Modul C
Modul C
C)
MATERI :
1. Pengenalan Bahasa C
2. Struktur Dasar Bahasa C
3. Statemen Input dan Output
4. Struktur Kontrol
a. Struktur Keputusan (Decision Structure)
b. Struktur Perulangan (Looping Structure)
5. Array
6. Structure
7. Fungsi
8. Operasi File
Bab I
Pengenalan Bahasa C
Pembahasan Program:
• Praposessor #include
#include merupakan pengarah praprosessor, yang
digunakan untuk membaca file yang dinamakan file judul
(header file), yaitu file yang diantaranya berisi deklarasi fungsi
dan defenisi konstanta.
File-file ini dalam penulisannya diakhiri dengan extension .h.
#include <stdio.h> menyatakan pada kompiler agar membaca
file yang bernama stdio.h pada saat pelaksanaan kompilasi
program. Stdio (Standard input output) akan mengacu pada
perintah standard I/O seperti printf(), scanf() dan sebagainya.
• Fungsi main()
Fungsi main() merupakan fungsi yang istimewa, karena fungsi main() harus
ada pada sebuah program C, sebab fungsi inilah yang akan menjadi titik
awal dan titik akhir eksekusi program. Jika sebuah program mempunyai
lebih dari satu fungsi maka fungsi main() biasa ditempatkan pada posisi
paling atas dalam pendefenisian fungsi.
• Fungsi getch()
Fungsi getch() berfungsi untuk membaca sebuah karakter, dengan sifat
karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan ENTER.
• Fungsi printf()
Fungsi printf() digunakan untuk menampilkan sesuatu ke layar monitor.
Untuk menampilkan suatu konstanta string harus diawali dan diakhiri
dengan tanda petik ganda(“).
• Fungsi clrscr();
Fungsi clrscr() digunakan untuk membersihkan/menghapus layar.
Karakter Escape
Untuk mengatur tampilan program, Bahasa C menyediakan beberapa karakter khusus yang
disebut karakter escape, antara lain digunakan untuk :
Kedua program di atas apabila di running akan menampilkan hasil yang sama yaitu :
SAYA BELAJAR BAHASA PEMROGRAMAN C
Untuk dapat menampilkan tampilan seperti di atas maka harus ditambahkan karater untuk
backslash yaitu \\
Contoh :
#include <stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
clrscr();
printf(“\\SAYA BELAJAR BAHASA PEMROGRAMAN C\\”);
getch();
}
4. Tab (\t)
Tab digunakan untuk menampilkan keluaran seperti :
SAYA BELAJAR BAHASA PEMROGRAMAN C
Untuk dapat menampilkan tampilan menjorok ke kanan seperti di atas, maka harus
ditambahkan karater untuk tab yaitu \t
Contoh :
#include <stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
clrscr();
printf(“\t SAYA BELAJAR BAHASA PEMROGRAMAN C”);
getch();
}
Latihan
Buat program C untuk menampilkan sebagai berikut :
1. WE ARE
THE FAMILY
“UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA”
2. \UNIVERSITAS\PUTRA\INDONESIA\
THE BEST CHOISE
Mendeklarasikan variabel.
Variabel yang akan digunakan dalam program haruslah dideklarasikan
terlebih dahulu.
clrscr();
x=10; Memberikan nilai (Input)
phi = 3.14;
n_huruf =‘B’;
strcpy(nm,”Nadhia”);
Proses
printf(“Nilai X = %i \n”, x);
printf(“Nilai Phi = %4.2f \n”, phi); Menampilkan Hasil
printf(“Nilai Huruf = %c \n”, n_huruf); Proses dan Nilai
printf(“Nama = %s \n”, nm); yang diberikan
getch(); (Output)
}
Operator
Operator merupakan simbol atau kata yang bisa dilibatkan dalam program untuk
melakukan sesuatu operasi.
Dalam suatu operasi aritmatika operator dengan derajat lebih tinggi akan lebih dulu
diproses.
Contoh :
#include <stdio.h>
main()
{
clrscr();
int x,y,z;
float p;
clrscr();
x=5;
y=3;
z=2;
p=x+y*z ;
printf(“Nilai P = %f”, p);
getch();
}
2. Operator Penurunan dan Penaikan
Operator penaikan :
digunakan untuk menaikkan nilai variabel sebesar satu.
Operator penurunan :
digunakan untuk menurunkan nilai variabel sebesar satu.
Penulisannya seperti :
Contoh :
#include<stdio.h>
main()
{
int x, nilai;
clrscr();
nilai = ++x;
printf(“Nilai = %d”,nilai);
getch();
}
Latihan :
Buatlah program C untuk memberikan nama saudara pada variabel nm,
nilai 80 ke variabel nmid dan nilai 100 ke variabel nsem, serta nilai
perkalian isi nmid dan nsem ke variabel nakh dengan rumus :
nakh = 0.4 * nmid + 0.6 * nsem
Hasil Program:
Data Nilai Bahasa Pemrograman C
Nama Mahasiswa = nm
Nomor Bp = nobp
Kelas = kls
Nilai Mid = nmid
Nilai Semester = nsem
Nilai Akhir = nakh
Latihan :
Buatlah program C untuk memberikan nilai “NF001” ke variabel
nofak, nilai “1-Sep-2015” ke variabel tfak, nilai “Lemari ES” ke
variabel nmbrg dan nilai 30 ke variabel jbrg, nilai 1500000 ke
variabel hbrg serta hasil proses dari rumus di bawah ini ke variabel
jbyr:
jbyr = (jbrg*hbrg) – 0.25*(jbrg*hbrg)
jbrg=30;
hbrg = 1500000;
strcpy(nmbrg,”Lemari ES”);
Memberikan nilai (Input)
Operator Arti
< Kurang dari
<= Kurang dari atau sama dengan
> Besar dari
>= Besar dari atau sama dengan
== Sama dengan
!= Tidak sama dengan
4. Operator Logika
Operator Logika biasanya berkaitan dengan operator perbandingan, karena operator ini
biasanya digunakan untuk membandingkan logika hasil dari operator-operator perbandingan .
Operator Arti
&& Logika AND
|| Logika OR
! Logika NOT
Contoh :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
int n_angka;
char n_huruf;
clrscr();
printf("Masukan Nilai Angka :");
scanf("%d",&n_angka);
if ((n_angka>0) && (n_angka<=39))
n_huruf='E';
else
if ((n_angka>=40) && (n_angka<=54))
n_huruf='D';
else
if ((n_angka>=55) && (n_angka<=64))
n_huruf='C';
else
if ((n_angka>=65) && (n_angka<=79))
n_huruf='B';
else
if ((n_angka>=80) && (n_angka<=100))
n_huruf='A';
printf("Nilai Huruf = %c \n", n_huruf);
getch();
}
BAB 3
OPERASI MASUKAN DAN KELUARAN
a. printf()
Bentuk umum :
printf(“stringcontrol ”, argumen1, argumen2,….);
string control dapat berupa :
- keterangan yang akan ditampilkan pada layar,
- penentu format .
Kode Fungsi
Format
%c Untuk menampilkan sebuah karakter
%s Untuk menampilkan sebuah string
%i atau %d Untuk menampilkan bilangan integer
bertanda (signed) dalam bentuk desimal
%li atau Untuk menampilkan bilangan long integer
%ld
%f Untuk menampilkan bilangan real atau
pecahan
%lf Untuk menampilkan bilangan real double
Contoh :
printf("Data Nilai Mahasiswa”);
printf(“Nilai Huruf : %c”,nh);
printf(“Nilai Huruf : “);
printf(“%c”,nh);
printf(“Nilai Rata-rata : %5.2f”,nr);
Untuk menampilkan nilai float (decimal) dapat digunakan format sebagai
berikut :
%m.nf
Dimana :
m : jumlah digit angka yang akan ditampilkan termasuk tanda titik(.)
n : jumlah angka di belakang koma
b. puts()
Fungsi puts() digunakan khusus untuk menampilkan data string ke layar yang tidak
terformat.
Sifat fungsi ini, string yang ditampilkan secara otomatis akan diakhiri dengan \n
(pindah baris).
Contoh :
#include<stdio.h>
main()
{
puts("Universitas Putra Indonesia");
puts("Fakultas Ilmu Komputer");
}
Contoh :
putchar(‘A’);
Catatan :
Tidak terformat maksudnya adalah lebar dan bentuk
tampilannya tidak ada aturannya.
2. Memasukkan data dari Keyboard
Data dapat dimasukkan lewat keyboard saat eksekusi berlangsung.
a. scanf()
Fungsi scanf() merupakan fungsi yang digunakan untuk
memasukkan berbagai jenis data yang dapat diatur formatnya.
Bentuk umum :
Dengan fungsi scanf(), posisi kursor akan langsung berada pada baris
berikutnya ketika program sedang dieksekusi, jadi fungsi \n tidak perlu
disertakan.
Kode Fungsi
Format
%c Untuk menampilkan sebuah karakter
%s Untuk menampilkan sebuah string
%i atau %d Untuk menampilkan bilangan integer
bertanda (signed) dalam bentuk desimal
%li atau Untuk menampilkan bilangan long integer
%ld
%f Untuk menampilkan bilangan real atau
pecahan
%lf Untuk menampilkan bilangan real double
Contoh :
printf(“Nomor Bp:”);scanf(“%s”,nobp);
printf(“Nama :”);scanf(“%s”,nama);
printf(“Nilai Huruf :”);scanf(“%c”,&nh);
printf(“Nilai Angka :”);scanf(“%i”,&na);
Contoh:
Menghitung Luas sebuah Segitiga dengan rumus luas=0.5*alas*tinggi
#include <stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
int alas;
int tgi;
float luas;
clrscr();
printf("Menghitung Luas Segitiga\n");printf("\n");
printf("Masukkan Alas Segitiga : ");scanf("%i",&alas);
printf("Masukkan Tinggi Segitiga : ");scanf("%i",&tgi);
luas=0.5*alas*tgi;
printf("Luas Segitiga adalah : ");printf("%5.2f",luas);
getch();
}
Keterangan program :
printf("\n") digunakan untuk memberi spasi satu baris
printf("Luas Segitiga adalah : ");printf("%5.2f",luas);
dapat ditulis seperti :
printf("Luas Segitiga adalah : %5.2f ",luas);
Latihan :
Buatlah program C untuk menghitung :
Dengan radius …., maka Luas Lingkaran : ... dan Keliling Lingkaran : ….
b.
Menghitung Luas dan Keliling Persegi Panjang
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Masukkan Panjang Sebuah Persegi Panjang :
Masukkan Lebar Sebuah Persegi Panjang :
Dengan panjang … dan lebar …, maka Luas persegi panjang : ... dan Keliling
Persegi Panjang : …
b. getch()
Bentuk umum :
Keterangan :
nama_variabel = getch();
maksudnya data/isi variable yang dimasukkan disimpan dalam
nama_variable tersebut.
getch();
maksudnya data/isi variable yang dimasukkan tidak disimpan dalam
nama_variabel tersebut.
Contoh :
#include<stdio.h>
main()
{
char karakter;
clrscr();
printf("Masukkan sebuah karakter : ");
karakter=getch();
printf("\nAnda memasukkan karakter : %c", karakter);
getch();
}
Bentuk umum :
Keterangan :
nama_variabel = getche();
maksudnya data/isi variable yang dimasukkan disimpan dalam
nama_variable tersebut.
getche();
maksudnya data/isi variable yang dimasukkan tidak disimpan dalam
nama_variabel tersebut.
Contoh :
#include<stdio.h>
main()
{
char karakter;
clrscr();
printf("Masukkan sebuah karakter : ");
karakter=getche();
printf("\n Anda memasukkan karakter : %c", karakter);
getche();
}
d. gets()
Fungsi gets() merupakan fungsi yang digunakan untuk memasukkan data
bertipe string.
e. getchar()
Fungsi getchar() merupakan fungsi yang digunakan untuk memasukkan
data bertipe karakter (char).
Contoh :
/* Contoh program input dan tampilkan data sederhana */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
int umur;
char nobp[13],nama[25],prodi[25],alm[30],jk;
clrscr();
/* Menginputkan data */
puts("Entry Data Identitas Mahasiswa");
printf("Nomor Bp : "); scanf("%s",nobp);fflush(stdin);
printf("Nama Mahasiswa : "); scanf("%s",nama);fflush(stdin);
printf("Alamat : "); gets(alm);
printf("Program Study : "); gets(prodi);
printf("Jenis Kelamin L/P : "); jk=getch();printf("%c\n",jk);
printf("Umur : "); scanf("%i",&umur);
printf("\n");
/* Menampilkan Data */
printf(“Informasi Data Identitas Mahasiswa\n");
printf("Nomor Bp : %s\n", nobp);
printf("Nama Mahasiswa : %s\n", nama);
printf("Alamat : %s\n", alm);
printf("Program Study : %s\n", prodi);
printf("Jenis Kelamin L/P : %c\n", jk);
printf("Umur : %i\n",umur);
getch();
}
Keterangan Program:
If tunggal sederhana
Bentuk umum:
if (kondisi)
pernyataan;
Artinya : Jika kondisi bernilai benar, maka pernyataan dikerjakan. Dengan kata
lain, pernyataan tidak dijalankan, bila kondisi bernilai salah.
Struktur Keputusan (Decision Structure)
Contoh 1 :
#include<stdio.h>
main()
{
int n_angka;
clrscr();
printf("Masukkan Nilai Angka : "); scanf("%i",&n_angka);
if(n_angka>=60)
printf("\nLulus");
getch();
}
Contoh 2:
#include<stdio.h>
main()
{
int n_angka;
char ket[5];
clrscr();
printf("Masukkan Nilai Angka : "); scanf("%i",&n_angka);
if(n_angka>=60)
strcpy(ket,"Lulus");
printf("Keterangan : %s\n",ket);
getch();
}
Struktur Keputusan (Decision Structure)
If tunggal blok pernyataan
Bentuk umum:
Artinya : Jika kondisi bernilai benar, maka
if (kondisi)
pernyataan-pernyataan yang berada
{ dalam kurung { dan } akan dikerjakan.
Pernyataan1; Dengan kata lain, pernyataan-pernyataan
Pernyataan2; yang berada dalam kurung {dan} tidak
} dijalankan, bila kondisi bernilai salah.
Struktur Keputusan (Decision Structure)
Contoh :
#include<stdio.h>
main()
{
int n_angka;
char ket[5];
char predikat[10];
clrscr();
printf("Masukkan Nilai Angka : "); scanf("%i",&n_angka);
if(n_angka>=60)
{
strcpy(ket,"Lulus");
strcpy(predikat,"Terpuji");
}
printf("Keterangan : %s\n",ket);
printf("Predikat Lulus : %s\n",predikat);
getch();
Keterangan :
strcpy() digunakan untuk memberikan nilai string ke sebuah variabel
Struktur Keputusan (Decision Structure)
b. Pernyataan If …. Else
Digunakan untuk menyeleksi dua buah kondisi atau lebih,
pernyataan yang diproses dapat berupa pernyataan tunggal atau
berupa blok pernyataan.
Bentuk umum:
Artinya : Jika kondisi bernilai benar, maka
if (kondisi)
pernyataan-1 dikerjakan.
pernyataan1;
Sedangkan bila kondisi bernilai
else
salah, maka pernyataan-2
pernyataan2;
dieksekusi.
Struktur Keputusan (Decision Structure)
Contoh 1:
#include<stdio.h>
main()
{
int n_angka;
clrscr();
printf("Masukkan Nilai Angka : ");
scanf("%i",&n_angka);
if(n_angka>=60)
printf("\n Lulus");
else
printf("\n Gagal");
getch();
}
Contoh 2:
/* Program Mencari Bilangan Terbesar */
#include<stdio.h>
main()
{
int bil_1, bil_2, bil_3, maks;
clrscr();
printf("Masukkan Bilangan 1 : ");scanf("%i",&bil_1);
printf("Masukkan Bilangan 2 : ");scanf("%i",&bil_2);
printf("Masukkan Bilangan 3 : ");scanf("%i",&bil_3);
if((bil_1 > bil_2) && (bil_1 > bil_3))
maks = bil_1;
else
if((bil_2 > bil_1) && (bil_2 > bil_3))
maks = bil_2;
else
if((bil_3 > bil_1) && (bil_3 > bil_2))
maks = bil_3;
printf("Bilangan Terbesar adalah : %i", maks);
getch();
}
Struktur Keputusan (Decision Structure)
Contoh :
Buatlah program dengan masukkan berupa suatu nilai antara 0 sampai
dengan 100 dan program memberikan keluaran berupa klasifikasi A, B,
C, D atau E berdasarkan criteria sebagai berikut :
#include<stdio.h> case 4:
main() puts("Hari KAMIS");
{ break;
int kode_hari; case 5:
clrscr(); puts("Hari JUM'AT");
puts("Menentukan Hari \n"); break;
puts("1 = SENIN 2 = SELASA 3 = RABU 4 = case 6:
KAMIS"); puts("Hari SABTU");
puts("5 = JUM'AT 6 = SABTU 7 = MINGGU"); break;
printf("\nMasukkan Kode Hari (1..7) : "); case 7:
scanf("%d",&kode_hari); puts("Hari MINGGU");
printf("\n"); break;
switch(kode_hari) default:
{ puts("Kode yang dimasukkan salah !!");
case 1: }
puts("Hari SENIN"); getch();
break; }
case 2:
puts("Hari SELASA");
break;
case 3:
puts("Hari RABU");
break;
Contoh Program:
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
char kd_nasabah[7];
char nm_nasabah[25];
int lama_pinj;
long int jml_pinj;
float p_bunga, th_bunga, t_bunga, t_pinj;
/* ............ Inputkan Data .............. */
clrscr();
printf("Entry Data Peminjaman ");
printf("~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ ");
printf("Input Kode Nasabah : "); gets(kd_nasabah);
printf("Input Nama Nasabah : "); gets(nm_nasabah);
printf("Input Jumlah Pinjaman Rp."); scanf("%li",&jml_pinj);fflush(stdin);
printf("Input Lama pinjaman :"); scanf("%i",&lama_pinj);fflush(stdin);
/* ........... Proses ........ */
if (lama_pinj==1)
p_bunga = 0.08;
else
if (lama_pinj==2)
p_bunga = 0.10;
else
p_bunga = 0.12;
th_bunga=p_bunga * jml_pinj;
t_bunga=th_bunga *lama_pinj;
t_pinj= jml_pinj + t_bunga;
/* .......... Tampilkan Data yang di inputkan dan Data
Hasil Proses ........*/
printf("\n");
puts("Informasi Data Peminjaman ");
puts("~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ ");
printf("Kode Nasabah : %s\n ",kd_nasabah);
printf("Nama Nasabah : %s \n",nm_nasabah);
printf("Jumlah Pinjaman Rp. %li\n",jml_pinj);
printf("Lama pinjaman :%i\n",lama_pinj);
printf("Bunga Per Tahun : Rp.%9.0f\n",th_bunga);
printf("Total Bunga : Rp.%9.0f\n",t_bunga);
printf("Total Pinjaman : Rp.%9.0f\n",t_pinj);
getch();
}
Buatlah PProgram C untuk menampilkan layout di bawah ini.
Transaksi Pemesanan
Catering
~~~~~~~~~~~~~~~~
~~
Nomor Pesanan :
Nama Pemesan :
Jumlah Pesanan :
Kode Paket (A/B/C) :
Jenis Menu :
Harga Per-Paket Rp.
Total Pembayaran
Ketentuan Proses : Rp.
Untuk mendapatkan Jenis Menu, dan Harga Per-paket (gunakan if ...
Else atau struktur Switch) berdasarkan ketentuan pada tabel di
bawah ini :
Jenis Kartu=“Silver”,
Jenis Kartu : Biaya perawatan perhari Rp. 800000,-
Biaya Perawatan Perhari : Rp. -Jika Kode Kartu=‘B’, maka
Perawatan perhari
Latihan :
Buatlah program C dengan bentuk layout yang akan ditampilkan adalah sebagai berikut :
Entry Data Pemegang Polis Ketentuan Proses :
Nomor Polis : (string) Biaya Perawatan Perhari ditentukan oleh Plan
Nama Pemegang Polis : (string) dengan ketentuan sebagai berikut :
Plan (A1/A2/A3) : (string) - Jika “A1”, maka biaya perawatan perhari
Rp. 650000,-
- Jika “A3”, maka biaya perawatan perhari
Bentuk Umum :
for (ungkapan1;ungkapan2;ungkapan3) atau for (awal;akhir;peningkatan)
pernyataan pernyataan
Keterangan :
Ungkapan1 digunakan untuk memberikan inisialisasi terhadap variable
pengendali loop
Ungkapan2 dipakai sebagai kondisi untuk keluar dari loop
Ungkapan3 dipakai sebagai pengatur kenaikan nilai variable
pengendali
loop
Ketiga ungkapan dalam for tersebut harus dipisahkan dengan tanda titik
koma (;).
Contoh untuk menampilkan deret angka sebagai
berikut :
20
30
40
50
.
:
100
#include<stdio.h>
main()
{
int bil;
clrscr();
for (bil=20;bil<=100;bil+=10)
printf("%d\n",bil);
getch();
}
2. Pernyataan while
Digunakan pada perulangan yang bersifat tetap (sudah diketahui jumlah
perulangannya) dan pada perulangan dengan menyeleksi suatu kondisi
tertentu (tidak tetap), dengan kondisi yang akan diseleksi terletak pada awal
lingkup perulangan.
Bentuk umum : Flowchart :
while (kondisi)
pernyataan; Kondisi
Pernyataan
Contoh :
a. Perulangan yang bersifat tetap.
#include <stdio.h>
main()
{
int x;
clrscr();
x=20;
while (x<=100)
{
printf("%i\t",x);
x+=10;
}
getch();
}
b. Perulangan yang bersifat tidak tetap
Untuk memproses beberapa nilai dengan layout sebagai berikut :
Masukkan Nilai Angka :
Keterangan :
Masih Ada Data ? y/t :
#include<stdio.h>
main()
{
int n_angka;
char ket[5];
char mad;
mad='y';
while((mad=='Y')||(mad=='y'))
{
clrscr();
printf("Masukkan Nilai Angka : "); scanf("%i",&n_angka);
if(n_angka>=60)
strcpy(ket,"Lulus");
else
strcpy(ket,"Gagal");
printf("Keterangan :"); puts(ket);
printf("Masih Ada Data ? y/t :"); mad=getche();
}
getch();
}
3. Pernyataan do … while
Digunakan pada perulangan yang bersifat tetap (sudah diketahui jumlah
perulangannya) dan pada perulangan dengan menyeleksi suatu kondisi
tertentu (tidak tetap), dengan kondisi yang akan diseleksi terletak pada
akhir lingkup perulangan.
Salah
Contoh :
a. Perulangan yang bersifat tetap.
Untuk menampilkan deret bilangan 20 sampai dengan 100
#include <stdio.h>
main()
{
int x;
clrscr();
x=20;
do
{
printf("%i ",x);
x =x + 10;
}
while (x<=100);
getch();
}
b. Perulangan yang bersifat tidak tetap
Untuk memproses beberapa nilai dengan layout sebagai berikut :
Masukkan Nilai Angka :
Keterangan :
Masih Ada Data ? y/t :
/* Contoh Perulangan bersifat tidak tetap dengan do While*/
#include<stdio.h>
main()
{
int n_angka;
char ket[5];
char mad;
mad='y';
do
{
clrscr();
printf("Masukkan Nilai Angka : "); scanf("%i",&n_angka);
if(n_angka>=60)
strcpy(ket,"Lulus");
else
strcpy(ket,"Gagal");
printf("Keterangan :"); puts(ket);
printf("Masih Ada Data ? y/t :"); mad=getche();
}
while(mad==‘Y' || mad==‘y');
getch();
}
Tugas Perulangan
Contoh : NOBP
1 10101152610001
2 10101152610002
3 10101152610003
4 10101152610004
5 10101152610005
Sebuah variable dengan nama variabel nobp dapat menyimpan lima buah
elemen.
Variabel dengan type data Array adalah variabel yang bisa menampung lebih
dari satu data sesuai dengan indeks yang dideklarasikan.
Artinya : Nama adalah variabel Array dengan type String dengan maksimal
karakter 25 digit dengan jumlah Data yang bisa ditampung maksimal adalah
50 buah data.
Setiap data yang disimpan harus ditentukan indeks dari penyimpanan. Dalam
memasukkan data ke variabel Array dapat digunakan perulangan dengan
maksimal perulangan adalah sesuai dengan jumlah indek yang dideklarasikan.
Mengakses data Array.
Untuk memasukkan dan membaca data array maka sesudah
nama variable harus disertai dengan no. indeksnya.
Contoh :
scanf(“%s”, nama[2]);
printf(“%s”,nama[2]);
Artinya :
1. Menginputkan data kedalam variable nama pada posisi no.
indeks
yang kedua.
2. Menampilkan data variabel nama pada posisi no. indeks
yang kedua.
Contoh 1 : Contoh 2 :
#include<stdio.h> #include<stdio.h>
#include<conio.h> #include<conio.h>
main() main()
{ {
int a; int a[3];
clrscr(); clrscr();
a=10; a[1]=10;
a=20; a[2]=20;
a=30; a[3]=30;
printf(“%i \n”, a); printf(“%i \n”, a[1]);
printf(“%i \n”, a); printf(“%i \n”, a[2]);
printf(“%i \n”, a); printf(“%i \n”, a[3]);
getch(); getch();
} }
Hasilnya: Hasilnya:
30 10
30 20
30 30
Latihan :
Buatlah program untuk menampilkan Luas dan Keliling beberapa buah persegi
panjang dengan Lay-out sebagai berikut :
Proses :
Proses :
jd
Proses :
3. Keterangan (ket)
nhrf Ket
A Sangat Baik
B Baik
C Cukup
D Kurang
E Sangat Kurang
BAB 6
STRUCTURE
struct struct
{ {
tipe data1 nama variable 1; char kd_nasabah[7];
tipe data2 nama variable 2; char nm_nasabah[25];
tipe data3 nama variable 3; long int pinj;
}nama struktur; } rpinjaman;
Keterangan :
Variabel struktur rpinjaman mempunyai tiga elemen struktur, yaitu
kd_nasabah,
nm_nasabah, dan pinj.
Untuk mengakses ketiga elemen struktur tersebut harus
dengan cara :
Bentuk Umum :
mad Tb
Ketentuan Proses :
- Pembayaran = Harga Barang * Jumlah Barang
- Total Pembayaran = Total Pembayaran + Pembayaran
- Discount dengan ketentuan sebagai berikut :
Jika Total Pembayaran lebih besar dari Rp. 500000 maka
Discount = 15% * Total Pembyaran
- Jumlah di Bayar = Total Pembayaran - Discount
Ketentuan Proses :
- Pembayaran = Harga Barang * Jumlah Barang
main()
{
blok pernyataan program utama;
}
nama_fungsi-1()
{
blok pernyataan program fungsi;
}
nama_fungsi-2()
{
blok pernyataan program fungsi;
}
Variabel dalam suatu modul program C terbagi atas 2 macam :
Bentuk umum :
Bentuk umum :
b. Nama file data adalah nama dari file yang akan digunakan sebagai
tempat data.
Syarat pemberian namanya sama dengan syarat memberi nama
file yang under dos yaitu : Maximal 8 karakter ditambah dengan
extensi sebanyak 3 karakter dan tidak boleh ada spasi.
- r (read)
Menyatakan fungsi file data sebagai tempat untuk membaca data dari
file data.
- a (append)
Menyatakan fungsi file data sebagai tempat untuk menambah data,
dimana setiap data yang diinputkan akan selalu menempati posisi
sesudah data record yang ada dalam file data.
Contoh :
Fmhs=fopen(“nilai.txt”,”w”);
Artinya :
fmhs sama artinya dengan nilai.txt yang diaktifkan sebagai tempat
untuk menampung data.
3. Memasukkan atau menyimpan data yang diinputkan kedalam file data.
Setelah file data diaktifkan baru data dapat dimasukkan kedalam file data
dengan
cara :
Artinya :
Memasukkan atau menyimpan data-data nobp, nm, nmid, dan nakhir
kedalam file data nilai.txt (yang diwakilkan oleh nama pengenalnya
yaitu fmhs).
Bentuk Umum-2 :
fwrite (&variabel struktur,sizeof(variabel
struktur),1,pointer file);
fwrite (&vr,sizeof(vr),1,vf);
Artinya :
Membaca data nobp, nm, nmid dan nakhir dari file data nilai.txt
(yang
diwakilkan oleh nama pengenalnya yaitu mhs). Penggunaan fungsi
fscanf
sama seperti penggunaan fungsi scanf yaitu sebelum nama variable
yang
berjenis
Bentuk Umum selain
-2: dari variable string harus diawali dengan simbol (&).
Bentuk umum :
fclose(nama pointer file);
Contoh :
fclose(Fmhs) atau fclose(vf)
Artinya :
Menutup file data nilai.txt (yang diwakilkan oleh pengenalnya yaitu fmhs)
Kesimpulan :