderan HI,
sehingga pencapaiannya dari
berbagai arah.
Plaza Indonesia berdiri di atas lahan
seluas 38.050 meter persegi pada
pertemuan Jalan M.H. Thamrin dan
Jalan Kebon Kacang Raya, tepat di
pusat bisnis Jakarta. Shopping mall ini
memiliki area seluas 62.747 meter
persegi dengan 4 lantai area ritel,
satu lantai perkantoran dan lantai
area parkir bawah tanah. Dengan
total area sewa seluas 41.536 meter
persegi, Plaza Indonesia menampung
250 toko kelas atas yang menyajikan
pengalaman belanja kelas atas bagi
para Pengunjungnya.
• Bangunan ini pada • Tata Letak Fungsi
awalnya hanya
Shopping mall berada pada
mengoperasikan hotel yang
lantai bawah menempati 4
bekerja sama dengan
lantai yang terletak pada
manajemen asing Hyatt
basement ground floor, lantai
International. Tetapi, seteelah
1,2,3. Sedangkan untuk hotel
melakukan studi, dilakukan
di lantai 2 podium sampai 26
penambahan fasilitas yaitu
tower. Untuk lantai 27 dan 28
sebuah shopping mall yang
adalah ME, lantai 29 untuk
bertaraf internasional dan
helipad. Area parkir
diharapkan dapat memenuhi
dipisahkan antara hotel dan
kebutuhan tamu hotel, kawasan
perbelanjaan pada
perkantoran di jalan M.H.
basement dengan daya
Thamrin ataupun kota Jakarta.
tampung lebih kurang 1643
Bangunan terdiri dari dua fungsi
buah mobil. Pada shopping
utama yaitu sebuah hotel
mall terdapat atrium
bintang 4 dan shopping mall.
pameran lebar dengan
Terdapat 3 lantai basement
koridor perbelanjaan lebih
dengan jumlah parkir mobil
kurang 5-10 meter. Sirkulasi
menampung 1643 mobil.
hotel terpisah dan standar
Penyewa terbesar dari shopping
kamar hotel suite (merupakan
mall tersebut adalah Sogo
salah satu unggulan dari
denganluas penyewaan lantai
hotel Hyatt, memiliki kamar-
lebih kurang 80% dari area retail
kamar yang luas).
lainnya.
• Pola Pergerakkan • Deskripsi bangunan Arsitektur dan Teknis
dan Sirkulasi Menurut tim arsitek Parama Loka yang menjadi
Plaza Indonesia memiliki 6 architect of record bagi HOK, desain perencanaan
Pola pergetakkan lantai dan 3 basement pusat Plaza Indonesia sengaja dibuat serasi dengan
pengunjung hotel dan perbelanjaan (8) dengan luas Monumen Selamat Datang karena sisi historis
perbelanjaan letaknya total 62.747 meter persegi, monumen tersebut, terutama pada towernya yang
sangat berjauhan. Ini untuk dengan ruang yang berbentuk L yang bersiku. Bentuk tower inilah yang
meminimalkan konflik disewakan mencapai 40.591 menjadikan Plaza Indonesia menjadi akrab dan
pengunjung hotel dan meter persegi (9), lebih luas bersahabat dengan monumen karya Henk Ngantung
perbelanjaan. Terdapat 4 dari perkiraan awal yang tersebut - bukan menjadikan monumen itu pesaing.
(empat) entrance masuk ke diberikan sebesar 39 ribu meter Tinggi Hotel Grand Hyatt, 110 meter, serasi dengan
dalam bangunan pada sisi persegi oleh Plaza Indonesia Wisma Nusantara, 117 meter menurut CTBUH,
tapak jalan. Untuk Realty, pengelola mall, kepada memberikan kesan sebagai pintu masuk dari utara
pengunjung dengan Majalah Konstruksi (7). Jumlah (3)(7).
kendaraan umum dapat lantai juga mengalami Tim arsitek juga memisahkan lobi hotel dengan lobi
masuk melalui akses yang kenaikan. mall, untuk mencegah kerancuan antara pengunjung
mudah ke shopping mall mall dengan tamu hotel. Selain urusan lobi, kelancaran
melalui pintu timur, akses dan minimalisasi kemacetan juga diperlihatkan
sedangkan sirkulasi masuk di Plaza Indonesia dengan pintu Jalan Thamrin untuk
pengunjung hotel diarahkan pejalan kaki dan penumpang bus, pintu Jalan Kebon
dalam bahasa arsitektur Kacang untuk pengguna mobil pribadi atau taksi
berupa penunjuk arah (3)(7).
dipersimpangan sirkulasi Secara struktur, Plaza Indonesia menggunakan
perbelanjaan dengan jalan pondasi rakit untuk podium dan bored pile untuk
yang tertutup oleh tumbuhan bagian tower, dengan pondasi frankipile sebagai tiang
perindang. tarik untuk podium tenggara dan tower (7). Sementara
untuk struktur atas, podium menggunakan konstruksi
beton dan Grand Hyatt menggunakan komposit beton
SITE PLANE
MASTER PLANE
MASTER PLANE
MASTER PLANE
DAFTAR PUSTAKA
Maitland, B., 1985. Shopping Malls-Planing and Design. New York: Langman
Group Limited. Dalam tugas akhir Wibowo, A. S., 1999. Shopping Street.
Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
Neufert, Ernst. 2002. Data Arsitek jilid 2. Jakarta. Erlangga.
Thank You

Wassalamualakum. Wr.Wb