Anda di halaman 1dari 20

Pemeriksaan Antenatal

Dr. dr. Idawati Trisno, M.Kes


FK UNDANA

Sumber :
Buku Panduan Keterampilan Klinis Kesehatan Masyarakat,
Kedokteran Pencegahan, dan Kedokteran Komunitas
BAB 5. Halaman 65-75
Pendahuluan
• Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi.
• Deteksi kehamilan berisiko tinggi oleh petugas kesehatan dan
manajemen komplikasi kebidanan merupakan faktor yang
berhubungan dengan AKI. Faktor-faktor tersebut adalah :

Deteksi
Frekuensi Persalinan Perawatan kehamilan Program
perawatan oleh tenaga kesehatan berisiko tinggi keluarga
antenatal kesehatan nifas oleh berencana
masyarakat
Pendahuluan
Antenatal care (ANC) model
WHO (World Health
Organization)

Bertujuan :
memberikan perawatan yang
individual, dan terfokus kepada
kepada ibu hamil pada setiap
kontak
ANC yang efektif :
• Memberikan informasi yang relevan

• Memberikan efek psikososial dan dukungan emosional pada


ibu hamil

• Memiliki keterampilan klinis kemampuan interpersonal


yang baik

• Bekerja dalam sistem kesehatan berfungsi dengan baik


Pemeriksaan Antenatal Terpadu

Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 97


tahun 2014
tentang Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum
Hamil, Masa Hamil, Persalinan dan Masa
Pemeriksaan Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan
Antenatal di Pelayanan Kontrasepsi, serta Pelayanan
Kesehatan Seksual
Indonesia

Memenuhi Standar Pelayanan Kebidanan


(SPK) yang mencakup 10T
Standar Pelayanan 10T
Timbang BB dan Ukur Tekanan Nilai status Gizi Ukur Tinggi
Ukuran TB darah (Ukur LILA) fundus uteri

Tentukan Skrining Status


presentasi janin Imunisasi Tetanus Beri Tablet Pemeriksaan
dan denyut dan berikan tambah darah Laboratorium
jantung janin (DJJ) imunisasi

Temu wicara
Tatalaksana kasus
(Konseling)
Pelayanan Antenatal Terpadu

Rehabilitatif
Kuratif
Preventif

Promotif
ANC Terpadu
Ketrampilan yang diperlukan untuk melakukan ANC :

Pemeriksaan fisik umum


(TTV, BB,TB,LILA atau
wajah : edema atau pucat)
1.
Pemeriksaan fisik
general,meliputi : Status generalis lengkap
kepala,mata,higiene, mulut dan
gigi, karies, tiroid, jantung, paru,
payudara, abdomen, tulang
belakang, ekstremitas, serta
kebersihan kulit
2. Pemeriksaan Fisik Obstetri
Tinggi fundus uteri (Pengukuran dengan pita ukur
apabila kehamilan >20 minggu

Vulva perineum untuk memeriksa adanya varises,


kondiloma, edema, hemoroid, atau kelaianan lainnya

Pemeriksaan dalam untuk menilai sekviks, uterus,


adneksa, kelenjar bartholin, kelenjar dan uretra

Untuk menilai sekviks, tanda-tanda infeksi dan cairan


ostium uteri

Palpasi abdomen (Leopold I,II,III dan IV)

Auskultasi DJJ menggunakan fetoskop atau doppler (


usia > 16 minggu )
Pemeriksaan penunjang yang wajib
dilakukan saat ANC

Pemeriksaan Pemerik- Penyakit (USG)


Hb, saan Urin: infeksi sifilis,
HBV, HIV
(Golongan Protein & (Triple E),
Darah dan Glukosa malaria,
Rhesus) BTA,TORCH
Kriteria kehamilan normal
• Keadaan umum baik
• Tekananan darah < 140/90 mmhg

• Pertambangan BB sesuai (8-12 kg) selama kehamilan atau sesuai IMT


• Edema hanya pada ekstremitas

• DJJ 120-160x/menit
• Gerakan janin dapat dirasakan setelah usia 18-20 minggu

• Ukuran uterus sesuai umur kehamilan


• Pemeriksaan fisik dan laboratorium dalam batas normal

• Tidak ada riwayat kelainan obstetrik


Deteksi Kehamilan yang Berisiko

Penilaian faktor Dapat menurunkan


risiko sebelum morbiditas dan
hamil, selama hamil, mortalitas ibu dan
saat persalinan bayi
Deteksi Kehamilan yang Berisiko
Perlu diwaspadai bila didapatkan :

Bila kehamilan Bila kehamilan Bila ibu memiliki salah


sebelumnya terdapat saat ini : satu masalah
riwayat obstetri : kesehatan di bawah :
- Usia ibu <16
tahun atau - Diabetes Mellitus
- Bayi lahir mati atau >35 tahun - Penyakit
mati umur 28 hari jantung/ginjal
- Memiliki
- > 3 abortus spontan rhesus negatif - Penyalaggunaan
- BB bayi < 2.500g atau - Ada keluhan obat
> 4.500g perdarahan - Merokok,
- Riwayat HT, pervagina mengonsumsi
preeklamsia, atau akohol, bahan adiktif
eklamsia - Penyakit menular :
- Operasi saluran TB, Malaria,
reproduksi HIV/AIDS, Hepatitis,
Syphilis, PMS lain
- Kanker
Upaya Penurunan Kematian Ibu di Jawa Timur

Preeklamsia
Program upaya
penurunan kematian ibu terutama pada
(PENAKIB) :
Panduan deteksi dini
Perdarahan
pasca salin
Skrining preeklamsia dan eklamsia pada
ibu hamil usia 12-28 minggu (Penakib, 2017)
Usia kehamilan 12-28 minggu

Anamnesis & Pemfis: Riwayat Khusus : Doppler Velocimetry


1. Riwayat keluarga preeklampsia 1. Hipertensi dalam A. Uterina (≥16
2. Primigravida kehamilan minggu)
3. Kehamilan kembar 2. Hipertensi kronis 1. Peningkatan
4. Primitua sekunder 3. Kelainan ginjal resistensi dan
5. Usia > 35 tahun atau
4. Diabetes
6. BMI > 30 / Obesitas 2. Notching (+)
5. Penyakit autoimun
7. Mean arterial pressure > 90
8. Roll over test

≥2 hasil (+) Salah satu hasil (+) Salah satu hasil (+)

Screening (+)

• Low dose Aspirin 1 x 80mg-150mg/hr sampai 7 hr sebelum persalinan


• Kalsium 1g/hr
Gambaran Umum Penanganan Preeklampsia
Preeklampsia/ Preeklampsia/ Eklampsia dan Komplikasi PEB
Kehamilan Normal
tanpa gejala berat dengan gejala berat

Eklampsia klasik • Edema paru


Faskes Primer • HT Gestasional Faskes Primer • CVA
Skrining • HT Kronis • Pemasangan • HELLP Syndrome
Primer
IV line • Gagal Ginjal
Preeklampsia, jika diper lakukan • Pasang IV line
• Beri inj SM • Eklampsia krusial
negatif kontrol rutin sama • Berikan inj SM
loading dose
loading dose
Jika (+) Rujuk Faskes Primer • Rujuk SEGERA Primer
• Beri O2,

Tingkat Fasilitas Kesehatan


Poliklinis Rujuk Poliklinis • Pasang IV line
miringkan
Faskes Sekunder • Berikan inj SM
Faskes Sekunder kepala
• Skrining loading dose jika
Faskes Sekunder • MRS •Rujuk SEGERA
syarat terpenuhi
preeklampsia • Evaluasi kondisi • IV line dan
• Aspirin dosis • Rujuk SEGERA
maternal (Gejala, kateter
rendah 80mg • Inj SM sesuai Faskes Sekunder
VS,
• Kalsium 1g prosedur • IV line dan Faskes Sekunder
laboratorium)
• Kontrol rutin, cek • Anti HT Terminasi kateter • IV line dan kateter
• Evaluasi kondisi
DV A. Uterina (sesuai ≥32 minggu • Inj SM sesuai • Inj SM sesuai
janin (USG, NST)
fasilitas) • <34 minggu / prosedur
• ANC rutin di prosedur
perawatan • O2, miringkan • Anti HT
faskes sekunder
konservatif → kepala, spatel • Diuretika bila edema
rawat di sekunder/ lidah paru
Faskes Sekunder rujuk tersier •Anti HT •Rawat di sekunder/
Faskes Sekunder
Preeklampsia (-) → •Cegah kejang rujuk tersier
Tetap PER
Perawatan rutin ulang, komplikasi • Terminasi stlh stabil
• Terminasi usia
Rujuk Tersier • Terminasi
kehamilan 37
setelah stabil
minggu Rujuk Tersier
Peningkatan derajat berat penyakit
Faktor Risiko perdarahan pasca salin pada ibu hamil
Faktor Risiko Risiko Perdarahan Faktor Risiko Risiko Perdarahan
Antenatal Postpartum Intrapartum Postpartum
1 Usia ≥ 35 tahun 1,5x 1 Induksi Persalinan 1,5x
1,9x
2 BMI ≥ 30 1,5x 2 Partus lama
3 Grandemulti 1,6x - Kala I 1,6x
4 Postdate 1,37x - Kala II 1,6x
5 Makrosomia 2,01x - Kala III 2,61x
6 Gemelli 4,46x 3 Epidural Analgesia 1,3x
7 Myoma 1,9x (pervaginam) 4 Vakum / Forsep 1,66x
3,6x (SC)
8 APB 12,6x 5 Episiotomi 2,18x
9 R/HPP 2,2x 6 Laserasi perineum 1,7x
10 R/SC 3,1x 7 Korioamnitis 1,3x (pervaginam)
2,69x (SC)
11 Preeklampsia 5x 8 Anestesi General 2,9x
12 Plasenta Akreta 3,3x
Gambaran Umum Penanganan Pasca Persalinan
Primer Sekunder Tersier
Pemeriksaan Antenatal Pemeriksaan Antenatal
Skrining risiko perdarahan pasca Skrining risiko perdarahan pasca
persalinan pada semua pasien persalinan pada semua pasien
BCS + plasenta previa
Curiga Plasenta Akreta
(+), rujuk
(-) Intrapartum
Intrapartum • Skrining risiko intrapartum
• Faktor risiko intrapartum •Infus RL lifeline
•Partus lama •Manajemen aktif kala 3
Rujuk
→ pasang IV line (+), rujuk •Evaluasi perdarahan
postpartum (underpad) Tersier
(-)
• Misoprostol 3 tab / rektal
Intrapartum
• Observasi ketat 6 jam
• Manajemen aktif kala 3
• Evaluasi perdarahan pasca
persalinan (underpad)
Tidak
teratasi
Perdarahan Pasca Persalinan rujuk Perdarahan Pasca Persalinan
• Resusitasi dan stabilisasi • Atasi sesuai penyebabnya
• Hentikan perdarahan sesuai
penyebab untuk sementara

Tingkat Fasilitas Kesehatan


Skenario
Seorang ibu, usia 33 thn, diantar suaminya ke Puskesmas
untuk memeriksakan kehamilannya.
Kondisi saat ini: hamil anak ke-6 dengan usia kehamilan 3
bulan, Tensi 130/90, BB 48 kg.
• Carilah faktor risiko apa saja yang mungkin dialami ibu
tsb.
• Jelaskan apa saja yang perlu dilakukan saat ANC
berdasarkan potensi faktor risiko tsb
• isu apa yang perlu didiskusikan pada sesi konseling/
temu wicara?
• Bagaimana rencana tata laksana dan tindak lanjut untuk
px tsb.