Anda di halaman 1dari 14

AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN

DAERAH DAN PENCEGAHAN KORUPSI

ZULKARNAIN, SH, MH
WAKIL KETUA KPK

JAKARTA, 17 DESEMBER 2014


Agenda
1. Korupsi menyebar
sampai daerah

2. Penyebab korupsi

3. Gambaran Akuntabilitas Pengelolaan


Keuangan Daerah

4. Strategi Pencegahan
korupsi
Rekapitulasi Pengaduan Masyarakat
Nasional (Se-Indonesia)

Update Per 30 November 2014


8708 8571
7995
7429 6960 7231
6536 6265 6319 6344

1964

2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Korupsi menyebar sampai daerah

Data KPK (2014) memperlihatkan, sejak 2004-2014, ada sebanyak 12


Gubernur dan 42 Walikota/Bupati & Wakil terjerat kasus korupsi .

Tabel
Data Pelaku Korupsi
yang Ditangani KPK
Berdasarkan Jabatan
Tahun 2004-Oktober 2014
Sumber : KPK, 2014
Penyebab korupsi

Korupsi disebabkan oleh beberapa hal, yakni:


Kudeta terhadap keadilan.

Penyimpangan tugas.
Pola-pola birokrasi dan sistem politik yang
berlaku.
Pengawasan yang lemah terhadap pihak yang
berwenang mendistribusikan sumber daya.

Lemahnya penegakan hukum.


Gambaran Akuntabilitas Pengelolaan
Keuangan Daerah
Perkembangan Opini Laporan Keuangan Pemerintah Daerah 2008 s.d 2012
Pentingnya SAP Berbasis Akrual
 Memberikan gambaran yang utuh atas
posisi keuangan pemerintah
 Menyajikan informasi yang
sebenarnya mengenai hak dan
kewajiban pemerintah
 Meningkatkan kualitas pelaporan dan
evaluasi keuangan serta kinerja
organisasi pemerintah
Strategi Pencegahan:
Pemetaan dan Intervensi Menyeluruh

I
N
T
E
R
V
E
N
S
I
TUJUAN KORSUP PENCEGAHAN
KORUPSI 2014
1
MENGIDENTIFIKASI
MEMASTIKAN HASIL PERMASALAHAN DAN
KORSUP PENCEGAHAN PENYEBABNYA DALAM
2013 TELAH PROSES PERENCANAAN –
2
DITINDAKLANJUTI OLEH PENGANGGARAN –
PEMDA YANG DIAMATI PELAKSANAAN APBD TA
2013-2014
3

MENGIDENTIFIKASI MENGIDENTIFIKASI KELEMAHAN


PERMASALAHAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM
PENYEBABNYA DALAM PROSES PENGENDALIAN INTERN DAN
4 PERENCANAAN DAN RISIKO PADA UNIT KERJA TERKAIT
PELAKSANAAN PROGRAM SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN
KETAHANAN PANGAN, RENCANA AKSI PENCEGAHAN
PERTAMBANGAN, DAN KORUPSI DAN PENINGKATAN
PENDAPATAN PELAYANAN PUBLIK
5

MENURUNKAN 9
GAMBARAN UMUM HASIL PENGAMATAN APBD 2013

 Penyusunan APBD belum didukung Standar Harga yang


profesional
• Terdapat harga yang tercantum dalam SSB terlalu TINGGI
• Terdapat harga yang tercantum dalam SSB terlalu RENDAH
• Standar harga belum lengkap
• Standar harga terlambat ditetapkan

 HIBAH
• Penerima Hibah Belum Menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban
Penggunaan Dana Hibah
• Tidak Terdapat Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Penggunaan Dana Hibah

 BANTUAN SOSIAL
• Pemberian Bantuan Sosial Dalam Bentuk Uang Terhadap Korban
Bencana Tidak Efektif

10
GAMBARAN UMUM HASIL PENGAMATAN
BIDANG KETAHANAN PANGAN

 Kontribusi Produksi Sapi Potong Lokal Masih


Rendah

 Pengendalian Atas Perlindungan Lahan Pertanian


Pangan Berkelanjutan (LP2B) Belum Optimal

11
GAMBARAN UMUM HASIL PENGAMATAN PENDAPATAN

 Pajak Penerangan Jalan


• Dinas Pengelolaan Pendapatan dan Keuangan Daerah
belum melakukan penelitian atas kebenaran perhitungan
PPJU yang tercantum dalam SPTPD dan SSPD
• Pemanfaatan Pajak Penerangan Jalan Belum Optimal

 Pajak Air Tanah


• Pajak Air Tanah belum Dikembalikan untuk kontribusi
terhadap upaya pelestarian lingkungan

 BPHTB
• Mengecilkan Nilai Transaksi Jual Beli Tanah

 Pajak Bumi dan Bangunan


• Database piutang PBB belum memadai

12
PETA KORUPSI : Sektor Penerimaan dan Belanja
SEKTOR POTENSI KORUPSI STRATEGI
KORUPSI
BELANJA :

PENGADAAN PENYIMPANGAN PROSEDUR MENDORONG E-


BARANG DAN JASA PENGADAAN : PROCUREMENT ATAU
 PENUNJUKAN LANGSUNG LAYANAN PENGADAAN
 MARK-UP SECARA ELEKTRONIK (LPSE)
 DOWN SPEC DAN PEMBANGUNAN UNIT
 BENTURAN KEPENTINGAN LAYANAN PENGADAAN (ULP)
 MANIPULASI DOKUMEN
PENETAPAN HARGA SATUAN

MEMBANGUN WISTLE
BLOWER SYSTEM

TRANSPARANSI DAN
AKUNTABILITAS SISTEM
PENGADAAN
TERIMA KASIH

KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI


Jl. H. R. Rasuna Said Kav. C-1
Jakarta Selatan 12920
Telp. (021) 2557 8300
Fax. (021) 5289 2456
http://www.kpk.go.id