Anda di halaman 1dari 31

KULIAH 2

KOMPONEN STRUKTUR JALAN REL

Struktur Jalan Rel Dapat Dibagi menjadi dua, yaitu:

Struktur Atas, dimana komponenkomponennya terdiri dari rel (rail), penambat (fastening) dan bantalan (sleeper). Struktur Bawah, dimana komponenkomponennya terdiri dari balas (ballast), subbalas (subballast), tanah dasar (subgrade) dan tanah asli (natural graund).

Beban-Beban Yang Bekerja Pada Struktur Jalan Rel


Gaya Vertikal Gya Lateral Gaya Longitudinal

Gaya Vertikal Gaya ini adalah beban yang paling dominan dalam struktur jalan rel. Gaya ini menyebabkan defleksi vertikal, dimana defleksi vertikal adalah indikator dari kualitas, kekuatan dan umur jalan rel.

Besarnya beban vertikal terbagi sebagai berikut:

Gaya Lokomotif

Beban lokomotif dibagi berdasarkan jenis lokomotif yang dilihat dari cara penomorannya, yaitu:

Lokomotif BB Artinya beban ditumpu oleh 2 bogie, yang masingmasing bogie terdiri dari 2 gandar dan satu gandar terdiri dari 2 roda. Sehingga : Jika Berat lokomotif (Wlok) = 56 ton, maka; Gaya bogie (Pbogie = Pb) = Wlok/2 = 56/2 = 28 ton Gaya gandar (Pgandar = Pg) = Pb/2 = 28/2 = 14 ton Gaya roda statis (Pstatis = Ps = Pg/2 = 14/2 = 7 ton

Lokomotif CC Artinya beban ditumpu oleh 2 bogie, yang masingmasing bogie terdiri dari 3 gandar dan satu gandar terdiri dari 2 roda.
Sehingga : Jika Berat lokomotif (Wlok) = 84 ton, maka; Gaya bogie (Pbogie = Pb)= Wlok/2 = 84/2 = 42 ton Gaya gandar (Pgandar = Pg)= Pb/2 = 42/3 = 14 ton Gaya roda statis (Pstatis = Ps)= Pg/2 = 14/2 = 7 ton

Gaya

kereta

Kereta dipakai untuk angkutan penumpang, sehingga karakteristiknya adalah kenyamanan dan kecepatan yang tinggi. Kenyamanan dan kecepatan yang tinggi memerlukan ruang yang cukup dan faktor gaya dinamis. Sehingga :
Jika Berat Kereta (Wkrt) = Gaya bogie (Pbogie = Pb) = Gaya gandar (Pgandar = Pg) = Gaya roda statis (Pstatis = Ps)= 40 ton, maka; Wkrt/2 = 40/2 = 20 ton Pb/2 = 20/2 = 10 ton Pg/2 = 10/2 = 5 ton

Gaya

Gerbong

Gerbong dipakai untuk angkutan barang, dimana yang diperlukan terutama dari segi beratnya sehingga muatannya dapat besar (massal dan berat). Prinsip beban sama, hanya saja satu gerbong terdiri dari 2 gandar (tanpa bogie) atau 4 gandar (dengan 2 bogie).

Faktor

Dinamis

Faktor dinamis disebabkan oleh getaran-getaran dari kendaraan rel yang disebabkan oleh angin dan kondisi geometri (ketidak rataan) jalan. Untuk mentransformasikan gaya statis menjadi gaya dinamis, maka diformulasikan faktor dinamis sebagai berikut: Ip = 1 + 0,01 (V/1,609 5) Pd = Ps x Ip
Dimana: V : Kecepatan kereta api (Km/jam) Ip : Faktor dinamis Ps : Beban statis Pd : Beban dinamis

Gaya

Transversal (Lateral)

Gaya ini disebabkan oleh adanya gaya sentrifugal yang terjadi pada tikungan, snake motion dan ketidakrataan geometri jalan rel yang bekerja pada titik yang sama dengan gaya vertikal di rel. Gaya ini menyebabkan tercabutnya terpon dan geseran pelat landas (base plate) pada bantalan kayu sehingga dapat merubah geometri jalan rel. Selain itu juga, pada kondisi tertentu dapat mengakibatkan loncatnya roda keluar rel (anjlogan).

Besarnya gaya transversal/lateral adalah:


P lateral / P vertikal < 1,2 P lateral / P vertikal < 0,75 (jika rel dan roda sama-sama aus)

Gaya

Longitudinal

Gaya ini diakibatkan terutama oleh perubahan suhu pada rel (therma stress). Pada konstruksi kereta api modern dimana dipakai rel panjang (long weded rails), gaya longitudinal ini sangat memegang peranan penting

Kecepatan

Kecepatan maksimum pada suatu lintas dinyatakan dalam km/jam. Kecepatan maksimum dapat dipakai untuk mengejar keterlambatan-keterlambatan yang disebabkan oleh adanya gangguan dijalan Sedangkan untuk kecepatan rencana dengan memperhatikan pertimbangan ekonomis maka kecepatan rencana untuk perhitungan konstruksi jalan rel adalah: V rencana = 1,25 x Vmax Dimana: V rencana : Kecepatan rencana Vmax : Kecepatan maksimum

Perhitungan Tegangan Pada Komponen Jalan Rel

Rel dianggap sebagai balok dengan panjang tak berhingga, beban terpusat, ditumpu pada tumpuan elastis, dengan modulus elastisistas jalan rel (track stiffness) adalah k, maka: P=k. y Dimana: P : Reaksi merata/satuan panjang k : Modulus elastisistas jalan rel = 180 kg/cm2 y : Defleksi

k 4EI

Dimana: : Faktor dumping E : Modulus elastisitas rel = 2,1 x 106 Ix : Momen inersia rel terhadap sumbu x-x

Pd Mo 4
Dimana: Pd : Beban dinamis roda

M 1.y Ix
Dimana: : Tegangan yang terjadi pada rel M1 : 0,85 x Mo akibat superposisi beberapa gandar y : Jarak tepi bawah rel kegaris netral

Contoh Perhitungan
Direncanakan konstruksi jalan rel dengan data-data sebagai berikut: Jalan rel kelas I dengan menggunakan rel R54, kecepatan maksimum 120 Km/jam dan beban gandar kereta 18 ton. Dengan transformasi beban roda dinamis ke statis ekivalen memakai persamaan Tablot, maka kontrol tegangan yang terjadi pada rel!

Data Yang Di Ketahui (Dari Tabel)


Tipe rel R54:
Ix Y = 1325 Kg/cm2 = 2346 cm4 = 7,62 cm

Kecepatan Rencana
Vmax Vrencana = = = = 120 Km/jam 1,25 x vmax 1,25 x 120 150 Km/jam

Persamaan Tablot
Ip = 1 + 0,01 (Vmak/1,609 5)
= 1 + 0,01 (150/1,609 -5)

= 1 + 0,88225 = 1,88225 Kereta: Pg = 18 ton = 18000 kg Ps = Pg/2 = 18000/2 = 9000 kg Pd = Ps x Ip = 9000 x 1,88225 kg = 16940,3 kg

Faktor Dumping

E = 2,1 10 I = 2346 cm4 k =180 kg/cm2
6
4

k 4EI

180 4 x 2,1x106 x 2346

= 0,0098

Mo
Mo = Pd / 4 = 16940,3 / 4 x 0,0098 = 432150,51 Kg.cm

Tegangan Pada Rel


M1 = 0,85 x Mo = 0,85 x 432150,51 = 367327,93 Kg.cm

= M1 . y / Ix = 367327,93 x 7,62 / 2346 = 1193,1 Kg/cm2

Maka; < ijin 1193,1 Kg/cm2 < 1325 Kg/cm2 Aman!

SEKIAN & TERIMA KASIH