Pendahuluan
Pendahuluan
TENAGA KESEHATAN
Setiap aspek pelayanan RS mengutamakan keselamatan
pasien
Objek
(Upaya Kesehatan)
Hak dan Hak dan
Kewajiban Kewajiban
Tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 harus memenuhi ketentuan kode etik,
standar profesi, hak pengguna pelayanan kesehatan, standar pelayanan, dan standar
prosedur operasional (Pasal 24 : 1)
Ketentuan mengenai kode etik dan standar profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur
oleh ORGANISASI PROFESI. (Pasal 24 : 2)
DASAR HUKUM
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2009
TENTANG KESEHATAN
Pasal 23
(1)Tenaga kesehatan berwenang untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan.
(2)Kewenangan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki.
(3)Dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan wajib memiliki
izin dari pemerintah.
(4)Selama memberikan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilarang mengutamakan kepentingan yang bernilai materi.
(5)Ketentuan mengenai perizinan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dalam
Peraturan Menteri.
Pasal 46
(1)Setiap Tenaga kesehatan yang menjalankan praktik di bidang pelayanan kesehatan wajib
memiliki izin
(2)Izin sebagaimaan dimaksud pada ayat (1) diberikan dalam bentuk SIP.
(3)SIP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota
atas rekomendasi pejabat kesehatan yang berwenang di kabupaten/kota tempat Tenaga
Kesehatan menjalankan praktiknya
(4)Untuk mendapatkan SIP bagaimana dimaksud pada ayat (2), Tenaga Kesehatan harus
memiliki :
a.STR yang masih berlaku
b.Rekomendasi dari Organisasi Profesi; dan
c.Tempat praktik
(5)SIP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) masing-masing berlaku hanya untuk 1(satu) tempat
(6)SIP masih berlaku sepanjang:
a.STR masih berlaku; dan
b.Tempat praktik masih sesuai dengan yang tercantum dalam SIP
(7)Ketentuan lebih lanjut mengenai perizinan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan
Peraturan Menteri.
DASAR HUKUM
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2013
TENTANG REGISTRASI TENAGA KESEHATAN
Kode Etik adalah sistem norma, nilai & juga pola aturan profesional tertulis, tata
cara, tanda, pedoman etis ketika melakukan suatu kegiatan / suatu pekerjaan atau
berperilaku
Standar Pelayanan Profesi adalah pedoman yang diikuti oleh Tenaga Kesehatan
dalam melakukan pelayanan kesehatan
kompetensi
46 Tahun 2013 Fortofolio STR Pepres No. 72/2012
Perawat
KOMPETENSI
Bidan
KEWENANGAN
TTD ?
Pengertian
Standar Kompetensi adalah ukuran atau patokan yang disepakati, sebagai ukuran
kemampuan seseorang yang dapat terobservasi mencakup atas pengetahuan,
keterampilan dan sikap dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas dengan
standar kinerja (performance) yang ditetapkan.
Kompetensi Profesional
Informed consent Persiapan Pasien
Prilaku profesional Prosedur Standar
(Kode Etik) Quality Assurance
Hak pasien Patient Safety
KEWENANGAN
Does
Terampil melakukan secara mandiri Ujian praktek kerja,
misalnya portofolio, logbook
Shows
Ujian praktek dalam
Terampil melakukan
pengawasan
atau menerapkan
di bawah supervisi
Knows
Mengetahui
dan Ujian tulis
Menjelaskan
Kewenangan Phlebotomi ?
Pasal 65 UU No.36/2014
ttg Nakes
•Tenaga Kesehatan dalam
melakukan pelayanan
kesehatan, dapat MANDAT
menerima pelimpahan
tindakan medis dari
tenaga medis
DELEGATIF
STANDAR PROFESI
Standar Pendidikan :
-Kurikulum Berbasis
Kompetensi
-Standar Kompetensi Lulusan
Uji
Kompetensi :
-Blue Print
-Soal Uji Kompetensi
Penyelenggaraan Pekerjaan
Tenaga Kesehatan
(Kewenangan)
Standar Pelayanan Terkait Phlebotomi
DASAR HUKUM Ketentuan
Kepmenkes RI No : Memiliki keterampilan untuk melaksanakan
370/Menkes/SK/III/2007 tentang proses teknis operasional pelayanan
Standar Profesi Analis Kesehatan laboratorium, yaitu Keterampilan pengambilan
spesimen, termasuk penyiapan pasien, labeling,
penanganan, pengawetan, fiksasi, pemrosesan,
penyimpanan dan pengiriman spesimen
Kep Dirjen Yanmed Depkes RI Uraian tugas tenaga analis kesehatan/medis
No. HK.00.06.3.3.10381 tanggal 3 adalah mengambilan dan penanganan bahan
Desember 1998 tentang pemeriksaan laboratorium
Pengelolaan Laboratorium Klinik
Rumah Sakit
Per Menpan No. Bab V Pasal 8 tentang rincian kegiatan dan
Per/08/M.PAN/3/2006 tentang unsur yang dinilai sesuai jenjang jabatan yaitu
Jabatan Fungsional Pranata mengambil spesimen/sampel laboratorium
Labkes dan Angka Kreditnya dan Mempersiapkan Pasien, mempersiapkan
Kepmenkes tentang Juknis peralatan dan bahan penunjang untuk
Pelaksanaan Penilaian Jabatan pengambilan spesimen/sampel, mengambil
Fungsional Pranata Labkes spesimen/sampel dengan tindakan sederhana
(darah vena)
PELAKSANA
PHLEBOTOMI
• Didalam praktek, phlebotomi di rumah sakit atau di
laboratorium dilakukan oleh perawat atau analis laboratorium
atau orang yang dilatih khusus untuk itu, yang disebut teknisi
phlebotomi.
• Kemampuan atau competency diperoleh seseorang dari
pendidikan atau pelatihannya. Sedangkan kewenangan atau
authority diperoleh dari penguasa atau pemegang otoritas
dibidang tersebut melalui pemberian ijin.
• Sebagai dokter, perawat dan bidan, kompetensi dan
kewenangan melakukan tindakan phlebotomi telah dimilikinya,
tanpa disebutkan secara eksplisit didalam sertifikasi
kompetensinya dan atau surat ijin praktek profesinya.
Tanggung Jawab Hukum
PERLINDUNGAN
HUKUM
PERLINDUNGAN
HUKUM
PERLINDUNGAN
HUKUM (1)
PERLINDUNGAN HUKUM
NAKES (Berlaku juga kpd ATLM)
PERAN STANDAR
1. Pasal 27 UU 36/2009 tentang
KESEHATAN
Tenaga kesehatan berhak mendapatkan Harus dipatuhi dan
imbalan dan pelindungan hukum dalam dilaksanakan
melaksanakan tugas sesuai dengan Menjamin Upaya terbaik
profesinya.
Tidak menjamin keberhasilan
2. Pasal 57 UU No. 36/2014 tentang upaya atau kesembuhan
NAKES pasien
Tenaga Kesehatan dalam menjalankan Modifikasi hanya dilakukan
praktik berhak memperoleh atas dasar keadaan yang
pelindungan hukum sepanjang
melaksanakan tugas sesuai dengan memaksa untuk kepentingan
Standar Profesi, Standar Pelayanan pasien
Profesi, dan Standar Prosedur
Operasional; Mematuhi = dilindungi secara
hukum
MAKNA
PERLINDUNGAN HUKUM
Perlindungan hukum bukanlah ketentuan yang
menghilangkan adanya kemungkinan penuntutan hukum
oleh orang lain, tetapi memberikan perlindungan untuk:
Memberikan Yankes sesuai ketentuan perundang-
undangan
Bekerja bebas sesuai profesi, tanpa paksaan dan
ancaman oleh pihak lain
ATLM
Kompetensi
dan Etik dan
Kewenangan budaya kerja
TENAGA KESEHATAN
UNDANG-UNDANG
BIDANG KESEHATAN
TAHUN 2014
TAHUN 2009 PSL 28
UUD 45
1. Undang-undang
TAHUN
1. Undang-undang
Nomor18
35
2004
Nomor
ttg Setiap orang NAKES
Keswa berhak
memperoleh
2. Undang-undang Nomor
2. 36
Undang-undang pelayanan
kesehatan Pelayanan meningkat
Nomor 36 ttg kesehatan kan
Nakes
3. Undang-undang Nomor Yang derajat
Aman, kesehatan
3. 44
Undang-undang Negara Bermutu,
Nomor 38 ttg berkewajiban masyaraka
4. Undang-undang Nomor Dan
UNDANG-UNDANG
Keperawatan menyediakan
terjangkau
t setinggi-
52NOMOR 29 TAHUN 2004 fasilitas tingginya.
TTG
pelayanan
PRAKTIK KEDOKTERAN
kesehatan
ATLM
PSL 34
UUD 45
KUALIFIKASI
UU No.36/2014
TENAGA KESEHATAN
• kualifikasi minimum
pendidikan menengah di
• Kualifikasi minimum
bidang kesehatan
diploma tiga
• hanya dapat bekerja di
• Kecuali tenaga medis.
bawah supervisi Tenaga
Kesehatan.
PENGELOMPOKAN NAKES
UU No.36/2014
Lingkungan
Radiografer, Elektromedis, Ahli Teknologi
Laboratorium Medik, Fisikawan Medik,
Radioterapis, dan Ortotik Prostetik
PENDIDIKAN
TENAGA KESEHATAN
Spesialis
(Ners
Spesialis) Doktor
Profesi (Ners) (S3)
Magister
Diploma Sarjana (S2)
(S1)
INSTITUSI
MTKI
=
PENDIDIKAN
MTKP & OP
SERTIFIKASI
KKI/MTKI/KFN
KTKI
KAB/KOTA
Lulus Pendidikan
REGISTRASI
LISENSI
Uji
Kompetensi
STR SIP
Sertifikat
Kompetensi SIK
PRAKTIK
AHLI TEKNIKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK
KEWENANGAN
PRAKTIK
AHLI TEKNIKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK
Pasal 65 UU
No.36/2014 ttg Nakes
•Tenaga Kesehatan
dalam melakukan
pelayanan kesehatan, MANDAT
dapat menerima
pelimpahan tindakan
medis dari tenaga
medis
DELEGATIF
PENDAYAGUNAAN
TENAGA KESEHATAN
PEMERINTAH/PEMDA
PERLINDUNGAN
HUKUM
PERLINDUNGAN
HUKUM
PERLINDUNGAN
HUKUM (1)
PERLINDUNGAN HUKUM
NAKES (Berlaku juga kpd ATLM)
PERAN STANDAR
1. Pasal 27 UU 36/2009 tentang
KESEHATAN
Tenaga kesehatan berhak mendapatkan Harus dipatuhi dan
imbalan dan pelindungan hukum dalam dilaksanakan
melaksanakan tugas sesuai dengan Menjamin Upaya terbaik
profesinya.
Tidak menjamin keberhasilan
2. Pasal 57 UU No. 36/2014 tentang upaya atau kesembuhan
NAKES pasien
Tenaga Kesehatan dalam menjalankan Modifikasi hanya dilakukan
praktik berhak memperoleh atas dasar keadaan yang
pelindungan hukum sepanjang
melaksanakan tugas sesuai dengan memaksa untuk kepentingan
Standar Profesi, Standar Pelayanan pasien
Profesi, dan Standar Prosedur
Operasional; Mematuhi = dilindungi secara
hukum
MAKNA
PERLINDUNGAN HUKUM