Anda di halaman 1dari 58

KELOMPOK 2

Beranggotakan :
• Akbar Maulana
• Elisah
• Febry Handayani
• Reni Muslim
• Syifa Faizah
Hasil Pencarian
Sejarah dan Pengertian Pegadaian Syariah
Sejarahnya Pegadaian Syariah Terbitnya PP/10 tanggal 1 April 1990 dapat dikatakan menjadi tonggak
awal kebangkitan Pegadaian, satu hal yang perlu dicermati bahwa PP10 menegaskan misi yang harus diemban
oleh Pegadaian untuk mencegah praktik riba, misi ini tidak berubah hingga terbitnya PP103/2000 yang dijadikan
sebagai landasan kegiatan usaha Perum Pegadaian sampai sekarang. Banyak pihak berpendapat bahwa
operasionalisasi Pegadaian pra Fatwa MUI tanggal 16 Desember 2003 tentang Bunga Bank, telah sesuai dengan
konsep syariah meskipun harus diakui belakangan bahwa terdapat beberapa aspek yang menepis anggapan itu.
Berkat Rahmat Alloh SWT dan setelah melalui kajian panjang, akhirnya disusunlah suatu konsep pendirian unit
Layanan Gadai Syariah sebagai langkah awal pembentukan divisi khusus yang menangani kegiatan usaha syariah.

Pegadaian adalah kegiatan yang menjaminkan barang-barang berharga kepada pihak tertentu, guna
mendapatkan sumbangan uang yang disetujui yang akan ditebus sesuai dengan kesepakatan antara lembaga
bantuan gadai. Gadai dalam perspektif islam disebut dengan istilah rahn, yaitu suatu perjanjian untuk menahan
sesuatu barang sebagai jaminan atau tanggungan utang. Kata rahn secara etimologi berarti “tetap”, ”berlangsung”
dan “menahan”. Maka dari segi bahasa rahn bisa diartikan sebagai menahan sesuatu dengan tetap. Ar-Rahn adalah
menahan salah satu harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya.
Sejarah Pergadaian di Indonesia

Pemerintah Inggris mengambil alih dan


membubarkan Bank Van Leening, Perubahan Badan Hukum Perubahan Badan hukum berdiri Unit Layanan Gadai
kepada masyarakat diberi keleluasaan menjadi “JAWATAN” dari “PN” ke “PERJAN” Pegadaian berprinsip Syariah
mendirikan usaha Pegadaian

1811 1928 1969 2003

1746 1901 1961 1990 2012


Sejarah Pegadaian dimulai
Perubahan Badan hukum dari
saat VOC mendirikan Bank Pegadaian Negara pertama di Perubahan Badan Hukum Perubahan Badan hukum dari “PERUM” ke “PERSERO” pada
Van Leening sebagai lembaga Sukabumi tanggal 1 April 1901 dari “JAWATAN” ke “PN” “PERJAN” ke “PERUM” tanggal 1 April 2012
keuangan yang memberikan
kredit dengan sistem gadai
Sejarah Gadai di Masa Rasulullah

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma :


َ ٍّ ِِ‫سلَّ َم ا ْشت َ َرى ِم ْن يَ ُُو‬
.ُ‫َ ََم امم ِِلَى أ َ ٍََ ََ َر ََنَهُ ِ ِْر َعه‬ َّ ‫صلَّى‬
َ ‫َّللاُ َعلَ ْي ِه َو‬ َّ ‫أ َ َّن النَّ ِب‬
َ ‫ي‬

Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membeli
makanan dari seorang Yahudi dengan pembayaran tempo
dan beliau menggadaikan baju perangnya.”

 Dalam ash shahiihain telah diriwayatkan dari Anas bin


Malik bahwa ketika Rasulullah wafat, baju besi beliau
masih tergadai di tangan seorang Yahudi, untuk
pinjaman 30 wasaq gandum (setara dengan 5.400 kg
ilustrasi gandum). Rasulullah meminjam gandum untuk makan
keluarganya.
Harga komoditas gandum saat ini sekitar Rp 5.986 per kg, jika
disetarakan dengan nilai sekarang gandum yang dipinjam oleh
Rasulullah setara dengan nilai Rp32.324.400 Sumber :
Abu Ja’far Muhamad bin Jarir Ath Thabari, Tafsir Ath Thabari, 2009
Syaikh Shaffyurahman Al Mubarakfuri, Shahih Tafsir Ibnu Katsir, 2006
Sejarah Gadai di Dunia
CHINA
Di China, toko gadai sudah ada sejak 2000-3000 tahun yang lalu. Usaha ini sangat diawasi
dengan ketat, sehingga sangat mustahil melakukan tipuan atau pembohongan. Secara
khusus, pelanggan diberi waktu waktu tiga tahun untuk menebus properti mereka, dan
mereka tidak dapat dikenakan tarif yang lebih tinggi dari 3% per tahun.

YUNANI DAN ROMAWI


Yunani dan Romawi dianggap sebagai pencetus sistem gadai modern. Di Romawi, mereka
memiliki aturan/ sistem gadai sendiri (Roman's Law) seperti pegawai di toko pegadaian harus
memakai seragam, furnitur khusus, dilarang melakukan perjanjian, dan sebagainya. Kaisar
Augustus mengkonversi harta-harta rampasan perang atau harta dari penjahat menjadi harta
negara dengan sistem gadai Roman's Law. Harta negara ini kemudian boleh dipinjamkan
kepada rakyat, tanpa bunga.

EROPA ABAD PERTENGAHAN


Di Italia, sistem perjanjian mulai diterapkan dan sudah umum di seantero Eropa. Hal ini
dikarenakan tuntutan uskup-uskup Italia untuk meminjamkan uang kepada orang miskin.
Pada suatu keadaan, keuntungan bisa diperolah dari nilai perjanjian yang ada.
Tahun 1198, hal serupa juga diterapkan di Bavaria.
Dasar Hukum dari Al-Quran

“Dan jika kamu berada dalam musafir (lalu kamu berhutang atau memberi hutang yang bertempoh), sedang
kamu tidak mendapati jurutulis, maka hendaklah diadakan barang gadaian untuk dipegang (oleh orang yang
memberi hutang). Kemudian kalau yang memberi hutang percaya kepada yang berhutang (dengan tidak
payah bersurat, saksi dan barang gadaian), maka hendaklah orang (yangberhutang) yang dipercayai itu
menyempurnakan bayaran hutang yang diamanahkan kepadanya, dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah
Tuhannya. Dan janganlah kamu (wahai orang-orang yang menjadi saksi) menyembunyikan perkara yang
dipersaksikan itu. dan sesiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang
berdosa hatinya. Dan (ingatlah), Allah sentiasa Mengetahui akan apa yang kamu kerjakan”.
Landasan Syariah – Quran Surat Al Baqarah : 283
Dasar Hukum dari Hadist
Hadis Nabi riwayat al-Syafi'i, al-Daraquthni dan Ibnu Pendapat Ulama Malikiyah
Majah dari Abu Hurairah
Murtahin hanya dapat memanfaatkan barang
ْ ‫محبِ ِه الَّذ‬
،ُ‫ِ ٍّ َر ََنَه‬ ِ ‫ص‬َ ‫الر َْ ُن ِم ْن‬ َّ ‫الَ يَ ْغلَ ُق‬ gadai atas izin pemiliknya dengan syarat
 Hutang disebabkan karena jual beli.
ُ ‫علَ ْي ِه‬
. ُ‫غ ْر ُمه‬ ُ ُ‫لَه‬
َ ‫غ ْن ُمهُ َو‬
 Pihak Murtahin mensyaratkan bahwa
"Tidak terlepas kepemilikan barang gadai dari pemilik
yang menggadaikannya.
manfaat marhun adalah untuknya
Ia memperoleh manfaat dan menanggung risikonya."  Jangka waktu untuk mengambil manfaat
yang disyaratkan harus ditentukan
Hadis Nabi riwayat Jama'ah, kecuali Muslim dan al-
Nasa`i,
،‫ب بِنَفَقَتِ ِه ِِ َذا َكمنَ َم ْر َُ ْونام‬ َّ
ُ ‫الظ ُْ ُر يُ ْر َك‬
،‫ب بِنَفَقَتِ ِه ِِ َذا َكمنَ َم ْر َُ ْونام‬ُ ‫َولَبَ ُن الِ َِّر يُ ْش َر‬
ُ ‫ب َويَ ْش َر‬
‫ب النَّفَقَة‬ ْ ‫علَى الَّذ‬
ُ ‫ِ ٍّ يَ ْر َك‬ َ ‫َو‬
Tunggangan (kendaraan) yang digadaikan boleh dinaiki .
dengan menanggung biayanya dan

binatang ternak yang digadaikan dapat diperah susunya


dengan menanggung biayanya.

Orang yang menggunakan kendaraan dan memerah susu


tersebut wajib menanggung biaya perawatan dan
pemeliharaan."
Dasar Hukum dari Hadist
Hadis Nabi riwayat al-Syafi'i, al-Daraquthni dan Ibnu
Majah dari Abu Hurairah Pendapat Ulama Hanafiyah
Apabila marhun tidak dimanfaatkan oleh
ْ ‫محبِ ِه الَّذ‬
،ُ‫ِ ٍّ َر ََنَه‬ ِ ‫ص‬َ ‫الر َْ ُن ِم ْن‬ َّ ‫الَ يَ ْغلَ ُق‬ murtahin, maka berarti menghilangkan
ُ ‫علَ ْي ِه‬
. ُ‫غ ْر ُمه‬ ُ ُ‫لَه‬
َ ‫غ ْن ُمهُ َو‬ manfaat dari barang tersebut, padahal barang
tersebut memerlukan biaya pemeliharaan
"Tidak terlepas kepemilikan barang gadai dari pemilik
yang menggadaikannya. Hal tersebut dapat mendatangkan mudharat
Ia memperoleh manfaat dan menanggung risikonya." bagi kedua pihak

Hadis Nabi riwayat Jama'ah, kecuali Muslim dan al-


Nasa`i, Menurut Sayyid Sabiq
،‫ب بِنَفَقَتِ ِه ِِ َذا َكمنَ َم ْر َُ ْونام‬ َّ
ُ ‫الظ ُْ ُر يُ ْر َك‬
Memanfaatkan barang gadai tidak
،‫ب بِنَفَقَتِ ِه ِِ َذا َكمنَ َم ْر َُ ْونام‬ُ ‫َولَبَ ُن الِ َِّر يُ ْش َر‬ diperbolehkan meskipun atas seizin rahin,
ُ ‫ب َويَ ْش َر‬
‫ب النَّفَقَة‬ ْ ‫علَى الَّذ‬
ُ ‫ِ ٍّ يَ ْر َك‬ َ ‫َو‬ memanfaatkan barang gadai tak ubahnya
seperti qiradh (akad antara dua pihak, salah satu
Tunggangan (kendaraan) yang digadaikan boleh dinaiki . pihak menyerahkan hartanya kepada pihak lain untuk
dengan menanggung biayanya dan diperdagangkan)
Kecuali jika barang yang digadaikan berupa
binatang ternak yang digadaikan dapat diperah susunya
dengan menanggung biayanya. hewan ternak yang bisa diambil susunya,
pemilik barang memberikan izin untuk
Orang yang menggunakan kendaraan dan memerah susu memanfaatkan barang tersebut, maka
tersebut wajib menanggung biaya perawatan dan penerima gadai boleh memanfaatkannya
pemeliharaan."
Dasar Hukum dari Hadist
Hadis Nabi riwayat al-Syafi'i, al-Daraquthni dan Ibnu
Majah dari Abu Hurairah Pendapat Ulama Syafi’iyah
 Yang mempunyai hak atas manfaat barang
ْ ‫محبِ ِه الَّذ‬
،ُ‫ِ ٍّ َر ََنَه‬ ِ ‫ص‬َ ‫الر َْ ُن ِم ْن‬ َّ ‫الَ يَ ْغلَ ُق‬ gadai (marhun) adalah rahin, walaupun
ُ ‫علَ ْي ِه‬
. ُ‫غ ْر ُمه‬ ُ ُ‫لَه‬
َ ‫غ ْن ُمهُ َو‬ marhun itu berada di bawah kekuasaan murtahin.
"Tidak terlepas kepemilikan barang gadai dari pemilik  Marhun hanya sebagai jaminan atau
yang menggadaikannya. kepercayaan atas murtahin, sedangkan
Ia memperoleh manfaat dan menanggung risikonya." kepemilikan tetap ada pada rahin
 Pengurangan terhadap nilai atau harga dari
Hadis Nabi riwayat Jama'ah, kecuali Muslim dan al- barang gadai tidak diperbolehkan kecuali atas
Nasa`i, izin pemilik barang gadai
،‫ب بِنَفَقَتِ ِه ِِ َذا َكمنَ َم ْر َُ ْونام‬ َّ
ُ ‫الظ ُْ ُر يُ ْر َك‬
،‫ب بِنَفَقَتِ ِه ِِ َذا َكمنَ َم ْر َُ ْونام‬ُ ‫َولَبَ ُن الِ َِّر يُ ْش َر‬
ُ ‫ب َويَ ْش َر‬
‫ب النَّفَقَة‬ ْ ‫علَى الَّذ‬
ُ ‫ِ ٍّ يَ ْر َك‬ َ ‫َو‬
Tunggangan (kendaraan) yang digadaikan boleh dinaiki .
dengan menanggung biayanya dan

binatang ternak yang digadaikan dapat diperah susunya


dengan menanggung biayanya.

Orang yang menggunakan kendaraan dan memerah susu


tersebut wajib menanggung biaya perawatan dan
pemeliharaan."
Ringkasan Isi Fatwa DSN MUI No. 25
Jaminan
• Murtahin mempunyai hak untuk menahan marhun sampai semua hutang rahin
dilunasi

Kepemilikan
• Marhun & manfaatnya tetap menjadi milik rahin
• Marhun tidak boleh dimanfaatkan murtahin kecuali seizin rahin
Pemeliharaan & Penyimpanan
• Menjadi kewajiban rahin (namun dapat dilakukan oleh murtahin)
• Biaya pemeliharaan menjadi kewajiban rahin
Biaya Pemeliharaan
• Tidak boleh berdasarkan pinjaman
Penjualan Marhun
• murtahin wajib memperingatkan rahin Bila jatuh tempo,
• marhun dijual paksa melalui lelang sesuai syariah Jika rahin tidak dapat melunasi
hutang,
• Hasil penjualan marhun untuk menutupi : Hutang, biaya pemeliharaan & biaya
penjualan
• Kelebihan hasil penjualan menjadi milik rahin dan kekuranggannya menjadi
kewajiban rahin
Ringkasan Isi Fatwa DSN MUI No. 26

Landasan

• Rahn Emas dibolehkan berdasarkan prinsip Rahn


• (lihat Fatwa DSN MUI no.25)

Ongkos & Biaya penyimpanan

• Ditanggung oleh penggadai


• Besarnya didasrkan pada pengeluaran yang nyata-nyata diperlukan

Akad pengenaan biaya penyimpanan

• Berdasarkan akad ijarah


Ringkasan Isi Fatwa DSN MUI No.68

Bukti kepemilikan

• Rahin menyerahkan bukti kepemilikan barang kepada murtahin

Status kepemilikan & wanprestasi

• Penyimpanan bukti kepemilikan tidak memindahkan kepemilikan barang


• Marhun dapat dieksekusi melalui lelang atau dijual jika rahin wanprestasi

Wewenang eksekusi

• Rahin memberikan wewenang eksekusi barang kepada murtahin

Pemanfaatan barang oleh rahin

• Harus dalam batas kewajaran sesuai kesepakatan

Biaya pemeliharaan
• Murtahin dapat mengenakan biaya pemeliharaan dan penyimpanan marhun (berupa
bukti sah kepemilikan/sertifikat) yang ditanggung rahin
• Besarnya biaya tidak boleh dikaitkan dengan jumlah pinjaman
• Didasarkan pada pengeluaran riil dan beban lainnya berdasarkan akad ijarah
• Biaya asuransi pembiayaan rahn tasjily ditanggung rahin
Ringkasan Fatwa
Fatwa DSN MUI No.92/DSN-MUI/IV/2014

akad rahn dibolehkan atas utang-piutang (al-dain) yang antara lain timbul karena akad qardh,
jual-beli (al-bai') yang tidak tunai, atau akad sewa-menyewa (ijarah), akad amanah

RAHN RAHN RAHN RAHN

sewa-menyewa jual-beli (al-bai’)


(ijarah) yang peminjaman uang yang
pembayaran akad amanah
(akad qardh), pembayarannya
ujrahnya tidak tunai tidak tunai

mu’nah (jasa
ujrah pemeliharaan/penjagaa keuntungan (al-ribh) bagi hasil atas
n) marhun jual-beli usaha

Pendapatan yang diperoleh murtahin

Fatwa DSN MUI no.92 Tahun 2014


LANDASAN HUKUM POSITIF
PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN
NOMOR 31/POJK.05/2016 TENTANG USAHA
PERGADAIAN

Perusahaan Pergadaian dapat menyelenggarakan sebagian kegiatan


usaha berdasarkan Prinsip Syariah dengan wajib terlebih dahulu
memperoleh persetujuan dari OJK.

Perusahaan Pergadaian yang menyelenggarakan sebagian kegiatan


usaha berdasarkan Prinsip Syariah, wajib:
a. mempunyai pembukuan terpisah untuk kegiatan usaha berdasarkan
Prinsip Syariah dari kegiatan usaha konvensional; dan
b. menunjuk pegawai yang bertanggung jawab atas pelaksanaan
kegiatan usaha yang dilakukan berdasarkan Prinsip Syariah.
LANDASAN HUKUM POSITIF
PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN
NOMOR 31/POJK.05/2016 TENTANG USAHA
PERGADAIAN
1. Perusahaan Pergadaian yang menyelenggarakan kegiatan usaha berdasarkan Prinsip Syariah wajib mengangkat
paling sedikit 1 (satu) orang DPS.
2. DPS wajib diangkat dalam rapat umum pemegang saham atau rapat anggota setelah memperoleh rekomendasi
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.
3. Bagi Perusahaan Pergadaian yang berbentuk badan hukum koperasi, pengangkatan DPS dapat pula dilakukan
setelah memperoleh sertifikasi pelatihan DPS dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.
4. DPS dapat diangkat oleh 1 (satu) atau beberapa Perusahaan Pergadaian secara bersama-sama.
5. DPS mempunyai tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi agar kegiatan usahanya sesuai
dengan Prinsip Syariah.
6. Tugas pengawasan dan pemberian nasihat paling sedikit dilakukan terhadap:
a. kegiatan operasional Perusahaan Pergadaian;
b. pedoman operasional dan produk yang dipasarkan; dan
c. pengembangan, pengkajian, dan rekomendasi kegiatan usaha Perusahaan Pergadaian yang antara lain
mencakup produk, operasional, dan pemasaran.
Hikmah Disyaratkannya Gadai

Gadai memberi perlindungan baik terhadap orang yang diberi pinjaman dengan ada
larangan menarik manfaat atas dasar pinjaman tersebut, juga perlindungan terhadap
pemberi pinjaman dengan adanya perintah pembukuan dan penahanan jaminan.

Gadai tidak sekedar jaminan hutang seseorang akan dikembalikan dengan adanya
barang berharga yang ditahan penerima gadai, tetapi ada nilai sosial yang sangat luhur
yaitu menolong orang yang sedang membutuhkan dana kontan.

Gadai sebagai salah satu transaksi dalam memudahkan orang yang membutuhkan
dana, selain tidak mengorbankan harga diri, ia juga menjadi salah satu upaya untuk
menjaga kepercayaan orang lain.
Hikmah Disyaratkannya Gadai
Silaturahim terjaga

• Berhutang sebaiknya dengan jaminan


• “Banyak terjadi putus silaturahmi karena hutang piutang”

Dipercaya orang lain

• Gelar Nabi Muhammad “ AL-AMIN”


• “Jadilah Orang yang dapat dipercaya

Harga diri terjaga

• 1. Terpuji dimata orang yang memberi pinjaman (karena memiliki HARTA)


• 2. Memotifasi diri untuk membayar (menebus Barang Jaminan)

Terhindar Dari Azab (Hutang dibayar dengan Jaminan)

• 1. Ruh masih tergantung : Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda : Jiwa seorang
mukmin itu terkatung-katung dengan sebab utangnya sampai hutang dilunasi
• 2. Mati Syahid (tertunda masuk surga): Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, Orang yang mati syahid diampuni seluruh dosanya, kecuali utang[7]

Transaksi Pilihan Allah

• 1. Surat Al Baqarah Ayat 283


• 2. Dicontohkan Nabi
• 3. Di Jelaskan oleh Ulama (Fatwa MUI)
Rukun Rahn

Rukun Rahn menurut jumhur ulama


1. Sighat (lafadz ijab dan qabul)
2. Orang yang berakad (rahin dan murtahin)
3. Harta (marhun)
4. Utang (marhun Bih)

Rukun Rahn menurut KHES Pasal 373


1. Murtahin
2. Rahin
3. Marhun
4. Marhun Bih (utang)
5. Akad
Hak dan Kewajiban “Transaksi” Rahn
Murtahin (penerima barang) mempunyai hak untuk menahan Marhun
(barang) sampai semua utang Rahin (yang menyerahkan barang) dilunasi.

Marhun dan manfaatnya tetap menjadi milik Rahin. Pada prinsipnya,


Marhun tidak boleh dimanfaatkan oleh Murtahin kecuali seizin Rahin,
dengan tidak mengurangi nilai Marhun dan pemanfaatannya itu sekedar
pengganti biaya pemeliharaan dan perawatannya.

Pemeliharaan dan penyimpanan Marhun pada dasarnya menjadi


kewajiban Rahin, namun dapat dilakukan juga oleh Murtahin, sedangkan
biaya dan pemeliharaan penyimpanan tetap menjadi kewajiban Rahin.

Sumber : FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL Nomor: 25/DSN-MUI/III/2002


Tentang RAHN
Contoh Surat Bukti Rahn di Pegadaian
Hak dan Kewajiban “Transaksi” Rahn
Rahin dapat meminta penundaan lelang RAHIN berkewajiban untuk membayar pelunasan yang
sebelum jatuh tempo dengan mengisi formulir terdiri dari Marhun Bih, Mu’nah dan biaya proses lelang
yang telah disediakan. Penundaan lelang (jika ada).
dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan yang Membayar jasa penitipan, apabila marhun bih telah
berlaku di MURTAHIN. dilunasi, namun rahin belum mengambil marhun 10 hari
setelah tanggal pelunasan
Rahin berhak memperoleh uang kelebihan dari hasil
lelang (apabila ada) selama 12 bulan, jika tidak diambil Jika hasil penjualan lelang tidak mencukupi untuk
lebih dari 12 bulan, disepakati menjadi dana sedekah. melunasi kewajiban kepadda MURTAHIN , maka RAHIN
wajib membayar kekurangan tersebut.

Rahin berhak mendapat penggantian atas Apabila RAHIN meninggal dunia dan terdapat hak dan
kerusakan atau hilang yang tidak disebabkan kewajiban terhadap MURTAHIN atapun sebaliknya, maka
oleh suatu bencana alam (force majeur) yang hak dan kewajiban tersebut dibebankan kepada ahli waris
ditetapkan pemerintah.. RAHIN sesuai dengan ketentuan waris dalam hukum
Republik Indonesia.
Akad Perjanjian Transaksi Rahn
akad rahn dibolehkan hanya atas utang-piutang (al-
dain) yang antara lain timbul karena akad qardh,
jual-beli (al-bai') yang tidak tunai, atau akad sewa-
menyewa (ijarah) yang pembayaran ujrahnya tidak
tunai;
Fatwa DSN MUI No.92 Tahun 2014

1. Akad Al Qardul Hasan


Akad ini dilakukan pada kasus nasabah yang
menggadaikan barangnya untuk keperluan konsumtif.
2. Akad Al Mudharabah
Akad ini dilakukan untuk nasabah yang menggadaikan
jaminannya untuk menambah modal usaha.
3. Akad Bai’ Al Muqoyyadah
Akad ini dapat dilakukan jika nasabah yang
menginginkan menggadaikan barangnya untuk keperluan
produktif
4. Akad Ijarah
Akad yang objeknya penukaran manfaat untuk masa
tertentu.
Skema akad Al-Qardhul Hasan
dalam Pegadaian Syariah

Fee Pencairan

Murtahin Rahim
Akad Rahn

Marhum
Penyerahan marhum
Akad Lain
Jika marhum digunakan oleh Murtahim
Skema akad Al-Mudharabah
dalam Pegadaian Syariah

Murtahin X%
Modal Usaha

Hutang&Jasa
Marhum Akad Rahn

Jika
Usaha Hasil Usaha
Marhum
Digunakan
Oleh Skill Y%
Murtahim Rahim

Akad Lain
Skema akad Bai Al-Muqoyyadah
dalam Pegadaian Syariah
Mark-up

Pencairan (barang)

Murtahin Rahim
Akad Rahn

Jual beli barang

Marhum
Penyerahan marhum
Distributor
Akad Lain
Jika marhum digunakan oleh Murtahim
Pemanfaatan Marhun dan Berakhirnya Akad Rahn

Pemanfaatan Marhun Berakhirnya Akad Rahn


AKAD RAHN : Akad Rahn berakhir jika
Marhun dan manfaatnya tetap menjadi 1. Rahin membayar kewajibannya kepada murtahin
milik Rahin. Pada prinsipnya, Marhun
tidak boleh dimanfaatkan oleh Murtahin 2. Murtahin menyerahkan marhun kepada rahin
kecuali seizin Rahin, dengan tidak
3. Marhun dilelang/dijual
mengurangi nilai Marhun dan
pemanfaatannya itu sekedar pengganti 4. Keputusan Pengadilan
biaya pemeliharaan dan perawatannya.
Fatwa DSN MUI No.25 Tahun 2002 tentang Rahn

AKAD RAHN TASJILY


Pemanfaatan barang marhun oleh rahin
harus dalam batas kewajaran sesuai
kesepakatan;
Fatwa DSN MUI No.68 Tahun 2008 tentang Rahn Tasjily
Eksekusi Marhun
Fatwa DSN MUI No.25 Tahun 2002 tentang Rahn Penjualan Marhun
1. Apabila jatuh tempo, Murtahin harus memperingatkan Rahin
untuk segera melunasi utangnya.
2. Apabila Rahin tetap tidak dapat melunasi utangnya, maka
Marhun dijual paksa/dieksekusi melalui lelang sesuai syariah.
3. Hasil penjualan Marhun digunakan untuk melunasi utang, biaya
pemeliharaan dan penyimpanan yang belum dibayar serta biaya
penjualan
4. Kelebihan hasil penjualan menjadi milik Rahin dan
kekurangannya menjadi kewajiban Rahin.

Apabila terjadi wanprestasi atau tidak dapat melunasi utangnya, Marhun


dapat dijual paksa/dieksekusi langsung baik melalui lelang atau dijual ke
pihak lain sesuai prinsip syariah;

Rahin memberikan wewenang kepada Murtahin untuk mengeksekusi


barang tersebut apabila terjadi wanprestasi atau tidak dapat melunasi
utangnya;
Eksekusi Marhun
KHEI tahun 2008
 Apabila telah jatuh tempo, pemberi gadai dapat mewakilkan kepada
penerima gadai atau penyimpan atau pihak ketiga untuk menjual harta
Peraturan Mahkamah Agung No.2 Tahun 2008
gadainya.
 Apabila jatuh tempo, penerima gadai harus memperingatkan pemberi
gadai untuk segera melunasi utangnya.
 Apabila pemberi gadai tidak dapat melunasi utangnya maka harta
gadai dijual paksa melalui lelang syariah.
 Hasil penjualan harta gadai digunakan untuk melunasi utang, biaya
penyimpanan dan pemeliharaan yang belum dibayar serta biaya
penjualan.
 Kelebihan hasil penjualan menjadi milik pemberi gadai dan
kekurangannya menjadi kewajiban pemberi gadai.
 Jika pemberi gadai tidak diketahui keberadaannya, maka penerima
gadai boleh mengajukan kepada pengadilan agar pengadilan
menetapkan bahwa penerima gadai boleh menjual harta gadai untuk
melunasi utang pemberi gadai.
 Jika penerima gadai tidak menyimpan dan atau memelihara harta
gadai sesuai dengan akad, maka pemberi gadai dapat menuntut ganti
rugi
Perbedaan Akad Rahn dengan Gadai Konvensional

Aspek Gadai Syariah Gadai Konvensional

Landasan Hukum Al Quran, Hadist, Ijtihad Ulama, POJK, KHEI KUH Perdata

Motif transaksi Tujuan tolong menolong Tujuan bisnis

Cara memperoleh dari biaya pemeliharaan barang jaminan, Dihitung dari uang pinjaman
pendapatan

Bentuk Jaminan Barang tetap dan barang bergerak Barang bergerak


Potensi Sengketa

Barang Sengketa Sengketa


jaminan Barang terkait status antara Hilangnya Eksekusi
diperoleh jaminan kepemilikan lembaga barang barang
dari hasil palsu barang dengan jaminan jaminan
kejahatan jaminan nasabah
Maksud dan Tujuan Pegadaian Syariah
Anggaran Dasar

Maksud dan tujuan Perusahaan adalah melakukan usaha di bidang gadai


dan fidusia, baik secara konvensional maupun syariah, dan jasa
keuangan lainnya, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya perusahaan.
Pasal 3
Ayat 2

Kegiatan a. Penyaluran uang pinjaman berdasarkan hukum gadai termasuk


Usaha Utama gadai efek;
b. Penyaluran uang pinjaman berdasarkan jaminan fidusia;
c. Pelayanan jasa titipan, pelayanan jasa taksiran, sertifikat dan
perdagangan logam mulia serta batu adi.
Pasal 3
Ayat 3

Kegiatan a. Jasa Transfer uang, jasa transaksi pembayaran dan jasa administrasi
Usaha pinjaman;
Lainnya b. Optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan.
Peran dan Fungsi Pegadaian
Istilah, Petugas dan Rahin Di Pegadaian Syariah

Rahn Tasjily adalah jaminan dalam bentuk Kuasa Pemutus Taksiran adalah pejabat
barang atas utang tetapi barang jaminan Pegadaian yang bertugas menetapkan nilai
(marhun) tetap dalam penguasaan taksiran marhun dan menetapkan pinjaman
(pemanfaatan) rahin dan bukti kepemilikannya
diserahkan kepada murtahin. Penaksir adalah karyawan Pegadaian yang
bertugas menentukan nilai barang jaminan.
Mu’nah adalah jasa pemeliharaan/penjagaan
atas marhun milik rahin yang disimpan oleh
murtahin sebagai jaminan pinjaman; Outlet adalah Kantor Cabang dan/atau Unit
Pelayanan Cabang Pegadaian yang
Rahin adalah nasabah, yang menerima uang memberikan layanan Pegadaian Syariah
pinjaman dari transaksi rahn dan
menyerahkan barang sebagai jaminan SBR adalah Surat Bukti Rahn, formulir akad
Rahn yang disepakati antara Rahin dan
Murtahin adalah PT PEGADAIAN (Persero)
Murtahin
yang memberikan pinjaman dan menerima RAHN adalah nama layanan pemberian
marhun pinjaman dengan akad Rahn yang diberikan
Marhun adalah barang jaminan Pegadaian kepada rahin
Marhun bih adalah uang pinjaman
Proses Bisnis Rahn (Pegadaian Syariah)

Rahin Penaksir Kasir Pengelola


Marhun
Datang ke SBR
loket Marhun
BPd

Isi FPP Siapkan


Menaksir pembayaran
Marhun
Marhun
& bukti
pendukung Cetak SBR Distribusi
Akad

Distribusi SBR dwi Marhun


marhun & BPd
SBR
SBR asli

Arsipkan Pengelolaan
Marhun
Uang
Alur Proses Pelunasan Pegadaian RAHN

Rahin Kasir Pengelola Marhun

Datang ke SBR Kitir SBR


Cek & hitung
loket KTP Struk

Proses & Ambil Marhun


Uang
cetak struk

Struk Distribusi Serahkan


marhun
Input di sistem

Badan
SBR Arsipkan
struk & kitir
Marhun
Struk
Alur Proses Lelang Pegadaian RAHN
Alur Proses Pengambilan Uang kelebihan

Rahin Kasir

Datang ke SBR Cek & hitung


loket KTP

Proses &
Uang
cetak struk

Struk Distribusi

Badan
SBR
Persamaan Pegadaian Syariah dan Konvensional

1. Hak gadai atas pinjaman uang


2. Adanya agunan sebagai jaminan utang
3. Tidak boleh mengambil manfaat barang yang digadaikan
4. Biaya barang yang digadaikan ditanggung oleh para pemberi gadai

Apabila batas waktu pinjaman uang habis barang yang digadaikan


boleh dijual atau dilelang.
Perbedaan Pegadaian Syariah dan Konvensional
Analisis SWOT Pegadaian Syariah
Kekuatan Pegadaian Syariah :
1. Dukungan umat islam yang merupakan mayoritas penduduk.
2. Dukungan dari lembaga keuangan Islam di seluruh dunia.

Kelemahan dari Pegdaian Syariah :


1. Berprasangka baik kepada semua nasabahnya dan berasumsi bahwa semua orang yang terlibat dalam perjanjian bagihasil
adalah jujur dapat menjadi bumerang karena pegadaian syariah akan menjadi sasaran empuk bagi mereka yang beritikad
tidak baik.
2. Memerlukan perhitungan-perhitungan yang rumit terutama dalam menghitung biaya yang dibolehkan dan bagian laba
nasabah yang kecil-kecil. Dengan demikian kemungkinan salah hitung setiap saat bisa terjadi sehingga diperlukan
kecermatan yang lebih besar.
3. Karena membawa misi bagihasil yang adil, maka pegadaian syariah lebi banyak memerlukan tenaga-tenaga profesional
yang andal. Kekeliruan dalam menilai kelayakan proyek yang akan dibiayai dengan sistem bagi hasil mungkin akan
membawa akibat yang lebih berat daripada yang dihadapi dengan cara konvensional yang hasl pendapatannya sudah tetap
dari bunga.
4. Karena pegadaian syariah belum dioperasikan di Indonesia, maka kemungkinan disana-sini masih diperlukan perangkat
peraturan pelaksanaan untuk pembinaan dan pengawasannya. Masalah adaptasi sistem pembukuan dan akuntansi
pegadaian syariah terhadap sistem pembukuan dan akuntansi yang telah baku, tremasuk hal yang perlu dibahas dan
diperoleh kesepakatan bersama.
Perkembagain Pegadaian
di Indonesia
Sejauh ini, gadai swasta, bila dibandingkan dengan Pegadaian Persero,
memang belum memiliki kemampuan setara. Aset Pegadaian Persero
dibandingkan perusahaan gadai swasta berbeda jauh. PT Pegadaian Persero
memiliki aset sebesar Rp 50,3 triliun. Sementara, 23 perusahaan gadai swasta yang
terdaftar dan berizin total asetnya Rp 597 miliar. Selanjutnya, perbedaan juga
terlihat dari sisi kekuatan ekuitas. Pegadaian Persero memiliki ekuitas sebesar Rp
18,9 triliun. Sementara, perusahaan gadai swasta ekuitasnya sebesar Rp 86 miliar.
Per tanggal 03 Mei 2019 terdapat 585 usaha gadai, Dan baru 24 yang
telah berizin OJK. Di ataranya yaitu PT Pegadaian Persero. Selebihnya,
pegadaian swasta. Perusahaan yang terdaftar terdiri dari KSP Mandiri Sejahtera
Abadi di Semarang, KSU Dana Usaha di Semarang, PT Mitra Kita di Semarang,
UD Ijab di Semarang, PT Mas Agung Sejahtera di Jakarta, PT Surya Pilar
Kencana di Jakarta, PT Svaraputra Penjuru Vijaya di Tangerang. Selanjutnya, PT
Pusat Gadai Indonesia di Jakarta, PT Persada Arihta Mandiri di Medan, Solusi
Gadai di Jakarta, CV Soverino Eka Sakti di Semarang, CV Prima Perkasa di
Semarang, Gadai Murah Jogja di Yogyakarta, dan PT Awi Gadai Jogja di
Yogyakarta. Sedangkan, perusahaan yang berizin yakni PT Pegadaian (Persero)
di Jakarta, PT HBD Gadai Nusantara di Jakarta, PT Gadai Pinjam Indonesia di
Jakarta, PT Sarana Gadai Prioritas di Jakarta, PT Mitra Gadai Sejahtera Kepri di
Kepulauan Riau, PT Sili Gadai Nusantara di Semarang, PT Jawa Barat Gadai
Sejati di Bekasi, PT Pergadaian Dana Sentosa di Yogyakarta, PT Sahabat Gadai
Sejati di Bandung, dan PT Jasa Gadai Syariah di Bekasi.
DAFTAR PERUSAHAAN PERGADAIAN BERIZIN DAN/ATAU
TERDAFTAR DI OJK PER AGUSTUS 2019

Perusahaan Pergadaian yang diatur dan diawasi oleh Otoritas


Jasa Keuangan (OJK) adalah perusahaan pergadaian pemerintah, yakni
PT Pegadaian (Persero), serta perusahaan pergadaian swasta. Hingga
Agustus 2019 terdapat 24 pelaku usaha pergadaian yang mendapatkan
izin usaha dari OJK dan 50 pelaku usaha pergadaian yang mendapatkan
tanda bukti terdaftar. Dan hingga Juli 2019 terdapat 3 pelaku usaha
pergadaian syariah yang mendapatkan izin usaha dan 2 pelaku usaha
pergadaian yang mendapatkan tanda bukti terdaftar. Berikut tabel
pelaku usaha pergadaian yang berizin dan/atau terdaftar di OJK.
PRODUK-PRODUK DI
PEGADAIAN SYARIAH
Struktur Produk
 Pinjaman mulai Rp50.000
 Plafon Pinjaman 92% - 95% x taksiran
 Jangka waktu 4 (empat) bulan
 Biaya yang dikenakan kepada nasabah :
Persyaratan  Biaya admin Rp2.000 – Rp100.000
Fotocopy KTP/SIM/Passport  Biaya pemeliharaan marhun per 10 hari
Menyerahkan jaminan berupa barang bergerak dihitung dari nilai (taksiran) marhun dengan
Menyerahkan BPKB & STNK asli (khusus tarif 0,45%-0,71% x taksiran
kendaraan)
Menandatangani Surat Bukti Rahn

Proses Pemberian Pinjaman


Nasabah Pegadaian Nasabah Nasabah Pegadaian
Mengisi formulir (Penaksir) Penaksir/KPT Menerima Uang Menyimpan &
& Menaksir Marhun Akad & Pinjaman Tunai Memelihara
menyerahkan & menghitung menandatangani atau via bank Marhun
agunan (marhun) Pinjaman Surat Bukti Rahn
1 Fleksi Mu’nah
Mu’nah Marhun sekitar
0,1% dari nilai taksiran
barang per hari

Diskon ongkos titip


Target
masyarakat yang membutuhkan
pinjaman lebih tinggi dan waktu
Fleksi Pencairan
Uang pinjaman diterima
utuh tanpa potongan 4
pengembalian pinjaman lebih cepat

5
untuk pinjaman di (kurang dari dua bulan)
bawah plafon tertinggi
Fleksi pembayaran

2
Bisa
Fleksi biaya diperpanjang,
Bebas biaya
administrasi
Tema cicil atau tambah
pinjaman

Program
3 Fleksi plafon
Plafon pinjaman
96%, 94% atau
93% dari taksiran
barang
Pemberian pinjaman dengan
jaminan barang bergerak sesuai
syariah, plafon pinjaman tinggi dan
ongkos titip harian
Fleksi jangka waktu
Jangka waktu 10
hari, 30 hari, 60
hari, minimal 5 hari
6
RAHN FLEKSI
Gadai tanggal 1
Akad 30 hari
Ditebus
Taksiran : 1,000,000
tanggal 8
Marhun Bih : 960,000
1 5 6 7 8

Munah minimal : 5,000

8,000 (munah)
+
960,000 (marhun bih)
=
968,000 (jumlah bayar)

Pilihan jangka waktu tarif per hari : Plafon pinjaman s.d. Bebas biaya Minimal masa
10, 30 dan 60 hari ±0,1% x taksiran 96% x taksiran administrasi penyimpanan : 5 hari
Struktur Produk
 Jaminan berupa kendaraan, yang disimpan
di Pegadaian BPKB asli
 Pinjaman mulai Rp 3 juta – Rp450 juta
 Uang Muka motor 10%, Mobil 20 %
 Mu’nah : 0.9% x harga kendaraan x jangka
waktu
 Biaya proses
Persyaratan
Pegawa
i Tetap
Pengusa
ha Mikro
• Biaya admin Motor : Rp70.000
Karyawan tetap Masa Kerja minimal 2 tahun √ - • Biaya admin Mobil : Rp 200.000
Usia min. 21 tahun, √ - • Biaya notaris dan asuransi
Usia saat jatuh tempo Maksimal 70 tahun √ √  Jangka waktu
Kendaraan digunakan di wilayah pemohon √ √ • Motor : 12,18,24, 36 bulan
Memiliki usaha produktif yg sah & berjalan min. 1 - √ • Mobil : 12,18,24, 36, 48, 60 bulan
tahun  Untuk pembelian baru dan second
Memiliki Tempat Tinggal tetap - √
• Mobil : usia mobil + akad = 10 tahun
• Motor : usia motor + akad = 6 tahun
 Pembayaran angsuran bulanan
Proses Pemberian Pinjaman
Nasabah Analis Nasabah & Nasabah Pegadaian
Mengisi formulir Pegadaian Pegadaian Menerima Uang Menyimpan &
& Melakukan Menandatangani Pinjaman Memelihara
menyerahkan survey kelayakan akad Marhun BPKB
Dokumen pinjaman
51
Struktur Produk
 Pinjaman mulai Rp 1juta – Rp500 juta
 Plafon 95% x taksiran
 Jangka waktu 12,18,24, 36 bulan
 Biaya yang dikenakan kepada nasabah :
Persyaratan  Biaya admin Rp70.000
Fotocopy KTP/SIM/Passport  Biaya pemeliharaan marhun per bulan
Menyerahkan jaminan berupa emas 0.95% dari taksiran
Menandatangani Akad

Proses Pemberian Pinjaman


Nasabah Pegadaian Nasabah Nasabah Pegadaian
Mengisi formulir (Penaksir) Penaksir/KPT Menerima Uang Menyimpan &
& Menaksir Marhun Akad & Pinjaman Tunai Memelihara
menyerahkan & menghitung menandatangani atau via bank Marhun
agunan (marhun) Pinjaman Surat Bukti Rahn

52
Struktur Produk
 Jaminan berupa kendaraan, yang disimpan di
Pegadaian BPKB asli
Persyaratan  Pinjaman mulai Rp 1 juta – Rp200 juta
Memiliki usaha produktif yg sah & berjalan min. 1  Mu’nah : 0.7% x harga kendaraan x jangka
tahun waktu
Memiliki Tempat Tinggal tetap  Biaya administrasi
Memiliki kendaraan mobil plat kuning max 10 thn • Motor : Rp70.000
• Mobil : Rp 200.000
Dokumen
terakhir
• Biaya notaris + kafalah
Copy KTP
Memiliki kendaraan motor/mobil plat hitam max 15  Jangka waktu : 12,18,24, 36 bulan
Copy Surat Keterangan Usaha
thn  Pembayaran angsuran bulanan
Copy Rekening Tagihan Telepon/ listrik/ PBB terakhir
Asli BPKB

Proses Pemberian Pinjaman


Nasabah Analis Nasabah & Nasabah Pegadaian
Mengisi formulir Pegadaian Pegadaian Menerima Uang Menyimpan &
& Melakukan Menandatangani Pinjaman Memelihara
menyerahkan survey kelayakan akad Marhun BPKB
Dokumen usaha
Struktur Produk
 Uang Pinjaman sebesar biaya
pendaftaran haji (Rp25 juta)
 Jangka waktu 12,18,24, 36 bulan
 Pembayaran angsuran bulanan
 Biaya yang dikenakan kepada nasabah :
Persyaratan  Biaya admin Rp270.000 + kafalah
 Menyerahkan copy KTP/SIM/Passport;  Biaya pembukaan tabungan Rp500
 Menyerahkan jaminan berupa ribu
- Emas minimal setara nilai Rp7 juta  Biaya pemeliharaan marhun per bulan
- bukti asli Setoran Awal BPIH ,SPPH, Buku 0.95% x nilai (taksiran) marhun
Tabungan

Proses Pemberian Pinjaman


Nasabah Pegadaian Nasabah Nasabah Pegadaian
Mengisi formulir (Penaksir) Penaksir/KPT Membuka Menyimpan &
& Menaksir Marhun Menandatangani tabungan haji & memelihara
menyerahkan & menghitung Akad * mendaftar Haji Emas & SA
agunan (marhun) Pinjaman BPIH

 Uang pinjaman Pembukaan tabungan &


diserahkan ke BPSBPIH pendaftaran haji dilakukan
guna pembukaan sendiri oleh nasabah
tabungan haji
LAPORAN KEUANGAN
TERLAMPIR
Ada yang ingin bertanya ???
Kesimpulan
Gadai adalah akad sebuah kepercayaan dengan cara menjadikan sesuatu
sebagai barang jaminan atas utang yang harus dibayarnya. Dan apabila
utang pada waktunya tidak terbayar, maka barang yang dijadikan
jaminan tersebut dapat dijual untuk membayar utangnya. Status gadai
terbentuk saat terjadinya akad atau kontrak utang piutang bersama
dengan penyerahan jaminan. Mengenai penggunaan barang gadai oleh
penggadaian terdapat perbedaan pandangan di kalangan muslim. Jika
telah jatuh tempo, orang yang menggadaikan barang yang berkewajiban
melunasi utangnya. Terdapat perbedaan pendapat di kalangan fuqaha
tentang barang gadai yang rusak atau hilang di tangan penerima gadai.
Akad rahn dipandang berakhir atau habis dengan beberapa keadaan
seperti rahn membayar utangnya..
THANK YOU