Anda di halaman 1dari 15

Selamat Hari

Buku Dunia
23 April 2019
Keutamaan
menuntut
ilmu
Orang Yang Berilmu Akan Allah Angkat
Derajatnya

ْ ْ ُ َّ ُ َّ َّ
 …‫م‬
َ ‫ل‬ِ ‫ع‬ ‫ال‬ ‫وا‬ُ ‫وت‬ ‫أ‬ ‫ين‬
َ ِ ‫ذ‬ ‫ال‬ ‫و‬
َ ْ‫م‬ ‫ك‬ْ ‫ن‬ ‫م‬
ِ ‫وا‬ ُ ‫ن‬ ‫م‬ ‫آ‬
َ َ ‫ين‬ِ ‫ذ‬ ‫ال‬ ُ ‫ي َ ْرفَ ِع الل‬
‫ه‬
‫ات‬
ٍ ‫ج‬ َ ‫ د َ َر‬..

“…Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang


beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat…” 
(QS. Al-Mujadilah [58]: 11).
Menuntut Ilmu Itu Wajib

‫م‬ِ ‫ل‬‫س‬ْ ‫م‬


ُ ِّ
‫ل‬ ُ ‫ك‬ ‫ى‬َ ‫ل‬َ ‫ع‬ ‫ة‬
ٌ ‫ض‬
َ ْ ‫ي‬ِ ‫ر‬َ ‫ف‬ ‫م‬ْ ‫ل‬ِ ‫ع‬ْ ‫ال‬‫ب‬ُ َ ‫ل‬َ ‫ط‬
ٍ ِ

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” 


(HR. Ibnu Majah no. 224)
Nasehat Imam Syafi’ie
‫ إذا لم يكونا ال اعتبار لذاته‬- ‫حياة الفتى – وهللا – بالعلم والتقى‬

kehidupan pemuda - demi Allah -


adalah dengan mencari ilmu dan
bertaqwa, bila keduanya tak
mewujud, maka tak ada yg
menandai keberadaannya
Mengapa menuntut Ilmu?
1.Ilmu adalah rukun
diterimanya ibadah
2.Allah akan
memudahkannya masuk
surga
3.Menuntut suatu ilmu
akan mengantarkan pada
ilmu lainnya
1. Ilmu adalah rukun
diterimanya ibadah
 
ِ‫ك بِعِبَادَة‬ ْ ُ ‫حا وَاَل ي‬
ْ ِ‫شر‬ َ ‫ماًل‬
ً ِ ‫صال‬ َ َ‫ل ع‬ْ ‫م‬َ ْ‫جو لِقَاءَ َربِّهِ فَلْيَع‬ َ ‫ن كَا‬
ُ ‫ن ي َ ْر‬ ْ ‫م‬
َ َ‫• ف‬
‫حدًا‬ َ
َ ‫َربِّهِ أ‬

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka


hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia
mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya“.”
(QS. Al Kahfi: 110)
Menurut Ibnu Katsir rahimahullah:
“Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh”,
maksudnya adalah mencocoki syariat Allah (mengikuti
petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen).

Dan “janganlah ia mempersekutukan seorangpun


dalam beribadat kepada Tuhannya”, maksudnya selalu
mengharap wajah Allah semata dan tidak berbuat
syirik pada-Nya.
Rukun diterimanya
ibadah
1. Harus ikhlas karena Allah

2. Mengikuti petunjuk Rasulullah  SAW


2. Allah akan
memudahkannya masuk
surga
َ ْ ‫ه بِهِ طَرِيقًا إِلَى ال‬
ِ‫جنَّة‬ ُ َ‫ه ل‬
ُ َّ ‫ل الل‬
َ َّ‫سه‬ ً ْ ‫عل‬
َ ‫ما‬ ِ ِ‫س فِيه‬ ِ َ ‫ك طَرِيقًا يَلْت‬
ُ ‫م‬ َ َ ‫سل‬
َ ‫ن‬ َ َ‫• و‬
ْ ‫م‬
 
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka
Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.
Muslim, no. 2699)
3. Menuntut suatu ilmu akan mengantarkan pada
ilmu lainnya

‫م‬ُ ‫ه‬ ‫ا‬ ‫ْو‬


‫ق‬ ‫ت‬ ‫م‬ُ ‫ه‬ ‫ا‬ ‫ت‬َ ‫آ‬ ‫و‬ ‫ى‬ً ْ َ َ ْ َ َ َ ِ ‫وَال‬
‫د‬ُ ‫ه‬ ‫م‬ُ ‫ه‬ ‫د‬ ‫ا‬ ‫ز‬ ‫ا‬ ‫و‬ ‫د‬ ‫ت‬ْ ‫ه‬ ‫ا‬ ‫ين‬ ‫ذ‬َّ
ْ َ َ ْ َ َ

“Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah


menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan
balasan ketaqwaannya.” (QS. Muhammad: 17)
Ketika beramal tanpa ilmu
1. Tidak memahami dalil dengan benar
2. Tidak mengetahui tujuan syari’at
3. Menganggap suatu amalan baik dengan akal semata
4. Mengikuti hawa nafsu semata ketika beramal
5. Berbicara tentang agama tanpa ilmu dan dalil
6. Tidak mengetahui manakah hadits shahih dan dho’if (lemah), mana yang bisa
diterima dan tidak
7. Mengikuti ayat-ayat dan hadits yang masih samar
8. Memutuskan hukum dari suatu amalan dengan cara yang keliru, tanpa
petunjuk dari syari’at
9. Bersikap ghuluw (ekstrim) terhadap person tertentu. Jadi apapun yang
dikatakan panutannya (selain Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), ia pun ikuti
walaupun itu keliru dan menyelisih dalil
Do’a yang bisa
kita panjatkan
ًْ ‫عل‬
‫ما‬ ِ ‫ب زِدْنِي‬ ْ ُ‫وَق‬
ِّ ‫ل َر‬
 “Dan katakanlah,‘Wahai
Rabb-ku, tambahkanlah
kepadaku ilmu“. 
(QS. Thaaha [20] : 114)
#YukNgajiIslam