Anda di halaman 1dari 32

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN

DENGAN PLASENTA PREVIA

Created by :
Yuyun S, M.Kep
Tujuan pembelajaran

 Mahasuiswa mampu menjelaskan definisi plasenta previa


 Masasiswa mampu membedakan klasifikasi plasenta previa
Pendahuluan..

 Plasenta terbentuk pd usia


kehamilan 16 minggu
 Diameter sekitar 15-25 cm
 Ketebalan 2-3 cm
 Berat sekitar 500-600 gram
LETAK PLASENTA NORMAL

 Implantasiplasenta
yang normal ialah
pada dinding depan,
dinding belakang
rahim, atau didaerah
fundus uteri
Definisi plasenta previa

 Implantasi
placenta pada
segmen bawah rahin dan
menutupi seluruh atau
sebagian ostium uteri
internum

 Letakplasenta berimplantasi
pada tempat abnormal yaitu
pada segemen bawah rahim
sehingga menutupi sebagian /
seluruh jalan lahir.
KLASIFIKASI PLASENTA PREVIA
Klasifikasi Plasenta Previa

 Plasenta previa total

Bilaplasenta
menutupi seluruh
jalan lahir pada
tempat implantasi.
Continue ……

 Plasenta Previa
Marginalis

Bila hanya bagian tepi


plasenta yang menutupi
jalan lahir bisa
dilahirkan pervaginam
tetapi risiko perdarahan
tetap besar
Continue …..

 Plasenta Previa Parsialis/Lateralis

 Bila hanya sebagian/separuh


plasenta yang menutupi jalan
lahir.
 Pada tempat implantasi
inipun risiko perdarahan
masih besar dan biasanya
tetap tidak dilahirkan melalui
pervaginam.
Continue ….

 Low Lying Placenta (Plasenta


Letak Rendah)

 Lateralis plasenta, tempat


implantasi kira-kira 3 atau 4
cm diatas pinggir dari tepi
jalan lahir.
 risikoperdarahan tetap ada,
namun bisa dibilang kecil, dan
bisa dilahirkan pervaginam
dengan aman.
ETIOLOGI
Keadaan endometrium kurang
baik
Multiparitas
Myoma uteri
Curettage berulang
 Angka kejadian PP meningkat dengan
bertambahnya usia, multiparitas dan rwyt sc
sebelumnya, shng etiologinya sbb :
1. Vaskularisasi daerah endometrium yg buruk
atau adanya jaringan parut
2. Ukuran placenta besar
3. Placenta abnormal
4. Jaringan parut (SC sblmya)
PENYEBAB & Faktor RESIKO

 Abnormalitas Placenta
 Implantasi di segmen bawah rahim
 Bekas luka pd endometrium
 Myoma Uteri (fibroid)
 Multiple Babies (Twins)
 Multiple Pregnancy (≥ 6)
 Usia ibu tua, merokok,
GEJALA
GEJALA
 Perdarahan tanpa nyeri, berulang & banyak, setelah
bulan ke tujuh (≥ 20 mg)
 Bagian terendah tinggi
 Kelainan letak bayi (BJA +)

AKIBAT
 Perdarahan Post Partum

krn. daerah perlekatan luas, kontraksi segmen


bawah rahim kurang
Penyebab Pendarahan
 Gejala utama plasenta previa adalah perdarahan tanpa rasa
nyeri.
 Episode perdarahan pertama terjadi pada sekitar minggu 28 –
30 dan ditandai dengan:
 Perdarahan mendadak – saat istirahat
 Perdarahan dengan warna merah segar
 Perdarahan tidak terlalu banyak dan jarang bersifat fatal
 Perdarahan berhenti sendiri
 Perdarahan berikutnya sering terjadi dengan jumlah semakin
banyak.
 Bagian terendah janin masih tinggi dan sering disertai dengan
kelainan letak (oblique atau lintang).
KOMPLIKASI
IBU
 Perdarahan Hebat Syok Hipovolemik
 Emboli Udara
 Hysterectomy (Sectio Cesarea)
 Infeksi Sepsis Kematian
BAYI
 Fetal Distress (Hypoksia)
 Resiko Tinggi Prematuritas
 Perdarahan pd bayi Syok
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
ULTRASOUND SCAN
LABORATORIUM : Darah

Pemeriksaan MEDIS
Jangan lakukan PD sebelum tersedia
Darah Ruang Operasi
PD hanya boleh dilakukan di Ruang
operasi
Dasar Tindakan/Perawatan
Dasar Untuk Melakukan perawatan
berbeda, tergantung pd faktor2 berikut :
 Perdarahan banyak atau sedikit
 Keadaan kesehatan ibu dan bayi
 Usia Kehamilan
 Tingkat/Jenis placenta previa
 Posisi Bayi
Perawatan Selama Kehamilan

 Bed Rest
 Hospitalization Monitor ketat Bayi &
Tanda2 Vital Ibu
 Tranfusi Darah Ibu
 Melarang
segala aktivitas yang dapat
merangsang kontraksi uterus & mengiritasi
cerviks,spt:Sexual Intercourse atau orgasm
Perawatan Selama Persalinan

Metode Persalinan Sectio


Cesarea
Monitoring Bayi di ruang Intensive
Care
Pemeriksaan/Test pada Ibu
Darah
ASUHAN KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
ANAMNESA :
1. Identitas : Usia, Paritas
2. Keluhan Utama : Perdarahan
3. Riwayat Kesehatan : Jml, frekuensi,
lamanya?, nyeri?, perasaan ibu untuk
memperbaiki/merubah posisi bayi??,
Pusing?,mual/muntah?, lemah/letih?
Continue…………..

4. Riwayat Kehamilan, 4. Riwayat Kesehatan


Persalinan & Nifas Keluarga : Ca?,
yang lalu : Twins/Multiple Babies?,
GPA ??,jenis Alergi?
persalinan?, 5. Riwayat Psikososial :
keluhan? Komplikasi? hub.dgn suami
5. Riwayat Kesehatan 6. Riwayat Psikologis &
Dahulu : Curettage Koping Individu
berulang?? 7. ADL : mobilisasi,
Nutrisi, cairan
PEMERIKSAAN FISIK :
Tanda-tanda Vital : Blood Pressure
BB sebelum, saat hamil & stl bleeding
Data Focus : Abdomen, Vagina, Cervik
(PD hanya dilakukan di ruang operasi stl
darah tersedia emergency)

PEMERIKSAAN PENUNJANG :
USG
LABORATORIUM : Darah
Pemeriksaan fisik
Inspeksi Palpasi
Mata: Conjungtiva terlihat  Janin
sering belum cukup bulan, jadi
pucat dan anemishal ini fundus uteri masih rendah
disebabkan oleh  Sering dijumpai kesalahan letak janin
perdarahan yang banyak.  Bila cukup pengalaman (ahli), dapat
Genitalia: Perdarahan dirasakan suatu bantalanpadasegmen
pervagianam yang keluar bawah rahim, terutama pada ibu yang
banyak, sedikit, darah kurus
beku dan sebagainya  Bagian terbawah janin belum turun,
apabila letak kepala,biasanyakepala
masih goyang atau terapung (floating)
atau di atas pintu atas panggul.
Continue …………
Auskultasi
Secara auskultasi, kemungkinan dapat
terdengar bunyi jantung janin, frekuensinya
teratur atau tidak.
Pada klien dengan plasenta previa, denyut
jantung janin dapat bervariasi dari normal
sampai asfiksia dan kematian dalam Rahim.
Diagnosa keperawatan
 Resikoinfeksi b/d tidak adekuatnya
pertahanan primer karena kurang bersihnya
vulva.
 Gangguan perfusi jaringan b/d perdarahan.
 Resikotinggi terjadinya cidera janin b/d
perfusi darah ke plasenta berkurang
 Kecemasan b/d keadaan yang di alami
Resiko infeksi b/d tidak adekuatnya pertahanan
primer karena kurang bersihnya vulva.

 Kaji kondisi keluaran/ discard  Kaji adanya nyeri tekan uterus


yang keluar: jumlah, warna, dan rabas vagina dengan bau
dan bau yang tak sedap
 Jelaskan pada klien perawatan  Lakukan perawatan vulva
vulva selama masa perdarahan
 Jelaskan pada klien cara
 Lakukan pemeriksaan biakan mengidentifikasi tanda infeksi
dischart
 Anjurkan pada suami untuk tidak
 Kaji tanda-tanda vital dan
melakukan hubungan senggama
indicator lain infeksi, seperti
menggigil selama masa perdarahan
Gangguan perfusi jaringan b/d
perdarahan
 Jelaskan penyebab terjadi perdarahan
 Monitor tanda-tanda vital Auskultasi dan laporkan DJJ ,
catat
 bradikardia atau takikardia. Catat perubahan pada
aktivitas janin
 Observasi tingkat perdarahan setiap 15 – 30 menit
 Catat intake dan output cairan
 Kolaborasi pemberian cairan infus isotonik
Resiko tinggi terjadinya cidera janin b/d perfusi
darah ke plasenta berkurang

 Jelaskan risiko terjadinya distres janin/ kematian janin


pada ibu
 Hindari tidur terlentang dan anjurkan tidur keposisi
kiri
 Observasi tekanan darah dan nadi klien
 Observasi perubahan frekuensi dan pola DJ Janin
 Berikan O2 10-12Lt dengan masker jika terjadi tanda-
tanda fetal distres
Kecemasan b/d keadaan yang di
alam
 Anjurkan
klilen untuk mengemukakan hal-hal yang
dicemaskan.
 Ajak klien mendengarkan denyut jantung janin
 Beri penjelasan tentang kondisi janin
 Beri informasi tentang kondisi klien
 Anjurkan untuk menghadirkan orang-orang terdekat
 Menjelaskan tujuan dan tindakan yang akan
diberikan