Anda di halaman 1dari 13

WAKAF

Guna memenuhi tugas Fiqh Muamalah Dosen pengampu : Bp. Ali Amin ZAENAB NAIMAH ALATAS 2013110142

Bahasa

WAKAF

Istilah

Wakaf berasal dari kata sinonim dari kata dengan makna aslinya berhenti, diam ditempat, atau menahan.

Imam Hanafi Wakaf adalah menahan suatu benda yang menurut hukum tetap milik si wakif dalam rangka mempergunakan manfaatnya untuk kebajikan.  Imam Syafi`i dan Hambali Wakaf adalah melepaskan harta yang diwakafkan dari kepemilikan wakif, setelah sempurna prosedur perwakafan.

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya (Ali Imran :92)

(Albaqarah 261)
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orangorang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Rukun : Wakif Mauquf Bih (Harta/Barang) Mauquh `Alaih (Tujuan) Shighat (Pernyataan/ijab)

Syarat syarat Wakif : 1. Merdeka 2. Berakal sehat 3. Baligh

Harta wakaf merupakan harta yang berni lai,halal, jelas hartanya, milik waqif sendiri dan tahan lama untuk digunakan. Harta wakaf dapat berupa uang yang dimodalk an, berupa saham pada perusahaan dsb. Untuk harta yang beru pa modal harus dikelola sedemikian rupa (semaksi mal mungkin) sehingga mendatangkan ke maslahatan atau keuntungan.

Tujuan wakaf harus sejalan dengan nilainilai ibadah, sebab wakaf merupakan salah satu amalan shadaqah dan sh adaqah merupakan salah satu perbua tan ibadah. Harta wakaf harus seger adapat diterima setelah wakaf diikra rkan. Bila wakaf diperuntukkan mem bangun tempattempat ibadah umum, hendaklah ada badan yangmenerimanya.

Wakaf itu di-Shighat-kan , baik dengan lisan, tulisan, maupun dengan isyarat . Wakaf dipandang telah terjadi apabila ada ijab dari wakif dan qobul dari mauquf `alaih tidak diperlukan. Isyarat hanya diperbolehkan jika wakif tidak mampu dengan lisan atau tulisan.

Wakaf Ahli

Wakaf Khairi

, , ( ), 1994 , .

, , 2007