Anda di halaman 1dari 12

MOH.

HIDAYAT
(1810505070)
KRISMARITA
HANDAYANI (1810505053)
Seorang pasien dengan diantar oleh seorang
perawat datang ke Instalasi Radiologi dengan
keluhan tumor dan herniasi pada diskus
vertebralis lumbal.
Untuk dapat mengetahui hernia yang terjadi
pada discus maka dilakukan pemeriksaan?
Jelaskan teknik pemeriksaannya.

KASUS
Discography merupakan istilah yang digunakan
untuk menyatakan pemeriksaan secara radiografi
dari diskus intervertebralis dengan memasukkan
bahan kontras media positif kedalam
pertengahan diskus dengan cara memasukkan
DISCOGRAPHY jarum ganda

Pemeriksaan ini digunakan untuk memperlihatkan


herniasi discus atau degenerasi yang biasanya
terjadi pada daerah lumbo-sacral dan terkadang
terjadi di daerah cervical. Discography dapat
dilakukan terpisah atau bersama-sama dengan
myelography
Discus adalah ruang persendian yang dibentuk antara dua vertebrae yang dikuatkan
oleh ligamentum yang berjalan di depan dan di belakang corpus vertebrae sepanjang
columna vertebralis. Discus pada masing-masing corpus berbentuk pendek silindris.
Banyak lamella vertikal pada daerah discus yang berbentuk spons, sehingga
memungkinkan untuk menahan goncangan. Bagian luarnya dilingkupi tulang keras
yang tipis. Discus terdiri dari :
1.Lingkaran fibrus cartilago, merupakan lapisan cartilago yang menutupi permukaan
atas dan bawah dari setiap body vertebrae.
2.Annulus fibrosus, merupakan lapisan jaringan fibrus dan cartilago yang membentuk
bantalan diantara lingkaran cartilago.
3.Nucleus pulposus ;yaitu pusat dari annulus fibrosus.
Gambar dibawah dibuat dengan potongan sagital.
(1) Annulus Fibrosus, yang menjadi dasar lingkaran fibrosus.
(2) Nucleus Pulposus, yang menjadi pusat dari discus dan merupakan target dari
penyuntikan pada discography.
(3) Ligamen Longitudinal Anterior.
(4) Ligamen Longitudinal Posterior.
(5) Canalis Vertebralis
Pada keadaan normal, discus berfungsi sebagai penahan goncangan dan memberikan
keseimbangan pada columna vertebralis pada saat tubuh dalam keadaan tegak. Sendi yang
terbentuk antara discus dan vertebrae adalah persendian dengan gerakan yang terbatas saja
dan termasuk sendi jenis simphisis, yaitu sebuah persendian yang hanya dapat bergerak
sedikit, tetapi jumlahnya yang banyak memberi kemungkinan membengkok kepada columna
secara keseluruhan. Selama menjadi bagian yang tidak kaku dari columna vertebralis, maka
discus ini akan memberikan flexibilitas dan mempunyai tekanan yang sama, tetapi jika
dalam keadaan fleksi , ekstensi atau salah satu sisinya menahan beban maka salah satu sisi
discus tersebut akan menambah tekanan sesuai dengan besar tekanan tersebut

ANATOMI DAN FISIOLOGIS


1. Ruptur Nukleus
Pulposus
2. Lesi internal discus, 1. Alergi terhadap
yang tidak dapat
dilihat pada bahan kontras
pemeriksaan 2. Pendarahan
myelografi
3. HNP 3. Multiple sclerosis
4. Penyempitan saluran
spinal canal

INDIKASI KONTRA
INDIKASI
STERIL
• Media kontras yang digunakan 0,5 •Drawing-up canule
cc – 2 cc Angiografin atau Conray •Gallipot
280 atau garam meglumine dari •Kain kassa
iothalamate atau diatrizoate 0,5 cc •Kapas
– 2 cc.
• Needle dengan ukuran 20 dan 25
• Spuit 10 ml dan 2 ml

NON STERIL
•Pesawat sinar-x dan fluroskopi •Botol anastesi lokal lignocaine 1 %
•Kaset dan film •Ampul media kontras
•Grid/lysolm •Jarum disposable
•Marker •Peralatan dan obat-obat emergensi
•Gonad shield
•Apron
•Botol obat antiseptik hibitane 0,5 %
1. Jika pasien wanita, tanyakan apakah pasien hamil.
2. Tanyakan apakah pasien mengkonsumsi obat-
obatan sebelumnya.
3. Tanyakan apakah pasien mempunyai riwayat
asma.
4. Penandatanganan informed consent.
5. Melepaskan benda-benda logam pada daerah yang
akan diperiksa.
6. Pasien puasa selama 5 jam sebelum pemeriksaan.
7. Pasien diberi penjelasan tentang prosedur
pemeriksaan.
8. Dibuat plain foto posisi AP dan lateral pada daerah
yang akan diperiksa.
9. Premedikasi : diberikan obat sedatif, yaitu
kombinasi dari 10 mg Drop ridol & 0,15 mg
phenoperidin (Park, 1973).

PERSIAPAN PASIEN
Pada pemeriksaan discography, ada dua cara dalam
penyuntikan media kontras yaitu :

1.Dengan 1 jarum (Standard Spinal Puncture Needle).


2.Dengan 2 jarum (The Double Needle Combination).
Double jarum terdiri dari :
•Jarum ukuran 20, yang akan digunakan untuk menyuntik spinal dan mencapai annulus
fibrosus.
•Jarum ukuran 25 (lebih panjang dari jarum ke-1),yang akan digunakan sebagai jarum
penunjuk untuk menembus celah sampai menemukan pusat dari nucleus pulposus.

Jarum yang digunakan untuk daerah cervical biasanya digunakan dengan panjang 2 - 2,5
inchi, sedangkan untuk daerah lumbal 3,5 - 5 inchi. Penyuntikan dilakukan di bawah
kontrol fluoroskopi. Kombinasi dengan jarum double lebih baik daripada dengan satu
jarum.

METODE PENYUNTIKAN
1. Pasien diposisikan lateral decubitus, dengan punggungnya
dilengkungkan serta lutut difleksikan.Bantalan busa
hendaknya ditempatkan di suatu tempat yang dianggap perlu
agar tulang belakang itu menjadi paralel dengan meja
pemeriksaan.
2. Daerah yang akan dipunksi diberikan antiseptik.
3. Kemudian dengan kontrol fluoroskopi, jarum dengan ukuran
20 ditusukkan diantara ruas spinosus dan langsung ketulang
cincin dari discus yang akan diperiksa dan ujung jarum
menembus annulus fibrosus.
4. Kemudian masukkan jarum kedua,ke dlm jarum ke satu
(jarum kedua lbh pjg daripada jarum pertama),shg jarum tsbt
terletak dlm nucleus pulposus
5. Kemudian dilakukan penyuntikan kontras media.
6. Lalu dibuat proyeksi lateral dengan jarum tetap berada di
dalamnya. Bila media kontras sudah cukup, jarum dicabut
dan daerah penyuntikan ditutup.
7. Kemudian pasien diposisikan supine, paha difleksi
secukupnya agar bagian belakang tubuh menempel meja
pemeriksaan.
PROSEDUR 8. Kemudian dibuat posisi AP dengan 100 – 200 cranial
PEMERIKSAAN 9. Jika dibutuhkan maka dibuat foto oblique.
KOMPLIKASI
• Rasa pegal pada daerah punksi
• Retro peritenal haemorahage
• Disc herniation

PERAWATAN PASIEN
• Bed rest selama 24 jam.
• Periksa tekanan darah dan pernapasan
setiap 30 menit selama 4 jam pertama
dan setiap 4 jam selama 24 jam.

Anda mungkin juga menyukai