0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
116 tayangan133 halaman

Modul C

Dokumen ini membahas tentang pengenalan dan struktur dasar bahasa pemrograman C, termasuk sejarah, alasan penggunaan, struktur program, tipe data, variabel, dan operator. Bahasa C diciptakan oleh Dennis Ritchie pada tahun 1972 dan memiliki berbagai fitur yang membuatnya portabel dan efisien. Selain itu, dokumen ini juga memberikan contoh program sederhana dan latihan untuk memperdalam pemahaman tentang bahasa C.

Diunggah oleh

gentapriatamash
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
116 tayangan133 halaman

Modul C

Dokumen ini membahas tentang pengenalan dan struktur dasar bahasa pemrograman C, termasuk sejarah, alasan penggunaan, struktur program, tipe data, variabel, dan operator. Bahasa C diciptakan oleh Dennis Ritchie pada tahun 1972 dan memiliki berbagai fitur yang membuatnya portabel dan efisien. Selain itu, dokumen ini juga memberikan contoh program sederhana dan latihan untuk memperdalam pemahaman tentang bahasa C.

Diunggah oleh

gentapriatamash
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAHASA PEMROGRAMAN I (BHS.

C)
MATERI :
1. Pengenalan Bahasa C
2. Struktur Dasar Bahasa C
3. Statemen Input dan Output
4. Struktur Kontrol
a. Struktur Keputusan (Decision Structure)
b. Struktur Perulangan (Looping Structure)
5. Array
6. Structure
7. Fungsi
8. Operasi File
Bab I
Pengenalan Bahasa C

 Bahasa C diciptakan oleh seorang pakar dalam bidang pemrograman


yang bernama Dennis Ritchie, sekitar tahun 1972.
 Bahasa C sendiri merupakan hasil dari pengembangan Bahasa B yang
diciptakan oleh Ken Thompson tahun 1970.
 Pertama kali Bahasa C diwujudkan pada komputer DEC PDP-11 yang
memakai sistem operasi UNIX.
 Beberapa kalangan selanjutnya merancang beberapa versi C untuk
dioperasikan pada sistem operasi yang lain (selain UNIX), misalnya PC-
DOS, dan MS-DOS.
 Pada tahun 1983, ANSI (American National Standards Institute) mulai
membuat standard dari bahasa C. Standard dari ANSI inilah yang
selanjutnya digunakan sebagai referensi dari berbagai versi C, termasuk
Turbo C
Sekilas Tentang Bahasa Pemrograman C
Alasan menggunakan Bahasa Pemrograman C :
1. Bersifat Portable, artinya didalam mengoperasikan Software Bahasa C tidak
harus menggunakan komputer dengan “klasifikasi tertentu”
2. Bersifat compiler, artinya dapat menghasilkan file yang dapat langsung
dieksekusi dari sistem operasi yang sedang aktif (tanpa melalui software
Turbo C tersebut)
3. Merupakan gabungan dari High Level Language dan Low Level Language,
karena semua ciri yang ada pada High Level Language dipunyai oleh Bahasa C
dan sebagian operasi pada Low Level Language mampu dikerjakan oleh
Bahasa C ini. Biasanya disebut juga dengan Middle Level language.
4. Merupakan sebuah program yang terstruktur
5. Mempunyai Pustaka (Library) yang berupa file-file, yang mana di dalam file
tersebut terdapat sebagian dari fungsi-fungsi Bahasa C
Struktur Program Bahasa C

Struktur program C dapat dilihat sebagai kumpulan dari sebuah


atau lebih fungsi-fungsi. Sebuah program minimal mempunyai
sebuah fungsi utama yang sudah ditentukan namanya, yaitu
fungsi main(). Berikut struktur dari program C
main()
{
blok statemen; fungsi utama
}
fungsi-fungsi lain ()
{
blok statemen; fungsi-fungsi lain
}
Sebuah fungsi terdiri dari satu atau beberapa pernyataan. Bagian
pernyataan diawali dengan tanda { dan diakhiri dengan tanda }.
Namun sebuah fungsi bisa saja tidak mengandung pernyataan
sama sekali.
Contoh program C yang paling sederhana :
main()
{
}
Program di atas mengandung sebuah fungsi utama main(), tapi dalam blok
pernyataan tidak mengandung pernyataan sama sekali. Program di atas benar
tapi sewaktu dijalankan (running) tidak akan menghasilkan apapun.

Contoh program C yang sederhana :


#include<stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
clrscr();
printf(“SAYA BELAJAR BAHASA PEMROGRAMAN C”);
getch();
}
Pada program di atas terdapat sebuah pernyataan dalam
fungsi utama main() yaitu, printf (“SAYA BELAJAR BAHASA
PEMROGRAMAN C”); maka sewaktu dijalankan program di
atas akan menampilkan hasil :
SAYA BELAJAR BAHASA PEMROGRAMAN C

Pembahasan Program:
• Praposessor #include
#include merupakan pengarah praprosessor, yang
digunakan untuk membaca file yang dinamakan file judul
(header file), yaitu file yang diantaranya berisi deklarasi fungsi
dan defenisi konstanta.
File-file ini dalam penulisannya diakhiri dengan extension .h.
#include <stdio.h> menyatakan pada kompiler agar membaca
file yang bernama stdio.h pada saat pelaksanaan kompilasi
program. Stdio (Standard input output) akan mengacu pada
perintah standard I/O seperti printf(), scanf() dan sebagainya.
• Fungsi main()
Fungsi main() merupakan fungsi yang istimewa, karena fungsi main() harus
ada pada sebuah program C, sebab fungsi inilah yang akan menjadi titik
awal dan titik akhir eksekusi program. Jika sebuah program mempunyai
lebih dari satu fungsi maka fungsi main() biasa ditempatkan pada posisi
paling atas dalam pendefenisian fungsi.

• Fungsi getch()
Fungsi getch() berfungsi untuk membaca sebuah karakter, dengan sifat
karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan ENTER.

• Fungsi printf()
Fungsi printf() digunakan untuk menampilkan sesuatu ke layar monitor.
Untuk menampilkan suatu konstanta string harus diawali dan diakhiri
dengan tanda petik ganda(“).

• Fungsi clrscr();
Fungsi clrscr() digunakan untuk membersihkan/menghapus layar.

Setiap akhir penulisan pernyataan/statement selalu diakhiri dengan tanda


titik koma (;).
Catatan :
Bahasa C bersifat case sensitive, artinya bahasa C membedakan huruf besar dan huruf kecil.
Seperti :
B berbeda dengan b
JUMLAH berbeda dengan jumlah

Karakter Escape
Untuk mengatur tampilan program, Bahasa C menyediakan beberapa karakter khusus yang
disebut karakter escape, antara lain digunakan untuk :

1. Pindah baris (\n)


Contoh :
#include <stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
clrscr();
printf(“SAYA BELAJAR BAHASA PEMROGRAMAN C”);
getch();
}
Contoh di atas dapat juga ditulis :
#include<conio.h>
#include <stdio.h>
main()
{
clrscr();
printf(“SAYA“);
printf(“BELAJAR “);
printf(“BAHASA “);
printf(“PEMROGRAMAN C”);
getch();
}

Kedua program di atas apabila di running akan menampilkan hasil yang sama yaitu :
SAYA BELAJAR BAHASA PEMROGRAMAN C

Bagaimana untuk menampilkan keluaran :


SAYA
BELAJAR
BAHASA
PEMROGRAMAN C
Untuk dapat menampilkan tampilan seperti di atas maka harus ditambahkan
karakter untuk pindah baris yaitu \n.
Contoh :
#include <stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
clrscr();
printf(“SAYA\n“);
printf(“BELAJAR \n“);
printf(“BAHASA \n“);
printf(“PEMROGRAMAN C”);
getch();
}

2. Tanda kutip (\“)


Tanda kutip digunakan untuk menampilkan keluaran seperti :
“SAYA BELAJAR BAHASA PEMROGRAMAN C”
Untuk dapat menampilkan tampilan seperti di atas maka harus ditambahkan karater untuk
kutip \”
Contoh :
#include <stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
clrscr();
printf(“\“SAYA BELAJAR BAHASA PEMROGRAMAN C\””);
getch();
}

3. Tanda backslash (\)


Tanda backslash digunakan untuk menampilkan keluaran seperti :
\SAYA BELAJAR BAHASA PEMROGRAMAN C\

Untuk dapat menampilkan tampilan seperti di atas maka harus ditambahkan karater untuk
backslash yaitu \\
Contoh :
#include <stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
clrscr();
printf(“\\SAYA BELAJAR BAHASA PEMROGRAMAN C\\”);
getch();
}
4. Tab (\t)
Tab digunakan untuk menampilkan keluaran seperti :
SAYA BELAJAR BAHASA PEMROGRAMAN C
Untuk dapat menampilkan tampilan menjorok ke kanan seperti di atas, maka harus
ditambahkan karater untuk tab yaitu \t
Contoh :
#include <stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
clrscr();
printf(“\t SAYA BELAJAR BAHASA PEMROGRAMAN C”);
getch();
}
Latihan
Buat program C untuk menampilkan sebagai berikut :
1. WE ARE
THE FAMILY
“UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA”

2. \UNIVERSITAS\PUTRA\INDONESIA\
THE BEST CHOISE

3. PUSAT LABORATORIUM KOMPUTER\”UPI-YPTK”\PADANG


BAB 2
STRUKTUR DASAR BAHASA C
TIPE DATA
Dalam bahasa C terdapat 5 (lima) jenis tipe data dasar yaitu :
1. Character
2. Bilangan Bulat
3. Bilangan Real presisi tunggal
4. Bilangan Real presisi ganda
5. Tak bertipe

Tipe Data Range (jangkauan) Ukuran Format Keterangan


Char -128 s/d 127 1 byte %c, %s Karakter/String

Int -32768 s/d 32767 2 byte %i, %d Bilangan bulat

Float -3.4E-38 s/d 3.4E+38 4 byte %f Bilangan Pecahan

Double -1.7E-308 s/d 1.7E+308 8 byte %lf Pecahan presisi


ganda
Void - 0 byte - Tidak bertipe

Format digunakan untuk memberitahu kompiler mengenai jenis data yang


akan diinputkan atau yang akan ditampilkan.
VARIABEL
Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk
menyimpan suatu nilai. Nilai dari suatu variabel dapat berubah-ubah
sesuai dengan kebutuhan selama eksekusi program berlangsung.

Ada beberapa aturan pemberian nama suatu variabel yaitu :


- Dapat terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama
harus berupa huruf.
- Tidak boleh mengandung spasi
- Tidak boleh mengandung tanda-tanda khusus kecuali under score
- Panjang tidak terbatas, tapi hanya 32 karakter pertama yang dikenal

Mendeklarasikan variabel.
Variabel yang akan digunakan dalam program haruslah dideklarasikan
terlebih dahulu.

Bentuk pendeklarasian variabel :


tipe daftar_variabel;
Contoh :
int x;
float phi;
char n_huruf, nm[10];

Memberikan Nilai ke Variabel


Untuk memberikan nilai ke variabel yang telah dideklarasikan.

Bentuk pernyataan yang digunakan :


variabel = nilai ;

Contoh berikut memberikan nilai 10 ke variabel jumlah dan 17.5 ke variabel


harga_per_unit, serta nilai perkalian isi jumlah dan harga_per_unit ke
variabel harga_total.
Contoh-1 :
#include <stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
int jumlah;
float harga_per_unit, harga_total;
clrscr();
jumlah=10;
harga_per_unit = 17.5;
harga_total = jumlah * harga_per_unit;
printf(“Harga Total = %f \n”, harga_total);
getch();
}
Contoh-2 :
#include <stdio.h>
#include<conio.h>
#include<string.h>
main()
{
int x;
Deklararasi
float phi;
Variabel
char n_huruf, nm[6];

clrscr();
x=10; Memberikan nilai (Input)
phi = 3.14;
n_huruf =‘B’;
strcpy(nm,”Nadhia”);

Proses
printf(“Nilai X = %i \n”, x);
printf(“Nilai Phi = %4.2f \n”, phi); Menampilkan Hasil
printf(“Nilai Huruf = %c \n”, n_huruf); Proses dan Nilai
printf(“Nama = %s \n”, nm); yang diberikan
getch(); (Output)
}
Operator
Operator merupakan simbol atau kata yang bisa dilibatkan dalam program untuk
melakukan sesuatu operasi.

Operator terdiri dari :


1. Operator Aritmatika
Operator untuk operasi aritmatika.

Simbol Keterangan Derajat


* Perkalian 1
/ Pembagian 1
% Sisa pembagian 1
+ Penjumlahan 2
- Pengurangan 2

Dalam suatu operasi aritmatika operator dengan derajat lebih tinggi akan lebih dulu
diproses.
Contoh :
#include <stdio.h>
main()
{
clrscr();
int x,y,z;
float p;
clrscr();
x=5;
y=3;
z=2;
p=x+y*z ;
printf(“Nilai P = %f”, p);
getch();
}
2. Operator Penurunan dan Penaikan
Operator penaikan :
digunakan untuk menaikkan nilai variabel sebesar satu.
Operator penurunan :
digunakan untuk menurunkan nilai variabel sebesar satu.

Penulisannya seperti :

Penaikan ++x; atau x++; x=x+1;


Penurunan --y; atau y--; y=y-1;

Contoh :
#include<stdio.h>
main()
{
int x, nilai;
clrscr();
nilai = ++x;
printf(“Nilai = %d”,nilai);
getch();
}
Latihan :
Buatlah program C untuk memberikan nama saudara pada variabel nm,
nilai 80 ke variabel nmid dan nilai 100 ke variabel nsem, serta nilai
perkalian isi nmid dan nsem ke variabel nakh dengan rumus :
nakh = 0.4 * nmid + 0.6 * nsem

Hasil Program:
Data Nilai Bahasa Pemrograman C
Nama Mahasiswa = nm
Nomor Bp = nobp
Kelas = kls
Nilai Mid = nmid
Nilai Semester = nsem
Nilai Akhir = nakh
Latihan :
Buatlah program C untuk memberikan nilai “NF001” ke variabel
nofak, nilai “1-Sep-2015” ke variabel tfak, nilai “Lemari ES” ke
variabel nmbrg dan nilai 30 ke variabel jbrg, nilai 1500000 ke
variabel hbrg serta hasil proses dari rumus di bawah ini ke variabel
jbyr:
jbyr = (jbrg*hbrg) – 0.25*(jbrg*hbrg)

Hasil Program adalah sebagai berikut :

Data Penjualan Barang


Nomor Faktur : nofak
Tanggal Faktur : tfak
Nama Barang : nmbrg
Jumlah Barang : jbrg
Harga Barang : hbrg

Jumlah Bayar : jbyr


Contoh-2 :
#include <stdio.h>
main()
{
int jbrg;
long int jbyr, hbrg;
char nmbrg[10];
Deklararasi
clrscr(); Variabel

jbrg=30;
hbrg = 1500000;
strcpy(nmbrg,”Lemari ES”);
Memberikan nilai (Input)

jbyr = (jbrg * hbrg ) – 0.25 * (jbrg * hbrg); Proses


puts(“Data Penjualan Barang”);
printf(“Nama Barang : %s \n”, nmbrg); Menampilkan Hasil Proses
printf(“Jumlah Barang : %i \n”, jbrg); dan Nilai yang diberikan
printf(“Harga Barang : %li \n”,hbrg); (Output)
printf(“Jumlah Bayar : %li \n”,jbyr);
getch();
}
3. Operator Perbandingan
Operator Perbandingan digunakan untuk membandingkan antara dua buah nilai atau variabel.

Operator Arti
< Kurang dari
<= Kurang dari atau sama dengan
> Besar dari
>= Besar dari atau sama dengan
== Sama dengan
!= Tidak sama dengan
4. Operator Logika
Operator Logika biasanya berkaitan dengan operator perbandingan, karena operator ini
biasanya digunakan untuk membandingkan logika hasil dari operator-operator perbandingan .

Operator Arti
&& Logika AND
|| Logika OR
! Logika NOT
Contoh :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
int n_angka;
char n_huruf;
clrscr();
printf("Masukan Nilai Angka :");
scanf("%d",&n_angka);
if ((n_angka>0) && (n_angka<=39))
n_huruf='E';
else
if ((n_angka>=40) && (n_angka<=54))
n_huruf='D';
else
if ((n_angka>=55) && (n_angka<=64))
n_huruf='C';
else
if ((n_angka>=65) && (n_angka<=79))
n_huruf='B';
else
if ((n_angka>=80) && (n_angka<=100))
n_huruf='A';
printf("Nilai Huruf = %c \n", n_huruf);
getch();
}
BAB 3
OPERASI MASUKAN DAN KELUARAN

1. Menampilkan Data/Informasi Ke Layar


Turbo C menyediakan sejumlah fungsi pustaka yang digunakan
untuk menampilkan data ke layar yaitu printf(), puts(), dan
putchar().

a. printf()

Fungsi printf() merupakan fungsi yang paling umum digunakan


dalam menampilkan data yang diatur formatnya. Dengan memakai
fungsi ini dapat menampilkan komentar dan berbagai jenis data ke
layar.

Bentuk umum :
printf(“stringcontrol ”, argumen1, argumen2,….);
string control dapat berupa :
- keterangan yang akan ditampilkan pada layar,
- penentu format .

argumen1, argumen2,….. adalah data yang akan ditampilkan ke layar.


Argumen ini dapat berupa variable, konstanta dan bahkan ungkapan.

Penentu format dipakai untuk memberitahu kompiler mengenai jenis data


yang akan ditampilkan.
Sebelum menampilkan sebuah argumen maka harus ditulis dulu penentu
formatnya, seperti sebagai berikut :

Kode Fungsi
Format
%c Untuk menampilkan sebuah karakter
%s Untuk menampilkan sebuah string
%i atau %d Untuk menampilkan bilangan integer
bertanda (signed) dalam bentuk desimal
%li atau Untuk menampilkan bilangan long integer
%ld
%f Untuk menampilkan bilangan real atau
pecahan
%lf Untuk menampilkan bilangan real double
Contoh :
printf("Data Nilai Mahasiswa”);
printf(“Nilai Huruf : %c”,nh);
printf(“Nilai Huruf : “);
printf(“%c”,nh);
printf(“Nilai Rata-rata : %5.2f”,nr);
Untuk menampilkan nilai float (decimal) dapat digunakan format sebagai
berikut :

%m.nf

Dimana :
m : jumlah digit angka yang akan ditampilkan termasuk tanda titik(.)
n : jumlah angka di belakang koma
b. puts()
Fungsi puts() digunakan khusus untuk menampilkan data string ke layar yang tidak
terformat.
Sifat fungsi ini, string yang ditampilkan secara otomatis akan diakhiri dengan \n
(pindah baris).

Contoh :
#include<stdio.h>
main()
{
puts("Universitas Putra Indonesia");
puts("Fakultas Ilmu Komputer");
}

Menghasilkan keluaran yang sama dengan menggunakan printf()


#include<stdio.h>
main()
{
printf("Universitas Putra Indonesia\n");
printf("Fakultas Ilmu Komputer \n");
}
c. putchar()
Fungsi putchar() digunakan khusus untuk menampilkan sebuah karakter
ke layar yang tidak terformat.

Sifat fungsi ini, karakter yang ditampilkan tidak diakhiri dengan


perpindahan baris (\n).

Contoh :
putchar(‘A’);

Menghasilkan keluaran yang sama dengan menggunakan printf()


printf(“%c”, ‘A’);

Catatan :
Tidak terformat maksudnya adalah lebar dan bentuk
tampilannya tidak ada aturannya.
2. Memasukkan data dari Keyboard
Data dapat dimasukkan lewat keyboard saat eksekusi berlangsung.

Turbo C menyediakan sejumlah fungsi, diantaranya adalah scanf(), getch(),


getche(), gets() dan getchar().

a. scanf()
Fungsi scanf() merupakan fungsi yang digunakan untuk
memasukkan berbagai jenis data yang dapat diatur formatnya.
Bentuk umum :

scanf(“string kontrol”, darftar argumen);

string kontrol dapat berupa penentu format .


daftar argumen adalah data yang akan dibaca dari keyboard.
Fungsi scanf() harus disertakan dengan tanda (&) sebelum daftar
argumennya, kecuali untuk jenis data string.

Sebelum penggunaan fungsi scanf() sebaiknya disertakan dengan fungsi


printf(), dengan tujuan untuk memperjelas isi daftar argumen yang akan
diinputkan atau dibaca.

Dengan fungsi scanf(), posisi kursor akan langsung berada pada baris
berikutnya ketika program sedang dieksekusi, jadi fungsi \n tidak perlu
disertakan.

Penentu format dipakai untuk memberitahu kompiler mengenai jenis data


yang akan dibaca.
Sebelum menampilkan sebuah argumen maka harus ditulis dulu penentu
formatnya, seperti sebagai berikut :

Kode Fungsi
Format
%c Untuk menampilkan sebuah karakter
%s Untuk menampilkan sebuah string
%i atau %d Untuk menampilkan bilangan integer
bertanda (signed) dalam bentuk desimal
%li atau Untuk menampilkan bilangan long integer
%ld
%f Untuk menampilkan bilangan real atau
pecahan
%lf Untuk menampilkan bilangan real double

Contoh :
printf(“Nomor Bp:”);scanf(“%s”,nobp);
printf(“Nama :”);scanf(“%s”,nama);
printf(“Nilai Huruf :”);scanf(“%c”,&nh);
printf(“Nilai Angka :”);scanf(“%i”,&na);
Contoh:
Menghitung Luas sebuah Segitiga dengan rumus luas=0.5*alas*tinggi

#include <stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
int alas;
int tgi;
float luas;
clrscr();
printf("Menghitung Luas Segitiga\n");printf("\n");
printf("Masukkan Alas Segitiga : ");scanf("%i",&alas);
printf("Masukkan Tinggi Segitiga : ");scanf("%i",&tgi);
luas=0.5*alas*tgi;
printf("Luas Segitiga adalah : ");printf("%5.2f",luas);
getch();
}
Keterangan program :
printf("\n") digunakan untuk memberi spasi satu baris
printf("Luas Segitiga adalah : ");printf("%5.2f",luas);
dapat ditulis seperti :
printf("Luas Segitiga adalah : %5.2f ",luas);

Latihan :
Buatlah program C untuk menghitung :

a. Luas sebuah Lingkaran dengan rumus luas=0.5*phi*radius*radius


dan Keliling sebuah Lingkaran dengan rumus kell=2*phi*radius , diketahui
phi=3.14

b. Luas sebuah persegi panjang dengan rumus luas=panjang*lebar dan


Keliling sebuah persegi panjang dengan rumus kell=2*(panjang + lebar)
Bentuk Tampilan yang diinginkan :
a.
Menghitung Luas dan Keliling Lingkaran
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Masukkan Radius Sebuah Lingkaran :

Dengan radius …., maka Luas Lingkaran : ... dan Keliling Lingkaran : ….

b.
Menghitung Luas dan Keliling Persegi Panjang
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Masukkan Panjang Sebuah Persegi Panjang :
Masukkan Lebar Sebuah Persegi Panjang :

Dengan panjang … dan lebar …, maka Luas persegi panjang : ... dan Keliling
Persegi Panjang : …
b. getch()

Fungsi getch() digunakan untuk membaca sebuah karakter, dengan sifat


karakter yang dimasukkan tak perlu diakhiri dengan ENTER, dan karakter
yang dimasukkan tidak akan ditampilkan pada layar.

Bentuk umum :

nama_variabel = getch(); atau getch()

Keterangan :
nama_variabel = getch();
maksudnya data/isi variable yang dimasukkan disimpan dalam
nama_variable tersebut.

getch();
maksudnya data/isi variable yang dimasukkan tidak disimpan dalam
nama_variabel tersebut.
Contoh :
#include<stdio.h>
main()
{
char karakter;
clrscr();
printf("Masukkan sebuah karakter : ");
karakter=getch();
printf("\nAnda memasukkan karakter : %c", karakter);
getch();
}

Apabila dimasukkan karakter A, maka setelah dirunning akan menghasilkan :


Masukkan sebuah karakter :
Anda memasukkan karakter : A
c. getche()

Fungsi getche() kegunaannya sama dengan getch(), perbedaannya karakter


yang dimasukkan akan ditampilkan pada layar.

Bentuk umum :

nama_variabel = getche(); atau getche()

Keterangan :
nama_variabel = getche();
maksudnya data/isi variable yang dimasukkan disimpan dalam
nama_variable tersebut.

getche();
maksudnya data/isi variable yang dimasukkan tidak disimpan dalam
nama_variabel tersebut.
Contoh :
#include<stdio.h>
main()
{
char karakter;
clrscr();
printf("Masukkan sebuah karakter : ");
karakter=getche();
printf("\n Anda memasukkan karakter : %c", karakter);
getche();
}

Apabila dimasukkan karakter A, maka setelah dirunning akan menghasilkan :

Masukkan sebuah karakter : A


Anda memasukkan karakter : A
Dengan fungsi getch() / getche() kursor tidak langsung berada pada baris
berikutnya, maka penggunaan statemen tersebut harus disertakan
dengan statemen printf(“\n”); atau fungsi untuk pindah baris (\n)

d. gets()
Fungsi gets() merupakan fungsi yang digunakan untuk memasukkan data
bertipe string.

e. getchar()
Fungsi getchar() merupakan fungsi yang digunakan untuk memasukkan
data bertipe karakter (char).
Contoh :
/* Contoh program input dan tampilkan data sederhana */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
int umur;
char nobp[13],nama[25],prodi[25],alm[30],jk;
clrscr();

/* Menginputkan data */
puts("Entry Data Identitas Mahasiswa");
printf("Nomor Bp : "); scanf("%s",nobp);fflush(stdin);
printf("Nama Mahasiswa : "); scanf("%s",nama);fflush(stdin);
printf("Alamat : "); gets(alm);
printf("Program Study : "); gets(prodi);
printf("Jenis Kelamin L/P : "); jk=getch();printf("%c\n",jk);
printf("Umur : "); scanf("%i",&umur);
printf("\n");
/* Menampilkan Data */
printf(“Informasi Data Identitas Mahasiswa\n");
printf("Nomor Bp : %s\n", nobp);
printf("Nama Mahasiswa : %s\n", nama);
printf("Alamat : %s\n", alm);
printf("Program Study : %s\n", prodi);
printf("Jenis Kelamin L/P : %c\n", jk);
printf("Umur : %i\n",umur);
getch();
}

Keterangan Program:

/* ………*/ kata-kata yang berada diantara tanda /*…*/ disebut


komentar program, tidak dibaca oleh compiler dan
tidak akan mempengaruhi hasil program.

fflush(stdin); untuk menghapus blank string


Latihan :
Buatlah program C dengan menggunakan statement masukan dan keluaran
untuk menampilkan layout di bawah ini :
Rumus Discount = 10% x (Harga Barang * Jumlah Barang)
Jumlah Bayar = (Harga Barang * Jumlah Barang) - Discount
Entry Data Penjualan Barang
Kode Barang :
Nama Barang :
Harga Barang :
Jumlah Barang :
Satuan Barang :

Informasi Data Penjualan Barang


Kode Barang :
Nama Barang :
Harga Barang :
Jumlah Barang :
Satuan Barang :
Discount :
Jumlah Bayar :
Latihan :
Buatlah program C dengan menggunakan statement masukan dan keluaran
untuk menampilkan layout di bawah ini :
Rumus : Nakh = 0.4 * Nilai UTS + 0.4 * Nilai UAS + 0.2 * Nilai Tugas/Quiz
Entry Data Nilai Bahasa Pemrograman I (C )
Nomor Bp :
Nama Mahasiswa :
Kelas :
Nilai UTS :
Nilai UAS :
Nilai Tugas/Quiz :

Informasi Data Nilai Bahasa Pemrograman I (C )


Nomor Bp :
Nama Mahasiswa :
Kelas :
Nilai UTS :
Nilai UAS :
Nilai Tugas/Quiz :
Nilai Akhir :
BAB 4
STRUKTUR KONTROL
Struktur kontrol terdiri atas 2 macam :
1. Struktur Keputusan (Decision Structure)
Berfungsi untuk pengambilan keputusan dari beberapa pilihan yang
ada dengan melakukan penyeleksian kondisi dengan menggunakan
pernyataan :
a. Pernyataan If
b. Penyataan If…else
c. Pernyataan switch

2. Struktur Perulangan (Looping Structure)


Digunakan untuk melakukan perintah perulangan dengan
menggunakan pernyataan :
a. Pernyataan for
b. Pernyataan while
c. Pernyataan do … while
Struktur Keputusan (Decision Structure)
a. Pernyataan If
Digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi tunggal, baik dalam bentuk tunggal
sederhana maupun dalam bentuk tunggal blok pernyataan

If tunggal sederhana
Bentuk umum:

if (kondisi)
pernyataan;

Artinya : Jika kondisi bernilai benar, maka pernyataan dikerjakan. Dengan kata
lain, pernyataan tidak dijalankan, bila kondisi bernilai salah.
Struktur Keputusan (Decision Structure)
Contoh 1 :
#include<stdio.h>
main()
{
int n_angka;
clrscr();
printf("Masukkan Nilai Angka : "); scanf("%i",&n_angka);
if(n_angka>=60)
printf("\nLulus");
getch();
}

Contoh 2:
#include<stdio.h>
main()
{
int n_angka;
char ket[5];
clrscr();
printf("Masukkan Nilai Angka : "); scanf("%i",&n_angka);
if(n_angka>=60)
strcpy(ket,"Lulus");
printf("Keterangan : %s\n",ket);
getch();
}
Struktur Keputusan (Decision Structure)
If tunggal blok pernyataan
Bentuk umum:
Artinya : Jika kondisi bernilai benar, maka
if (kondisi)
pernyataan-pernyataan yang berada
{ dalam kurung { dan } akan dikerjakan.
Pernyataan1; Dengan kata lain, pernyataan-pernyataan
Pernyataan2; yang berada dalam kurung {dan} tidak
} dijalankan, bila kondisi bernilai salah.
Struktur Keputusan (Decision Structure)
Contoh :
#include<stdio.h>
main()
{
int n_angka;
char ket[5];
char predikat[10];
clrscr();
printf("Masukkan Nilai Angka : "); scanf("%i",&n_angka);
if(n_angka>=60)
{
strcpy(ket,"Lulus");
strcpy(predikat,"Terpuji");
}
printf("Keterangan : %s\n",ket);
printf("Predikat Lulus : %s\n",predikat);
getch();
Keterangan :
strcpy() digunakan untuk memberikan nilai string ke sebuah variabel
Struktur Keputusan (Decision Structure)
b. Pernyataan If …. Else
Digunakan untuk menyeleksi dua buah kondisi atau lebih,
pernyataan yang diproses dapat berupa pernyataan tunggal atau
berupa blok pernyataan.

Bentuk umum:
Artinya : Jika kondisi bernilai benar, maka
if (kondisi)
pernyataan-1 dikerjakan.
pernyataan1;
Sedangkan bila kondisi bernilai
else
salah, maka pernyataan-2
pernyataan2;
dieksekusi.
Struktur Keputusan (Decision Structure)
Contoh 1:
#include<stdio.h>
main()
{
int n_angka;
clrscr();
printf("Masukkan Nilai Angka : ");
scanf("%i",&n_angka);
if(n_angka>=60)
printf("\n Lulus");
else
printf("\n Gagal");
getch();
}
Contoh 2:
/* Program Mencari Bilangan Terbesar */
#include<stdio.h>
main()
{
int bil_1, bil_2, bil_3, maks;
clrscr();
printf("Masukkan Bilangan 1 : ");scanf("%i",&bil_1);
printf("Masukkan Bilangan 2 : ");scanf("%i",&bil_2);
printf("Masukkan Bilangan 3 : ");scanf("%i",&bil_3);
if((bil_1 > bil_2) && (bil_1 > bil_3))
maks = bil_1;
else
if((bil_2 > bil_1) && (bil_2 > bil_3))
maks = bil_2;
else
if((bil_3 > bil_1) && (bil_3 > bil_2))
maks = bil_3;
printf("Bilangan Terbesar adalah : %i", maks);
getch();
}
Struktur Keputusan (Decision Structure)
Contoh :
Buatlah program dengan masukkan berupa suatu nilai antara 0 sampai
dengan 100 dan program memberikan keluaran berupa klasifikasi A, B,
C, D atau E berdasarkan criteria sebagai berikut :

Nilai Angka Nilai Huruf Bobot


n_angka > 80 A 4
65 < n_angka < 80 B 3
55 < n_angka < 65 C 2
40 < n_angka < 55 D 1
n_angka < 40 E 0
Gunakan variable bertipe float untuk menyimpan data nilai, variable
bertipe char untuk memegang nilai A, B, C, D, atau E dan variable
bertipe integer untuk menyimpan data bobot.
Jawab :
a.Contoh penyelesaian Tanpa Menggunakan Operator Logika
#include<stdio.h> if(n_angka >=55)
main() {
{ n_huruf='C';
float n_angka; bobot=2;
char n_huruf; }
int bobot; else
clrscr(); if(n_angka >=40)
printf("Masukkan Nilai Angka :"); {
scanf("%f",&n_angka); n_huruf='D';
if(n_angka >=80) bobot=1;
{ }
n_huruf='A'; else
bobot=4; {
} n_huruf='E';
else bobot=0;
if(n_angka >=65) }
{ printf("Nilai Huruf = %c \n", n_huruf);
n_huruf='B'; printf("Bobot Nilai = %i", bobot);
bobot=3; getch();
} }
else
b. Contoh penyelesaian dengan Menggunakan Operator
Logika
#include<stdio.h> if((n_angka>=55) && (n_angka<65))
main() {
{ n_huruf='C';
float n_angka; bobot=2;
char n_huruf; }
int bobot; else
clrscr(); if((n_angka>=40) && (n_angka<55))
printf("Masukkan Nilai Angka : "); {
scanf("%f",&n_angka); n_huruf='D';
if((n_angka>=80) && (n_angka<=100)) bobot=1;
{ }
n_huruf='A'; else
bobot=4; if((n_angka>=0) && (n_angka<40))
} {
else n_huruf='E';
if((n_angka>=65) && (n_angka<80)) bobot=0;
{ }
n_huruf='B'; printf("Nilai Huruf = %c \n",
bobot=3; n_huruf);
} printf("Bobot Nilai = %i", bobot);
else getch();
}
c. Pernyataan switch
Digunakan untuk menyeleksi kondisi dengan kemungkinan yang terjadi
cukup banyak, dimana kondisi yang akan diseleksi hanya berupa suatu
konstanta.
Bentuk Umum Keterangan
switch (ekspresi) Ekspresi dapat berupa ungkapan bernilai integer atau
{ bertipe karakter
case konstanta-1; Konstanta-i dapat berupa konstanta
pernyataan-1; integer atau karakter dapat berupa sebuah atau
break; beberapa pernyataan.
case konstanta-2; Break menyebabkan eksekusi diarahkan ke akhir
pernyataan-2; switch.
break; Default apabila pada pengujian case terakhir tidak ada
. kecocokan, maka pernyataan yang mengikuti
. kata kunci default yang akan dijalankan.
case konstanta-x;
pernyataan-x;
break;
default:
pernyataan-n;
}
Contoh pemakaian pernyataan switch yaitu untuk menggantikan if-else
bertingkat

#include<stdio.h> case 4:
main() puts("Hari KAMIS");
{ break;
int kode_hari; case 5:
clrscr(); puts("Hari JUM'AT");
puts("Menentukan Hari \n"); break;
puts("1 = SENIN 2 = SELASA 3 = RABU 4 = case 6:
KAMIS"); puts("Hari SABTU");
puts("5 = JUM'AT 6 = SABTU 7 = MINGGU"); break;
printf("\nMasukkan Kode Hari (1..7) : "); case 7:
scanf("%d",&kode_hari); puts("Hari MINGGU");
printf("\n"); break;
switch(kode_hari) default:
{ puts("Kode yang dimasukkan salah !!");
case 1: }
puts("Hari SENIN"); getch();
break; }
case 2:
puts("Hari SELASA");
break;
case 3:
puts("Hari RABU");
break;
Contoh Program:
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
char kd_nasabah[7];
char nm_nasabah[25];
int lama_pinj;
long int jml_pinj;
float p_bunga, th_bunga, t_bunga, t_pinj;
/* ............ Inputkan Data .............. */
clrscr();
printf("Entry Data Peminjaman ");
printf("~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ ");
printf("Input Kode Nasabah : "); gets(kd_nasabah);
printf("Input Nama Nasabah : "); gets(nm_nasabah);
printf("Input Jumlah Pinjaman Rp."); scanf("%li",&jml_pinj);fflush(stdin);
printf("Input Lama pinjaman :"); scanf("%i",&lama_pinj);fflush(stdin);
/* ........... Proses ........ */
if (lama_pinj==1)
p_bunga = 0.08;
else
if (lama_pinj==2)
p_bunga = 0.10;
else
p_bunga = 0.12;
th_bunga=p_bunga * jml_pinj;
t_bunga=th_bunga *lama_pinj;
t_pinj= jml_pinj + t_bunga;
/* .......... Tampilkan Data yang di inputkan dan Data
Hasil Proses ........*/
printf("\n");
puts("Informasi Data Peminjaman ");
puts("~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ ");
printf("Kode Nasabah : %s\n ",kd_nasabah);
printf("Nama Nasabah : %s \n",nm_nasabah);
printf("Jumlah Pinjaman Rp. %li\n",jml_pinj);
printf("Lama pinjaman :%i\n",lama_pinj);
printf("Bunga Per Tahun : Rp.%9.0f\n",th_bunga);
printf("Total Bunga : Rp.%9.0f\n",t_bunga);
printf("Total Pinjaman : Rp.%9.0f\n",t_pinj);
getch();
}
Buatlah PProgram C untuk menampilkan layout di bawah ini.

Transaksi Pemesanan
Catering
~~~~~~~~~~~~~~~~
~~
Nomor Pesanan :
Nama Pemesan :
Jumlah Pesanan :
Kode Paket (A/B/C) :

Jenis Menu :
Harga Per-Paket Rp.
Total Pembayaran
Ketentuan Proses : Rp.
Untuk mendapatkan Jenis Menu, dan Harga Per-paket (gunakan if ...
Else atau struktur Switch) berdasarkan ketentuan pada tabel di
bawah ini :

Kode Paket Jenis Menu Harga Per-Paket Rp.


A 1 Protein 17500
B 2 Protein 30000
C 3 Protein 50000

Total Pembayaran = Jumlah Pesanan x Harga Per-Paket


Latihan :
Buatlah program C dengan menggunakan struktur If…Else atau Switch dengan bentuk
layout seperti di bawah ini :
Transaksi Perawatan Ketentuan Proses :
Asuransi In Healt Jenis Kartu dan Biaya perawatan perhari
~~~~~~~~~~~~~~~~~~ ditentukan oleh Kode Kartu dengan ketentuan
Nomor Kartu : sebagai berikut :
Nama Pemegang Polis : -Jika Kode Kartu=‘G’, maka

Rumah Sakit : Jenis Kartu = “Gold”,


Lama di Rawat : Biaya perawatan perhari Rp. 1250000,-
Kode Kartu (G/S/B) : -Jika Kode Kartu=‘S’, maka

Jenis Kartu=“Silver”,
Jenis Kartu : Biaya perawatan perhari Rp. 800000,-
Biaya Perawatan Perhari : Rp. -Jika Kode Kartu=‘B’, maka

Total Biaya Perawatan : Rp. Jenis Kartu = “Blue”,


Biaya perawatan perhari Rp. 600000,-
-Total Biaya Perawatan = Lama di Rawat * Biaya

Perawatan perhari
Latihan :
Buatlah program C dengan bentuk layout yang akan ditampilkan adalah sebagai berikut :
Entry Data Pemegang Polis Ketentuan Proses :
Nomor Polis : (string) Biaya Perawatan Perhari ditentukan oleh Plan
Nama Pemegang Polis : (string) dengan ketentuan sebagai berikut :
Plan (A1/A2/A3) : (string) - Jika “A1”, maka biaya perawatan perhari

Rumah Sakit : (string) Rp. 800000,-


Lama di Rawat : (int) - Jika “A2”, maka biaya perawatan perhari

Rp. 650000,-
- Jika “A3”, maka biaya perawatan perhari

Informasi Perawatan Pemegang Polis Rp. 500000,-


Nomor Polis : Total Biaya Perawatan = Lama di Rawat * Biaya
Nama Pemegang Polis : Perawat perhari
Plan (A1/A2/A3) :
Rumah Sakit :
Lama di Rawat :
Biaya Perawatan Perhari : Rp. (float)
Total Biaya Perawatan : Rp. (float)
2. Struktur Perulangan (Looping Structure)
Digunakan untuk melakukan perintah perulangan dengan menggunakan pernyataan
for, while dan do while.
1. Pernyataan For
Digunakan pada perulangan yang bersifat tetap (sudah diketahui jumlah
perulangannya.)

Bentuk Umum :
for (ungkapan1;ungkapan2;ungkapan3) atau for (awal;akhir;peningkatan)
pernyataan pernyataan
Keterangan :
Ungkapan1 digunakan untuk memberikan inisialisasi terhadap variable
pengendali loop
Ungkapan2 dipakai sebagai kondisi untuk keluar dari loop
Ungkapan3 dipakai sebagai pengatur kenaikan nilai variable
pengendali
loop
Ketiga ungkapan dalam for tersebut harus dipisahkan dengan tanda titik
koma (;).
Contoh untuk menampilkan deret angka sebagai
berikut :
20
30
40
50
.
:
100

#include<stdio.h>
main()
{
int bil;
clrscr();
for (bil=20;bil<=100;bil+=10)
printf("%d\n",bil);
getch();
}
2. Pernyataan while
Digunakan pada perulangan yang bersifat tetap (sudah diketahui jumlah
perulangannya) dan pada perulangan dengan menyeleksi suatu kondisi
tertentu (tidak tetap), dengan kondisi yang akan diseleksi terletak pada awal
lingkup perulangan.
Bentuk umum : Flowchart :
while (kondisi)
pernyataan; Kondisi

Pernyataan
Contoh :
a. Perulangan yang bersifat tetap.

Untuk menampilkan deret bilangan 20 sampai dengan 100

#include <stdio.h>
main()
{
int x;
clrscr();
x=20;
while (x<=100)
{
printf("%i\t",x);
x+=10;
}
getch();
}
b. Perulangan yang bersifat tidak tetap
Untuk memproses beberapa nilai dengan layout sebagai berikut :
Masukkan Nilai Angka :
Keterangan :
Masih Ada Data ? y/t :
#include<stdio.h>
main()
{
int n_angka;
char ket[5];
char mad;
mad='y';
while((mad=='Y')||(mad=='y'))
{
clrscr();
printf("Masukkan Nilai Angka : "); scanf("%i",&n_angka);
if(n_angka>=60)
strcpy(ket,"Lulus");
else
strcpy(ket,"Gagal");
printf("Keterangan :"); puts(ket);
printf("Masih Ada Data ? y/t :"); mad=getche();
}
getch();
}
3. Pernyataan do … while
Digunakan pada perulangan yang bersifat tetap (sudah diketahui jumlah
perulangannya) dan pada perulangan dengan menyeleksi suatu kondisi
tertentu (tidak tetap), dengan kondisi yang akan diseleksi terletak pada
akhir lingkup perulangan.

Bentuk umum : Flowchart :


do
pernyataan; Pernyataan
while (kondisi);
Benar
Kondisi

Salah
Contoh :
a. Perulangan yang bersifat tetap.
Untuk menampilkan deret bilangan 20 sampai dengan 100

#include <stdio.h>
main()
{
int x;
clrscr();
x=20;
do
{
printf("%i ",x);
x =x + 10;
}
while (x<=100);
getch();
}
b. Perulangan yang bersifat tidak tetap
Untuk memproses beberapa nilai dengan layout sebagai berikut :
Masukkan Nilai Angka :
Keterangan :
Masih Ada Data ? y/t :
/* Contoh Perulangan bersifat tidak tetap dengan do While*/
#include<stdio.h>
main()
{
int n_angka;
char ket[5];
char mad;
mad='y';
do
{
clrscr();
printf("Masukkan Nilai Angka : "); scanf("%i",&n_angka);
if(n_angka>=60)
strcpy(ket,"Lulus");
else
strcpy(ket,"Gagal");
printf("Keterangan :"); puts(ket);
printf("Masih Ada Data ? y/t :"); mad=getche();
}
while(mad==‘Y' || mad==‘y');
getch();
}
Tugas Perulangan

Buat program flowchart dan program C dengan menggunakan


perulangan For…, While dan do … while untuk soal berikut :

1. Menampilkan Bilangan ganjil mulai dari 15 s/d 40


2. Menampilkan bilangan yang habis dibagi dengan tiga antara 75
s/d 150

3. Menampilkan Bilangan Genap mulai dari 15 s/d 40


4. Menampilkan bilangan yang habis dibagi dengan empat antara
75 s/d 150
Buatlah program C untuk menyelesaikan kasus di bawah ini dengan jumlah
data 5 pelanggan menggunakan perulangan while dan do while dengan
bentuk layout sebagai berikut :
Entry Data Jasa Salon Ketentuan Proses :
Tanggal : Jasa Pelayanan ditentukan oleh
Jenis Pelayanan dengan ketentuan
Pelanggan ke.... sebagai berikut :
Nomor Faktur : Jika Jenis Pelayanan = “Smothing”,
Nama : maka Jasa Pelayanan Rp.
Jenis Pelayanan : 200000,-
Jika Jenis Pelayanan =
Jasa Pelayanan Rp. “Rebonding”,
Biaya Pelayanan Rp. maka Jasa Pelayanan Rp.
250000,-
Total Biaya Pelayanan untuk … Jika Jenis Pelayanan = “Bleaching”,
Orang adalah : …. maka Jasa Pelayanan Rp.
100000,-
Ada Data Lain ? (Y/T) :
Tarif Obat = Rp. 50000

Biaya Pelayanan = Tarif Obat +


Jasa Pelayanan
Buatlah program C dengan bentuk layout yang akan ditampilkan adalah
sebagai berikut :

Entry Data Jasa Ketentuan Proses :


Salon Jasa Pelayanan ditentukan oleh Jenis
Tanggal : Pelayanan dengan ketentuan sebagai
Nomor Faktur : berikut :
Nama : Jika Jenis Pelayanan = “Smothing”,
Jenis Pelayanan : maka Jasa Pelayanan Rp. 200000,-
Jika Jenis Pelayanan = “Rebonding”,
Informasi Jasa Salon maka Jasa Pelayanan Rp. 250000,-
Tanggal : Jika Jenis Pelayanan = “Bleaching”,
Nomor Faktur : maka Jasa Pelayanan Rp. 100000,-
Nama :
Jenis Pelayanan : Tarif Obat = Rp. 50000
Jasa Pelayanan :
Biaya Pelayanan : Biaya Pelayanan = Tarif Obat + Jasa
Pelayanan
Ada Data Lain ?
(Y/T) :
Buatlah program C untuk menyelesaikan kasus di bawah ini dengan jumlah
data 5 pelanggan menggunakan perulangan while atau do while dengan
bentuk layout sebagai berikut :

Entry Data Jasa Rental Ketentuan Proses :


Tanggal : - Tarif Rental /Hari ditentukan oleh Kode
Mobil ketentuan sebagai berikut :
Faktur Ke. … Jika Jenis Mobil = “Sedan” maka
Nomor Faktur : Tarif Rental/hari = 500000
Nama : Jika Jenis Mobil = “Mini Bus” maka
Lama Rental : Tarif Rental/hari = 3000000
Jenis Mobil : Jika Jenis Mobil = “Pick Up” maka
Tarif Rental/hari = 350000
Tarif Rental/Hari Rp.
Biaya Rental Rp. Biaya Rental = Lama Rental * Tarif Rental
Total Biaya Rental = Total Biaya rental +
Total Biaya Rental Dengan JumlahBiaya Rental
Faktur ... Adalah Rp. ....

Masih Ada Rental ? (Y/T) :


Buatlah program C untuk menyelesaikan kasus di bawah ini dengan
jumlah data 5 pelanggan per tanggal menggunakn perulangan For,
menggunakan perulangan while atau do while apabila masih ada sewa
dengan bentuk layout sebagai berikut :
Transaksi Sewa TendaKetentuan Proses :
~~~~~~~~~~~~~
Tanggal Sewa : Tarif Sewa :
Faktur ke. ….. Jika jenis tenda = ‘AA’ maka tarif sewa = 100000
Nomor Faktur : Jika jenis tenda = ‘BB’ maka tarif sewa = 150000
Nama Pelanggan : Jika jenis tenda = ‘CC’ maka tarif sewa = 200000
Jenis Tenda :
Jumlah Tenda : Jumlah Bayar Sewa = Jumlah Tenda x Tarif Sewa
Total Bayar Sewa = Total Bayar Sewa + Jumlah
Tarif Sewa Rp. ……..
Bayar Sewa
Jumlah Bayar Sewa Rp. ………

Total Bayar Sewa dengan Jumlah Faktur ... adalah


Rp. ....

Masih Ada Sewa ? (Y/T) :


BAB 5
ARRAY / LARIK

Array sering disebut sebagai larik. Array merupakan kumpulan


dari beberapa data yang menyimpan sekumpulan elemen data
yang menggunakan nama yang sama dan bertipe data yang
sama.

Dengan menggunakan array ini maka sebuah elemen mampu


menampung beberapa data sekaligus.
Sebuah array dapat dibayangkan sebagai sekumpulan kotak yang
terurut (vertikal/horizontal). Seperti contoh di bawah ini.
1
2
3
4 1 2 3 4 5
5
Tiap kotak pada larik ditandai dengan sebuah indeks 1, 2, ,…, 5. Dan tiap elemen larik
dapat ditulis A[1], A[2], A[3], A[4], A[5].

Contoh : NOBP

1 10101152610001
2 10101152610002
3 10101152610003
4 10101152610004
5 10101152610005

Sebuah variable dengan nama variabel nobp dapat menyimpan lima buah
elemen.
Variabel dengan type data Array adalah variabel yang bisa menampung lebih
dari satu data sesuai dengan indeks yang dideklarasikan.

Contoh : char NAMA[25][50];


int NA[50];

Artinya : Nama adalah variabel Array dengan type String dengan maksimal
karakter 25 digit dengan jumlah Data yang bisa ditampung maksimal adalah
50 buah data.

Setiap data yang disimpan harus ditentukan indeks dari penyimpanan. Dalam
memasukkan data ke variabel Array dapat digunakan perulangan dengan
maksimal perulangan adalah sesuai dengan jumlah indek yang dideklarasikan.
Mengakses data Array.
Untuk memasukkan dan membaca data array maka sesudah
nama variable harus disertai dengan no. indeksnya.

Contoh :
scanf(“%s”, nama[2]);
printf(“%s”,nama[2]);

Artinya :
1. Menginputkan data kedalam variable nama pada posisi no.
indeks
yang kedua.
2. Menampilkan data variabel nama pada posisi no. indeks
yang kedua.
Contoh 1 : Contoh 2 :
#include<stdio.h> #include<stdio.h>
#include<conio.h> #include<conio.h>
main() main()
{ {
int a; int a[3];
clrscr(); clrscr();
a=10; a[1]=10;
a=20; a[2]=20;
a=30; a[3]=30;
printf(“%i \n”, a); printf(“%i \n”, a[1]);
printf(“%i \n”, a); printf(“%i \n”, a[2]);
printf(“%i \n”, a); printf(“%i \n”, a[3]);
getch(); getch();
} }
Hasilnya: Hasilnya:
30 10
30 20
30 30
Latihan :
Buatlah program untuk menampilkan Luas dan Keliling beberapa buah persegi
panjang dengan Lay-out sebagai berikut :

Data Persegi Panjang


~~~~~~~~~~~~~~
Persegi Panjang Ke . ....
Panjang : .....
Lebar : .....

Tekan Enter untuk lanjutkan !!

Proses :

Luas = panjang * lebar


Keliling = 2 * (panjang + lebar)
Latihan :
Buatlah program untuk menampilkan Luas dan Keliling beberapa buah persegi
panjang dengan Lay-out sebagai berikut :

Data Persegi Panjang


~~~~~~~~~~~~~~
Persegi Panjang Ke . ....
Panjang : .....
Lebar : .....

Tekan Enter untuk Lanjutkan !!!

Data Persegi Panjang


~~~~~~~~~~~~~~
Persegi Panjang Ke . ....
Panjang : .....
Lebar : .....

Masih Ada Lagi ? Y/T :

Proses :

Luas = panjang * lebar


Keliling = 2 * (panjang + lebar)
Buatlah Program Flowchart dan Program C untuk Menampilkan lay-out seperti di
bawah ini :

jd
Proses :

1.Nilai Angka (nagk) :


nagk := 0.4 x nmid[x] + 0.6 x nuas[x]

2.Nilai Huruf (nhrf)


nagk nhrf
>=80 A
>=65 B
>=55 C
>=40 D
< 40 E

3. Keterangan (ket)
nhrf Ket
A Sangat Baik
B Baik
C Cukup
D Kurang
E Sangat Kurang
BAB 6
STRUCTURE

Struktur (Structure) bertujuan untuk mengelompokkan sejumlah data


dengan tipe yang berlainan kedalam satu nama yang sama.

Bentuk Umum : Contoh :

struct struct
{ {
tipe data1 nama variable 1; char kd_nasabah[7];
tipe data2 nama variable 2; char nm_nasabah[25];
tipe data3 nama variable 3; long int pinj;
}nama struktur; } rpinjaman;

Keterangan :
Variabel struktur rpinjaman mempunyai tiga elemen struktur, yaitu
kd_nasabah,
nm_nasabah, dan pinj.
Untuk mengakses ketiga elemen struktur tersebut harus
dengan cara :

Bentuk Umum :

Nama variable struktur.nama variable data;


Contoh :
rpinjaman.kd_nasabah
rpinjaman.nm_nasabah
rpinjaman.pinj
TF
NF TF
NM NF
NM

No Kb[x Nb[x Hb[x Kb[x Pb


4 8
] 20
]
8] 8] 12 x
Kb[x
]
Nb[x
TPb
DC ]
Hb[x
JDB ]
Jb[x]

mad Tb
Ketentuan Proses :
- Pembayaran = Harga Barang * Jumlah Barang
- Total Pembayaran = Total Pembayaran + Pembayaran
- Discount dengan ketentuan sebagai berikut :
Jika Total Pembayaran lebih besar dari Rp. 500000 maka
Discount = 15% * Total Pembyaran
- Jumlah di Bayar = Total Pembayaran - Discount
Ketentuan Proses :
- Pembayaran = Harga Barang * Jumlah Barang

- Total Pembayaran = Total Pembayaran + Pembayaran

- Discount dengan ketentuan sebagai berikut :


Jika Total Pembayaran lebih besar dari Rp. 500000
maka
Discount = 15% * Total Pembyaran

- Jumlah di Bayar = Total Pembayaran - Discount


BAB 7
FUNGSI

Fungsi merupakan bagian dari program untuk melaksanakan


tugas tertentu dan letaknya terpisah dari program yang
memanggilnya. Atau suatu program terpisah dalam blok
tersendiri yang berfungsi sebagai sub program/program
bagian.

Program dalam fungsi ini dapat dipanggil dari blok program


yang lainnya misalnya dari blok program utama. Dengan
menggunakan fungsi ini beberapa program yang terdapat
dalam file yang berbeda dapat disatukan dalam satu file
program.
Bentuk umum penulisan fungsi.

main()
{
blok pernyataan program utama;
}

nama_fungsi-1()
{
blok pernyataan program fungsi;
}
nama_fungsi-2()
{
blok pernyataan program fungsi;
}
Variabel dalam suatu modul program C terbagi atas 2 macam :

1. Bersifat lokal, artinya variable tersebut dapat dipakai oleh


modul program yang memanggilnya saja.

2. Bersifat Global artinya variable yang sama dapat digunakan


untuk beberapa modul program sekaligus, maka variable
tersebut harus diperkenalkan di awal modul-modul program
yang akan menggunakannya.
Bentuk Umum Keterangan :
int a, b;
main() Variabel a dan b dapat dipakai oleh semua
{ modul program (Modul program utama, modul
int c, d; program fungsi-satu dan modul program
………… fungsi-dua.
…………
} Variabel c dan d hanya dapat dipakai oleh
modul program utama
int e, f;
fungsi-satu();
Variabel e dan f dapat dipakai oleh modul
{
int g, h; program fungsi-satu dan fungsi-dua.
…………
………… Variabel g dan h hanya dapat dipakai oleh
} modul program fungsi-satu.

fungsi-dua(); Variabel i dan j hanya dapat dipakai oleh


{ modul program fungsi-dua.
int i, j;
………….
………….
}
BAB 8
OPERASI FILE
Operasi file merupakan bentuk pemrograman yang melibatkan data yang
tersimpan dalam bentuk file. Kebanyakan program melibatkan media
disk sebagai tempat untuk membaca atau merekam data. Data sendiri
disimpan dalam disk dalam bentuk suatu kesatuan yang disebut dengan
File Data yang tersimpan secara permanent. Salah satu cara
memasukkan data kedalam file data adalah melalui perantaraan
program.

Untuk mengelola data pada file data dengan menggunakan program,


maka diperlukan statemen-statemen yang terdiri dari :
1. Mendeklarasikan pengenal file data
Sebelum sebuah file data diaktifkan, maka pengenal dari file data
tersebut
harus dideklarasikan terlebih dahulu dengan cara :
Bentuk umum :
FILE *nama pointer file/Variabel File;
Keterangan :
• Penulisan file harus dengan huruf besar
• Nama pointer file adalah penunjuk alamat dari file yang dapat
dikatakan
dengan nama pengenal file data.
yarat pemberian namanya sama seperti syarat memberi nama sebuah variable.
ontoh :
FILE *fmhs; atau FILE *Fmhs;
char nobp[13], nm[25]; struct
float nmid, nakhir; {
char nobp[13], nm[25];
float nmid, nakhir;
}Rmhs
Artinya :
- Diperkenalkan sebuah nama pengenal file data yaitu “fmhs” yang
mana ke
dalam file datanya nanti dapat dimasukkan data-data nobp, nm,
nmid, nakhir.
2. Mengaktifkan file data
Setelah nama pengenal dari file data dideklarasikan dan sebelumdata
dimasukkan kedalam file data atau dibaca dari file data, maka file data
tersebut harus diaktifkan terlebih dahulu dengan cara :

Bentuk umum :
Bentuk umum :

Nama pointer file=fopen(“nama file data”,


“mode”);
atau
Vf=fopen(“nama file data”,”mode”);
Keterangan :
a. Nama pointer file disesuaikan dengan nama yang diperkenalkan
pada bagian deklarasi.

b. Nama file data adalah nama dari file yang akan digunakan sebagai
tempat data.
Syarat pemberian namanya sama dengan syarat memberi nama
file yang under dos yaitu : Maximal 8 karakter ditambah dengan
extensi sebanyak 3 karakter dan tidak boleh ada spasi.

c. Mode digunakan untuk menyatakan fungsi dari file data yang


diaktifkan dan terdiri dari :
- w (write)
Menyatakan fungsi file data sebagai tempat untuk menampung data
yang diinputkan, dimana data pertama yang diinputkan pada setiap akan
memulai menjalankan program akan menempati posisi data record yang
pertama. (dimulai dari nomor record 0)

- r (read)
Menyatakan fungsi file data sebagai tempat untuk membaca data dari
file data.

- a (append)
Menyatakan fungsi file data sebagai tempat untuk menambah data,
dimana setiap data yang diinputkan akan selalu menempati posisi
sesudah data record yang ada dalam file data.
Contoh :
Fmhs=fopen(“nilai.txt”,”w”);

Artinya :
fmhs sama artinya dengan nilai.txt yang diaktifkan sebagai tempat
untuk menampung data.
3. Memasukkan atau menyimpan data yang diinputkan kedalam file data.
Setelah file data diaktifkan baru data dapat dimasukkan kedalam file data
dengan
cara :

Bentuk umum -1:


fprintf(nama pointer file, ”format data-1 format data-2 … format data-n”, nama
var-1, nama var-2,…, nama var-n)
Keterangan :
- Nama pointer file sesuai dengan nama yang diperkenalkan pada bagian
deklarasi.
- Format data adalah yang menjelaskan data-data yang akan dimasukkan
kedalam
file data, dimana jumlahnya sama dengan nama variable dan penulisan
formatnya
Contoh :
harus fprintf(fmhs,”%s
disesuaikan dengan %s masing-masing
%5.2f %5.2f \n”,jenis variabelnya.
nobp,nm,nmid,nakhir);

Artinya :
Memasukkan atau menyimpan data-data nobp, nm, nmid, dan nakhir
kedalam file data nilai.txt (yang diwakilkan oleh nama pengenalnya
yaitu fmhs).
Bentuk Umum-2 :
fwrite (&variabel struktur,sizeof(variabel
struktur),1,pointer file);

Catt: variabel struktur = vr

fwrite (&vr,sizeof(vr),1,vf);

Membaca atau mengambil data dari file data.


Untuk membaca data dari file data, maka dilakukan dengan cara :
Bentuk umum 1:
fscanf(nama pointer file, “format data-1 format data-2 … format data-n”,
nama var-1, nama var-2,…, nama var-n)
Keterangan :
- Nama pointer file sesuai dengan nama yang dideklarasikan
- Format data digunakan untuk menjelaskan data yang dibaca dari file
data yang
jumlahnya sama dengan nama variable dan jenis formatnya harus
disesuaikan
dengan masing-masing variabelnya.
fscanf(Fmhs, ”%s %s %5.2f %5.2f \n”, nobp, nm, &nmid,
&nakhir);

Artinya :
Membaca data nobp, nm, nmid dan nakhir dari file data nilai.txt
(yang
diwakilkan oleh nama pengenalnya yaitu mhs). Penggunaan fungsi
fscanf
sama seperti penggunaan fungsi scanf yaitu sebelum nama variable
yang
berjenis
Bentuk Umum selain
-2: dari variable string harus diawali dengan simbol (&).

fread (&variabel struktur,sizeof(variabel struktur),1,pointer


file);
atau
fread (&vr,sizeof(vr),1,vf);
5. Menutup file data
Setelah file data digunakan sebagai tempat menampung atau membaca
data maka
file data tersebut harus ditutup kembali dengan cara :

Bentuk umum :
fclose(nama pointer file);

Contoh :
fclose(Fmhs) atau fclose(vf)

Artinya :
Menutup file data nilai.txt (yang diwakilkan oleh pengenalnya yaitu fmhs)
Kesimpulan :

1. Untuk membuat program input yang sederhana, maka langkah-langkah


yang harus dikerjakan adalah :
a. Deklarasikan pengenal file data dengan statement FILE
b. Aktifkan file data dengan statement fopen dengan memakai mode
“w”
c. Inputkan data dengan statement scanf, gets/getche yang telah
dipelajari
sebelumnya.
d. Masukkan atau simpan data kedalam file data dengan statement
fprinf
2. Untuk membuat
e. Tutup file data program laporan yang
dengan statement fclosesederhana, maka langkah-
langkah yang
harus dikerjakan adalah dengan cara :
a. Deklarasikan pengenal file data dengan statement FILE
b. Aktifkan file data dengan statement fopen dengan memakai mode
“r”
c. Baca data dari dalam file data dengan statement fscanf
d. Proses data yang dibaca dengan proses biasa atau pengambilan
keputusan seperti if apabila dibutuhkan
e. Tampilkan data yang dibaca atau didapat dari hasil proses dengan
statement printf yang telah dipelajari sebelumnya
f. Tutup file data dengan statement close.
Tugas Akhir :
Buatlah Program C untuk menyelesaikan kasus di bawah ini menggunakan Struktur
dan procedure dalam bentuk operasi file dan dalam bentuk menu pilihan seperti lay-
out sebagai berikut :

Anda mungkin juga menyukai