Anda di halaman 1dari 44

Sistem Panca indera

Pertemuan 4
Oleh : dr.Shelly Zukhra,M.Biomed
Disusun : Trisia Lusiana Amir, S. Pd., M. Biomed
Prodi Fisioterapi, Fakultas Fisioterapi
KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN

Mahasiswa dapat menyebutkan reseptor sensorik


panca indera dan mekanisme sistem indera dengan
benar dan tepat
Ruang Lingkup Materi
Reseptor Sensorik

Bagian dari membran sel yang


berperan untuk mentransduksi
stimulus lingkungan menjadi
impuls saraf

Sensasi (ekspresi sensorik)  interpretasi otak terhadap


impuls-impuls yang datang ke otak dari saraf sensorik
Klasifikasi Reseptor Sensorik

Sumber (lokasi) Ujung Reseptor


Sensasi Sensorik

Jenis Sensasi
yg Terdeteksi
Reseptor sensorik berdasarkan sumber (lokasi) sensasi/ sumber
stimulus yang mempengaruhi ujung reseptor
Reseptor sensorik berdasarkan jenis sensasi yang terdeteksi
Mata dan Indera Penglihatan

- Mata  sistem optik yang


memfokuskan cahaya pada
fotoreseptor, yang mengubah energi
cahaya menjadi impuls saraf
- Menerima rangsangan berkas
cahaya(radiasi elektromagnetik yang
terdiri dari foton yang berjalan dalam
bentuk gelombang) pada retina
dengan perantaraan serabut nervus
optikus ke otak untuk ditafsirkan
Struktur Mata
Visual Pathway
Sel Batang Sel
(Rod) Kerucut(cone)

Peka cahaya Peka cahaya


intensitas intensitas
rendah tinggi
Telinga: Indera Pendengaran dan Ekuilibrium
STRUKTUR TELINGA
A. Telinga Luar
→ Berfungsi untuk mengumpulkan dan memindahkan gelombang
suara ke telinga tengah
STRUKTUR LETAK FUNGSI
Pinna (Aurikel) Lempeng tulang rawan Mengumpulkan gelombang suara
yang terbungkus kulit dan dan menyalurkannya ke saluran
terletak di kedua sisi telinga; berperan dalam lokalisasi
kepala suara
Saluran Tengah Saluran dari eksterior Mengarahkan gelombang suara ke
(Meatus Auditorius melalui tulang temporalis membrana timpani; mengandung
Eksternus) ke membran timpani rambut-rambut penyaring dan
mensekresikan kotoran telinga
untuk menangkap partikel asing
Membran Timpani Membran tipis yang Bergetar karena gelombang suara
(Gendang Telinga) memisahkan telinga luar yang mengenainya, menyebabkan
dan tengah tulang pendengan telinga tengah
bergetar
B. Telinga Tengah
→Berfungsi untuk memindahkan membrana
timpani ke cairan di koklea, dalam prosesnya
memperkuat energi suara

STRUKTUR LETAK FUNGSI


Osikel Auditori Rangkaian tulang yang dapat Berosilasi dengan getaran
(Maleus, Inkus, bergerak yang berjalan membran timpani serta
Stapes) melintasi rongga telinga menimbulkan gerakan
tengah; maleus melekat ke seperti gelombang di
membran timpani dan stapes perilimfe koklea dengan
melekat ke jendelal oval frekuensi yang sama
C. Telinga Dalam
1.Koklea
→ Berfungsi sebagai tempat sistem sensorik untuk mendengar

STRUKTUR LETAK FUNGSI


Jendela Oval Membran tipis di pintu Bergetar bersama dengan gerakan stapes
masuk koklea; memisahkan yang melekat padanya; gerakan jendela
telinag tengah dari skala oval menyebabkan perilimfe koklea
vestibuli bergerak
Skala Vestibuli Kompartemen atas koklea Mengandung perilimfe yang dibuat
Skala Timpan Kompartemen bawah koklea bergerak oleh gerakan jendela oval
Skala Media Kompartemen tengah koklea Mengandung endolimfe; tempat
(Duktus membrana basilaris
Koklearis)
Membran Membentuk lantai duktus Bergetar bersama dengan gerakan
Basilaris koklearis perilimfe,mengandung organ corti,organ
indra untuk mendengar.
STRUKTUR LETAK FUNGSI
Organ corti Terletak dibagian atas dan Mengandung sel
disepanjang membrane rambut,reseptor untuk
basilaris suara,yang mengeluarkan
potensial reseptor sewaktu
tertekuk akibat gerakkan di
koklea.

Membrane tektorial Membrane stasioner yang Tempat rambut sel-sel


tegantung di atas organ corti reseptor yang menekuk dan
dan tempat sel-sel rambut membentuk potensial
reseptor permukaan reseptor ketika mebran
terbenam didalamnya. basilaris bergetar terhadap
membrane tektorial yang
stasioner.

Jendela bundar Membrane tipis yang Tidak berperan dalam


memisahkan skala timpani penerimaan suara.
dari telinga tengah
Komponen Lain Pada Telinga
• Telinga Dalam
 Perilimfe : Suatu cairan yang menyerupai cairan serebrospinalis.
 Labirin tulang : mengandung cairan perilimfe, bagian ini melubangi bagian petrosus
tulang temporal dan terbagi menjadi 3 bagian.
o Vestibula adalah bagian sentral labirin tulang yang menghubungkan saluran semisirkular
dan koklea.
a) Dinding lateral vestibula mengandung fenestra vestibuli dan fenestra choclae,yang
berhubungan dengan telinga tengah.
b) Membrane melapisi fenestra untuk mencegah keluarnya cairan perilimfe.

o Rongga tulang saluran semisirkuler menonjol dari bagian posterior vestibula.


a) Saluran semisirkuler anterior dan posterior mengarah pada bidang vertikal,disetiap
sudut kanannya.
b) Saluran semisirkuler lateral terletak horizontal dan pada sudut kanan kedua saluran
diatas.
o Koklea mengandung reseptor pendengaran.
 Labirin membranosa : serangkaian tuba berongga dan kantong yang terletak dalam
labiring tulang dan mengikuti kontur labirin tersebut. Mengandung cariran endolimfe.
 Endolimfe : Cairan yang menyerupai cairan intraseluler.
2. Aparatus Vestibularis
→ Berfungsi untuk tempat sistem sensorik untuk keseimbangan, dan
memberikan masukan yang penting untuk mempertahankan postur dan
keseimbangan.

STRUKTUR LETAK FUNGSI


Kanalis Tiga saluran semisirkuler Mendeteksi akselerasi (percepatan)
Semisirkularis yang tersusun tiga dimensi atau diselerasi (perlambatan) rotasional
dalam bidang-bidang yang atau angular.
tegak lurus satu sama lain di
dekat koklea jauh didalam
tulang temporalis.
Utrikulus Struktur seperti kantung Mendeteksi (1) perubahan posisi
dirongga bertulang antara kepala menjauhi sumbu vertikal dan
koklea dan kanalis (2) mengarahkan akselerasi dan
semisirkularis. diselerasi linear secara horizontal .
Sakulus Terletak dismaping Mendeteksi (1) perubahan posisi
utrikulus. kepala menjauhi sumbu horizontal dan
(2) mengarahakn akselerasi dan
diselerasi linear secara vertikal.
EKULIBRIUM DAN APARATUS
VESTIBULAR
Aparatus vestibular adalah istilah yang dipakai untuk utrikulus,
sakulus, dan duktus semisirkular, yang mengandung reseptor untuk
ekuilibrium dan keseimbangan.
1.Ekuilibrium statis → Kesadaran akan posisi kepala terhadap gaya
gravitasi jika tubuh tidak bergerak. Kesadaran untuk merespons perubahan
dalam percepatan linear.
•Makula
•Setiap macula → sel rambut → otolit
•Saat kepala berada dalam posisi tegak lurus, otolit berada di bagian
puncak sel rambut. Jika kepala dalam posisi miring, gaya gravitasi
menyebabkan otolit berganti arah, sehingga melengkungkan sel-sel
rambut, dan mengakibatkan aktivitas sel-sel reseptor.
•Sel-sel rambut juga mendeteksi percepatan atau perlambatan linear.
•Aktivitas reseptor ditransimisi ke ujung saraf vestibular (CN VIII)
yang melilit di sekeliling dasar sel-sel rambut.
EKULIBRIUM DAN APARATUS
VESTIBULAR
2. Ekuilibrium dinamis → Kesadaran akan posisi kepala saat
merespons gerakan angular atau rotasi.
• Ampula adalah reseptor untuk ekuilibrium dinamis. Setiap
duktus semisirkular dalam saluran semisirkular mengandung
→ krista.
• Krista → kupula.
• Gerakan kepala menyebabkan endolimfe dalam saluran
semisirkular membentuk gerakan kupula. Pelengkungan sel-
sel rambut membentuk potensial saraf.
• Masing-masing duktus semisirkular-anterior, lateral, atau
posterior-merespons gerakan tertentu yang ditentukan melalui
orientasi duktus.
EKULIBRIUM DAN APARATUS
VESTIBULAR
3. Jalur saraf untuk indera ekuilibrium
•Ujung reseptor membentuk cabang vestibular CN VIII. Badan
sel neuron sensorik terletak dalam ganglia vestibular superior dan
inferior dekat labirin membranosa.
•Impuls ditransmisi dari ganglia vestibular menuju nuclei
vestibular yang terletak di sambungan medulla dan pons. Dari
area tersebut, informasi sensorik diintegrasi dan dikirim ke
serebelum.
•Nuklei vestibular juga menerima informasi dari reseptor visual
dan reseptor propioseptif leher dan lengan. Informasi dikirim
melalui medula ke serebelum, ke formasi reticular, dan ke
beberapa nuklei untuk mengendalikan refleks otot mata, kepala
dan leher.
TRANSDUKSI SUARA
Gelombang suara
Perambatan potensial aksi ke
korteks auditorius di lobus
temporalis
Getaran membran
timpani
Perubahan kecepatan
pembentukan potensial aksi yang
Getaran tulang-tulang terbentuk di saraf auditorius
telinga tengah

Perubahan potensial berjenjang di


Getaran jendela oval sel-sel reseptor

Gerakan cairan di dalam Pembengkokkan rambut sel-sel rambut


koklea reseptor organ Corti sewaktu pergerakan
membrana basilaris menyebabkan perubahan
posisi rambut-rambut tersebut dalam
Getaran membrana kaitannya dengan membrana tektorial
basilaris diatasnya tempat rambut-rambut tersebut
terbenam
KETULIAN
• Tuli Konduktif
Terjadi apabila gelombang suara tidak secara adekuat dihantarkan
melalui telinga luar dan tengah untuk menggetarkan cairan di dalam
telinga dalam. Tuli konduktif mungkin disebabkan oleh sumbatan
fisik saluran telinga oleh kotoran telinga, ruptur gendang telinga,
infeksi telinga tengah disertai penimbunan cairan, atau restriksi
gerakan osikula karena adhesi antara stapes dan jendela oval.

• Tuli Sensorineural
Gelombang suara disalurkan ke telinga dalam, tetapi gelombang
tersebut tidak diterjemahkan menjadi sinyal saraf yang
diinterpretasikan oleh otak sebagai sensasi suara. Defek mungkin
terletak pada organ Corti, pada saraf auditorius atau jalur auditorius
asendens, atau pada korteks auditorius itu sendiri.
Gustasi: Indera Pengecap
Indra
Indra pengecap
pengecap pada
pada manusia
manusia adalah
adalah
Lidah.
Lidah. Lidah
Lidah adalah
adalah kumpulan
kumpulan otot
otot
rangka
rangka pada
pada bagian
bagian lantai
lantai mulut
mulut yang
yang
dapat
dapat membantu
membantu pencernaan
pencernaan makanan
makanan
dengan
dengan mengunyah
mengunyah dan
dan menelan
menelan

sangat
sangat peka
peka terhadap
terhadap rangsangan
rangsangan rasa
rasa
suatu
suatu zat
zat yang
yang terlarut
terlarut dalam
dalam air.
air.

•Sebagai
•Sebagai indra
indra pengecap
pengecap •Mengatur
•Mengatur
letak
letak makanan
makanan waktu
waktu mengunyah
mengunyah
•Membantu
•Membantu untuk
untuk menelan
menelan makanan
makanan
•Sebagai
•Sebagai alat
alat untuk
untuk membantu
membantu
berbicara
berbicara
• Lidah tersusun atas otot rangka yang melekat pada tulang
hyoideus, tulang rahang bawah dan processus styloideus di
tulang pelipis.

• Terdapat dua jenis otot pada lidah yaitu otot ekstrinsik dan
intrinsik.

• memiliki pelayanan pensarafan yang majemuk.otot-otot lidah


mendapat pensarafan dari urat saraf hypoglosus CN VII and IX
to medulla oblongata membawa sensori rasa.

• Lidah memiliki permukaan yang kasar karena adanya tonjolan


yang disebut papila.
Papila Lidah

• Papilla filiformis,berbentuk seperti benang halus,banyak terdapat pada


bagian depan lidah.
• Papilla fungiformis,berbentuk tonjolan seperti kepala jamur,banyak
terdapat pada bagian depan lidah dan bagian sisi lidah.
• Papilla sirkumvalata,berbentuk bulat tersusun seperti huruf V terbalik
dibelakang lidah
Olfaktori: Indera Penciuman

Rongga
Rongga hidung
hidung mempunyai
mempunyai tiga
tiga
lapisan
lapisan yang
yang dipisahkan
dipisahkan oleh
oleh tulang.
tulang.
Rongga
Rongga atas
atas berisi
berisi ujung-ujung
ujung-ujung
cabang
cabang saraf cranial, yaitu
saraf cranial, yaitu saraf
saraf
olfaktori
olfaktori (saraf
(saraf pembau).
pembau).

Hidung
Hidung terlindung
terlindung dari
dari lapisan
lapisan
tulang
tulang rawan
rawan dan
dan bagian
bagian rongga
rongga
dalam
dalam mengandung
mengandung sel-sel
sel-sel epitel
epitel
yang
yang berfungsi
berfungsi untuk
untuk menerima
menerima
rangsang
rangsang kimia.
kimia. Bagian
Bagian tersebut
tersebut
dilengkapi
dilengkapi lendir
lendir dan
dan rambut-
rambut-
rambut
rambut pembau.
pembau.
- Epitelium pembau mengandung 20 juta sel-sel olfaktori yang khusus
dengan akson-akson yang tegak sebagai serabut-serabut saraf pembau.
- Bulu hidung di dalam kaviti hidung menapis debu dan mikroorganisma
dari udara yang masuk dan lapisan mukus yang memerangkapnya.
- Mukosa olfaktorius mengandung 3 jenis sel : sel reseptor olfactorius, sel
penunjang, dan sel basal.
Sel penunjang mengeluarkan mukus, yang melapisi saluran hidung.
Sel basal adalah perkursor untuk sel reseptor olfaktorius baru, yang
diganti sekitar setiap dua bulan.
Sel reseptor olfaktorius adalah neuron aferen yang bagian
reseptornya terletak dimukosa olfaktorius dihidung yang akson
aferennya berjalan kedalam otak.
- Akson sel-sel reseptor olfaktorius secara kolektif membentuk saraf
olfaktorius.
Proses Terjadinya Pembauan

1. Rangsang (bau) masuk ke dalam lubang hidung melalui udara yang awalnya
disaring oleh bulu-bulu hidung terlebih dahulu. Udara yang mengandung
kotoran akan dibersihkan sementara kotoran menempel di hidung dan
mengendap menjadi kotoran hidung.
2. Udara yang mengandung rangsangan bau ini masuk ke dalam epitelium
olfaktori
3. Rangsangan bau menggetarkan Mukosa olfaktori yang berbentuk seperti
cairan atau mukus, dan kemudian menggetarkan Saraf olfaktori.
4. Rangsangan yang menggetar tadi disampaikan ke Talamus dan lalu menuju
Hipotalamus yang ada di otak.
5. Otak daerah olfaktori Hipotalamus Talamus (korteks serebrum) akan
menangkap bau lalu menerjemahkannya.
 
Kulit: Indera Peraba & Termoregulasi
Kulit adalah organ atau lapisan jaringan
yang terdapat pada bagaian luar yang
menutupi dan melindungi permukaan
tubuh disebut juga integumen

terdiri dari dua macam jaringan yaitu


jaringan epitel yang menumbuhkan
lapisan epidermis dan jaringan
pengikat (penunjang) yang
menumbuhkan lapisan dermis (kulit
dalam).

Fungsi Kulit :
Sebagai pelindung tubuh terhadap
bahaya bahan kimia, cahaya matahari,
mikroorganisme.
Sebagai indera peraba.
Sebagai pengatur suhu tubuh.
Lapisan Kulit

1. Epidermis
-lapisan paling luar kulit yang terdiri
dari lapisan epitel pipih berlapis
-unsur utama nya adalah sel – sel
tanduk ( kreatinosit ) dan sel
melanosit
-Terdiri atas beberapa stratum:
Sratum korneum
Stratum lusidium
Stratum granulosum
Stratum spinosum
Stratum basale
2. Dermis
-Lapisan kulit yang terdiri atas pembuluh darah kelenjar minyak
kantung rambut,ujung-ujung saraf indera dan kelenjar keringat
-Lapisan dermis terdiri dari :
a. Lapisan papilla
terdiri dari serat collagen halus,alastin dan retikulin yang
tersusun membentuk jaringan halus berfungsi dalam peremajaan
dan penggandaan unsur-unsur kulit.
b. Lapisan retikulosa
ditemukan sel-sel fibrosa,sel histiosit,pembuluh darah,pembuluh
getah bening,saraf,kantung rambut kelenjar sebasea,kelenjar
keringat,sel lemak,dan dan otot penegak rambut.
3. Hipodermis
-Lapisan bawah kulit (fasia
superfisialis) terdiri dari
jaringan pengikat longgar.
Komponennya serat longgar,
elastis dan sel lemak.
-Bagian superfisial hypodermis
mengandung kelenjar keringat
dan folikel rambut.
Kelenjar Kulit

• KELENJAR SEBASEA
kelenjar mikroskopis yang terletak di lapisan kulit dermis .
Kelenjar ini berfungsi untuk mengeluarkan minyak yang
disebut sebum.
• KELENJAR KERINGAT
1. Kelenjar keringat ekrin  Badan kelenjar terdapat antara
perbatasan epidermis dan dermis.
2. Kelenjar keringat apokrin.
Kelenjar keringat yang besar hanya dapat ditemukan pada
ketiak, kulit puting susu, kulit sekitar alat kelamin dan dubur.
Saraf Kulit
• Di dalam jaringan subkutis terdapat berkas besar saraf yang
cabang – cabangnya menuju beberapa pleksus di dalam
daerah retikular papiller dan subepitel.
• Didalam semua lapisan kuit dan hypodermis terdapat banyak
badan akhir sel saraf. Folikel rambut dipersarafi secara
terpisah dari ujung – ujung bebas saraf sensoris tidak
bermielin yang terdapat didalam/ di dekat epidermis .
• selain saraf sensoris terdapat saraf efferent simpatis yang
memersarafi pembuluh darah, otot penegak rambut, dan sel
sekretorik kelenjar keringat.
Reseptor sensorik berdasarkan ujung reseptor sensorik

Ujung saraf bebas Ujung saraf berkapsul

- Nyeri - Korpuskel Paccini


- Sentuhan ringan - Korpuskel Meissner dan
- Suhu Diskus Merkle
- Korpuskel Ruffini
- Ujung Bulbus Krause
- Spindel Neuromuskular
TERIMA KASIH
TUGAS
* Buat gambar struktur organ berikut bersama fungsi setiap bagiannya!
* Mata dan visual pathway
* Telinga dan proses mendengar
* lidah
* Hidung dan proses menghidu
* Kulit dan jenis reseptornya.

TULIS TANGAN DAN GAMBAR DI KERTAS HVS, LALU KUMPULKAN 8 APRIL 2019
DI MEJA dr. Shelly Zukhra ruangan 209