Anda di halaman 1dari 16

TRANI WULAN S

ULFHADILLA DEWITA
WAHYUNI ESA PUTRI
YULISA TRIE ANGGRAINI
YURICHO
ZELPIA
HENDRI YANSYAH

PATENT DUCTUS ARTERIOSUS


BAB I
PENDAHULUAN
 PDA menempati 5-19 persen porsi kasus PJB
 Kejadian patent ductus arteriosus (PDA)  diperkirakan  pada anak-
anak lahir di Amerika adalah antara 0,02% dan 0,006% dari
kelahiran hidup. Insiden ini meningkat pada anak yang lahir
prematur (20% pada bayi prematur usia kehamilan hingga 60%
pada mereka <28 minggu> 32 minggu kehamilan), anak-anak
dengan riwayat asfiksia perinatal, dan, mungkin, anak yang lahir
pada tinggi ketinggian (Sukman, 2012).
 Satu dari 100 bayi yang lahir menderita PJB, mulai dari jenis yang
ringan sampai yang berat atau kompleks. Dengan jumlah kelahiran
bayi sekitar 4,5 juta/thn saat ini, maka di Indonesia diperkirakan
tidak kurang dari 45.000 bayi baru lahir akan menyandang
penyakit jantung bawaan.PJB memberikan kontribusi yang penting
terhadap tingginya angka kematian bayi di suatu negara, termasuk
negara-negara berkembang seperti Indonesia
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Duktus Arteriosus adalah saluran yang berasal dari arkus aorta ke VI pada
janin yang menghubungkan arteri pulmonalis dengan aorta desendens. Pada
bayi normal duktus tersebut menutup secara fungsional 10 – 15 jam setelah
lahir dan secara anatomis menjadi ligamentum arteriosum pada usia 2 – 3
minggu. (Buku ajar kardiologi FKUI, 2001 ; 227).
MANIFESTASI KLINIS
• Kadang-kadang terdapat tanda-tanda gagal jantung
• Machinery mur-mur persisten (sistolik, kemudian menetap, paling nyata terdengar di tepi
sternum kiri atas)
• Tekanan nadi besar (water hammer pulses) / Nadi menonjol dan meloncat-loncat,
Tekanan nadi yang lebar (lebih dari 25 mmHg)
• Takhikardia (denyut apeks lebih dari 170), ujung jari hiperemik
• Resiko endokarditis dan obstruksi pembuluh darah pulmonal.
• Infeksi saluran nafas berulang, mudah lelah
• Apnea
• Tachypnea
• Nasal flaring
• Retraksi dada
• Hipoksemia
• Peningkatan kebutuhan ventilator (sehubungan dengan masalah paru)
Jika PDA memiliki lubang yang besar, maka darah dalam jumlah yang besar akan
membanjiri paru-paru. Anak tampak sakit, dengan gejala berupa tidak mau menyusu,
berat badannya tidak bertambah, berkeringat, kesulitan dalam bernafas, denyut
jantung yang cepat. Timbulnya gejala tersebut menunjukkan telah terjadinya gagal
jantung kongestif, yang seringkali terjadi pada bayi prematur.
(Suriadi, Rita Yuliani, 2001 ; 236, Betz & Sowden, 2002; 376).
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

 Analisis gas darah arteri


 Foto thorak
 Ekhokardiografi
 Pemeriksaan dengan Doppler berwarna,
untuk mengevaluasi aliran darah dan
arahnya.
 EKG
 Kateterisasi jantung,
KOMPLIKASI
 Tekanan darah tinggi di paru-paru (hipertensi pulmonal).
 Gagal jantung.
 Infeksi jantung (endokarditis)
 Detak jantung tidak teratur (aritmia).
 Gagal ginjal
 Obstruksi pembuluh darah pulmonal
 Hepatomegali (jarang terjadi pada bayi prematur)
 Enterokolitis nekrosis
 Gangguan paru yang terjadi bersamaan (misalnya sindrom
gawat nafas atau displasia bronkkopulmoner)
 Perdarahan gastrointestinal (GI), penurunan jumlah trombosit
 Hiperkalemia (penurunan keluaran urin)
 Gagal tumbuh
PENATALAKSANAAN MEDIS
 Medikamentosa
 Invasif, Penutupan PDA melalui kateterisasi
dapat dipertimbangkan. Penggunaan
stainless coil untuk menutup PDA
diindikasikan untuk diameter < 2,5 mm
dengan residual shunt rate 5 – 10%.
Komplikasi tindakan ini adalah leakage,
emboli coil ke perifer, hemolisis, stenosis
LPA, oklusi femoralis.
 Bedah
ASUHAN KEPERAWATAN TEORITIS
 Identitas pasien
 Keluhan utama,Keluhan yang paling sering menjadi alasan klien untuk meminta pertolongan kesehatan

meliputi dispnea (sesak napas)


 Riwayat Kesehatan Saat Ini
 Riwayat Kehamilan dan kelahiran
 Riwayat penyakit dahulu
 Riwayat keluarga
 Psikososial
 Riwayat Sosial
 Kebutuhan Dasar
 Pemeriksaan Tingkat perkembangan
 Pemeriksaan fisik
Pernafasan  B1 (Breath)
 Nafas cepat, sesak nafas ,bunyi tambahan ( marchinery murmur ),adanyan otot bantu nafas saat inspirasi,

retraksi.
Kardiovaskuler B2 ( Blood)
 Jantung membesar, hipertropi ventrikel kiri, peningkatan tekanan darah sistolik, edema tungkai, clubbing

finger, sianosis.
Persyarafan B3 ( Brain)
 Otot muka tegang, gelisah, menangis, penurunan kesadaran.
Perkemihan B4 (Bladder)
 Produksi urin menurun (oliguria).
Pencernaan B5 (Bowel)
 Nafsu makan menurun (anoreksia), porsi makan tidak habis.
Muskuloskeletal/integument B6 (Bone)
 Kemampuan pergerakan sendi terbatas, kelelahan.
DIAGNOSA KEPERAWATAN

 Diagnosa keperawatan patent ductus arteriosus menurut


Riski (2012) yaitu :
1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan malforasi
jantung
2. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan kongesti
pulmonal
3. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan
berhubungandengan tidak adekuatnya suplay oksigen dan
zat nutrisi ke jaringan
4. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan kelelahan pada saat makan dan
meningkatnya kebutuhan kalori
5. Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan antara
pemakaian oksigen oleh tubuh dan suplai oksigen ke sel.
 RENCANA KEPERAWATAN
 PELAKSANAAN
Dalam pelaksanaan rencana tindakan terdapat dua
jenis tindakan yaitu, tindakan jenis mandiri dan
tindakan kolaborasi. Sebagai profesi, perawat
mempunyai kewenangan dan tanggung jawab dalam
menentukan asuhan keperawatan (Hidayat, 2004;123).
 Evaluasi
Evaluasi merupakan langkah terakhir dari proses
keperawatan dengan cara melakukan identifikasi
sejauh mana tujuan dari rencana keperawatan
tercapai atau tidak (Hidayat, 2004;124).
BAB III
TINJAUAN KASUS

Anak K usia 4 tahun, alamat tinggal jalan setia budi No.46 Thehok
jambi, dibawa ke poli Rs Raden Mattaher Jambi pada tanggal 26 april
2015 dengan alasan demam disertai batuk filek dan penurunan nafsu
makan sejak 4 hari yang lalu. Saat pengkajian An. K tampak sering
menangis dan ibu klien mengatakan bahwa satu bulan yang lalu
anaknya pernah menderita demam tinggi, batuk filek dan keluar ruam
merah (campak) dan sering sesak napas saat beraktifitas. Setelah
dilakukan pemeriksaan didapatkan frekuensi pernapasan 55 kali per
menit, Nadi 130 kali per menit, suhu tubuh 38 C, BB : 10 Kg, Tb : 94
Cm. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 11,6 gr/dl,
leukosit 13.500 mm, Trombosit 505.000 mm. Dari pemeriksaan khusus
didapatkan pada jantung yaitu Thrill +, pada palpasi jantung
ditemukan iktus kordis di ICS IV-V mid clavicula sinistra. Adanya bunyi
jantung tambahan (murmur), terdapat otot bantu nafas, sianosis,
rewel atau gelisah, AGD dengan PH 7,30, PaO2 76, PCO2 49, akral
dingin, pucat, batuk produktif, konjungtiva anemis, CRT >3 detik,
Pemeriksaan EKG didapatkan hipertrofi ventrikel kiri.
BAB IV
PEMBAHASAN

 Pengkajian
Dari data diatas baik data secara teoritis maupun data yang didapat pada saat pengkajian,
penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa hampir semua data pada pengkajian klien An. K,
didapatkan tanda dan gejala hampir sama dengan data teoritis namun ada juga beberapa data
yang tidak ditemukan seperti apnea dan tekanan nadi meningkat.
 Diagnosa Keperawatan
Dari ke lima diagnosa secara teoritis diatas ada beberapa diagnosa yang tidak
ditegakkan oleh penulis karena penulis tidak menemukan data penunjang dari klien
An. K. adapun diagnosa yang penulis tidak tegakkan pada klien An. K yang
terdapat pada konsep teoritis adalah :
1. Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan antara pemakaian oksigen oleh tubuh
dan suplai oksigen ke sel.
2. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan b.d tidak adekuatnya suplai oksigen
dan zat nutrisi ke jaringan
 Rencana Tindakan Keperawatan
 Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan keperawatan pada klien An. k dengan PDA pada
tanggal 26-28 April 2015 penulis melaksanakan berdasarkan prioritas
masalah yang telah ditetapkan sesuai dengan rencana, kemudian dengan
rencana tindakan tersebut didokumentasikan dalam catatan keperawatan.
  Evaluasi
Setelah dilakukan tindakan selama 3 hari pada tanggal 26-28 April 2015,
masalah pada kasus An. K dengan PDA di Ruang anak Rumah sakit Sei.
Kambang Jambi. Adapun hasil evaluasi keperawatan dalam
melaksanakan tindakan keperawatan sesuai rencana keperawatan dengan
diagnose keperawatan masalah yang teratasi sebagian yaitu :
1. Penurunan Curah jantung b.d malformasi jantung.
2. Gangguan pertukaran gas b.d kongesti pulmonal.
3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d kelelahan pada saat
makan dan meningkatnya kebutuhan kalori.
BAB V
PENUTUP

 Kesimpulan
Pengkajian
Diagnosa keperawatan
Perencanaan
Pelaksanaan
Evaluasi
 Saran

Untuk Iilmu keperawatan


Untuk Rumah Sakit
Untuk Institusi Pendidikan
Untuk penulis
Click icon to add
picture

TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai